"Apa kau tidak bisa sedikitpun memberikan rasa cintamu padaku?"
Lily Anastasya.
"Tidak karena aku sudah berikan seluruhnya pada gadis masa kecilku, aku sudah menyukainya sejak dulu dan aku tidak akan pernah bisa menyukaimu"
Jason Louvis
Lily Anastasya dikenal sebagai gadis yang ceria, dan dia bertemu seorang pria yang awalnya dia anggap khayalan hingga dia pun bertindak di luar kebiasaannya. Tapi siapa sangka jika awal pertemuan itu membuatnya benar-benar jatuh cinta pada pria itu.
Tapi bagaimana jika pria itu sudah mencintai orang lain yang tak lain adalah gadis masa kecilnya. Akankah Lily bisa memperuangkan cintanya, atau dia akan menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
"Nona bangun kita sudah sampai!" Kata supir Jasmine yang mengantarkan Lily.
"Huam," Lily menguap, kemudian meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.
"Wah cepat sekali!" Kata Lily kemudian turun dari mobil.
"Terima kasih Pak," katanya kemudian menutup pintu mobil.
Lily berjalan dengan gontai menuju rumahnya, Lily sudah bersiap untuk menerima omelan Ibunya.
Baru saja kakinya sampai di depan pintu, suara seseorang yang baru saja dibicarakannya dalam hati, terdengar juga.
"Darimana saja kau? Hebat juga tiap hari berganti pasangan, dan lebih hebatnya lagi kau pintar memilih partner, lihat saja mobilnya kelihatan mahal seperti itu. Memang ya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," kata Vega sinis.
"Bu, sudah sering aku katakan, kalau kau tidak seperti apa yang Ibu pikirkan, Ibu hanya salah paham," kata Lily.
"Salah paham tapi tiap hari," Vega kemudian berlalu setelah mengatakan itu.
Lily membuang nafas berat memandangi Ibunya yang kini berlalu meninggalkannya setelah mengucapkan kata yang menyakitkan.
Setelah itu, Lily pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah melakukan tugasnya seperti biasa.
.
.
.
Sementara di tempat lain, Jason dimarahi oleh Tuan Mudanya karena apa yang terjadi tadi saat Jason menurunkan Nyonya Muda bersama temannya di jalan bukan di alamat yang seharusnya dituju. Jason menceritakan tentang dirinya yang membela adik dari Tuan Mudanya hingga tanpa sengaja menyakiti perasaan Jasmine.
"Terus bagaimana dengan Jasmine sekarang? Aku sudah memperingatimu Jason, tapi kau tidak mendengarkanku. Apa karena Liora? Hanya karena Liora kau menyakiti istriku, Istriku sedang hamil sekarang, tapi kau…" marah Tuan Muda Stevano kemudian terlihat dia mengusap wajahnya kasar, kemudian duduk di kursi tunggu, kedua telapak tangannya menutup wajahnya.
"Ada apa ini? Apa maksud yang tadi Kak Vano katakan? Jasmine, siapa dia? Terus sekarang dimana Olivia?" Tanya Tuan Muda Max, adik dari Tuan Muda Stevano yang baru saja datang.
"Kak" teriak Max karena Stevano tak kunjung menjawabnya, kemudian Max menatap Jason. "Katakan apa yang terjadi?"
"Jasmine adalah Nyonya Olivia, Tuan. Saat aku akan mengantarnya untuk menemui ibunya, aku tidak bermaksud untuk menyakiti perasaannya dengan kata yang aku ucapkan. Tapi tampaknya Nyonya langsung tersinggung dengan apa yang aku katakan, dan Nyonya memintaku untuk menghentikan mobilnya, lalu Nyonya turun dan pergi bersama temannya," jelas Jason menundukkan kepalanya.
Bug
Bogem mentah mendarat di wajah Jason dari Max. "Apa yang kau katakan? Kakak Iparku Olivia saat ini sangat sensitif, karena kehamilannya," kata Max mengacak rambutnya. "Dimana kau menurunkan Olivia, bagaimana jika terjadi padanya?" Tambah Max lagi.
Kemudian Max pun meminta Kakaknya Stevano untuk segera mencari Olivia.
Setelah kepergian Stevano, Max menatap Jason tajam. "Jika terjadi sesuatu dengan Olivia, kau akan menanggung akibatnya," ancam Max.
"Tapi sebenarnya, mungkin hal ini lebih baik, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tadi Nyonya dan sahabatnya masih di mobil. Mungkin saja yang terjadi akan lebih parah dari apa yang barusan terjadi," kata Jason dalam hati.
