NovelToon NovelToon
AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / CEO / Kriminal / Selingkuh / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Murni / Masuk ke dalam novel / Tamat
Popularitas:65.8k
Nilai: 5
Nama Author: arthiagucia

Agreta Sinovas, gadis muda cantik yang menikah dengan Patria seorang CEO, pengusaha muda yang tampan dan sukses. Rumah tangga yang awalnya bahagia hampir runtuh karena orang ketiga. Agreta kehilangan anaknya sebelum dilahirkan. Mampukah Agreta bertahan?
Agreta pernah patah hati dikarenakan tunangannya kedapatan berselingkuh. Karena takut mengalaminya kembali, untuk itu dia memilih untuk menutup hatinya.
Patria jatuh cinta pada Agreta pada pandangan pertama. Tak mudah bagi Patria untuk meluluhkan hatinya Agreta. Dengan di bantu oleh sahabatnya Agreta, Patria bisa mendapatkan cinta Agreta. Dan akhirnya mereka berdua pernikahan yang bahagia itu hampir kandas setelah munculnya orang ketiga. Fitnah yang tiada henti di tujukan kepada Agreta, membuat Agreta menderita sampai kehilangan anaknya yang masih ada dalam kandungannya. Mampukah Agreta memaafkan Patria?? dan akankah rumah tangga mereka terselamatkan?
Silahkan simak cerita selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arthiagucia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 MATA YANG MELIHAT HATI YANG SAKIT

"Geta kamu baik-baik saja kan? ucap Siska tiba-tiba membuat Agreta sedikit terdiam.tapi cepat di jawab oleh Agreta.

"Aku baik kok emang kenapa? nanyanya gitu?" ucap Agreta berusaha menutupi perasaannya saat ini.

"Geta,kamu yakin kamu baik-baik saja,kamu nggak lagi bohong kan,kamu lagi gak nutupin sesuatu kan dari aku?" Pertanyaannya berondong dan penuh sidik dari Siska membuat Agreta terasa di cubit hatinya, tapi Agreta tetap berusaha menutupi  permasalahan yang sedang ia hadapi dengan berusaha tetap tersenyum Agreta  meyakinkan Siska bahwa dia baik-baik saja.

"Ska aku baik baik saja, beneran kok.Emang kenapa kamu nanya kaya gitu?" jawab Agreta sambil tersenyum palsu. "Ya,dari tadi aku ngeliat kamu kaya ada yang kamu sembunyikan sesuatu dan kamu Geta terlihat agak kurusan.Kamu nggak lagi sakit kan?" Cecar Siska dengan menatap lekat kearah wajah sahabatnya itu. "Aku sehat Ska mungkin cuma karena kurang tidur beberapa hari ini insomnia ku kumat maag ku juga ikut kambuh.jadi susah makan makanya kurusan ,tapi bener kok aku nggak papa!." Agreta berusaha meyakinkan Siska.

Siska yang mendengar jawaban Agreta mengerutkan alisnya menatap Agreta dengan tatapan menyidik. "Insomnia,maag? bukanya ini pernah terjadi sebelumnya saat Agreta putus dengan pacarnya dulu?" Siska berkata dalam hatinya.Siska masih ragu dengan penjelasan Agreta. "Beneran nih kamu ngga kenapa-napa?" Siska bertanya sekali lagi untuk meyakini jawaban Agreta. "Iya bawel," sahut Agreta sambil tertawa dan Siska pun ikut tertawa.

"Sekarang kamu makan yang banyak,aku yang traktir." ucap Siska.di saat yang sama siska berusaha menepis keraguan hatinya tentang Agreta.

   Hari itu Agreta menikmati waktu dengan mendengarkan celotehan Siska yang membuat Agreta tertawa riang.

 Agreta melupakan permasalahan nya sejenak.

Tapi berbeda dengan Siska,ia masih tidak percaya dengan ucapan Agreta dia tahu betul bagaimana Agreta.tapi Siska tidak ingin memaksakan kehendaknya untuk mencari tahu keadaan Agreta,.mungkin Agreta belum siap untuk bercerita.itu yang ada dalam pikiran Siska.

