Kaisar Pratama, pemuda tampan yang disukai banyak wanita. Anak bungsu dari pasangan pengusaha Andi Pratama dan Wina Pratama. Di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun seorang Kaisar sudah menjabat sebagai Manager keuangan di salah satu Bank swasta terbesar yang ada di Indonesia.
Kaisar Pratama sudah di kenal banyak orang sebagai pemuda dingin tingkat tinggi.
Yasika, gadis sederhana berparas cantik, pintar dan sedikit pendiam. Melanjutkan pendidikan terakhir nya di salah satu Universitas yang berada di Jakarta. Menjadi seorang pengacara adalah cita-citanya.
Yasika pernah bertunangan
dengan seorang laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
Anne Putri, gadis cantik, tinggi, dan juga pintar. Menjadi seorang Dokter adalah impiannya sejak kecil. Anne dan Kaisar pernah menjalin hubungan selama lima tahun lamanya.
Dan hubungan mereka harus berakhir ketika Anne memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri kangguru.
Bagaimana kisah asmara antara mereka bertiga?
Siapakah diantara kedua gadis itu yang akan mendapatkan hati seorang Kaisar?
Yasika, gadis sederhana berparas cantik dan sedikit pendiam.
Atau Anne Putri, yang merupakan mantan terindahnya.
yu ikuti terus kelanjutanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08.Apa yang aku pikirkan?
yeyyy.....aku balik lagi nih.
happy readyng ya..
*****
Yasika sedang melamun dengan menangkup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan. Saat ini gadis itu sedang beristirahat di sebuah kantin perusahaan tempatnya bekerja.
Ya, hari ini adalah hari dimana Yasika dan Ica kembali lagi bekerja, setelah dua hari yang lalu mereka libur.
Rasa lelah dan ngantuk pun ia rasakan sekarang. Bagaimana tidak, semalam hampir dini hari ia baru saja pulang dari klub malam itu. Apalagi dengan membantu kedua sahabatnya yang mabuk. Membuat Yasika menjadi kesal karena kelakuan mereka. Malam itu, hanya Yasika dan Kai yang tidak mabuk.
Yasika teringat kembali dengan kejadian tadi malam, seandainya saja waktu itu Kai tidak datang, mungkin laki-laki hidung belang itu sudah berbuat macam-macam kepadanya.
Ah .. gadis itu tersenyum sendiri. Saat mengingat bagaimana seorang Kaisar yang dingin dan tidak banyak bicara itu masih peduli padanya. Yasika masih merasakan sentuhan lembut di tangannya saat Kai, cowok itu menggenggam tangannya erat namun terasa lembut, seakan lelaki itu tidak ingin membiarkan wanitanya di dekati orang lain.
Wanitanya? mana mungkin?
Yasika pun ingat, ketika Kai mengajaknya untuk keluar dari klub malam itu. Cowok itu mengajak Yasika ke sebuah taman, yang lokasinya tidak jauh dari tempat hiburan malam itu.
"Minum," Ia menyodorkan botol minuman dingin itu kepada Yasika.
"Makasih, Kak.?" Ucap Yasika lembut.
Dan Kai pun duduk di sebelah gadis itu. Kai pun meminum minuman yang sempat ia beli tadi. Dan keheningan kembali menyelimuti mereka sesaat sebelum Yasika membuka suara kembali.
"Kak, apa kita masih lama disini?"
Kai menoleh lalu berkata. "Entahlah "
Dan saat itu juga Yasika diam, ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Karena sikap Kai yang dingin membuatnya tidak berani bersuara lagi.
Kai merasa ada sedikit kecanggungan di antara mereka berdua. Tapi ia bisa menyembunyikan itu. Berbeda dengan Yasika yang sedikit kelihatan gugup, ia meremas ujung kain berlapis itu. Kai pun bisa melihatnya.
"Mau pulang sekarang?" Suara serak itu membuyarkan lamunan Yasika.
"Yah.." Yasika sedikit terkejut, dengan segera berkata lagi. "Emm ... maaf Kak, kayaknya aku mau nungguin mereka." Gadis itu berujar gugup.
