I Am The Queen adalah cerita di mana seorang anak tunggal bernama Clara dari keluarga kerajaan ABELIA, yang masih ada hingga saat ini, yaitu jaman modern.! Di jaman modern ini, yang masih bertahan selain kerajaan Abelia, adalah kerajaan Roman dan kerajaan Achete.
Awalnya Clara akan menikah dengan Jodi, satu satu nya pria yang mengisi hati clara, sampai tak mengisahkan ruang sedikitpun untuk pria lain.
5 bulan sebelum pernikahan jodi dan clara, ke dua orang tua Clara meninggal dunia karena "suatu insiden". Karena Clara masih terlalu polos dan sangat amat naif, Clara tidak mencari tahu. Yaah meskipun mencari tahu, dia tak akan mendapatkan apapun.
Clara tak terlalu berlama lama berada di zona duka, karena ada Sonya sahabat terbaik, dan Jodi tunangan tercinta yang selalu berada di sampingnya.
Namun setelah 2 bulan berlalu, semua hal yang terjadi pada clara menyadarkan dia bahwa tak ada kebetulan yang terjadi saat persahabatan nya dengan Sonya di mulai.
Wajah nya di sayat, dicambuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnez_('❛◡❛'), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#8.
"Sedikit lagi.. Tinggal sedikit dorongan saja, Mereka akan percaya pada Ku." Batin Clara yang Reflek menggenggam telapak tangan nya.
"Ah sedikit tambahan lagi, jika aku tidak ada penyakit HIV, Jodi dan Sonya akan dengan senang hati membunuh Ku di kamar ku tadi. Kalian pikir mereka berdua sangat berbaik hati pada kalian ? Bisa jadi mereka berdua sengaja menggunakan Ku untuk melenyapkan kalian berlima. Karena adanya kalian kan hanya sebagai parasit dan pastinya makan duit. Ini hanya saran ya, jika kalian masih punya otak... "
Clara menggantung perkataan nya, karena dia merasa sangat terhibur dengan reaksi ke lima preman yang tampak jelas guratan ketakutan dan ketegangan mereka saat menunggu Clara menuntaskan perkataan nya.
"....Maka gunakan lah itu untuk menganalisa hal yang kukatakan ini."
...CCTAAAARRR...
Clara pun menuntaskan perkataan yang sempat dia gantung tadi, dan secara bersamaan, satu sambaran petir menghantam tanah yang berjarak lima langkah di belakang Clara, Sehingga membuat wajah nya bercahaya dengan warna lain untuk sesaat.
Kelima preman itu langsung panik dan berlari ke mobil mereka yang di parkir kan di jalan tadi, meninggalkan Clara seorang diri di dalam hutan yang lebat, rimbun, gelap, dan sangat menyeramkan itu.
Saat kelima preman itu sudah menjauh dari Clara, dan sudah di pastikan mereka berlima tidak akan kembali lagi, akhirnya Clara menghembuskan nafas panjang karena akhir nya mendapatkan perasaan tenang dari lubuk hatinya.
“Fyuuhh.... Membodohi orang ternyata butuh tenaga yang cukup banyak. Salut Aku sama Jodi dan Sonya yang dapat bertahan selama bertahun tahun dengan akting tanpa cacat sedikit pun. Atau... Mungkin Aku yang terlalu bodoh, sehingga tidak menyadari hal aneh yang terjadi."
Walaupun berada seorang diri di hutan yang gelap dan tampak menyeramkan, Clara tidak takut sedikit pun. Bahkan Clara lebih bisa mengumpat tanpa ada gangguan. Lagipula Clara sudah melewati banyak hal di hidup nya tiga bulan terakhir, yang tentunya lebih menyeramkan dari hutan kematian yang di tempati nya saat ini.
"Apakah mereka berlima memang gampang di bodohi dan di tipu ? Ckck, mereka tak sadar sama sekali bahkan Aku menipu mereka ? Mana ada anggota kerajaan yang punya penyakit seperti HIV dan lain sebagainya ?" Tanya Clara pada diri nya sendiri.
"....."
Hening, Clara seakan tak tau harus bermonolog apa lagi agar diri nya tidak hanya berdiam. Lalu, di tengah keheningan itu, Clara pun angkat suara lagi.
"Setidak nya, keperawanan Ku di bawa sampai mati. Emm, Se... Setidak nya Aku mati dalam keadaan yang suci. Haahh, Setidak nya- Uggghh... Hikssss..... Hikssss... " Mata Clara seakan memerih dan mulai membludakkan Liquid bening.
Walaupun air mata Clara keluar cukup deras, suara tangis Clara tak dapat di dengar dengan jelas kecuali berdiri bersebelahan dengan nya. Seakan Clara sedang menangis di dalam diam.