Pagi itu matahari bersinar dengan cerah.secerah asa harapan yang di bangun oleh Agreta di dalam hatinya.

Agreta sedikit terhibur karena ia tahu suaminya baik-baik saja dan benar adanya kalo suaminya sedang disibukkan oleh pekerjaan di kantor bukan hal lainnya. "Pagi non, mau sarapan sekarang?" sapa si mbo pada Agreta yang baru saja sampai di dapur.

"Selamat pagi juga mbo, mbo buat sarapan apa?" tanya Agreta sambil melihat meja makan melihat sarapan apa yang di siapkan oleh mbo Nem.

"Nasih goreng non sama telur ceplok. non mau sarapan sekarang?" ujar si mbo sambil menyiapkan piring untuk Agreta. "Asyik, kebetulan pas bangun tidur tadi perutku rasanya kosong alias lapar, makasih ya mbo." jawab Agreta sambil menuangkan nasih goreng kedalam piringnya. Mbo yang melihat perubahan majikan ikut tersenyum.setidaknya si mbo kembali semangat dari nona mudanya.

"Mbo nanti kita pergi belanja ya, isi kulkas sama stok dapur udah mau habiskan?" tanya Agreta di sela-sela sarapannya. "Baik non,nanti mbo cek apa aja yang habis." jawab mbo Nem.

      Setelah selesai sarapan Agreta langsung balik ke kamarnya ganti baju dan mengambil tas dan dompetnya.tapi sebelum balik ke kamarnya Agreta meminta mbo Nem untuk siap-siap tak lupa mengecek catatan barang belanjaan. Setelah siap Agreta dan mbo Nem langsung menujuh garasi rumah tempat terparkir mobilnya Agreta.

      Agreta mengendarai mobilnya dengan santai karena jalan ramai lancar.karena sudah bukan jam sibuk di pagi hari  "Mbo nanti kita masak buat Patria ya,buat makan siang." Agreta meminta mbo Nem untuk membantunya membuat makanan kesukaan Patria yaitu sup iga. Dengan tersenyum lebar mbo menjawab dengan semangat "Siap non."

    Setiba di mall yang di tujuh Agreta segera memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk ke dalam untuk berbelanja. Setibanya di dalam Carrefour mbo Nem  langsung mengambil kereta dorong untuk menampung belanjaan mereka.

      Agreta dengan semangat memilih bahan-bahan makan mulai dari sayur, daging dan buah-buahan.mbo Nem sibuk mengambil sabun cuci,sabun mandi dan lainnya.

     Ketika Agreta sedang sibuk memilih buah -buahan matanya nangkap sosok yang dia kenali. Agreta memandanginya dari jauh ketika langkah kaki Agreta hendak mendekati sosok itu tiba-tiba muncul seorang gadis yang cantik yang datang entah dari mana langsung menggandeng lengan dari sosok yang Agreta kenali. Seketika langkah kaki Agreta terhenti wajahnya langsung berubah sendu. Ada rasa sakit di dalam hatinya,sosok yang barusan di lihatnya adalah Patria sang suami sedang bersama dengan wanita lain.

    Sekuat tenaga Agreta menahan air matanya agar tidak menetes tapi sia-sia saja ,nyatanya airmata nya masih bisa mengalir membasahi pipinya.

      Agreta langsung menyudahi kegiatan belanjanya dan langsung mencari mbo Nem di lorong satu nya lagi." Mbo kita pulang yuk!" ucap Agreta mengajak si mbo agar segera selesai memilih barang benlanjaan.mbo  Nem yang melihat perubahan raut wajah Agreta langsung mengganggu kan kepala tanda setuju.

