NovelToon NovelToon
Fighter System

Fighter System

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / System / Sistem
Popularitas:124.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayy

Judul : Fighter System/I Can Fight Better than You

Author : Miku

****

Budi yang telah lelah dirundung oleh teman-temannya, mulai berani unjuk gigi. Ia menantang preman di sekolahnya untuk bertarung. Semua tertawa saat mendengarnya, tentu saja, mana bisa Budi menang dengan tubuh krempeng seperti itu.

Ding!

[Apa Anda ingin menjadi lebih kuat?]

Sebuah panel transparan tiba-tiba muncul di depan Budi saat dia merasa putus asa. Tulisan dengan font futuristik ini memberikan dua pilihan kepadanya. Ya atau Tidak!

Ya!

Siapa sangka, sejak hari itu kehidupan Budi mulai berubah.

Balas dendam kepada para pembully untuk menaikkan status di sekolah! Memukul dan menendang demi menyelesaikan misi yang ada! Bertambah kuat setiap harinya demi memperoleh kepercayaan!

Persetan dengan Taekwondo, Muaythai, Tinju, atau apalah itu!

Budi bertekad menjadi master pertarungan jalanan yang disegani semua orang!

Fighter System.

Kategori Urban - Tag 3 : Sistem

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 8 : Bertarung Melawan Reza (Part 2)

...****...

Cara menumbangkan petinju bergaya infighter yang sebenarnya adalah ... fake boxing!

Fake Boxing!

Itu hanya nama teknik yang diciptakan asal-asalan. Namun, sebenarnya, teknik ini memiliki peran yang cukup penting dalam pertarungan asli.

Berprinsip menipu lawan dan mengakhiri pertarungan dengan sangat kejam.

"Aku yang bakal menang hari ini!" tegas Budi penuh keyakinan.

Hal tersebut jelas memantik amarah Reza yang tadinya sedang separuh kebingungan. Reza menatap Budi dengan kedua mata melototnya. Ia mengepalkan tangan dan melesat maju menyerang orang di depannya itu.

Budi telah menduga bahwa Reza akan maju, akan tetapi anak itu tampak tidak bergerak dari posisinya sama sekali. Ia hanya memasang pertahanan dengan kedua tangan merapat di depan dada.

Kali ini, sepertinya Reza benar-benar marah. Ia melanggar batasan yang ia buat sendiri. Petinju yang berhasil menang 15 kali dari 35 pertandingan resmi itu tak lagi memandang Budi sebelah mata. Ia terus melepaskan serangan-serangan tinju yang berbeda-beda ke arah tubuh lawan.

Orang mana yang tak akan kesulitan jika dihujani oleh serangan-serangan seperti itu. Budi yang terpojok kali ini.

Dalam pertarungan, ada sebuah rahasia yang harus diketahui semua orang.

Percayalah, orang yang didasari oleh emosi saat bertarung pasti akan kalah.

Budi merasakan sakit amat luar biasa pada seluruh bagian tubuh yang terkena serangan. Namun, hal itu tak dapat menggoyahkan kejeliannya yang telah dilatih semalaman.

Budi membuka tangan yang menjadi pertahanan sejak dua menit lalu dan membiarkan pukulan Reza menghujam wajahnya dengan sangat brutal. Alhasil, kepala Budi pun terbentur tembok dan membuatnya merosot jatuh secara perlahan.

"Hei, hahh ... hahh ... udah mampus, ya? Hahh ... sialan! Hahh ... kalo gitu aku menang, kan?" tanya Reza dengan napas terengah-engah.

Namun, tampaknya, Budi masih memiliki cukup tenaga untuk bangkit.

Tidak, pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai!

Gunakan kacang pemulihan.

[Kacang pemulihan digunakan!]

[Stamina host kembali pulih!]

"Aku bilang ... ini semua belum berakhir, kan?" Budi menebar senyum miring seraya mengusap darah yang terus keluar dari hidungnya.

"Sialan!"

"BUD! Jangan diterusin lagi!"

Budi menatap manik mata Arin. Ia menambahkan senyuman manis di sana. "Rin, aku udah janji sama kamu. Percaya padaku, aku yang bakal menang kali ini!"

"Budi ...."

Manusia bertubuh krempeng itu kembali menatap musuh di depannya. Ia mematri senyuman ganas seraya memasang kuda-kuda tinju. "Hei, punya sapu tangan nggak?" ujarnya, lalu menambahkan, "tanganku kotor nih, aku nggak mau ngebuat kamu mati pake tangan kotor ini!"

"Siaaaalaaan! Kau bakal bener-bener mati, Bangs*t!" Reza maju sekali lagi.

