NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Gadis SMA

Terpaksa Menikahi Gadis SMA

Status: tamat
Genre:Ketos / Tamat
Popularitas:758.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: mawarjingga

Di usianya yang ke 27 tahun, Nattan sama sekali tidak berniat untuk menikah dan membina sebuah rumah tangga seperti pria normal pada umumnya.

Sang ibu yang notabene ingin segera memiliki menantu dari putra bungsunya, beberapa kali berusaha untuk menjodohkannya dengan beberapa gadis pilihannya yang berakhir dengan penolakan Nattan.

Hingga suatu hari saat ia berniat baik untuk menolong seorang gadis yang kala itu hampir dilecehkan oleh dua orang preman, justru malah membawanya pada sebuah tanggung jawab yang besar seumur hidupnya.

Terpaksa Menikahi Gadis SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ceraikan saya

Anggia beberapa kali mengusap peluh yang membasahi dahinya, hari sudah semakin sore namun warung sang nenek masih sangat ramai pengunjung, gado-gado serta bubur sumsum yang dijual nenek Widuri memang sangat terkenal dengan rasanya yang khas.

Tidak heran jika setiap harinya banyak pelanggan yang rela mengantre hanya demi seporsi gado-gado atau seporsi bubur sumsum buatan nenek Widuri.

"Non Anggia ini sudah sore non, apa nggak sebaiknya non Anggia pulang saja." ujar Lasmini asisten rumah tangga yang dikirim mama Indri untuk menemani nenek Widuri beberapa hari yang lalu.

"Sebentar lagi bi." jawabnya tanpa menoleh, karena kini ia sedang sibuk membuka plastik baru untuk membungkus makanan yang telah habis di bagian depan.

Samar-samar didepan sana ia mendengar suara seseorang yang sudah tak lagi familiar di Indra pendengarannya.

Benar saja, ketika ia mendongakkan wajahnya, Nattan sang suami tengah menatapnya sembari mengobrol dengan sang nenek yang tengah sibuk mengulek bumbu.

"Anggi sini, nak Nattan sudah menjemput." ujar nenek Widuri membuat Anggia mau tidak mau menghampirinya, kemudian ikut pulang bersama Nattan.

Seperti biasa ketika berada didalam mobil yang sama, baik Nattan maupun Anggia keduanya memilih untuk diam hingga mobil yang mereka tumpangi sampai dirumah orang tuanya.

Anggia turun terlebih dulu mengucapkan salam dan mengetuk pintu layaknya seseorang yang tengah bertamu kerumah orang lain.

"Percuma, nggak bakalan ada yang nyahut, tadi siang mama nyusulin papa keluar kota, bi Asti juga ikut mama." ucap Nattan, sembari mengeluarkan kunci cadangan dari dalam saku jasnya.

Sementara Anggia hanya ber oh saja, dan memikirkan berbagai hal dirumah tersebut tanpa mama Indri.

Begitu pintu terbuka, Anggia bergegas masuk menuju kamarnya terlebih dahulu, lengket karena keringat disekujur tubuhnya membuat ia tak tahan ingin segera mandi.

Pukul tujuh malam, Anggia keluar dari kamar, ia mengedarkan pandangannya kesetiap sudut mencari sosok Nattan yang tidak ia lihat dari sejak sore tadi.

Dalam hati ia sudah mengumpulkan banyak kemungkinan terburuk, Nattan meninggalkan nya seorang diri dirumah atau_

Lamunan Anggia buyar seketika saat melihat suaminya tengah berdiri didepan kulkas menenggak langsung air dingin tersebut dari botol besar yang berada ditangannya.

Awalnya Anggia merasa ragu untuk menghampiri, namun ia tidak bisa lagi untuk menahan rasa lapar diperutnya yang belum sempat ia isi dari tadi siang.

Ia sedikit menyesali saat sang nenek beberapa kali menyuruhnya untuk makan saat berada di warung tadi, namun ia menolak dengan alasan belum lapar.

Alhasil saat ini ia merasa sangat kelaparan.

"Kamu bisa masak kan,? saya lapar!" ujar Nattan yang kini menyandarkan tubuhnya ditembok, membuat Anggia terperangah menatapnya.

"Euhmz bisa, mas Nattan mau di masakin apa?"

"Apa saja, selagi makanannya layak untuk dimakan, apapun pasti saya makan."

"B-baik mas!"

Dengan sigap Anggiapun membuka kulkas mencari bahan makanan yang bisa ia masak, namun ternyata didalam sana hanya tersisa dua butir telur, dan satu ikat sawi.

Kemudian Anggia membuka tutup rice cooker dan tersenyum lega saat masih ada sisa nasi disana yang ia yakini cukup untuk dimakan berdua dengan suaminya.

Sementara dibelakangnya Nattan memutuskan untuk mengambil laptop, dan menunggu di meja makan saja, sembari memeriksa beberapa laporan yang masuk melalui email yang belum sempat ia buka keseluruhannya ketika berada dikantor tadi.

Sesekali ia melirik kearah Anggia memperhatikan cara gadis itu memasak dengan sangat cekatan.

Tak lama dua piring nasi goreng pun telah tersaji dihadapannya, "Maaf mas, bahan yang tersisa didapur hanya ada ini, apa mas Nattan tidak apa-apa?" tanyanya gugup bercampur takut.

Nattan menghela napas, kemudian menarik salah satu piring berisi nasi goreng tersebut.

"Tadi kan saya sudah bilang, saya bisa makan apapun, asal makanannya layak dimakan." jawab Nattan seraya mulai menyendok makanan yang kemudian ia masukan kedalam mulutnya.