    Setelah selesai membayar semua barang belanjaan Agreta buru-.buru menuju mobilnya yang berada tempat parkir. Sesampainya di dalam mobil Agreta menumpahkan rasa sakitnya dengan tangisan. Si mbo yang melihat majikannya hanya bisa terdiam tanpa suara.mbo Nem menebak pasti ada yang terjadi di dalam sana sewaktu mereka belanja.tapi mbo Nem memilih diam tanpa bertanya.

       Setelah selesai menangis dan menenangkan diri Agreta langsung menyetir mobilnya pulang ke rumah.Dalam perjalan. Pulang sepanjang jalan hanya ada kesunyian tidak sama pas tadi berangkat ke mall.mbo Nem dan Agreta sama-sama diam tapi tidak dengan isi kepalanya.

    Agreta sibuk memikirkan apa yang barusan di lihatnya.sedangkan mbo Nem mencoba menebak apa yang sudah terjadi.

   Sesampainya di rumah Agreta langsung meminta mbo Nem nggak usah masak hari ini,lebih tepat tidak jadi membuatkan makan siang untuk Patria sesuai dengan rencana awal tadi.

Mbo Nem menatap punggung Agreta yang langsung ke kamarnya di lantai dua.mbo Nem tahu kalo nyonya mudanya sedang menangis lagi itu terlihat dari gerakan tangan Agreta beberapa kali terlihat seperti menghapus airmata.

"Non, yang kuat ya yang sabar. Semoga masalah cepat selesai dan semuanya kembali menjadi baik seperti dulu." Doa tulus mbo Nem di dalam hatinya.

    Hari itu Agreta kembali mengurung diri di dalam kamarnya,matanya kembali bengkak karena kelamaan menangis.Agreta binggung harus berbuat apa,apa yang harus dilakukannya agar masalahnya cepat selesai dan berharap sang suami kembali pulang ke rumah. "Siapa wanita itu? kenapa Patria terlihat nyaman bersamanya bahkan membiarkan tangan wanita itu merangkul lengan Patria?" Pertanyaan ini terus saja berputar di kepalanya Agreta bak film yang di putar berulang kali.

Agreta kembali tertidur dengan di temani rasa sakitnya tapi rasanya lebih sakit.

Bersambung.....

1
Flora Evi
👍
Ruzita Ismail
Luar biasa
martina melati
satu persatu awalny teman, sohib sampe akhirny putus hubungan (uncommunication) itu yg dialami saya pribadi.
martina melati
adakah pertemanan spt itu???
dlm novel ato drama saja kykny... maaf, bukan persimis thor!
martina melati
bukanny dion thor???
gio kn mantan tunangan
Lestari Ami'ne Zia
ini moga awal yg bgs
Tiur Lina
CEO tapi otaknya nggak jalan selidiki dong.. hadeuh
Woro Wardani
Luar biasa
arthiagucia
maaf ya baru bisa bls🙏
Dehan
tips dukungan dari iklan sudah mendarat buat author, biar novel ini makin up meskipun sudah tamat ya thor..
Dehan
tetap semangat patria meskipun agreta sedang tidak ada
Dehan
tidak semudah itu anggie
Dehan
baca judul bab nya jadi teringat lagunya st12.. rasa yang tertinggal
yaelahhh 😅😅
Sunmei
3like hadir semangat k
Dehan
😭😭😭
kejam x kata katanya
arthiagucia: aku juga nangis😭😭
total 1 replies
Dehan
hadehhh kasihan bgt agreta udah semangat mau mrnyambut suami, gak taunya suaminya ucapannya kasar bgt
arthiagucia: sedih banget denger ucap Patria 😥
total 1 replies
Dehan
wkwkwk emang gt kalo udah kangen sama sahabat, aku juga sering gitu nanyanya kayak wartawan 😂😂
Dehan
semangat agreta kamu harus kuat..
arthiagucia: semoga Geta kuat❤️😥
total 1 replies
Dehan
hallo thor, maaf ya aku baru mampir lagi, lanjut baca ya thor..
arthiagucia: terimakasih masih mampir🙏❤️
total 1 replies
Maya●●●
semangat kak
arthiagucia: terimakasih 🙏❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!