Namun, Budi tak lagi menahan kali ini. Ia juga ikut maju menyerang dengan beberapa step.

Diawali oleh Reza dengan pukulan Jab, tetapi Budi dapat mengelak. Lalu, Budi membalas pukulan itu dengan jab juga. Namun, Reza dapat menahannya.

Setelah beberapa saat saling bertukar serangan, akhirnya sampailah masa di mana Budi kembali terpojok. Tak dapat dipungkiri, teknik bertarung Reza memang tak akan bisa dibandingkan lagi dengan teknik bertarung Budi.

Mereka berdua memiliki berat badan, kemampuan, dan pengalaman yang berbeda.

"Kali ini ... pasti mampuusss!" Reza melepaskan straight ke arah pipi Budi.

Budi sedikit mundur, tetapi dia menyadari sesuatu. Ia segera meneguhkan topangan kakinya dan menjaga keseimbangan.

"Dwichagi!" Ia melepaskan Dwichagi setelahnya. Gerakan tendangan dari taekwondo itu sukses membuat jarak di antara mereka berdua.

Ini waktu yang tepat! Aku nggak boleh sampai terdesak lagi! tegas Budi dalam batin.

Sembari mengatur napas, Budi menatap Reza yang juga telah bersiap melakukan serangan lagi.

"Sepuluh detik. Aku akan mengakhiri pertarungan ini dalam sepuluh detik!" Budi menyerang saat merasa momentum telah tepat.

Pada saat bersamaan, Reza juga menyerang.

"Jab!" Budi memukul lurus.

Namun, sayangnya, Reza berhasil menahan. Ia mengerahkan serangan balasan dengan melalukan pukulan upper cut dan tepat mengenai sasaran.

Budi terhenti seketika. Tetapi, dia masih belum menyerah. "Sepuluh detik! Sepuluh detik!" Budi mengumpulkan tenaga yang tersisa dan melakukan serangan sekali lagi.

"Straight!" Anak itu melayangkan pukulan straight. Namun, sialnya, pukulan Budi yang satu ini melenceng dari sasaran.

Dengan begitu, dia justru membuat celah pada pertahanan perut. Reza melihat celah itu dan kembali melepaskan pukulan keras ke arah perut.

Bak diseruduk oleh banteng, Budi tak berkutik kali ini. Ia memegangi perutnya sembari meringis kesakitan.

"Hahh ... hahh ... mati! Mati aja sana, Bangs*t!" Reza hendak mengakhiri pertarungan dengan pukulan uppercut.

Namun, Budi lebih dulu mengantisipasinya dengan dwichagi. Saat ini, jarak kembali tercipta di antara mereka.

"Sepuluh detik. Hahh ... hahh ... hanya sepuluh detik lagi!"

Tempramen Reza terlihat semakin meninggi seiring berjalannya waktu. "Apaaan sih, Bangs*t? Dari tadi sepuluh detik, sepuluh detik! Ini udah lewat dari sepuluh detik!"

Budi membetulkan posisi awalnya. "Sepuluh detik. Aku akan menghabisimu, hanya dalam waktu sepuluh detik!" pekiknya.

Ia bergerak maju secepat kilat. Budi melakukan beberapa langkah dan menarik tangan sedikit ke belakang.

Anak ini, dia mau pukulan straight lagi?

Reza bersiap dengan pukulan uppercut saat mengetahui bahwa Budi akan melakukan pukulan straight.

Di luar dugaan, Budi justru membuka kepalan tangan yang melesat ke arah wajah tersebut. Si pecundang ini malah menjatuhkan diri dan mengunci betis Reza.

"Hah?!" Semua orang terkejut saat melihatnya.

"Bangs*t! Mau tackle, hah?!" Reza memekakkan mata.

Tahap terakhir untuk mengalahkan petinju adalah dengan tackle!

Tidak ada satupun dari petinju yang dapat mencegah tackle. Terlebih lagi, jika mereka menerima tackle secara tiba-tiba dan di luar dugaan.

Jika sudah seperti itu, maka kamu pasti akan menang!

Gunakan berat badan bertambah seratus kilogram.

[Kartu digunakan!]

[Berat badan host bertambah 100 kilogram!]

[Catatan : *Akan hilang setelah 10 detik digunakan]

Mendadak, Budi merasa tubuhnya menjadi sangat bertenaga. "Inilah akhirnya!"

"HaaaaArrgghh!" Budi mendorong tubuh Reza yang sekarang memiliki perbedaan berat badan yang jauh.

"Ngg-nggak mungkin!"

Brak!

[00:09]

Setelah berhasil menjatuhkan Reza, Budi lantas melepaskan pukulan straight berulang kali. Ia terus melakukan itu hingga membuat semua orang yang menyaksikan langsung terdiam membisu.