Kai menatap lurus ke arah Yasika, ia menatap lekat wajah Yasika yang saat itu terlihat gugup dengan wajah merah merona. Dan hal Itu membuat Kai semakin merasa aneh di buatnnya. Kenapa dengan gadis ini? Kenapa dia bisa semanis itu? di saat sedang gugupun ia terlihat sangat cantik.
Yasika yang merasa sedang diperhatikan, dengan memberanikan diri ia menatap Kai sekarang. Mereka saling menatap dalam diam, saling beradu pandangan dalam waktu yang cukup lama. Ini adalah kali kedua mereka bisa saling menatap dengan jarak yang begitu dekat. Ada kekaguman tersendiri yang mereka rasakan ketika kedua mata itu saling melempar tatapan. Entah apa itu? Yang jelas, kini keduanya saling mengagumi satu sama lain.
Bagi Kai, yang ia rasakan saat ini adalah perasaan yang sama ketika ia bersama dengan mantan kekasihnya dulu. Kai mengingat, bagaimana ia dulu selalu menatap wajah cantik kekasihnya itu dengan inten. Ada rasa tenang yang ia rasakan dalam hatinya, ketika bisa menatap wajah sang mantan kekasih waktu itu. Dan kini perasaan itu datang lagi, ketika ia menatap wajah cantik seorang gadis yang sekarang sedang duduk bersamanya.
Kai tidak bisa membohongi dirinya sendiri untuk tidak mengagumi sosok wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini. Ia menatap matanya, turun ke hidung, dan terakhir tatapan matanya itu tertuju pada bibir ranum gadis itu.
Ya Tuhan .. Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku bisa mesum dan berpikir sejauh itu?
Dengan sangat berat Kai menarik napas dan membuangnya ke sembarang arah. Ia sadar dengan pikiranya itu. Lantas, buru-buru memalingkan wajahnya saat itu juga.
Sedangkan Yasika, gadis itu langsung menundukan wajahnya ke bawah saat tatapan mereka berakhir. Gadis itu merasa malu dengan apa yang baru saja terjadi.
Ya ampun .. apa-apaan aku ini,?
"Hey .. ngapain sih lo bengong? bukannya makan?" tegur Ica pada temannya itu.
Yasika sadar, lalu menyengir kaku.
"Apaan sih? siapa yang bengong?"
"Lo pikir gue gak bisa lihat apa? daritadi lo itu diem terus, bukannya lo, lapar kan?" Ica kembali menyahut karena merasa kesal dengan Yasika yang hanya diam melamun. "Mikirin apaan sih lo?"
"Aku gak mikirin apa-apa kok" jawab Yasika tenang.
"O .. iya? Ngomong-ngomong, semalam lo pergi kemana sih ma Kai?"
"Hah? apa? Yasika sedikit terkejut dengan pertanyaan Ica. "Aku gak kemana mana kok."
"O .. gue kira lo pergi kencan, berdua?" Ica tersenyum girang.
"Kencan apaan sih? aku cuma duduk di taman aja. Sembari nungguin kalian, tau." jawab Yasika ketus.
"Sorry deh gue jadi ngerepotin lo, gak tau kenapa ya, kok gue bisa mabuk? apa gue mabuk parah, Yas,?" tanya Ica antusias.
Yasika menoleh, sedikit berpikir sebentar. "Ya gitu deh, aku tuh gak nyangka ya kamu bisa minum sebanyak itu, kamu dan Novi itu sama sama mabuk,?"
Ica yang mendengar pun merasa malu, lalu tersenyum kikuk. "Gue juga gak tahu, mungkin .. gue merasa senang aja, Yas,?"
"Kenapa sih, gak bisa ya berhenti minum?"
"Ya kan, gue juga jarang Yas. Cuman kemarin malam aja. Pantesan kepala gue pusing banget ya?emang kita pulang jam berapa sih, Yas.?"
"Jam 2 pagi." Yasika kembali menjawab.
Mereka asik bercerita dan makan. Tanpa terasa jam istirahat pun sudah habis. Mereka melanjutkan pekerjaannya lagi. Dimana Yasika dan Ica, sama-sama bekerja sebagai seorang kasir di Mall tersebut.
"Yasika, apa kamu lembur hari ini?" tanya pak Dimas, sang suvervisor itu.
