NovelToon NovelToon
CEO Bangkrut Jadi Suami Kontraku

CEO Bangkrut Jadi Suami Kontraku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:873
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN😎

Riko terpaksa menikah dengan Rani akibat hutang yang tidak bisa dia bayar,melihat kesempatan itu Rani langsung memberikan sebuah kontrak pernikahan,dan riko terpaksa menyetujui kontrak pernikahan itu,karena dia terlilit hutang akibat perusahaannya bangkrut setelah kalah tender dengan perusahan milik Rani.

Baca saja klo mau tau cerita selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Badai Media dan Ego yang Retak

Pagi itu, langit Jakarta tampak mendung, seolah mendistorsi atmosfer di dalam ruang kerja utama Rani yang mendadak berubah menjadi neraka fungsional. Telepon di meja sekretaris berdering tanpa henti seperti suara rentetan senapan mesin. Di layar televisi besar yang terpasang di dinding, seorang pembawa acara berita infotainment dengan suara lantang membacakan berita yang mengguncang jagat bisnis nasional.

“Skandal mega-korporasi pagi ini! Dokumen rahasia yang diduga kuat sebagai surat perjanjian pernikahan kontrak antara CEO muda berbakat, Rani Baskoro, dengan mantan miliarder bangkrut, Riko Pratama, bocor ke publik! Dalam dokumen tersebut tertera bahwa pernikahan mereka murni transaksi bisnis senilai miliaran rupiah untuk menghindari perjodohan keluarga...”

Rani berdiri terpaku di depan meja kerjanya, menatap layar televisi dengan sepasang mata yang mem belak sempurna. Wajah cantiknya pucat pasi, namun rahangnya mengetat menahan luapan emosi gila. Di tangannya, sebuah tablet menampilkan grafik pergerakan saham perusahaannya yang menukik tajam secara vertikal, kehilangan valuasi hingga triliunan rupiah hanya dalam waktu satu jam perdagangan sesi pertama.

Ini adalah perusahaan yang dia bangun dengan darah, keringat, dan air mata dari nol—sebuah pembuktian keras kepala kepada sang Ayah, pendiri Baskoro Holding, bahwa dia bisa sukses tanpa belas kasihan nama besar keluarga. Namun pagi ini, seluruh reputasi yang dia rintis dari bawah hancur berkeping-keping di mata publik hanya karena selembar kertas yang bocor.

Brak!

Pintu ruang kerja didorong terbuka secara kasar. Riko melangkah masuk dengan jaket kulit hitamnya, wajah garis kerasnya tampak begitu gelap, dengan sepasang mata elang yang memancarkan hawa sedingin es. Di belakangnya, beberapa pengawal taktis mencoba menahan, namun tidak ada yang berani menyentuh pria yang malam lalu baru saja melumpuhkan seorang pengebom dengan tangan kosong.

Riko berjalan mendekat, lalu melemparkan sebuah koran pagi tepat di atas meja Rani. Halaman depan koran itu menampilkan foto hitam-putih dokumen pernikahan kontrak mereka dengan tanda tangan basah yang terlihat jelas.

"Kamu bilang brankas pribadimu adalah tempat paling aman di kota ini, Rani," suara bariton Riko terdengar sangat rendah, bergetar oleh amarah yang tertahan di dada bidangnya. "Sekarang jelaskan padaku, bagaimana benda ini bisa menjadi konsumsi publik?!"

Rani mendongak, ego Alpha Woman-nya yang sedang tersudut membuatnya menolak untuk terlihat lemah, bahkan di depan pria yang selama ini mendekapnya erat di safe house. "Kamu pikir aku menginginkan ini, Riko?! Seseorang telah mencurinya dari sistemku sebelum rumahku diledakkan! Ini adalah sabotase untuk menghancurkan perusahanku!"

