NovelToon NovelToon
A SECRET AFFAIR

A SECRET AFFAIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Mafia / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Selingkuh
Popularitas:113.8k
Nilai: 5
Nama Author: Club Destroy

NOVEL DEWASA 21+ TIDAK SUKA CUKUP SKIP!!!

A SECRET AFFAIR

Ben Antonio Haghwer 28 tahun. Pria tampan yang juga penguasa dunia bisnis ia memiliki sifat dingin serta kejam namun hatinya tiba-tiba hangat ketika cinta datang menyapa.

Namun cintanya ternyata jatuh pada sang kekasih kecilnya Daisy yang telah lama menghilang.

Daisy telah di jual untuk melunasi hutang orang yang bahkan tidak memiliki ikatan keluarga dengannya.

Di lain sisi pernikahan Daisy tidak pernah bahagia, karena ia tak pernah menginginkannya.

Dan benih-benih perselingkuhan pun terjadi.

Siapa kah yang akan berselingkuh? Silahkan cari tahu jawabannya di kisah berikut ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Club Destroy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

Mereka adalah pebisnis profesional namun tatapan Ben tidak pernah lepas dari tangan Dereck yang selalu menciumi tangan mungil yang putih milik Daisy.

"Aku setuju dengan semuanya, Mark Waldorf tidak pernah mengecewakanku, dan ku rasa ayahmu sudah memberitahumu bagaimana caranya memuaskanku, karena standar kepuasanku pada suatu bisnis kerjasama sangat tinggi." Kata Ben menatap Dereck dengan sedikit menegang.

"Apa hubungan kalian dulu? Dari caramu melihatku, tidak mungkin jika kalian hanya berteman. Apakah dulu kau pernah mencintai istriku?" Ejek Dereck.

"Itu bukan urusanmu."

"Karena kau selalu menatap istriku, dan kau menahan amarahmu ketika aku mencium tangan ini." Kata Dereck sembari mencium tangan Daisy lagi.

"Urusan kita sudah selesai, dan aku akan segera kembali ke Negara K."

"Begitu pun aku." Kata Dereck.

Traver kemudian membereskan dokumen-dokumen begitu pula Casey.

Ben berjalan dengan kesal menuju kamarnya dan membuka pintu nya dengan sangat kasar.

"Tuan..." Sahut Traver.

Saat itu ada petugas kebersihan yang sedang masuk shift malam dan membersihkan kamar milik Ben karena, sebelumnya Traver meminta layanan tersebut, dan petugas wanita itu terkejut melihat betapa tampan pemilik kamar yang baru ia bersihkan.

"Pergilah Traver, berjaga di luar." Kata Ben sembari melihat petugas kamar tersebut.

Ben mendekati wanita itu yang sedang berjongkok membersihkan sofa dan melihat name tag yang ada di seragamnya.

"Ansell." Panggil Ben sembari meraih bibir Ansell dan membelai seluruh bibir Ansell dengan ibu jarinya.

Ansell menutup mata dan dan menikmati itu ketika tangan kekar milik Ben pun membelai leher jenjang Ansell.

Dengan tangan yang lain, Ben membuka ikat pinggangnya dengan tangan kekarnya, kemudian membuka risleting celananya lalu mendorongnya pada mulut Ansell.

Penuh kekesalan, emosi dan sangat marah ketika Ben mengingat bagaimana tangan milik Daisy di sentuh dan di ciumi oleh Dereck.

"Fvck!" Kata Ben menutup matanya rapat, ia juga merapatkan rahangnya dan mencengkram rambut Ansell. Otot-ototnya terlihat, garis rahangnya begitu kuat dan sempurna.

Ansell yang memandangi pria tampan dari bawah perut Ben begitu terpesona.

Kemudian Ben membayangkan wajah Daisy, senyuman itu, leher jenjang itu, dan suara lembut milik Daisy.

"Aarrghh!!!" Ben akhirnya menggeram dalam pelepasannya, setelah cukup lama ia melampiaskan pada Ansell.

