Demi membalas orang-orang yang membuatnya terpaksa terpisah dengan orangtua, Nayyara telah merencanakan sebuah pembalasan.
Dia menyamarkan dirinya dengan sempurna, menyembunyikan wajah indahnya menjadi wajah buruk yang menggunakan kacamata tebal!
Namun dalam proses balas dendamnya, Nayyara berbuat salah yang fatal—— dia telah menarik perhatian CEO dingin.
""Semua wanita itu murahan"" Harry Balwis
""Kau hanya pria arogan yang haus akan cinta"" Nayyara.
Mampukah Naya mencapai tujuannya? atau dia malah jatuh cinta pada pria itu sebelum tujuannya tercapai?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Kau beruntung
Tok
Tok
Tok
Tok tok tok
Tok tok tok
Mendengar ketukan keras dan tak sabaran dari pintu yang masih tertutup. Harry terpaksa menyudahi kecupannya sambil menatap Naya yang masih berada di bawahnya.
"Kau beruntung" ucapnya sebelum bangkit dari atas tubuh Naya. Naya segera memakai kaca matanya kemudian menyelimuti tubuhnya menutupi bagian atas tubuhnya yang sedikit terbuka.
Setelah pintu terbuka, belum sempat mengucapkan sepatah kata pun seorang wanita menerobos masuk ke kamar itu.
"Mana dia, mana perempuan yang menggodamu" teriaknya yang terdengar ke seluruh penjuru kamar. Netranya tertuju pada wanita diatas ranjang yang duduk menggunakan selimut ditubuhnya. Tatapan mereka beradu. Naya semakin ketakutan mendengar teriakan seorang wanita yang menatapnya tajam.
Wanita itu semakin mendekat dan langsung melayangkan tamparan pada wajahnya.
Plak
Wajahnya berpaling ke samping karena kerasnya tamparan wanita itu,yang ternyata adalah Tasya, tidak hanya sebuah tamparan, ia juga menarik rambut Naya ke belakang membuat wajahnya mendongak ke atas.
"Aaaaaaa..... sakit" ringisnya menahan sakit di kepalanya. tangannya masih setia memegang selimut. Tasya mengamuk seperti menghadapi pelakor, padahal dia bukanlah seorang istri dari siapapun.
"Sakit? berani beraninya kau menggoda calon suamiku"
"Hentikan" suara seseorang dibelakang mereka menggelegar. " Dan kau keluar" menatap Tasya.
"Kau mengusir ku demi wanita murahan ini, aku calon istrimu"
"Keluar!! " teriaknya.
Tasya terpaksa keluar melihat amarah laki - laki yang sangat dicintainya, sebelum melangkah keluar ia masih sempat menarik rambut Naya sekali lagi.
"Awwww...... " jerit Naya ketika rambutnya ditarik kembali, air matanya sudah keluar membasahi pipi mulus itu.
Setelah pintu tertutup, Harry dengan rasa bersalah menghampiri Naya diatas ranjang, sebelum Harry mendekatinya Naya segera merapikan pakaiannya yang acak acakan ia bangkit dari ranjang, mengambil tas dan bungkusan yang tadi ia bawa, kemudian melangkah pergi. Wajahnya masih basah oleh air mata.
Harry menatap wanita yang tengah bersamanya dalam diam. Ia memperhatikan setiap tingkah wanita itu. Apapun alasannya ia juga merasa bersalah dengan apa yang menimpa wanita yang merupakan karyawannya itu, ia merapikan pakaiannya lalu mengikuti Naya yang melangkah pergi.
"Aku akan mengantarmu" ucapnya sambil melangkah dengan memegang tangan wanita yang terluka karenanya.
Di dalam mobil. Hening. Tidak ada yang membuka suara sampai di depan restoran.
"Turunlah! " perintah bos tampan yang sekarang membawanya. Ia sudah malas untuk berdebat lebih baik menurut saja. Ia ingin tahu apa yang akan dilakukan Harry selanjutnya setelah tadi mencoba untuk memperkosanya.
Naya berjalan sambil menundukkan kepalanya, ia sadar wajahnya pasti berantakan, memalukan jika sampai paman Jodi melihat penampilannya yang seperti ini. Ia yakin anak buah pamannya sudah melapor, besok ia hanya tinggal menunggu untuk ditertawakan. Sial.
Mereka masuk keruangan pribadi, Naya pikir mereka akan makan malam di meja depan kenapa harus repot repot menyewa ruang pribadi hanya untuk makan bukankah lebih enak dalam keramaian
Duduk berhadapan setelah masuk ke ruang pribadi, Harry yang memesan makanan untuk mereka.
