NovelToon NovelToon
AJIAN RAJAH

AJIAN RAJAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kutukan / Misteri
Popularitas:709
Nilai: 5
Nama Author: Alvian Adi Pratamaa

Bau kemenyan menyengat hidung Raka jam 12 malam pas. Bukan dari kamar bapak nya yang udah kosong 40 hari. Dari punggung nya sendiri. Pekat, anyir, kayak kemenyan di campur darah basi.

"Arghh!" Raka jatuh dari kasur, sprei putih nya ketarik. Punggung nya serasa di sayat silet panas dari tulang ekor sampe tengkuk. Keringet dingin langsung mengucur segede jagung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvian Adi Pratamaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 YANG BANGKIT DALAM KUBUR

3 HARI KEMUDIAN. KUBURAN BELAKANG.

Hujan rintik rintik. 4 nisan jejer: Sari. Purwanto. Sri. Raka.

Warga taro bunga. Bakar menyan. "Alhamdulillah udah tenang, Nak..."

*TENANG MATAMU.*

Jam 12 malem. Jumat Kliwon.

*KREK... KREK... KREK...* Tanah kuburan Raka retak. Pelan. Kayak ada yg nyakar dari dalem.

*BUAGH!* Satu tangan nongol. Item. Kuku 5 cm. Bukan kuku manusia. Kuku macan.

*BLUUP!* Kepala nyembul. Rambut awut awutan. Mata merem. Terus... kebuka.

*Merah. Nyala.*

Raka.

Tapi bukan Raka yg dikubur 3 hari lalu. Dada nya yg bolong 10 biji udah nutup. Cuma ninggalin bekas luka item kayak tato.

Dia duduk di atas kuburan nya sendiri. Bingung. Ngeraba dada. "Gua... idup?"

"Belum." Suara berat dari belakang.

Raka nengok. Jantung nya... berhenti.

Sosok tinggi gede. Badan asap hitam. Kepala macan. Mata merah. Taring segede golok. Cakar nya netes darah.

*RAJAH.* Ajian Rajah. Wujud asli nya.

"Lu... Ajian Rajah?" Raka mundur. "Bukan nya udah ancur bareng altar?"

Rajah ketawa. *HOEK HOEK HOEK!* Suaranya bikin pohon tumbang. "Altar ancur. Mbah Joyo mati. Tapi gua? Gua abadi, Bocah. Selama masih ada dendam di dunia, gua idup."

Rajah nunjuk 3 nisan: Purwanto, Sri, Sari.

"Dendam lu udah lunas. Dendam Bapak lu lunas. Dendam Ibu lu lunas. Tapi..." Rajah nyengir. Gigi nya ngeri. "...dendam gua belum."

"Dendam apa?!" Raka teriak.

*WUSS!* Rajah nyamperin. Nyekel kepala Raka. Jempol nempel jidat.

*BLEG!* Memori masuk otak Raka. Banjir.

1000 tahun lalu. Ada kerajaan. Ada Raja. Punya ajian macan hitam. Nama nya Rajah. Dia di khianatin. 7 Patih nya. Dipotong 7 bagian. Kepala nya di kubur di 7 desa. Badan nya di segel di Goa Keramat.

1000 TAHUN LALU. KERAJAAN MACAN KEMBAR.

Ada Raja. Namanya Prabu Rajah. Sakti. Punya Ajian Macan Hitam. Nggak bisa mati. Punya 7 Patih setia.

Tapi 7 Patih khianat. Iri. Mereka sekongkol sama Dukun.

Malem Jumat Kliwon. 7 Patih nyerbu kamar Raja.

*JLEB! JLEB!* Badan Raja dipotong 7 bagian. Kepala nya dipenggal. Dikubur di 7 desa. Badannya disegel di Goa Keramat pake Ajian 7 Turunan.

Sebelum mati, Raja ngerapal sumpah:

"DARAH GUA BAKAL NUMBUH LAGI DI KETURUNAN KE-1000! DIA BAKAL NAGIH 7 KEPALA PATIH! DUNIA BAKAL GUA BAKAR!"

---

*BALIK KE KUBURAN.*

Raka jatoh dengkul. *BUGH.* Muntah darah hitam. *HOEK!* Kepalanya mau pecah kebanyakan memori.

Mbah Joyo? Keturunan Patih ke 7. Maka nya dia bisa bangkitin Ajian Rajah. Maka nya dia punya 7 nyawa.

Purwanto? Keturunan Panglima yg setia sama Rajah. Maka nya darah nya bisa jadi tumbal.

Raka? ...

"LU REINKARNASI GUA, BOCAH!" Rajah teriak. "RAJA DARI 1000 TAHUN LALU! MAKA NYA DARAH LU PALING MURNI!"

Raka jatoh dengkul. "TERUS... TERUS GUA HARUS APA?!"

Rajah nungging. Muka macan nya sejajar muka Raka. "Balas dendam gua. Cari 6 keturunan Patih sisa nya. Potong kepala mereka. Bawa ke sini. Tumpuk di atas kuburan lu. Baru gua bisa bangkit sempurna. Baru lu bisa mati tenang."

"KALO GUA NOLAK?!"

*JLEB!* Kuku Rajah nancep ke dada Raka. Nembus bekas luka lama. Darah hitam netes.

