NovelToon NovelToon
Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Selingkuh / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

*** (Disarankan membaca cerita sebelumnya)
Sekuel CINTA UNTUK ARUNA

Gloria, wanita 24 tahun, yang harus menerima kepahitan hidup sejak orang tuanya meninggal dunia. Sering dijadikan suaminya sendiri sebagai wanita penghibur hanya demi uang.

Pertemuannya dengan seorang Richardo, pria 26 tahun, membuat hidupnya berubah. Tak hanya memperlakukannya dengan baik, memberinya perhatian, Richardo bahkan berani menantang badai hanya demi mendapatkan cintanya.

Bagaimanakah kisah Richardo dan Gloria selanjutnya? Akankah Richardo mampu menaklukkan wanita yang sudah menyandang status istri orang tersebut?

Ikuti kisah selengkapnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Wanita bayaran (2)

Bab 7. Wanita Bayaran (2)

Gloria terkejut bukan kepalang begitu pria yang berdiri di depannya itu memutar tubuhnya untuk berhadapan dengannya. Ia bahkan hampir tak bisa mempercayainya.

Refleks ia pun memutar tubuhnya membelakangi pria itu. Pria yang baru beberapa jam lalu bertemu dengannya di kantor. Pria yang baru beberapa saat lalu ia panggil dengan sebutan 'Pak' itu tengah memandanginya. Baru beberapa jam lalu ia mengetahui bahwa pria itu adalah atasannya.

Richardo.

Kehadiran pria itu jelas membuat Gloria shock. Bahkan berbagai kemungkinan buruk pun mulai berkecamuk dalam benaknya kini.

Bagaimana bisa pria itu ada di tempat ini?

Tapi tunggu dulu!

Jika pria itu sekarang berada di dalam kamar ini bersamanya, itu berarti bahwa pria itu adalah orang yang telah memesan jasanya beberapa saat lalu?

Bagaimana mungkin?

Pria itu adalah atasannya. Bagaimana ia harus melayaninya sekarang? Mau ditaruh di mana muka ini nanti? Bukankah hari ini ia benar-benar sial?

Sungguh sial. Bahkan ini sangat memalukan. Bagaimana kalau pria itu berpikir yang bukan-bukan tentang dirinya kini?

"Ma-maaf. Saya mungkin salah masuk kamar. Saya salah orang. Sekali lagi, maaf. Permisi." Gloria hendak mengayunkan langkahnya. Namun belum sempat langkah itu mengayun, pria itu malah mencegahnya.

"Tunggu!"

Terpaksa Gloria menghentikan langkahnya. Tetapi ia tak berani memutar tubuhnya untuk kembali berhadapan dengan Ardo.

Ia mulai gugup, jantung pun berdetak tak berirama, sekujur tubuhnya bahkan mulai gemetaran. Lengkap dengan bulir-bulir keringat dingin yang mulai mengucur dari dahinya saat Ardo mulai mendekat.

Dengan hati berdebar tak karuan, ia sungguh berharap Ardo tidak akan mengenalinya.

Semoga saja.

"Kamu mau ke mana?"

"Sa-saya mungkin salah masuk kamar."

Ardo yang mengambil posisi berdiri di depan Gloria, menatap lekat wanita itu.

Sontak Gloria menundukkan wajahnya begitu Ardo berhadapan dengannya. Ia menunduk sedalam-dalamnya, berharap pria itu tidak akan mengenalinya. Sedangkan perasaannya gugup tak karuan. Takut bercampur malu.

"Aku sudah membayarmu tiga kali lipat. Kamu tidak salah orang."

Gloria masih menunduk, mere mas jari jemarinya. Sungguh ia sangat malu mengangkat wajahnya. Terlebih lagi jika Ardo sampai mengenalinya.

"Rupanya aku salah memintamu membuatkanku kopi. Ternyata keahlianmu bukan membuat kopi, tapi menyajikan wine. Apakah ini juga keahlianmu yang lain?" Ardo terdengar meremehkan Gloria. Ia masih menatap wanita yang tengah menunduk itu.

Berbagai macam tanya berkecamuk dalam benak Ardo saat ini. Ia begitu penasaran tentang jati diri Gloria. Bahkan ingin sekali mengulik kisah hidupnya. Ia ingin tahu alasan yang mendorong Gloria melakukan pekerjaan yang dipandang hina ini.

Selain bawahan tidak ada lagi yang ia tahu mengenai Gloria.

"Apa kamu masih ingat aku?"

Gloria menggeleng. Yang malah ditertawai Ardo. Bagi Ardo mungkin ini lucu, lantaran Gloria berpura-pura tidak mengenalinya.