"Apanya yang setidaknya Hah ? Hahaha, Aku sudah seperti ini, tak bisa melindungi orang-orang yang Aku sayang. Tak bisa menjaga Ayah dan Ibu dengan baik. Bahkan kalau mau berpikir, karena adanya Aku... Karena Aku mereka semua berada dalam bahaya bahkan sampai mati. Kalo Aku tidak berteman dengan Sonya, kalo aku tidak jatuh cinta pada Jodi, pasti hal ini tak akan terjadi... "
“Uuugghhhh.... “ Clara berusaha menggigit bibir bagian bawah nya, agar tidak mengeluarkan suara tangisan. Karena menurut Clara, dia tak pantas untuk menangis.
"Aku tidak pantas untuk menangis. Aku tidak pantas untuk berteriak. Aku tidak pantas untuk mengeluh atas semua kejadian ini. Hikss. Karena akulah penyebab semua ini terjadi. Hikss, Yang seharus nya mati itu Aku, dan semua penderitaan yang Ku rasakan ini memang pantas Aku dapatkan. Aku.... Hikss..."
Celetuk Clara penuh penyesalan, dan selebihnya menyalakan diri sendiri. Clara hanya bisa menahan suara tangisan nya, dengan meremas rumput dengan dua tangannya yang rapuh.
“Ayah... Ibu... Dan semua orang yang telah kehilangan nyawa karena Aku, sekali ini saja... Aku minta Izin untuk menangis... Aku janji hanya sekali ini saja... Aku sudah tak mampu membenamkan ini seorang diri lagi... Maafkan Aku...“ Ucap Clara dengan pilu sambil menengadah ke langit malam yang tampak gelap dan mendung,
Lalu, Karena Clara hanya seorang diri di tengah hutan itu, Clara langsung membaringkan badan nya di atas rerumputan hijau Walaupun tidak terlihat karena sedang malam hari. Dan dengan satu lengan Clara menutup ke dua mata nya. Lalu...
“Hikss.... Huwaaaaaaaaa.... “
Akhirnya Clara pun menangis sekencang kencang nya sambil sesekali berteriak dan dan tentunya mengeluarkan air mata yang amat banyak. Sungguh sudah tak tertahankan lagi untuk di pendam sendiri sehingga Clara ingin meluapkan nya sekali ini saja.
Clara yang menangis dengan histeris pun akhir nya terlelap dan masuk ke alam mimpi nya.
***
Tanpa terasa satu jam sudah terlewatkan, dan tiba tiba, terjadilah sesuatu yang sangat tidak bagus di situasi Clara saat ini.
Awan hitam mengepul di ketinggian langit, berpencar, bergerak, dan berkumpul lagi. Semakin lama awan hitam nya semakin banyak layaknya sedang mengumpulkan kekuatan.
Clara yang entah kenapa dapat melihat awan-awan itu yang tampak sangat aneh, sehingga memiliki firasat yang tak baik.
"Situasi Ku akan semakin rumit jika hujan turun. Luka di wajah Ku masih basah, saat terkena air mata saja perih nya luar biasa. Apalagi terkena air hujan yang rasa nya bagai di serang oleh jutaan anak panah ?" Batin Clara dengan raut wajah yang langsung gelisah.
Jika ingin berlari, berteduh nya di mana ? Dan yang paling penting, apakah saat ini Clara dapat berlari ? Contoh paling simpel, apakah Clara dapat berjalan dan menggerakkan kaki nya ? Jawaban nya tentu saja tidak, sehingga kebingungan 100% menghampiri otak Clara.
Lalu, Dari kumpulan awan hitam itu, langit terus bergemuruh sedari tadi, dan...
...CTTAAARRR..!!!...
Kilat berwarna keunguan menyambar daratan yang berada tepat di bawah nya. Suara kilatan itu memekikkan pendengaran siapa saja yang mendengar nya.
Bahkan semua binatang dan serangga memilih untuk bersembunyi di dalam pohon, gua, atau tempat yang aman, karena merasakan ancaman dari alam yang baru saja terdengar.
***
Alhasil, setelah bertarung cukup lama dengan otak nya, Clara langsung terpikirkan sebuah ide konyol. Selang beberapa detik kemudian, Clara langsung terbangun dari posisi berbaringnya dan langsung mengambil posisi duduk, karena saking tak mau nya terkena guyuran hujan.. Atau mungkin yang lebih parah, Clara takut tersambar petir.
Seakan tak peduli dengan respons dari Clara dan binatang lain, Hal itu terus terjadi.
Langit terus bergemuruh, dan langsung di ikuti oleh sambaran kilat yang terus turun. Sahut menyahut bagaikan sedang melantunkan paduan suara, tapi dengan melodi yang berbeda dan cukup ekstrem.
Mampir nih kak