NovelToon NovelToon
Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: khayra

Ratih seorang ibu rumah tangga dan harus berkerja untuk memenuhi kebutuhan ia dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika istriku tak lagi meminta uang (8)

karena tidak melihat siapapun diluar, aku masuk kembali ke dalam sedangkan mbak Siti sudah membersihkan pecahan kaca. aku kembali ke kamar karena tadi aku belum sempat membaca pesan masuk entah dari siapa.

Aku meletakkan Rania dalam gendongan di atas tempat tidur, lalu mengecek ponsel ternyata dari Anggara.

[ Dari mana kamu mendapatkan Vidio itu ]

[ Aku ingin bertemu dengan kamu sekarang, Aku jemput ]

Lagi-lagi pesan masuk dari Anggara, Aku menghela napas untuk menghilangkan beban pikiran. ku lirik jam di dinding masih jam 8 malam, aku masih bisa bertemu dengan Anggara Namun aku akan membawa Rania juga karena tak ingin mengambil banyak resiko yang akan mengakibatkan putri ku celaka.

Ku kirimkan pesan balasan pada Anggara bahwa aku setuju untuk bertemu dengannya di luar, aku menggantikan pakaian dengan baju gamis berwarna navy yang sepadan dengan phasmina. Selesai berdandan, aku berjalan ke kamar Mbak Siti dan ku dengar suara bisik seperti orang yang sedang berbicara.

Pelan-pelan aku membuka pintu yang tidak di kunci, sementara Mbak Siti membelakangi ku.

"Saya tidak berani..." ku dengar mbak Siti berbicara dengan seseorang lewat ponsel.

"Tidak berani apa, Mbak?" tanya ku menatap Mbak Siti dengan tajam. Ku tatap wajah yang merasa ketakutan itu, apa yang terjadi sebenarnya.

"Mbak Ratih, Sejak kapan mbak ada disini?" tanya Mbak Siti dengan wajah pucat pasi, ku lihat tangannya yang gemetar.

"Sejak tadi, kenapa? Apa ada yang kamu sembunyikan Mbak," tanya ku ingin melihat kejujuran Mbak Siti. Walaupun, aku tidak tahu dengan siapa ia berbicara namun sepertinya aku harus hati-hati dengan Mbak Siti. Lagian tidak mungkin aku memecatnya tanpa sebab.

"Ti..dak ada, Mbak," kata Mbak masih dengan raut gelisah. Niat untuk mengajaknya keluar tapi tidak jadi, biar saja Mbak Siti di rumah.

"Ya sudah, saya mau keluar dan mbak tolong jagain rumah ya?" kata ku mencoba untuk menetralisir perasaan yang masih berkecamuk di hati ini.

Aku berjalan keluar setelah memesan taxi, tidak mungkin aku membiarkan Anggara untuk menjemput ku sementara aku masih punya suami tapi ia tidak mau pulang jika orang tuanya juga tidak ikut. Tempo hari, aku tidak sengaja melihat Silvi adik iparku masuk ke sebuah hotel dengan lelaki yang sudah sepantasnya di sebut sebagai ayah.

Namun aku tidak peduli, biarkan dia melakukan apa yang dia ingin yang terpenting tidak merugikan ku.

Kini aku sudah berada di sebuah kafe tempat Aku dan Anggara bertemu, aku masih memangku Rania. Untung saja Rania tidak rewel dan aku bisa duduk dengan tenang.

Sepuluh menit kemudian, terlihat Anggara berjalan ke arahku memakai celana warna hitam dan baju berwana navy membuat ia semakin tampan, Apalagi kulitnya sawo matang menambah ketampanan yang membuat orang akan menaruh hati padanya.

"Maaf, Sudah lama menunggu?"

"Ahh, tidak ada apa-apa, baru datang juga kok," kata ku menatap Anggara. Seketika aku mengalihkan pandangan ke arah lain agar tidak terlihat kalau aku sedang menatapnya.

"Oh,ya, kamu mau pesan apa?" tanya Anggara.