Tetapi bagi Gloria, hal ini justru membuat jantungnya serasa berhenti berdetak. Bahkan ini terasa seperti mimpi baginya. Dari mana datangnya makhluk yang satu ini. Bagaimana bisa pria itu berada di tempat seperti ini. Memesan jasa layanan plus-plus pula. Apakah pria itu terbiasa meniduri wanita manapun yang diinginkannya?

Gloria hanya tak menyangka saja, atasannya yang tampan itu menyukai hal-hal seperti ini. Tadinya ia sempat berpikir kalau atasannya itu pria baik-baik. Pria yang bisa menghargai wanita. Tetapi kenyataannya justru berbeda.

Sungguh, sangat disayangkan.

"Apa gajimu di perusahaan itu tidak cukup, sampai-sampai kamu melakukan... maaf." Ardo tidak menyelesaikan kalimatnya.

Entah mengapa melihat Gloria masih diam menunduk tak berani menatapnya, membuat hatinya berdesir. Mungkinkah kalimatnya sudah menyinggung perasaan wanita itu?

"Maaf, sebaiknya Anda tidak perlu membuang-buang waktu. Ma...mari kita lakukan saja." Meski ucapannya terdengar meyakinkan. Namun gelagatnya memperlihatkan ketakutan. Dapat dilihat dari tangannya yang gemetaran serta bulir-bulir keringat yang mengucur dari dahinya. Padahal kamar itu terpasang pendingin ruangan.

Ardo memperhatikan gelagat Gloria yang perlahan mulai mendekat. Serta tangannya yang gemetaran mulai terulur, hendak melepas blazer yang ia kenakan. Namun tangan itu terhenti sebelum sempat menyentuh blazernya.

"Kenapa berhenti? Bukankah ini sudah menjadi tugasmu? Aku sudah membayarmu lebih. Jadi lakukan saja apa yang seharusnya kamu lakukan," ucap Ardo menatap lekat Gloria.

Entah situasi apa yang sedang dihadapinya saat ini. Gloria hanya bisa menelan ludah yang entah mengapa serasa seperti menelan sebongkah batu, terasa begitu sulit melewati tenggorokan.

Melihat Gloria diperlakukan semena-mena oleh pria yang bernama Bary, entah mengapa memancing naluri lelakinya. Bukan naluri untuk memangsa, melainkan naluri untuk melindungi. Perlakuan Bary dan tiga orang pria bejat itu menggerakkan hati kecil Ardo.

Lagipula Gloria adalah bawahannya. Bukankah ia harus melindunginya?

Meski ia sering bermain perempuan, tetapi pantang baginya melakukan kekerasan fisik seperti itu terhadap perempuan.

Kasih sayang, kelembutan, serta cara memperlakukan wanita dengan baik, seringkali ia lihat dari ayahnya. Ayahnya begitu mencintai ibunya dan selalu memperlakukannya dengan lembut. Melimpahinya dengan cinta dan kasih sayang.

"Gloria." Ardo baru mengingat namanya. Ingatannya tajam meski nama itu baru sekali ia dengar.

Kini Gloria mengangkat pandangannya, menatap sepasang mata hitam yang menatapnya lekat dan dalam. Serasa sorot mata itu menyihirnya seketika. Pesona yang memancar dari paras rupawan itu menghipnotis, membuat sepasang mata hazelnya tak berkedip menatap paras itu.

Sungguh rupawan. Bagaikan sebuah mahakarya terindah dari sang pencipta.

Gloria kembali menelan ludah saat paras itu kini terlihat semakin menawan dengan senyuman yang terukir di bibirnya.

"Itu namamu kan?" tanya Ardo dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya. Membuat Gloria sejenak melupakan dunianya.

Oh God!

Senyum itu mengalihkan dunianya sejenak. Membuatnya lupa tentang siapa ia sebenarnya, tentang status yang disandangnya kini.

Siapapun wanita yang melihatnya sudah pasti akan bertekuk lutut di hadapannya. Aura yang dipancarkan pria itu begitu kuat, hingga membuat siapapun yang memandangnya takkan bisa berpaling darinya walau sejenak.

Namun sayangnya, Gloria bukan wanita yang pantas memuja pesona pria itu. Terlebih lagi, pria itu adalah atasannya.

Lekas, ia menundukkan kembali wajahnya. Kini perasaan malu menderanya seketika. Mau berpura-pura tak mengenal pun percuma. Pria itu sudah mengenalinya. Bahkan mungkin sejak ia memasuki kamar ini.