"Lu bakal idup terus, Le. Nggak bisa mati. Tiap malem badan lu busuk. Pagi nya sembuh. Sakit. Gila. Sampe lu mau nurut." Rajah bisik. "Pilih. Jadi Raja Iblis... atau jadi mayat idup selama nya."

---

*BESOK NYA. KANTOR POLRES.*

Komandan Heru lagi di interogasi Kapolda. Muka nya lebam. Trauma.

"Jadi... saudara lihat... macan... bicara?" Kapolda ngetok meja.

"Siap! Bukan cuma bicara, Jendral! Macan nya ada 20! Yg mimpin bisa ngomong! Nama nya Rajah! Dia bilang... bilang..." Heru nangis. "Dia bilang perang baru dimulai..."

*BRAK!* Pintu kebanting.

Masuk 1 orang. Tua. Jubah item. Muka ancur separo. Mata satu. Bawa tongkat kepala macan.

Semua polisi berdiri. Hormat. "Mbah... Mbah Dukun Agung..."

Dukun Agung nyengir. "Raka belum mati, Kapolda. Dia bangkit. Ajian Rajah asli udah milih dia jadi wadag baru."

"Terus... kita harus apa Mbah?" Kapolda keringetan.

Dukun Agung ngebanting foto di meja. *PLAK* 6 foto. 6 orang. Pengusaha. Bupati. Jenderal. Kiai. Artis. 1 lagi... foto nya burem.

"Lindungin 6 orang ini. Mereka keturunan 6 Patih pengkhianat 1000 tahun lalu. Kalo Raka dapet kepala mereka..." Dukun Agung ketok tongkat. *DUG.* "...Indonesia kiamat. Rajah bakal bangkit sempurna. Nggak ada yg bisa nahan."

"Lah... terus yg foto burem siapa Mbah?" Tanya Heru.

Dukun Agung diem 3 detik. Terus jawab: "Keturunan Patih ke-7. Yg paling bahaya. Soal nya... dia ada di dalem ruangan ini."

*DEG!* Semua polisi nengok kanan kiri. Saling curiga.

---

*MALEM NYA. RUMAH RAKA.*

Rumah kosong. Garis polisi. Tapi...

*KRIET...* Pintu kebuka sendiri.

Raka masuk. Baju compang camping. Badan penuh luka baru. Abis gelut sama 3 Macan Rajah yg nggak nurut.

Dia jalan ke kamar Ibu. Duduk di kasur. Ngelus bekas darah Ibu di sprei.

"Bu... gua harus ngapain..." Raka ngomong ke kasur kosong. Mata merahnya berair darah. "Kalo gua nurut Rajah, 6 orang mati. Kalo gua nggak nurut, gua busuk selamanya..."

*SRRT.* Dari kolong kasur, keluar golok patah. Golok Purwanto. Masih ada suara.

"Le... dengerin Bapak..." Suara Purwanto lemah. "Ada cara ketiga..."

"Cara apa Pak?" Raka nyamber golok.

"Cari Keris Kyai Setan Kober. Satu satu nya pusaka yg bisa bunuh Ajian Rajah total. Mbah Joyo nyembunyiin di..."

*BLEG!* Petir nyamber. Listrik mati. Golok mati. Suara Purwanto ilang.

*GEDOR! GEDOR! GEDOR!* Pintu depan digedor.

"RAKA! KAMI TAU KAMU DI DALEM! MENYERAH! INI DENSUS 88!"

Raka berdiri. Kuku keluar. Mata merah nyala.

Tapi kali ini... dia senyum. Senyum Raka. Bukan Rajah.

"Cara ketiga ya, Pak..." Raka ngomong ke golok mati. "Cari keris... sambil bunuh 6 keturunan Patih..."

"Gua kerjain dua duanya."

*BRAK!* Raka jebol atap. *WUSS!* Loncat ke kegelapan.

Densus 88 masuk. Kosong. Cuma ada tulisan di tembok pake darah:

*"DAFTAR DENDAM UPDATE: 6 NAMA + 1 KERIS. - RAJA RAJAH"*

---

*DI HUTAN LARANGAN.*

Raka berdiri di depan 20 Macan Rajah.

"MULAI MALEM INI," Teriak Raka. Suara nya setengah manusia, setengah iblis. "KITA BURU 6 KEPALA! SEKALIAN CARI KERIS KYAI SETAN KOBER!"

*AUMMMMMM!!!* 20 macan meraung bareng. Burung mati berjatuhan.

Dan dari kejauhan, di kota... 6 orang kebangun dari tidur. Keringet dingin. Jantung deg degan.

Mereka mimpi sama.

Mimpi macan hitam gede. Mata merah. Ngomong: *"GILIRAN LU."*

---

*RAKA IDUP LAGI! TAPI JADI WADAG RAJAH ASLI DARI 1000 TAHUN LALU!*

*PLOT TWIST GILA:*

*1. RAKA \= REINKARNASI RAJA IBLIS 1000 TAHUN LALU!*

*2. MBAH JOYO \= KETURUNAN PATIH PENGKHIANAT!*

*3. MISI BARU: BUNUH 6 KETURUNAN PATIH + CARI KERIS BUAT BUNUH RAJAH!*

*4. DENSUS 88 TURUN TANGAN!*

*5. KETURUNAN PATIH KE 7 ADA DI KANTOR POLISI! SIAPA?!*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!