Erland Dara Alexander Mateo (25) putra bungsu dari seorang pengusaha sukses dan terkenal ,namun siapa sangka kisah cintanya membuat nya menjauh dari keluarga nya dan memilih menetap di sebuah negara dan fokus mengurus perusahaan !!
Bahkan di umurnya yang di bilang sudah matang,dia sama sekali tidak punya pemikiran untuk memilih kekasih hingga banyak dari rekan kerjanya menawarkan anak mereka padanya tapi dengan tegas dia menolak !
Hingga suatu ketika kehidupan nya berubah karena sosok seorang wanita yang selama ini menemaninya selama di London,dan itu terjadi saat keduanya melakukan liburan bersama !!
Jangan lupa like,koment,vote dan hadiah nya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Roti bersayap
" Shiiit " Umpat Erland memegang kepala nya yang terasa berat " Apa aku selemah itu " Lanjutnya tangan kanannya memijat kepalanya dengan pelan .
Erland kembali menutup keduanya matanya dengan perlahan " Aku harus mandi,biar lebih baik lagi " Gumam Erland memaksakan membuka keduanya matanya .
Saat akan turun dari tempat tidur,Erland terdiam saat melihat pakaian yang melekat di tubuhnya .
" Apa mereka yang melakukan nya ,tapi itu tidak mungkin " Gumam Erland bingung lalu mengambil air minum yang ada di atas meja samping tempat tidurnya .
" *Tuan aku mohon jangan begini ,saya bukan Nona Nova !! Saya Aurellia tuan "
" Tuan,jangan* "
Byuuurr
Erland langsung menyembur air yang baru sebagian yang masuk lalu meletakan gelas dengan kasar .
" Shiiit ,apa yang sudah aku lakukan " Umpat Erland langsung berdiri sampai saat akan ke luar dari kamarnya kepalanya kembali berputar .
" lebih baik aku mandi " Erland mengurung kan niatnya ke luar dari kamarnya dia memilih membersihkan tubuhnya ,toh dia Juga tidak mungkin ke luar dengan keadaan seperti itu sekalipun pakaiannya sudah di ganti .
Hanya 10 menit Erland sudah menyelesaikan ritualnya didalam kamar mandi dia langsung ke luar dari kamarnya hanya dengan menggunakan bathrobe yang menutupi tubuhnya .
Tok ...tok ....
" Aurellia " Panggil Erland tepat depan pintu kamar Aurellia ,tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Erland kembali mengetuk pintu kamar Aurellia .
" Aurellia ....Lia " Panggil Erland lagi .
" Maaf tuan " Erland menatap ke arah pelayan penginapan tempat mereka tinggal " Nona Aurellia tadi minta izin ke luar sebentar,Nona berpesan agar tuan lebih dulu sarapan nya " Erland menaikan alisnya menatap Wanita paru baya itu .
" Apa dia mengatakan akan ke mana " Tanya Erland .
" Tidak tuan " Jawab nya dengan lembut .
" Sudah berapa lama dia ke luar " Tanya Erland dingin ,membuat wanita paru baya itu sedikit gugup .
" Sekitar 30 menit tuan " jawabnya terbata .
Erland langsung meninggalkan wanita paru baya itu , turun ke lantai bawah mencari bodyguard nya dan sang sopir .
Tapi saat akan menghampiri kedua bodyguard nya ,dia mendengar pintu terbuka dan itu menarik perhatian nya .
" Dari mana " Tanya Erland datar.
" Da-ri luar tuan " Jawab Aurellia gugup .
" Apa yang kamu lakukan di luar , kenapa tidak meminta izin dariku " Bentak Erland tinggi membuat Aurellia kaget .
Ini pertama kalinya Erkand membentaknya dengan suara tinggi seperti itu,biasanya dia hanya membentak biasa saja dan itu hal biasa bagi Aurellia atau Brad tapi ini ??
" Ma...af tuan ....Tadi ...."
Erland langsung membawa wanita itu ke lantai dua hingga menjatuhkan bawaan yang di bawa Aurellia dari luar .
Tidak ingin masalahnya di tahu orang sekalipun itu bodyguard atau sopir Erland memilih membawa wanita itu menjauh agar mereka bisa bicara dengan jelas .
BRAK
Erland menutup pintu kamarnya mengunakan kakinya lalu mengunci pintu kamarnya dan menghidupkan perendam suaranya.
" Tunggu saya di situ " Tunjuk Erland pada tempat tidur , Aurellia hanya diam saja tapi tubuhnya sedikit bergetar karena takut kejadian semalam akan terulang lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini keduanya duduk saling berhadapan di mana Erland duduk di kursi menatap Aurellia yang sejak tadi menundukkan kepalanya karena takut , kedua tangan nya saling bertautan .
"Aurellia " Panggil Erland .