"Eh .. ya ampun Bapak, bikin kaget aja." Yasika mengelus dada sambil tersenyum.
Pak Dimas pun tertawa, "Maaf ya, jadi bikin kamu kaget?"
"Gak apa kok Pak." Jawab Yasika santai. "Aku nanti pulang sore kok, memangnya kenapa ya, Pak?"
"O .. gak apa apa, saya kira nanti kamu pulang malam?"
Yasika mengerutkan dahinya "Emangnya, kenapa gitu Pak,?"
Pak Dimas diam sesaat, dan menjawab. "Ya aku mau nganterin kamu pulang aja kok."
Yasika tersenyum " O .. makasih Pak, bisa lain kali."
Yasika yang memakai seragam kerjanya dan rambut yang di gelung sempurna membuat ia semakin kelihatan cantik. Banyak karyawan lain yang juga mengagumi kecantikan gadis itu. Semua orang menyukainya. Selain berwajah cantik, Yasika juga selalu bersikap ramah terhadap siapapun. Dalam bekerja, Yasika juga orang yang telaten dan bertanggung jawab. Meskipun masa kerjanya hanya sebatas selingan belaka, karena kuliahnya sedang libur semester.
Waktunya pulang, dan Yasika pun bergegas untuk segera pulang. Ia ingin segera sampai kerumah kostnya karena merasa sudah sangat lelah hari ini. Ia menemui Ica terlebih dahulu sebelum pulang.
Saat Yasika sedang berdiri di tepi jalan hendak menunggu angkutan umum atau taksi online. Tiba-tiba saja sebuah motor berhenti tepat di depannya. Gadis itu mengernyit bingung, merasa tidak aneh dengan pemilik motor tersebut.
"Ayo naik." ajak lelaki itu.
Yasika diam, gadis itu sama sekali tidak mengenal orang itu. Apalagi orang yang ia yakini lelaki itu sedang mengenakan helm.
Merasa gadis itu diam saja, akhirnya lelaki itu pun membuka helm yang sedari tadi melekat di kepalanya.
Gadis itu terkejut saat tahu siapa orang itu. "Kak .. Kai?"
"Ayo, naik?"
Yasika lalu tersenyum manis. Membuat Kai jadi salah tingkah sendiri. "Kebetulan Aku lewat sini, dan ngelihat kamu lagi nunggu kendaraan. Makanya aku berhenti."
Yasika hanya diam tidak menjawab apa yang di katakan Kai barusan. Dan waktu itu cuaca terlihat begitu mendung. sepertinya akan turun hujan. Dengan segera Kai membuka suaranya lagi.
"Ayo buruan, keburu turun hujan,?" ajak Kai kembali. Ia naik dan menggunakan helmya. Kai juga menyodorkan helm cadangan yang ia bawa untuk di pakai Yasika.
Yasika mengambil helm itu dan segera memakainya. Yasika pun naik sebelum motor itu melaju di jalanan ibu kota.
Kai mengendarai motornya itu dengan kecepatan sedang. Yasika yang duduk di belakangnya itu hanya diam sambil melihat pemandangan jalan. Dan tak terkira, akhirnya hujan pun turun lumayan deras. Membuat Kai dan Yasika kehujanan. "Apa sebaiknya kita berhenti dulu.?" tanya Kai menoleh ke belakang.
Yasika menjawab " Kita lanjutin aja, lagian udah tanggung basah kok."
Kai menganggukan kepalanya. Menancapkan gasnya lagi agar bisa segera sampai ke tempat yang di tuju.
Tapi di tengah jalan, Yasika merasa bingung saat Kai membawanya ke arah yang berbeda.
"Sebernya kita mau kemana?" tanya Yasika dengan suara keras karena takut tidak kedengaran.
Kai melirik sebentar, lalu menjawab. "Ikut aku dulu."
Ikut? ikut kemana? memangnya dia mau ngajak aku kemana sih?
...****************...
kemana ya kira kira Kai mengajak Yasika??heemmmm jadi penasaran kan?
...****************...
terima kasih untuk semuanya yang sudah membaca cerita aku ini.
jangan lupa beri dukungan ya.??
dengan Like,Komentar,dan Vote poin buat aku.
terus jadiin ini cerita favorit kalian Ya..🤗