"Untuk apa kau masih disini? Pergilah! Ada dirimu disini hanya membuatku semakin merasa marah. Aku bisa menjaga Mami sendiri." Usir Max dengan suara tinggi hingga Jason terkejut karena saat ini dia sedang sibuk dengan pikirannya.
Tanpa diminta dua kali Jason pun kemudian melangkahkan kaki pergi dari tempat itu.
***
Di perjalanan menuju mansion Tuan Muda Stevano, Jason tiba-tiba memutar balikkan mobilnya, dan melajukan Mobil itu ke rumah Lily yang biasa disebutnya gadis aneh.
Jason ingin memastikan jika Nyonya Muda dan temannya baik-baik saja." Jason sampai lebih cepat dari sebelumnya karena dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Saat Jason yang sudah turun dan akan melangkah, tapi tiba-tiba dia mengurungkan niatnya saat kebetulan melihat gadis aneh itu keluar dari rumahnya dan menuju entah kemana, Jason tidak tahu dan tidak ingin tahu tentang gadis aneh itu.
Jason mengikutinya dan kemudian menarik Lily membawanya untuk masuk ke dalam mobil.
Lily akan berteriak, tapi Jason langsung menutup mulut Lily dengan telapak tangannya.
Sampai di mobil baru Jason melepaskan tangannya dari mulut gadis aneh yang sekarang duduk di sampingnya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Lily menatap Jason tajam.
"Jika kedatanganmu hanya untuk memastikan keadaan Jasmine, kau tenang saja, dia baik-baik saja, karena aku akan menjaganya, dan lain kali untuk memastikan itu semua, alangkah lebih baiknya jika kamu langsung datang ke rumahnya, bukan ke rumahku," ketus Lily.
Jason tampak terkejut dengan respon gadis yang saat ini bersamanya. Kenapa tiba-tiba Jason merasakan ada sesuatu yang berbeda dari gadis ini. Tapi Jason tidak tahu apa yang membedakannya.
"Cepat katakan! Ada perlu apa Anda kemari Tuan?" Tanya Lily.
"Ya seperti yang kau tebak tadi, aku kesini hanya untuk memastikan keadaan Nyonya Muda," jawab Jason jujur.
"Sekarang kau sudah mendapatkan apa yang kamu mau, jadi pergilah dan jangan pernah kemari lagi!" Kata Lily tegas.
"Apa aku tidak salah dengar? Jadi kau mengusirku? Kau yakin bisa mengusirku semudah itu?" Ucap Jason tidak terima saat gadis aneh itu mengusirnya.
"Bukankah urusan kita sudah selesai Tuan, jadi untuk apa Anda masih disini? Salahkan aku jika meminta Anda pergi. Aku harus melakukan hal lain, dan Anda tahu, Anda sangat menggangguku.
"Apa kau bilang? Aku mengganggumu?" Tanya Jason mendekatkan wajahnya ke wajah Lily, kemudian dengan tiba-tiba dia mencium Lily kasar, ada rasa tidak suka dalam hatinya saat gadis aneh itu tadi mengatakan jika dirinya dibilang mengganggu gadis itu.
"Lily memberontak dan mencoba lepas dari ciuman liar pria yang baru-baru ini dia temui.
Dengan sekuat tenaga Lily mendorong d*d* pria itu, tapi Jason justru menahan tangan lily. Dirasa Lily sudah hampir kehabisan nafas,Jason pun baru melepaskan ciuman itu, membiarkan gadis itu untuk bernafas.
Lily yang kemudian mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri, segera keluar dari mobil dan segera berlari masuk ke dalam rumahnya.
Jason hanya menatap kepergiannya, kemudian segera melajukan mobilnya untuk pergi dari tempat itu.
Lily yang mengintip dari balik jendela merasa lega, saat mobil yang dikendarai Jason sudah meninggalkan tempat. Lily memegang dadanya, dan merasakan jantungnya berdegup dengan kencang.
"Ada apa denganku? Jangan Lily, jangan pernah menyukai laki-laki itu. Karena dia bukan lawanmu, dia juga sepertinya menyukai adik Tuan Muda, gadis cantik yang waktu itu, dan dia bukan sainganmu," kata Lily pada dirinya sendiri, membatasi perasaannya agar tidak jatuh cinta pada pria yang jelas terlihat menyukai gadis lain.
Sedangkan Jason yang melajukan mobil pergi dari tempat Lily, menepikan mobil dan kemudian menghentikannya di pinggir jalan. Dia membentur-benturkan kepalanya pada setir mobil, merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya yang tiba-tiba mencium gadis aneh itu.