Reza sempat melakukan beberapa ketukan di lantai yang menandakan bahwa dia mengaku kalah.

Namun, Budi tidak menghiraukannya.

[00:05]

"Aku ...."

[00:04]

"Bukan ...."

Ia masih terus memukul.

[00:03]

"Orang ..."

[00:02]

"Lemaah!"

[00:01]

"Mati aja sana, Kepar*t ...!"

[00:00]

Waktu dari skill telah berakhir. Budi pun mengakhiri punch spam-nya. Ia mengatur napas sembari menyaksikan Reza yang saat itu telah pingsan dengan keadaan sekujur tubuh penuh luka memar.

Darah mulai bercucuran dari hidungnya juga.

Kemenangan jatuh di tangan Budi!

Semua orang yang menyaksikan pun bersorak-sorai. Mereka sangat terkesan dengan kemampuan Budi dalam bertarung. Tak luput juga perempuan yang tadi melindungi Budi.

Arin mengukir senyum tipis seraya menatap punggung kakaknya dari belakang.

Kau menepati janjimu, Kak. Arin membatin.

"Woaaah ... parah gila! Budi bisa ngalahin Reza!"

"Budi up! Budi up!"

"Hehehe ... makasih semua!" Untuk yang pertama kalinya, Budi merasakan rasa bahagia di saat bersama orang lain. Ia tertawa kecil sambil menggosok hidungnya dengan jari telunjuk.

Namun, kebahagiaan singkat itu berakhir saat beberapa guru tiba-tiba datang ke kelas. "Hei, Bapak dengar dari ruang guru, kayanya kok rame banget. Ada apa ini?" tanya seorang guru pria.

"Ah ...."

"Hei, apa ada yang habis berantem di sini?" sahut Bu Anna–guru fisika.

Seketika, semua menutup mulut. Mereka kompak menatap Budi yang sedang kelabakan.

Hei, kalian kok berkhianat, sih? gerutunya kesal dalam hati.

Ding!

[Misi selesai!]

~Bersambung~

1
Alvito Joe Robiso
Ko gak dapet duit supaya bisa belanjaan Aira
Alvito Joe Robiso
Tcuihh... Mantap budi... Sikat bud di penjahat sekolahan
Desuga Akamine
aku save dulu, sekalian promosi :

One-Way

Hanazawa Ryuki, seorang berandal yang kini menjadi murid di salah satu SMA bergengsi demi menepati janjinya di masa lalu. Akan tetapi, satu kejadian membawanya ke kejadian lainnya, perlahan menarik Ryuki ke dalam sisi gelap dimana setiap pilihan tidak memiliki jalan kembali. Ini adalah perjalanan satu arah. Apakah Ryuki dapat menemukan ending yang tepat di ujung jalan satu arah ini?
amore💞💞
hadiah kartu banyak kali apa gunanya yah ....
PANITIA KIAMAT
CK Bud pola pikir kamu gimana sih?, kebanyakan bacod tinggal latihan aja seperti latih tubuh atau Seni bela diri gituu, nyusahin aja pantes jadi babu, lawan Ampe mati, antara kamu mati atau musuhmu yang mati, itu baru di kotaa belum diluar negri, beda lagi moralnya, lu pengecut lu habis"an dibully Ampe bundir, makanya jadi laki tuh jangan pengecut, takut boleh tapi tidak selamanya harus takut.
Manusia Ganteng: setuju gua bro
total 1 replies
Nwonsystem
malah saya sendiri yang jadi typo🗿...............
Nwonsystem
mata
Nwonsystem
mana panik gak sih? , eh gak tau juga sih
✨Mohammad Yusuf✨🐾🌀🎏
Okay cerita yah cukup seru & menarik Thor....
✨Mohammad Yusuf✨🐾🌀🎏
Aku setuju sama Author klw seni pencak silat milik negara kita harus di lestarikan dan jg di kembangkan..
Semangat Thor....💪💪💪💪💪
✨Mohammad Yusuf✨🐾🌀🎏
Ok deh lanjut Thor.....
m
bg hadiah yg lawan alvaro mana
PEMBACA
novel ini gk lanjut?
GreatSage_Gilgamesh
Bruh 🗿🗿🗿
Alvaro
GreatSage_Gilgamesh
ngeri kali lah aku tengok
GreatSage_Gilgamesh
bukannya baca doa malah sumpah serapah awokwokwok 😂😂😂
GreatSage_Gilgamesh
wait, what!?
GreatSage_Gilgamesh
bruh 🗿🗿🗿
GreatSage_Gilgamesh
Asep saha?
GreatSage_Gilgamesh
bruh 🗿😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!