"Nggak enak ya mas, maaf ya?" lagi-lagi Anggia merasa tidak enak terlebih saat melihat Nattan berhenti mengunyah saat memasukkan suapan pertamanya.

"Lumayan! tidak terlalu buruk." jawabnya santai, kemudian ia menghabiskan makanannya dengan lahap hingga tak bersisa sedikitpun.

"Minumnya mas." Anggia menyodorkan segelas air putih yang kemudian diterima Nattan dengan anggukan kepala.

Usai makan keduanya memilih bersantai diruang TV, lebih tepatnya Nattan yang mengajaknya ia pikir mengenali Anggia lebih dekat mungkin tidak akan jadi masalah, terlebih Anggia memang istri sahnya.

"Tadi kewarung nenek diantar siapa?"

"Oh euhm itu_ saya naik angkot mas."

"Angkot?" Nattan yang semula fokus melanjutkan pekerjaan lewat laptop yang berada dipangkuannya seketika mendongak, menatap Anggia dengan dahi berlipat.

"Iya mas."

Nattan men desah pelan, ia menutup laptop dan meletakkannya di meja kecil yang berada dihadapannya.

"Kenapa harus angkot, memangnya kamu tidak takut bahaya."

"Tidak mas, saya dari kecil sudah biasa menumpangi angkot setiap kali saya mau sekolah, atau kemanapun."

"CK, mungkin kemarin-kemarin belum, tapi bisa saja kan selanjutnya kamu_"

"Saya rasa saya akan selalu baik-baik saja mas." sela Anggia cepat.

"Saya pikir kamu memang gadis yang keras kepala."

"Maaf!"

"Saya heran sama mama saya sendiri kenapa dia bersikukuh menginginkan saya agar tetap menikahi kamu, padahal kalau dipikir-pikir kamu tidak memiliki apa-apa, selain itu kamu juga tidak terampil dalam mengurus diri."

Deg!

Anggia menggigit bibir bawahnya berusaha untuk terlihat tak peduli dengan ucapan Nattan yang sebenarnya sangat menusuk bagian relung hatinya yang paling dalam.

Ia berusaha menguatkan hatinya sendiri, bahwa mungkin saja kedepannya ia akan mendapatkan hinaan yang lebih besar lagi dari Nattan.

Ingat Anggia, ini baru awal! kedepannya kamu harus lebih kuat lagi, hatinya memperingatkan.

"Maaf mas, saya memang tidak memiliki apa-apa, dan yang mas Nattan bilang memang benar, saya tidak pandai merawat diri, untuk itu saya siap jika mas Nattan mau menceraikan saya kapanpun mas Nattan mau."

Deg!

Nattan terkesiap, tak menyangka jawaban Anggia membuat hatinya tertohok dengan ucapannya, namun detik berikutnya setelah mengendalikan diri ia kembali memasang wajah datarnya.

"Kamu berani bilang begini hanya didepan saya kan, tapi kamu nggak berani bilang didepan mama saya, iya kan?"

"Saya bukan tidak berani, tapi saya sangat menjaga perasaan mama Indri yang sudah banyak membantu saya dan nenek saya."

"Kamu_"

''Maaf mas, sepertinya saya harus kekamar duluan, karena saya memiliki tugas sekolah yang belum sempat saya kerjakan, permisi." ucapnya sambil beranjak dari duduknya, membiarkan Nattan mengumpat sendirian diruangan tersebut.

*

*

1
Arida Susida
Luar biasa
HR_junior
pantesan aja ya dia gak bisa punya ank LG la punya anak di tinggl makane keguguran trs
Yulia
kereeen 👍👍
Yulia
Aku bacanya ngebut, terima kasih othor semangat terus berkarya 💪💪
HR_junior
anggia ni mng ox np gak menghindar sich ..kalo ada rafka km harus cepet pergi..salah paham LG kn ..ingat status km dah JD istri orang JD jngn deket2 ma cowok laina
HR_junior
duh nattan km kudu berguru ma kakak n ponakanm ..walaupun mereka nikah kepaksa Mash mehrgai istrinya
HR_junior
mama Indri seneng banget ya..bencana buat natta berkah buat mama Indri dpt mantu
HR_junior
habis baca si kembar ke sini kk
Yufinasi Hati
cewenya bertele2 bngt greget mau aja ditindas gitu ih
Sundari Rauf Sopandie
Luar biasa
hersita maharani
❤️❤️❤️❤️❤️
hersita maharani
Luar biasa
sherly
cieee Nathan dah sayang aja ya manggilnya
sherly
cerita bagus Thor hanya saja agak membingungkan td cerita nginap dirmh nenek eh ngk tau kapan baliknya tp dah ada dirumah dgn posisi br bangun juga... hmmm
mawarjingga: terima kasih koreksinya kk🥰
total 1 replies
sherly
gini nih bujang yg nyaris lapuk dah kena bucin maunya lengket kayak prangko
sherly
macam betul aja, bisa kali lebih baik lagi ngomongnya nat
sherly
hadew Nathan ngapain coba dtg kalipun dtg kenapa ngk ngajak tu Bagas dkk...
sherly
Dinda mamanya Anggia donk
sherly
makanya jgn galak2, baru tau kan pesona anggiaaaa... Nathan yg malang...
sherly
tajam banget tu lidah dasar si Nathan nih... oon banget dah tau si Anggi tu miskin trus msh SMA kek mana dia mau ngurus diri, perawatan tu butuh duit nathan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!