"Terserah apa saja boleh," kata ku yang masih memangku Rania yang asik dengan mainannya sendiri.

"Apa kamu sudah melihat video yang saya kirim tadi," tanya ku memulai pembicaraan agar aku lebih awal pulang, aku tidak ingin terlalu lama berbasa-basi yang akan membuat aku waktu terus berjalan.

"Bagaimana tanggapan bapak?" tanyaku lagi.

"Bagus, Saya suka apalagi kucing imut-imut." kata Anggara.

"Hah Kucing, maksudnya apa? aku sedang berbicara tentang video itu bukan kucing," kata ku dengan jengkel.

"Iya, Saya tahu. Apa kamu ingin memelihara kucing untuk mematikan tikus-tikus kecil di rumah mu," kata Anggara terus dengan tajam ke arahku.

Hah, tikus kecil? Sepertinya Anggara mulai ngelantur. Bukan itu yang ingin aku sampaikan, aku mau menyampaikan kalau pak Yanto ikut terlibat dalam penggelapan uang kantor.

"Bukan itu maksudku, Angga! aku mau bilang kalau Pak..."

"Pak Yanto, Kemari juga?" Belum selesai bicara, Angga sudah memotong ucapan ku lagi.

Apa, Pak Yanto? apa dia kesini untuk bertemu dengan lelaki itu, Apa Angga tahu pak Yanto berdiri di belakang ku sehingga mengalihkan pembicaraan kami.

"Ahh, iya!! Pak Angga sama Bu Ratih kok barengan. lagi bicara tentang apa?" tanya pak Yanto berjalan duduk di depan.

"Bukan apa-apa? Bu Ratih menyuruh saya untuk mencari kucing untuknya untuk membunuh tikus-tikus kecil yang ada di rumahnya," kata Angga dengan santai. Bisa ku lihat wajah pak Yanto sedikit pias lalu mencoba untuk menetralisir kembali perasaannya agar tidak terlalu terlihat.

"Lalu, Pak Yanto Kemari untuk apa?" tanya ku.

"Saya lagi nunggu teman?" kata pak Yanto menoleh kiri kanan, mungkin mencari lelaki yang ingin ia temui tempo dulu. Aku hanya diam sesekali menatap Pak Yanto yang mulai gelisah.

"Teman, Siapa?" tanya Anggara.

"Cuma teman lama kok, ya sudah saya pergi dulu," Pamit pak Yanto bergegas pergi meninggalkan kami.

Sementara, minuman tadi sudah datang. Aku meminum hingga habis setengah, setelah kepergian Pak Yanto Anggara kembali berbicara serius, ternyata tadi hanya untuk mengukuhkan pak Yanto agar tidak mencurigakan kalau ia juga sudah tahu tentang penggelapan uang perusahaan.

"Apa kamu tahu siapa lelaki itu?" tanya ku.

"Entahlah, aku belum Pernah melihatnya. Aku bingung apa motif ia sehingga ingin menghancurkan perusahaan ku," kata Anggara.

Aku hanya diam, tak tahu juga ingin berbicara apa. Dua jam bertemunya sehingga kami sepakat untuk mencari tahu dan besok aku akan mengikuti Pak Yanto begitu juga Anggara untuk mengirim mata-mata. Jam sudah menuju pukul 10 malam, Aku pulang karena tidak mungkin membiarkan putriku terlalu lama di luaran.

Aku pulang dengan di antar oleh Anggara, Sementara Mas Rahman tidak pulang. Entah hatinya sudah buta sehingga ia tidak pernah menanyakan tentang putrinya.

"Makasih udah mau nganterin," kata ku keluar dari mobil milik Anggara.

"Sama-sama, kamu hati-hati dirumah? oh ya, Suami kamu mana?" tanya Anggara pada ku.

Kerongkongan ku tercekat untuk mengatakan kalau aku sudah mengusir mereka dari rumah, tahu raut wajahku mulai berubah. Anggara memilih diam lalu pulang setelah mengantarkan ku. Setelah kepergian Anggara, aku membuka pintu karena aku membawa kunci cadangan karena aku tidak ingin mengganggu Mbak Siti yang mungkin sudah tidur.