" I...ya tuan " Jawab Aurellia terbata .
" Lihat aku dan jawab " Aurellia tetap menundukkan kepalanya Karena memang dia masih takut .
" Lia " Panggil Erland rendah ,tapi hasilnya sama wanita itu tetap menundukkan kepalanya.
" Apa aku perlu melakukan hal yang seperti semalam ,biar kamu menatap ku " Aurellia langsung mengakat wajahnya pucat ,dan itu membuat Erland langsung terdiam .
Apa dia setakut itu Ucap Erland dalam hati.
Erland menghela napas panjang lalu menatap Aurellia serius .
" Saya minta maaf " Aurellia hanya mengaguk sebagai jawabannya " Saya tidak terlalu ingat ,tapi sebagian masih tersimpan di memory ku ,maaf untuk yang semalam saya benar-benar...." Erland mengentikan ucapannya saat melihat mata indah yang berwarna coklat itu mengeluarkan cairan nya .
Dengan perlahan Erland mengusap cairan bening itu dengan lembut.
" Maaf saya hanya takut kamu pergi dari penginapan karena kejadian semalam " Aurellia menggeleng " Saya tidak papa Tuan " Jawabnya sesegukan.
"Maaf saya benar-benar tidak tahu ...."
" Jangan terus meminta maaf tuan, saya tidak enak !! Saya tahu tuan hanya mengingat Nona Nova dan mengeluarkan isi hati anda dan saya paham itu ,dan untuk yang lainnya saya tidak ingin mengingat nya lagi " Jawab Aurellia, tapi entah kenapa jawaban Aurellia ingin melupakan nya membuat Erland sedikit tidak suka .
Tapi bagaimana pun itu keputusan Aurellia dan dia tidak punya hak untuk meminta nya jangan melupakan nya .
Tok ...tok ...
" Biar saya yang buka " Erland menahan Aurellia untuk berdiri .
Ceklek
" Apa " Tanya Erland datar .
" Maaf Tuan ,ini milik Nona Aurellia " Erland menatap tas belanjaan yang di bawah bodyguard nya lalu mengambil nya dan menutup kembali pintu kamarnya.
Sekilas Erland menatap apa yang di beli wanita itu hingga membuat nya uring²an sejak bangun tadi ,lalu menatap Aurellia yang kembali menunduk .
" Kau ke luar hanya membeli ini " Tanya Erland saat sudah berada di depan wanita itu .
" Iya tuan " Jawab Aurellia menunduk.
" Seperti nya saya harus menelpon ayah mu, sejak tadi saya berbicara kamu hanya menunduk ,apa itu didikan dari seorang pengawal kepercayaan Mateo " Tanya Erland menyimpan tas belanjaan Aurellia lalu meletakan kedua tangannya di dada .
" Kenapa ...Tuan melihat nya " Tanya Aurellia Cicit ,karena malu .
Bagaimana tidak ,saat bangun pagi tadi tanpa sadar jika tamu bulanannya datang ,dan bodohnya lagi dia tidak membawa stok roti bersayap nya .
" Kenapa tidak meminta mereka yang membelinya" Aurellia menatap Erland dengan mata yang membola .
Yang benar saja dia meminta bodyguard atau sopir untuk membeli hal seperti itu, apa pria ini lagi bercanda pikir Aurellia .
" Kenapa " Aurellia menggeleng cepat " Tidak tuan " Jawabnya lagi .
" Maaf tuan ,apa saya bisa kembali ke kamarku ,saya harus memakainya kalau tidak selimut anda akan kotor " Ujar Aurellia pelan .
' Jangan lama ,kita akan sarapan setelah itu kita akan naik balon udara " Lagi² Aurellia melotot kan matanya bulat .
" A...apa tidak bisa saya di penginapan saja tuan " Jawab Aurellia .
" Saya tidak menerima penolakan karena bodyguard dan sopir akan ikut dengan kita " Aurellia menggeleng cepat " Saya sedang halangan tuan biasanya ..."
" Saya tunggu di meja makan " Potong Erland cepat lalu meninggalkan Aurellia sendirian di kamar itu .
" Manis " Gumam Erland menuruni tangga satu persatu .
" Tuan ..." Erland langsung mengganti ekspresi wajah nya .
" Kalian sudah sarapan " Tanya Erland menatap ketiga pria yang sedang menunggu nya di ujung tangga .
" Belum tuan " Jawab Mereka jujur .
" Kita ke sana " Ucap Erland .
" Maaf tuan , Nona Aurellia " Tanya sang sopir ,Erland menatap ke arah lantai dua " Nanti dia menyusul " Jawab Erland lalu berjalan ke arah dapur .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰😘😚😚
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
q sk certanya klo g suka q skip.tp kdng ada bgian dimna kok gini amat mngkin ini pembeda diantra novel lainnya.