"Menghancurkan perusahaanmu?!" Riko terkekeh sinis, sebuah tawa pahit yang sarat akan luka pada harga dirinya sebagai seorang pria. Dia melangkah maju, mengikis jarak hingga mata elangnya menghujam langsung ke manik mata Rani. "Lalu bagaimana dengan harga diriku, Rani? Seluruh negeri sekarang menertawakan ku, menyebutku sebagai pria parasit bangkrut yang rela menjual status suaminya demi bayaran kontrak darimu! Kamu menggunakan aku sebagai tameng hidup dari perjodohan ibumu, dan sekarang aku dilempar ke serigala publik?!"

Rani tertegun, dadanya sesak melihat binar kekecewaan yang mendalam di mata Riko. Rasa bersalah menghantamnya bertubi-tubi, namun gengsinya yang setinggi langit menolak untuk membuatnya meminta maaf dengan cara yang lembut. "Sejak awal kita tahu ini adalah bisnis, Riko! Kamu butuh uang untuk utangmu, dan aku butuh status! Jangan bertingkah seolah-olah kamu adalah korban suci di sini!"

Kata-kata Rani yang tajam seketika membangunkan kembali dinding pembatas di antara mereka yang sempat runtuh semalam. Kehangatan di safe house menguap tanpa bekas, digantikan oleh ego dua orang tangguh yang sama-sama terluka.

"Ya, kamu benar. Ini hanya bisnis," desis Riko dingin, mundur satu langkah untuk memberi jarak yang teramat jauh di antara mereka. "Aku lupa posisiku. Aku hanya pria bangkrut yang sedang mengemis untuk membangkitkan Pratama Corp kembali."

Sebelum Rani sempat membalas, pintu ruang kerja kembali terbuka. Kali ini, langkah kaki yang terdengar santai namun penuh percaya diri menggema di ruangan itu.

Seorang pria dengan setelan jas tiga potong desainer Eropa melangkah masuk dengan senyuman tipis yang sangat memuakkan di wajah tampannya. Di belakangnya, dua orang perwakilan dari Dewan Komisaris Senior Baskoro Holding mengekor dengan wajah tegang.

"Luar biasa... pertengkaran domestik yang sangat menarik untuk ditonton pagi-pagi," ujar pria itu, suaranya terdengar merdu namun penuh bisa ular.

Rani menoleh cepat, dan detik itu juga, seluruh tubuhnya menegang hebat. Jantungnya berdegup kencang oleh kombinasi antara rasa benci, kemarahan, dan memori kelam masa lalu yang mendadak bangkit.

"Aris..." desis Rani, suaranya bergetar rendah.

Aris berjalan santai, melewati Riko tanpa memandang pria itu sedikit pun, seolah-olah Riko hanyalah dekorasi ruangan yang tidak penting. Dia berhenti tepat di depan meja Rani, meletakkan kedua tangannya di atas meja sembari menatap mantan tunangannya itu dengan pandangan posesif yang manipulatif.

"Lama tidak berjumpa, Rani. Kamu terlihat semakin cantik saat sedang panik seperti ini," gumam Aris, senyumannya semakin melebar melihat kehancuran di wajah Rani. "Dewan Komisaris Besar dari holding ayahmu baru saja menggelar rapat darurat. Skandal kontrak palsu mu ini telah menurunkan nilai saham holding sebesar dua belas persen dalam waktu dua jam. Mereka menuntut mu untuk turun dari kursi CEO hari ini juga karena dianggap cacat moral dalam memimpin."

Rani mengepalkan tangannya di balik meja hingga kuku-kukunya memutih. "Ini perusahaan ku, Aris! Aku yang merintisnya dari nol, bukan Dewan Komisaris!"

"Tapi di atas kertas hukum, ini adalah anak perusahaan Baskoro Holding, sayang," potong Aris dengan nada meremehkan. "Dan para komisaris tua itu sudah memberikan hak suaranya kepadaku. Aku datang ke sini sebagai representasi investor baru yang siap menyuntikkan modal segar untuk menstabilkan saham mu... dengan satu syarat."

