Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"
Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SURAT PERCERAIAN
" Dia bukan ibuku."
Jeduarrr..
Ucapan Bram berhasil menghancurkan hati Siska. Ia tidak menyangka sang putra akan langsung memutus hubungan dengannya secepat ini.
Bram menatap Siska dengan tatapan penuh kekecewaan.
" Ibuku wanita terhormat. Dia tidak akan mengambil jalan hina dengan menjadi perusak rumah tangga orang atau pun menjadi wanita simpanan seorang pria beristri. Apalagi sampai sampai mengandung anak dari pria brengsek itu." Ucap Bram. " Kedua pasangan selingkuh itu tidak pantas di sebut sebagai manusia karena mereka tidak bisa menjaga hati pasangannya." Imbuh Bram.
Siska mendekati Bram, " Sayang, maafkan ma.. "
" Aku tidak punya ibu!!!!" Bentak Bram penuh amarah. Ia menatap Siska dengan nyalang. " Apa kau tahu betapa menderitanya Velin akibat perbuatanmu?" Ucap Bram menggertakkan giginya. Siska hanya bungkam tidak berani mengatakan apa apa. Ia takut Bram tambah marah.
Bram menarik lengan Velin, " Wanita malang ini, harus menderita karena perbuatan kalian." Bram menunjuk Siska dan Zayn bergantian. " Wanita yang selalu setia pada suaminya, namun telah di khianati. Wanita yang selalu menunggu suaminya pulang, namun suaminya berada di kamar wanita lain. Wanita yang selalu percaya pada alasan suaminya yang mengaku lembur, banyak pekerjaan, bahkan dinas keluar kota namun suaminya mengkhianati kepercayaannya. Bagaimana kalian melakukan hal memalukan di belakangnya? Bagaimana kalian tega menyakiti hati wanita sebaik Velin? Apa kalian masih pantas di sebut manusia hah???" Teriak Bram di akhir kalimatnya. Velin memang bukan siapa siapa, namun hatinya ikut sakit akibat perbuatan kedua orang di depannya itu.
" Zayn kamu salah paham." Ucap Zayn mendekati Bram.
" Salah paham bagaimana? Apanya yang salah paham? Kalau aku salah paham, kenapa dia tidak menjelaskan semuanya? Kenapa dia justru membohongiku demi menutupi kebusukannya." Ujar Bram menunjuk ibunya.
" Hiks.. Hiks.. Zayn, maafkan ibu nak!" Isak Siska. Hati ibu mana yang tidak sakit jika tidak di akui oleh sang anak.
Bram menatap Zayn, " Seandainya dari awal aku tahu jika di balik semua kebaikan om Zayn ada penderitaan wanita yang aku sayangi, maka dari awal aku tidak akan menerima apapun darimu om. Aku lebih baik hidup jadi gelandangan daripada harus hidup bahagia di atas rasa sakit seorang wanita yang telah membuatku hidup kembali. Sekarang lebih baik om lepaskan Velin, aku akan menikahinya."
Deg..
Jantung Zayn seolah berhenti berdetak begitu mendengar ucapan Bram.
" Ka.. Kamu jatuh cinta sama istri saya?" Tanya Zayn tidak percaya.
" Mantan istri." Tegas Bram.
" Dia istri sah om, Zayn. Selamanya hanya akan menjadi istri, tidak akan ada kata mantan." Ujar Zayn.
" Masalah itu biarkan Velin memilih sendiri." Sahut Bram.
Zayn menatap Velin, " Tidak sayang, kamu tahu alasan mas menjalin hubungan dengan Siska. Dan sebelumnya kamu juga sudah menerimanya dan menerima calon anak kita." Ujar Zayn.
" Awalnya aku sudah menerima, namun perbuatan mama malam ini membuatku marah. Aku tidak akan tinggal diam jika harga diriku di injak injak seperti ini mas." Sahut Velin.
" Apa maksudmu sayang?" Selidik Zayn.
Plok Plok
Velin bertepuk tangan dua kali. Nampak Daniel masuk dengan beberapa berkas di tangannya.
" Ini, sesuai yang kamu minta." Ucap Daniel memberikan berkas tersebut.
Semua orang masih menonton adegan live di depannya. Zayn nampak seperti orang linglung yang tidak tahu apa apa.
" Ini." Velin memberikan dokumen pertama kepada Zayn.
Zayn segera membukanya.
Deg...
Jantung Zayn terasa berhenti berdetak begitu membaca dokumen resmi yang di keluarkan oleh pengadilan agama setempat.
