NovelToon NovelToon
Endless

Endless

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Marisa Canon

Andrea Pricillia, gadis berusia 22 tahun. Dia di tipu oleh kekasihnya sendiri dan terjebak dengan sejumlah hutang yang sama sekali tidak dia lakukan. Untuk bisa melunasi semua hitang itu, Andrea harus menjadi pelayan dan mengabdikan diri pada pria yang menjadi tuannya.

Malvin, pria yang di juluki dewa kematian itu adalah pimpinan klan paleng berbahaya di Italia.
Dengan dendam masa lalu, hatinya hanya di isi dengan kekejaman dan penyiksaan.

Sayangnya, wanita yang dia pikir adalah penyebab kematian adiknya malah membuat dia jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marisa Canon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

"Kenapa Mansion begitu sepi Garilla?" Mata Andrea melihat sekeliling, tidak ada satu pun orang yang dia lihat selain Garilla. "Ke mana yang lain."

Garila mendesah pelan. "Sejak kejadian tadi pagi, orang-orang lebih suka berdiam diri di kamar setelah pekerjaan mereka selesai. Aku pun akan melakukan hal yang sama setelah membersihkan semua ini."

"Apa makanan itu akan di buang?" Mata Andrea menatap 3 piring makanan yang tadi susah payah di buatkan Garilla untuk Arsula.

"Tidak, kita berdua akan menghabiskannya."

"Apa Signore tidak melarang para pelayan seperti kita untuk memakan makanan seenak ini."

Garilla menggeleng. "Dia bahkan tidak peduli makanan ini kita apakan. Dari pada membuangnya, lebih baik kita habiskan bukan."

"Apa Nona Arsula tidak marah?"

"Jangan bertanya lagi Andrea, habiskan sarapanmu lalu lanjutkan pekarjaanmu. Setelah itu, berdiamlah di kamar jangan keluar selama Nona Arsula masih berada di Mansion, kau mengerti," ucapnya, lalu pergi begitu saja.

Andrea menghela napas, menyuapkan sesuap demi sesuap makanannya dengan banyak pertanyaan di benaknya. Entah apa yang sebenarnya terjadi di sini, tempat ini seakan mencekam jika wanita itu ada. Kini wanita berambut cokelar lurus itu terlarut dalam pikirannya, dia terhentak kaget saat terdengar suara seorang wanita yang tiba-tiba bertanya padanya.

"Apa kau pelayan baru di sini?"

Segera dia membalikan badan menghadap seseorang yang memakai seragam pelayan yang sama dengan dirinya berdiri di ambang pintu. "Sì."

"Jadi kau wanita yang di bicarakan orang-orang di sini dan juga yang sudah membuat majikanku marah."

Andrea menatap bingung. "Aku tidak tahu dengan hal itu," jawabnya kemudian melanjutkan aktivitas makannya.

Wanita dengan seragam pelayan itu tertawa hambar. Dia mendekat lalu menjambak Andrea seketika. "Kau tidak tahu sopan santun yah, harusnya kau menghormati orang yang lebih tua darimu."

"Aaakh." Andrea menjerit, mencoba melepaskan jambak-kan Sella dengan mendorong wanita itu.

"Sial! Kau berani melawanku."

"Maafkan aku, aku tidak sengaja."

"Kurang ajar!" Sella kembali medekat hendak memblasa. Namun, dengan cepat Andrea menahan agar tangan itu tidak mendorongnya.

"Aku datang ke sini untuk bekerja agar semua hutangku lunas. Aku tidak peduli dengan apa yang kalian lakukan. Jadi tolong jangan menggangguku."

"Ada apa ini?" Ucapan wanita separuh baya yang baru saja datang itu terhenti setelah melihat penampilan Andrea yang berantakan. "Apa yang terjadi padamu Andrea?"

"Dasar wanita sialan!"

"Hentikan Sella!" Garilla menahan Sella yang hendak menyerang Andrea. "Tuan Demetrio akan segara datang, jika dia melihat kalian seperti ini, kalian tahu bukan, apa yang akan terjadi nanti."

Sella mengibaskan tangan, dia menunjuk wajah tidak berdosa Andrea. "Kau akan membayar semua ini," teriaknya berapi-api lalu keluar dari sana.

"Kau tidak apa-apa Andrea?"

Andrea menggeleng, merapikan wajah dan rambutnya yang berantakan. "Garilla, kau baru saja menyebutkan Demetrio. Siapa dia?"

"Dia adalah tangan kanan tuan Malvin. Selama ini dia dis tidak ada karena mencari seseorang. Dia bertugas mengendalikan semua yang terjadi di Mansion ini, termasuk menertipkan pelayan-pelayan kasar itu."

Pikiran Andrea berkelana. "Siapa orang yang dia cari?"

"Sudah ku katakan padamu untuk berhenti bertanya. Cepat, kembali ke kamarmu dan istirahatlah. Waktumu hanya tiga puluh menit sebelum Tuan Demetrio tiba."

Andrea mengangguk tanda mengerti, kemudian berjalan menuju kamar untuk membersihkan kekacauan yang ada pada dirinya, dan membasuh wajahnya yang penuh keringat. Wanita berambut panjang itu mendesah, memegang jantungnya yang berdetak kencang. Saat ini dia benar-benar merindukan Peulba, merindukan Ayahnya.

"Tempat ini benar-benar mengerikan."

1
Marcella Lantang
happy ending...
Marcella Lantang
senangnya..mereka akhirnya bersatu
Marcella Lantang
Sedih ya Andrea harus pergi padahal dia sdh membuka hatinya utk Malvin.
Marcella Lantang
Malvin jahat banget sih...
Marcella Lantang
jahat banget ya si Malvin ini. tega sekali banting2 badannya Andrea
Marcella Lantang
waduhhh jangan2 perempuan yg Andrea bicarakan si Arsula....
Marcella Lantang
jahat ya Arsula itu. sebagai perempuan kayaq tdk punya hati👊👊👊
Marcella Lantang
ha...ha...ha...Arsula cemburu nich yè dgn Andrea. merasa Andrea sbg ancaman utk hubungannya dgn Malvin ya...🙈🙈🙈
Marcella Lantang
Andrea...kasihan ya. masa depannya hancur di usia mudanya.
Syafrida Yani
zigo
Dyah Oktina
hah... semester k 3 berarti dah 7bln an thor... wah dah besar dong...
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂.. iya lari sana...
Dyah Oktina
eh...dasar sepupu gemblong... minta d tembak ya
Dyah Oktina
Luar biasa
irda sembiring
singgah...aku
Adeena clarissa
Kecewa
Marisa Canon: kenapa?
total 1 replies
ACIMAKALA
bener" greget🥹😍😍😍
ACIMAKALA
wah wah😍😍😍
ACIMAKALA
ayii
ACIMAKALA
arsulaaa ulat keket eee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!