Aris berbalik, akhirnya mengarahkan pandangannya ke arah Riko. Sorot matanya penuh dengan penghinaan mutlak. "Depak pria parasit ini dari hidupmu. Umumkan ke publik bahwa pernikahan kontrak ini adalah kesalahpahaman, dan kembalilah ke sampingku. Aku akan membersihkan namamu dan menyelamatkan perusahaan yang kamu bangun dari nol ini."

Mendengar provokasi yang begitu telanjang, aura predator Riko langsung meledak. Dia melangkah maju, tubuhnya yang kekar dan tegap seketika membayangi Aris, menciptakan intimidasi fisik yang sangat nyata hingga dua komisaris di belakang Aris mundur ketakutan.

"Kamu pikir kamu sedang berbicara dengan siapa, keparat?" suara bariton Riko bergetar rendah, sangat berbahaya seperti raungan singa yang diganggu tidurnya.

Aris memutar tubuhnya, menantang tatapan Riko dengan senyum sinis, meski matanya sempat berkedip ngeri melihat ukuran tubuh Riko yang jauh lebih intimidatif. "Aku sedang berbicara dengan seorang pelayan kontrak, Tuan Riko Pratama. Jangan berlagak seperti pahlawan di sini. Kamu sudah bangkrut, perusahaanmu hancur tiga tahun lalu karena kebodohan manajemen mu sendiri. Kamu tidak punya kekuatan, tidak punya uang, dan tidak punya hak untuk berdiri di ruangan ini. Kamu hanya numpang hidup di ketiak wanita kaya."

Brak!

Riko mencengkeram kerah jas mahal Aris dengan satu tangan, mengangkat tubuh pria itu hingga ujung sepatunya nyaris jinjit dari lantai. Mata elang Riko menyipit tajam, memancarkan niat membunuh yang murni. "Aku bisa menghancurkan lehermu di sini sebelum kamu sempat menggunakan uang investasimu itu, Aris."

"Riko, hentikan!" teriak Rani panik. Dia melompat dari kursinya, memegang lengan kekar Riko. Ego dan ketakutannya bercampur aduk—dia takut Riko akan masuk penjara karena tindakan kekerasan, namun di sisi lain, gengsi Alpha Woman-nya hancur melihat bagaimana masa lalunya kini mengobrak-abrik masa depannya. "Jangan gunakan kekerasan di kantorku! Lepaskan dia!"

Riko menoleh menatap Rani. Melihat pandangan panik di mata istrinya, Riko mengira Rani sedang melindungi Aris, atau setidaknya... takut investasi Aris batal dan menghancurkan perusahaannya.

Rasa kecewa yang teramat dalam kembali menggores hati Riko. Dengan kasar, dia menghempaskan tubuh Aris hingga pria itu tersungkur menabrak kursi sofa.

Riko merapikan jaket kulitnya, menatap Rani untuk terakhir kalinya dengan tatapan yang sangat dingin—tatapan yang lebih dingin daripada saat mereka pertama kali bertemu.

"Rani. Aku akan pergi memburu Haris dan menyelesaikan urusanku dengan caraku sendiri. Urus saja mantan tunangan hebat mu ini."

Tanpa menunggu jawaban, Riko berbalik dan melangkah lebar meninggalkan ruang kerja, membanting pintu kaca hingga bergetar keras.

Rani terpaku di tempatnya, tangannya terjulur ke depan ingin menahan langkah Riko, namun suaranya tercekat di tenggorokan akibat ego dan gengsi yang mengunci rapat bibirnya. Kamar mandi safe house dan dekapan hangat seketika terasa seperti mimpi di siang bolong. Mereka kini kembali menjadi dua orang asing yang terpisahkan oleh badai skandal, kesalahpahaman besar, dan luka masa lalu yang belum sembuh.

1
Markario Putra
Mohon tinggalkan komentar kalian untuk karya baru ku ini gaiss,ini karya aku yg ke 3 gaiss,maklumm lah penulis baruu😄😄😄
Terimakasih untuk kalian yang mau mampir di karya kecil ini🙏
jangan lupa like,hadiah juga jgn lupa🤣🤣😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!