Menjadi anak seorang janda dengan ekonomi pas-pasan tak membuat Cika putus asa dan ia tetap semangat bersekolah,
Dan dengan pribadinya yang tak biasa itu, Cika pun jadi menarik perhatian seorang cowok murid baru yang tampan dan tajir.
Namun, kisah cinta mereka kemudian mengantarkan mereka pada satu pusaran masalah yang terhubung dengan masa lalu.
Apakah kira-kira?
Dan, bagaimana kemudian nasib hubungan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Takjub
Romi baru sampai di rumah, tatkala dilihatnya Mama tengah sibuk memperhatikan bunga-bunga yang tumbuh di halaman rumah,
Rumah yang baru mereka tempati itu, semula ditempati kepala kantor tempat Papa berkerja sebelum akhirnya digantikan oleh Papa,
Rumah yang bisa dibilang semacam rumah dinas yang disediakan oleh perusahaan,
"Romi pulang Mah,"
Kata Romi sambil memasuki halaman rumah,
Melihat sang putra yang baru saja pulang, Mama pun tampak tersenyum menyambut,
"Hmm, aromanya, sudah campur aduk,"
Kata Mama begitu Romi mendekat dan menyalaminya,
Romi mencium lengan tangannya kanan kiri, tercium aroma matahari khas anak sekolah yang seharian beraktivitas di sekolah,
Romi pun tergelak kecil,
"Romi akan langsung mandi deh Mah, tenang... tenang..."
Kata Romi, membuat Mama tersenyum, lalu merangkul putranya tersebut untuk diajaknya masuk ke dalam rumah,
"Ibu hari ini masak sayur bayam pakai jagung manis dan udang tepung, kamu suka sekali kan udang tepung buatan Mama,"
Kata Mama,
"Wah, sok pasti dong Mah, tidak ada udang tepung seenak buatan Mama,"
Ujar Romi seraya tak lupa mengacungkan ibu jarinya, Mama pun tentu saja tersenyum bangga,
"Berarti makan saja dulu, baru setelah itu mandi,"
Ujar Mama,
Tapi, Romi tampak menggeleng seraya melepas rangkulan tangan Mama di bahunya dengan lembut,
"Romi mandi dulu saja Mah, biar seger pas makan,"
"Lho, tidak makan dulu saja? Kan kamu pasti belum makan dari tadi, Mama tahu kebiasaan kamu yang tidak pernah makan di kantin dari kecil,"
Ujar Mama,
"Hari ini Romi tidak lapar kok Mah, perut Romi aman Mah,"
Kata Romi,
"Aman... Aman makan apa memangnya?"
Tanya Mama,
"Makan donat sama risoles Mah,"
Jawab Romi,
Mama memandang putranya, tampak ia seperti kaget mendengar Romi mau makan risoles lagi setelah sekian tahun ia tak mau makan gara-gara dulu saat kecil makan risoles lalu ada rambut panjang yang ikut tercampur di dalam bahan isian risoles,
Ya, Romi sejak itulah ia tidak mau lagi makan risoles, karena merasa trauma dengan hal semacam itu,
"Ada teman sekelas Romi sekolah sambil jualan donat dan risoles Mah,"
Kata Romi kemudian,
Hal ini pun tentu saja kembali menambah keterkejutan Mama,
"Sekolah sambil jualan?"
Tanya Mama yang pastinya wajar ia terkejut dengan hal itu karena melihat anak muda jaman sekarang yang seperti hidup mengandalkan gengsi saja,
"Dia setiap hari jualan donat dan risoles Mah, naik bus metromini berangkat pulang sekolah membawa barang dagangan untuk dititipkan di kantin sekolah,"
"Oh yah?"
Mama pun rasanya takjub sekali mendengarnya,
"Donat dan risoles nya enak Mah, harganya juga murah,"
Kata Romi lagi malah promosi,
Mama pun tiba-tiba jadi ingat jika Jumat besok Papa minta dibuatkan satu kotak kue seratus kotak untuk di kantor dan juga dibagikan ke banyak orang di sekitar kantor,
"Kebetulan ya, Mamah juga lagi mau cari jajanan itu untuk isi kotak kue yang Papa minta bagikan jumat besok,"
"Oh Papa mau bagi-bagi kotak kue Ma?"
Tanya Romi, tampak Mama mengangguk,
"Sama sekalian uang sedekah untuk ojek, pedagang kelilingan, tukang becak, supir angkot, dan kuli bongkar muat itu, ya seperti biasa saat dulu tinggal di kota-kota sebelumnya,"
Ujar Mama,
Romi pun menganggukkan kepalanya, ia jelas paham sekali hal itu, karena dari Neneknya, lalu Paman, Bibik dan Uwak yang merupakan kakak adik Papanya juga melakukan hal yang sama setiap hari Jumat,
Alasannya, tentu saja tak lain adalah untuk memberikan rejeki yang dititipkan Tuhan pada yang membutuhkan melalui tangan mereka,
"Coba besok kamu beli untuk dibawa pulang, sekalian minta nomor hp nya, biar Mama bisa tanya-tanya sendiri,"
Mendengar hal itu Romi pun cepat mengangguk dengan semangat.
...****************...
gapapa lah yang penting Cika dan Romi udah bahagia,kalau aja semua hidup bisa sesimple itu yaa hihi
buruan bantuin s Cika
kasihan noh tas nya pda somplak pda awur awuran buku nya ge