"Maaf" ucapnya sambil menatap wanita didepannya dengan penuh penyesalan. "Maaf untuk yang telah aku lakukan tadi dan untuk yang telah dilakukan wanita itu"
Naya memberanikan diri menegakkan wajahnya sebelum berucap. "Kesalahan anda yang mana, yang menuduhku menghianati perusahaan atau anda yang hampir memperkosaku"
"Keduanya"
"Aku tidak mau memaafkan anda untuk kesalahan yang dihotel, dan wanita itu calon istri anda? "
"Hemmmm"
"Wajar saja kalau dia marah dan mengamuk melihat calon suaminya bersama wanita lain di dalam kamar hotel, mungkin kalau itu aku, mungkin aku akan melakukan hal yang sama"
"Dia bukan calon istriku, orangtuanya meminta orangtuaku untuk menjodohkan kami, tapi aku menolaknya"
Pembicaraan mereka terhenti ketika makanan yang mereka pesan datang.
"Makanlah dulu"
"Iya" mereka makan dengan tenang, tidak ada yang membuka suara sampai mereka menghabiskan makanan yang ada di atas meja.
"Jadilah sugar babyku!"
"Apa?"
"Bukankah cukup jelas untuk di dengar"
Berusaha tersenyum meskipun sulit. Ternyata bosnya masih menganggapnya tak lebih hanya sebagai wanita murahan. Biarkan sajalah.
Dimaafin aja belum sudah minta yang lain. Aku ikuti permainanmu.
"Saya tidak butuh uang"
"Dari pada bersama kakek kakek bukankah lebih baik bersamaku"
Arogan plus Narsis
"Dia bukan sugar dadyyku, tapi pamanku" berpikir sejenak. " Berapa lama?"
"Apa?" tanya Harry sembari menatap wanita didepannya. Sebenarnya ia paham tapi ia hanya ingin kejelasan dari calon sugar babynya.
"Menjadi sugar babymu?"
"Kau sudah berani bicara informal rupanya. Selama kau menginginkannya?"
"Haruskah kita berbicara formal disaat membahas hal yang pribadi?"
"Baiklah itu bukan ide yang buruk, jadi?"
"Apa itu artinya aku boleh pergi jika aku ingin" Harry mengangguk. "Tapi aku punya syarat"
"Apa?"
"Tidak ada hubungan intim"
"Baiklah tidak ada hubungan intim"
"Aku mau" jawabnya pasti.
"Tinggallah di apartemenku"
"Tidak, lebih baik kita tinggal terpisah, karena syetan ada dimana mana"
Sepertinya sifat aslimu perlahan keluar. Harry.
*
*
Pov Naya
Setelah aku tahu Bos aroganku ada di loby, aku yakin kalau dia sedang menungguku. Aku tidak akan membuang kesempatan untuk dekat dengannya karena Harry adalah salah satu jalan untuk membalas mereka.
Dengan tetap menjadi Naya aku melancarkan aksiku, melewatinya seakan tak melihatnya, ternyata dugaanku benar dia menawari ku tumpangan, tentu saja aku harus sedikit menolaknya tidak mungkin aku langsung mau, pasti dia akan curiga.
Akhirnya dengan terpaksa aku mau masuk ke mobilnya tapi di dalam hatiku bersorak bahagia. Aku pikir dia akan mengantarku ternyata membawaku ke hotel, tanpa sepengetahuannya aku mengirim pesan ke anak buah paman Jody dimana keberadaanku dan aku juga yang menyuruh mereka untuk menghubungi Tasya, agar dia memergoki kami saat sesuatu terjadi, dan dugaanku benar lagi Harry melakukannya, aku tadi benar benar ketakutan karena tidak bisa melawannya sebagai Naya, aku takut dia benar benar merenggut kesucianku, tepat sebelum itu terjadi Tasya datang. Syukurlah.
Tapi aku harus menghadapi Tasya dan menerima perlakuannya padaku tanpa melawannya, aku yakin dia akan menamparku dan benar saja tamparan nya sangat sakit, bahkan ia menarik rambutku, liat saja nanti aku akan membalasnya.
Sepertinya bos aroganku merasa bersalah, tidak apalah ditampar sedikit. Disaat dia memintaku menjadi sugar babynya, jackpot. Rencana berjalan mulus.
Pov end
*
*
Mobil melaju meninggalkan restoran, tanpa bertanya mobil berhenti tepat di depan kontrakan Naya.
Ternyata dia sudah tahu tempat tinggal ku. Kenapa paman tidak memberitahuku kalau Harry sudah mencari informasi tentangku.
"Terima kasih" ia segera keluar dari dalam mobil, ia bingung mau bicara apa lagi, gugup itu yang dirasakannya. Lebih baik menghindar saja.
Setelah sampai di kamar ia memegang jantungnya yang berdebar kencang.
"Tidak boleh, aku tidak boleh menyukainya. Apa sekarang aku juga harus memerankan tokoh wanita penggoda, bukankah sugar baby itu sama halnya dengan wanita simpanan. Ya Tuhan kenapa aku harus menyetujuinya"
terima kasih atas karya yg sangat menghibur ini thor.. semangat terus utk karya² baru yg lebih wow lagi.