Ben mencengkram rambut Ansell dan menumpahkan semuanya di mulut Ansell.

Dada Ben naik turun karena nafasnya yang memburu.

"Pergilah, kau akan mendapatkan uangmu." Kata Ben merapikan celananya dan duduk di sofa merentangkan tangan dengan dada yang masih naik dan turun.

Ansell mengesot dan memeluk kaki Ben.

"Anda bisa menghubungi saya lagi tuan, jika anda menginginkan sesuatu yang lain." Kata Ansell memeluk dan membelai kaki milik Ben.

"Sayangnya aku tidak tertarik dengan hubungan badan. Traver akan memberimu perjanjian, bahwa kau harus menutup mulut mu."

"Saya tidak akan berbicara pada siapapun, dan saya akan meninggalkan nomor ponsel saya." Kata Ansell merayu dan berlalu pergi.

"Awalnya aku kesal karena hari liburku terganggu, manager menyuruhku datang bekerja malam, tapi setelah melihat pemilik kamar ternyata seorang pebisnis kaya dan pria kuat apalagi tampan aku seperti kendapatkan jackpot."

Ansell kemudian menemui Traver dan menandatangani perjanjian-perjanjian tertentu, kemudian ia mendapatkan cek dengan uang yang cukup fantastik.

"Tuan hubungi saya lagi, anda sudah menyimpan nomor saya bukan?" Kata Ansell merayu.

Traver hanya menunduk pelan dan pergi sembari membawa dokumennya, meninggalkan Ansell yang masih duduk di ruangan meeting dengan mengibas-ngibaskan cek nya.

...*****...

Hingga pagi menjelang, sinar matahari pun menyembul sempurna. Ben sedang menikmati jogging paginya di taman hotel.

Pria tampan itu menjadi pusat perhatian, semua wanita berteriak dan berharap bisa berkenalan.

Sedangkan Ansell kini lebih senang bekerja hanya agar ia bisa bertemu dengan pria tampan yang ia layani malam itu.

Ben menyelesaikan putaran joggingnya dan kemudian masuk ke dalam hotel kembali.

Ben jauh lebih senang jika joggingnya di lakukan di luar dan menikmati sinar matahari pagi di bandingkan memakai treadmill di dalam ruangan gym.

Saat menuju kamarnya, ia berpapasan dengan Daisy, saat itu Daisy hanya berdiri dan menunggu Casey yang sedang melakukan rapat dadakan di dalam ruangan.

Ben berjalan mendekat, Daisy melihat pria tampan itu di penuhi keringat dengan pakaian casual yang menambah seksi tubuh Ben.

Tak di sangka Ben meraih lengan Daisy dan mengajaknya pergi.

"Ben... Apa yang kau lakukan." Bisik Daisy sembari terseok melangkah.

Ben hanya diam dan kemudian menekan lift untuk naik.

Traver masih menunggu di luar pintu lift dan membiarkan lift itu naik.

Setelah pintu lift di tutup Ben sedikit mendorong Daisy hingga punggung gadis itu menyentuh dinding lift.

"Ikut denganku sebentar." Kata Ben mendekatkan wajahnya.

"Tapi, Nona Casey akan mencariku."

"Traver akan mengurusnya."

Kemudian Ben membuka kamar mewah nya dan menarik Daisy masuk ke dalam, kemudian Ben menutup pintunya dan mendorong Daisy hingga punggung kecilnya menyentuh pintu.

"Apa kau..." Ben tak melanjutkan kalimatnya.

Pria itu hanya menatap mata Daisy.

"Apa maksudmu Ben." Tanya Daisy.

"Apa kau dan Dereck... Sudah..."

Ben masih tidak bisa melanjutkan kalimatnya.

"Setelah pernikahanku dengan Dereck, ia hanya menciumku sekali di bibirku, lalu mencium tanganku saat di depanmu, selebihnya tidak ada yang terjadi." Kata Daisy.

Ben bernafas lega, ia menyangga tubuhnya memakai tangan kekarnya di pintu.