"Maaf, Anda sudah memesan jasaku. Anda sudah membayarku tiga kali lipat. Jadi, apakah aku bisa melakukan tugasku sekarang?" Gaya bahasa Gloria pun ia ubah. Sekarang mereka tak berada di kantor. Jadi status atasan dan bawahan tidak berlaku saat ini.

"Oh, tentu. Tentu saja boleh." Ardo berpengalaman untuk urusan seperti ini. Ia memilih ke tempat tidur. Ia lantas membuka blazer dan menaruhnya di atas tempat tidur itu. Ia mengenakan kaos putih berbahan tipis hingga menampakkan bentuk tubuhnya yang kekar. Ia mengambil duduk di tepian tempat tidur itu.

"Ayo kemari," titahnya.

Gloria melangkah perlahan menghampiri Ardo yang terus saja menatapnya. Membuat lututnya serasa lemas, sehingga untuk berjalan pun terasa susah. Bahkan ia hampir terjatuh, jika saja ia tak menjaga keseimbangan tubuhnya dengan baik.

Sampai di hadapan Ardo, Gloria masih berdiri takut. Degup jantungnya bahkan semakin gaduh saja kini. Ia benar-benar gugup. Jika ditanya, pekerjaan seperti ini belum pernah dilakukannya. Ia selalu saja melawan jika Bary menyuruhnya melakukan pekerjaan ini. Ia memberontak meski raganya yang jadi korban kebengisan Bary pada akhirnya.

Namun ia tak peduli walau sekujur tubuhnya dipenuhi luka. Lebih baik seperti itu daripada harus menjadi lahan pelampiasan pria-pria tak bermoral.

Tetapi apakah Ardo pun termasuk orang yang sama? Pria tak bermoral?

"Duduk di sampingku," titah Ardo.

Gloria menelan ludahnya susah payah. Meski rasanya berat, ia turuti saja perintah Ardo. Ia pun mendudukkan diri di samping Ardo dengan jantung yang kian berdegup kencang. Gemetaran di sekujur tubuhnya pun belum juga mereda.

Jika sebelum-sebelumnya ia selalu melakukan perlawanan, tetapi entah mengapa kali ini ia menurut saja.

"Ba-bagaimana a-aku memulainya?" tanya Gloria gugup. Ia mere mas jari-jemarinya, berusaha menutupi kegugupannya.

Betapa hal ini sangat memalukan baginya. Bagaimana bisa atasannya di kantor menjadi pelanggan yang memesan jasanya.

Helaan dan hembusan napas Ardo terdengar samar di telinganya. Ia masih menundukkan wajahnya. Dengan ekor matanya ia bisa melihat pergerakan tangan Ardo. Sedetik kemudian, tubuh bagian atasnya yang sedikit terbuka menghangat tiba-tiba.

Tanpa ia sadari, dalam sekejap mata, blazer hitam milik Ardo telah menutupi pundaknya yang sedikit terbuka. Sontak ia mengangkat wajahnya. Lalu menoleh, bertemu tatap dengan sepasang mata hitam itu seketika. Yang membuat irama jantungnya semakin tak beraturan.

Deg ... Deg ... Deg

Bersambung

1
Cinta Rodriques
langsung PD intix thour jngn mutar2 nanti yg baca bosan...
Cinta Rodriques
ya g taulh kmkn tukang CELUP mnjijikn
redmi Notetujuh
😂😂😂😂😂
Aisyah farhana
yaaahhh sudah end aja kak adakah boncap nya ???
lovely
yangyang pacarrr gue😍
Aisyah farhana
gaa sabar nunggu baby launching
Syahrul
jangan lupa mampir ya
💖 NAMA Q CINTA 💖
DASAR... CABUL" HHH
Aisyah farhana
hhhhmmmmm dasar pengantin baruuuuu
Aisyah farhana
hayoooo udah sah yahh Ardo loly
💖 NAMA Q CINTA 💖
TABUR TUAI KAN HHHH...GABISAH DI ELAK PASTI TERJADI
Syahrul
mampir dong ke novelku
Aisyah farhana
kirain kemana kak lama ga up up sehat selalu kak semangaaaaaatttttt
mama Al
Semesta merestui kami hadir
Syahrul
like
Syahrul
hai thor aku mampir nih
jangn lupa berkunjung ya
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Rani mdvpriangan
yah gagal deh mau mesra"an nya. mmah mlh nongol 😁
Aisyah farhana
aahhhh mamah ganggu ajah
💖 NAMA Q CINTA 💖
DASAR OTAK BOCA...BISAH2 NYA MIKIRIN MAKAN LGI URJEN HHHHH
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 😁😁emang dasar bocah ya, pikirannya gak jauh² dr mknan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!