" Su.. Surat cerai?" Gumam Zayn. Ia menatap Velin, emosi merambat ke dalam dadanya. " Kapan mas setuju cerai darimu? Kenapa surat cerai ini bisa di keluarkan dari pengadilan agama? Bukan kah tanpa tanda tangan dari mas, surat ini tidak akan pernah ada? Atau kamu sengaja memalsukan tanda tangan mas? Katakan sayang! Katakan yang sebenarnya!" Ujar Zayn menggenggam tangan Velin.
Velin langsung menarik tangannya, " Kamu tahu betul masalah ini, jika surat ini sudah ada di tangan maka tentu saja kamu sudah menandatangani surat perjanjian cerainya mas. Sekarang kita resmi tidak ada hubungan apa apa lagi."
Deg...
Zayn kembali menggenggam tangan Velin, kali ini lebih erat hingga Velin susah untuk melepasnya.
" Tidak sayang, mas tidak mau cerai dari kamu. Mas sangat sangat mencintai kamu. Mas tidak bisa hidup tanpamu, mas mohon! Jangan tinggalkan mas sayang! Mas tahu, mas salah. Hukum mas sesuka hatimu tapi tolong jangan minta cerai dari mas. Meskipun mas tidak sadar kapan mas menandatangi surat cerai itu, tapi jujur jika di minta mas tidak akan pernah menandatanganinya sayang." Ujar Zayn.
" Semua sudah terjadi mas, surat cerai sudah keluar. Aku membebaskanmu dari pernikahan ini, sekarang kamu bisa memberikan status resmi kepada tante Siska. Aku tidak akan menghalanginya." Ujar Velin menarik tangannya.
Zayn menatap Velin dengan mata berkaca kaca, " Apa kamu sudah tahu sejak awal? Kenapa surat cerai itu datang cepat sekali? Padahal mas baru memberitahu masalah hubungan mas dengan Siska semalam." Ujar Zayn.
" Ya, aku tahu saat hari aniversary kita. Saat itu, tante Siska ulang tahun bukan?"
Deg...
Runtuh sudah dunia Zayn saat ini. Ia tidak menyangka sang istri telah memergokinya sekian lama.
" Yang katanya ada pekerjaan yang harus kamu selesaikan, nyatanya kamu menemani tante Siska di restoran xx. Aku tahu mas, aku ada di sana saat tante Siska tiup lilin. Aku lihat dengan jelas bagaimana bahagianya kamu saat bersamanya, saat foto bersama. Kalian terlihat seperti keluarga harmonis yang membuat semua orang iri melihatnya."
Desas desus dari para tamu undangan mulai terdengar membuat kesan panas di telinga.
Bruk...
Zayn berlutut di depan Velin. " Maafkan mas sayang, mas khilaf. Mas terpaksa, andai saja mama tidak mendesak mas agar segera memiliki anak, mas tidak akan melakukannya sayang. Maafkan mas hiks... " Isak tangis dari sang CEO yang terkenal dingin mulai terdengar. Tidak akan yang menyangka jika Zayn bisa serapuh ini di depan istrinya.
" Maaf mas, aku tidak bisa memaafkanmu. Hubungan kita sudah berakhir, aku tidak membutuhkan anak itu mas. Setelah ini nikahi saja tante Siska." Ucap Velin.
" Tidak sayang, meskipun kita sudah bercerai tapi aku tidak akan pernah menikahi wanita lain meskipun dia telah mengandung anakku."
Jeduarrr...
Ucapan Zayn meremukkan hati Siska. Ia sudah berusaha selama ini dan sudah mencapai titik ini, ia tidak mau usahanya gagal. Ia sudah kehilangan putranya, maka ia tidak mau kehilangan lagi, apalagi kehilangan pria selama ini telah menopang hidupnya.
Sedangkan Bram nampak tertegun sejak Velin menceritakan tentang ulang tahun ibunya waktu itu. Ia jadi teringat dengan kata kata ibunya yang mengatakan jika Velin mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya saja. Namun Bram tidak percaya karena tidak ada alasan Velin melakukan itu semua. Namun sekarang terjawab sudah pertanyaan itu. Ya, Velin hanya memanfaatkan dirinya saja demi balas dendam kepada ibunya.
Siska mendekati Zayn, " Zayn. Sudahlah jika Velin memilih untuk bercerai. Itu artinya kita bisa sama sama membesarkan anak ini. Seharusnya kita berterima kasih pada Velin karena telah memberikan kesempatan ini kepada kita." Ucap Siska mengapit lengan Zayn.
" Lepaskan! Jangan sentuh aku di depan istriku." Ucap Zayn menyentak kasar tangan Siska.
" Ada satu berkas lagi yang harus kamu lihat mas." Ucap Velin memberikan berkas kedua.
" A.. Apalagi ini sayang?" Zayn nampak takut, tangannya gemetar menerima berkas tersebut. Ia membukanya dengan pelan dan....
TBC....