"Aku senang melihatmu dan bertemu denganmu lagi." Kata Ben.

"Aku juga."

"Daisy, mari kita pergi bersama."

Daisy hanya diam.

"Apa kau tidak mau pergi dengan ku?" Tanya Ben menatap Daisy yang menunduk.

"Aku... Tidak tahu. Aku sudah menikah Ben."

"Pernikahan itu palsu, kau akan lihat saat Dereck mengajakmu ke Negara K, bahkan kalian tidak saling mengenal saat menikah."

"Kau tahu?" Tanya Daisy terkejut dan menatap mata tajam milik Ben.

Ben mengangguk.

"Ikutlah denganku." Kata Ben lagi.

"Aku..."

"Daisy, aku akan menunggumu di bandara pribadiku, seorang sopir akan menunggumu di bawah, lalu akan mengantarmu padaku." Sahut Ben.

"Aku... Aku tidak tahu Ben... Aku harus pergi, aku takut Dereck atau Casey memergoki kita."

"Lalu?"

"Apa kau tidak takut?" Tanya Daisy dengan tegang.

"Tidak ada seorang pun di dunia ini yang membuatku takut."

Ben mendekatkan wajahnya pada Daisy, dadanya kian bergemuruh, ia sangat haus akan kerinduannya pada Daisy yang telah lama hilang.

Wajah cantik itu membuat Ben terhanyut dan mencondongkan tubuh besarnya pada tubuh kecil Daisy. Semakin dekat dan semakin bersentuhan dengan tubuh gadis itu, dan kemudian aaling menekan.

Ben mencium leher jenjang Daisy, dan gadis itu menutup matanya.

"Apa kau mengingat janji kita sewaktu masih tidur di jalanan?" Bisik Ben sembari naik dan turun menelusuri leher Daisy.

"Yahhh... Aku mengingatnya." Kata Daisy pelan hingga terdengar sangat lembut. Dada gadis itu naik san turun begitu cepat.

Ben kemudian mengarahkan bibirnya pada bibir Daisy dan hampir bersentuhan.

"Aku bilang padamu, jika kita dewasa, kau adalah gadis yang akan ku nikahi." Kata Ben mendekatkan bibirnya pada bibir Daisy.

"Dan aku menjawab iyaaa..." Kata Daisy melenguhkan nafasnya panasnya.

"Apa kau merasakannya sekarang? Kita bahkan sangat kesepian. Setelah sekian lama, aku menemukanmu, dan aku tidak bisa menyentuhmu, karena kau terikat sumpah dengan pria lain." Kata Ben mengepalkan tangannya yang ada di pintu.

"Maafkan aku Ben... Kau pasti tahu apa yang telah menimpaku." Kata Daisy pelan di depan bibir Ben dan menelan ludahnya.

Nafas mereka saling memburu, saling beradu, dan bibir mereka hampir saling bersentuhan, hidung mereka sudah saling menempel.

bersambung

1
Inyhhlstryyy
Bang Derek aku bang😂😂
Baya Azka
ko' blm ada upnya lg thor💪🌷🌷🌷🌷☕
Kecanduan Baca Novel
ini kapan upnya thor😢😢😢
Kecanduan Baca Novel
Gila gak tuh, istrinya banyak banget...

bpanya Dereck ngamuk😄😄😄
Kecanduan Baca Novel
Aduh
Kecanduan Baca Novel
next up
Kecanduan Baca Novel
Ya
Kecanduan Baca Novel
Ibu sama anak, sama gilanya...😏
Kecanduan Baca Novel
mampir
Anita12
ben mau menyatukan rebecca dg dereck. asal daisy bisa brsama ben. SEMOGA SEMOGA SEMOGA aamiin
PutuDiah
lanjutkan
Azahraazura
lanjud dong
fahruri
lnjut
GLDG
up
mom nonon
gak d lnjut ni ?
Ali Ghani
gas
dahlia Mehdavi
uup
maharita
waahh dereck
tiaramonic
ada bau bau udang di balik bakwan
Anis R
Dereck ada maksud terselebung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!