Aku meletakkan Rania yang sudah tertidur pulas, Aku berjalan ke kamar mandi dan Menganti pakaian ku dengan baju piyama lengan panjang dan beristirahat karena besok hari libur, aku akan mengajak Putri kecilku jalan-jalan di sekitar taman.

1
midah khamidah
bagus ceritanya kak
Aisyah Putri Angel
maaf kok hampir sama cerita dgn kisah hidup sepupuku..dulu THN 97..tiap hari cuman dikasih uang 5rb untuk satu hari ,1anak umur 2thn.
suami dan mertua minta tiap hari masak ayam dan ikan .
emang jaman dulu uang segitu ada harganya..tp ngak cukup juga .
beras ,lauk dan bumbu dapur juga jajan mana cukup.
tiap HR sepupuku bantuin aq beres2 dagang ku dan bersih rumah .tiap hari aq kasih dia uang
Khayra: 🙂 mungkin ada sebagian ibu rumah tangga merasakan seperti itu
total 1 replies
Dhea Dhea
anak sama mamak 11 12
Siti Uhanita
balasan suami celaka mertua setan
Purwati
semangat Thor 💪💪💪
Kasih
kesel banged deh, kalo hanya mau nutupin knp sampe selingkuh, sampe mau nyolong sertifikat, sampe membahayakan rania... pasti balik lg tu karna br tau kalo sakit parah
Dwi kristina
author penuh kejutan
Hi Hii
hmm gimana sih ceritanya kan udan di gugatan cerai sing Rahman 😕.
Rahmawaty❣️
Pdhl di dlm dompetnya duitnya banyak tp pelitt bnget sma istri
Husain La Mamin
bagus dan menarik
Anggur Kolesom
heh... goblok...... kalo hanya untuk menutupi penyakit,kenapa kemarin selingkuh... bahkan berencana mencuri sretifikat rumah ratih, bahkan di cerita ini rahman sudah tiga kali menampar ratih. GOLBOK
Anggur Kolesom
ni yg goblok siapa sih..??? kemaren kan siti emang pacaran ma rahman lebih tepatnya slingkuh, bahkan siti di suruh rahman mencuri sertifikat rumah ratih dan jika berhasil akan menjualnya dan menikahi siti, dan sekaran kata rahman tidak pernah ada hubungan dengan siti, dan siti pun ngomong tidak ada hubungan dengan rahman dan hanya berteman, yg gobloknya lagi ratih percaya padahal dulu ratih melihat dan mendengar dengan matanya sendiri perselingkuhan rahman dan rencananya. mobilang goblok tatuk dosa gk bilang tp geregetan
Anggur Kolesom
trus masalah rahman kemaren gimana..? kok ratih kaya lupa ma perlakuan rahman dulu, katanya mo balas dendam bahkan rahman dan ibunya di usir trus tiba tiba rahman dateng lagi tidur bareng lagi.dan sekarang ratih malah membela rahman
Anggur Kolesom
sampai d bab kok ceritanya gk mutu ya, udah kebaca ceritanya, kek drama ikan terbang
Asri Perwati
bingung ko msh bs balikan...pdhl sll berkata aku bukan wanita yg bodoh ,aku tidak mudah di tindas,sampa jumpa di pengadilan....tp ga da satupun yg bener
Yuli Kohunussa
bagus
Jumi Saddah
kalau boleh nanya kok cerita rania dn aira di lanjut,,kyakx seru,,,
Khayra: belum sempat di lanjutkan kak
total 1 replies
Ahmad Affa
😭😭😭😭 sumpah nyesek sekali thor...... awalnya sikap rahman bikin gedek tp ternyata dia menyembunyikan rahasia besar dr istri tercintanya...... 😭😭😭😭
Anna Wamey
tolong thor jangan sampai anggara jatuh cinta pd Stefani,,,!!!
anggara hanya untuk Ratih,,,!
Jumi Saddah
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!