NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:299
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

"Ini sungguh aneh sekali kok tidak bisa di temukan sama sekali, kalian harus tetap mencarinya..." pinta Dimas terpotong.

"Siapa yang sedang kalian cari." potong seseorang yang baru saja datang.

Ya seseorang itu adalah Ardan baru saja datang langsung masuk dan duduk di sofa dekat Dimas duduk.

"Abang kemana saja semalam tidak pulang, membuatku sangat khawatir?" tanya Dimas.

"Ada sedikit insiden semalam jadi saya harus menyelesaikannya secepat mungkin." jawab Ardan.

"Kenapa tidak menghubungi kami Bang, kan kita bisa bantuin Abang." ucap Dimas.

"Sudahlah Dim! jangan di pikirkan lagi, oh iya kenapa kamu masih berada di Rumah apa tidak pergi ke Perusahaan?" sahut Ardan seraya bertanya.

"Ya karena tadi aku sedang khawatir dengan abang, jadi di tunda dulu ke Perusahaan nya." jawab Dimas.

"Terimakasih banyak karena kamu sudah mengkhawatirkan Abang, lebih baik kamu ke Perusahaan dulu nanti malam ada yang ingin Abang bicarakan denganmu." ucap Ardan.

"Baiklah Bang." sahut Dimas.

.

.

Satu Bulan Kemudian

Kini tak terasa pernikahan antara Ardan dan Asyifa sudah satu bulan, meskipun satu Rumah tapi sekalipun tidak pernah tidur satu kamar yang sama.

Ya selama ini Ardan selalu pulang ke Rumah Asyifa meskipun di Rumah itu tidak ada keharmonisan sebagai Suami Istri tapi Ardan selalu ke Rumah Asyifa ketika pulang kerja.

Di saat pernikahan di tiga minggu perasaan Asyifa sudah mulai tumbuh di hatinya untuk Ardan sang Suami, karena kasih Sayang serta perhatian Ardan yang sangat dengan telaten saat merawat dirinya ketika sedang sakit.

Kini Asyifa pun sudah sembuh dari sakitnya dan sedang duduk berdua bersama Ardan Suaminya, ya karena Ardan ada yang ingin di bicarakan dengan serius.

"Sekarang kita sudah satu bulan menjadi pasangan Suami Istri, aku ingin kamu memilih antara dua amplop yang ada di depan kamu." pinta Ardan.

"Aku harus memilih nih, tapi sebelum memilih tolong jelaskan dulu, apa artinya kedua amplop ini." sahut Asyifa sambil kebingungan melihat dua amplop di depannya.

"Baiklah! apabila kamu menginginkan kita berpisah maka kamu pilih amplop yang ini dan serahkan padaku saat itu juga aku akan menandatanganinya, tapi jika kamu pilih amplop yang satunya lagi maka kamu ambil isi yang ada di amplop itu, jadi silahkan pilihlah dengan baik dan jangan memilih karena ada keterpaksaan dalam memilihnya." ucap Ardan sambil menjelaskan.

Asyifa pun melihat ke arah kedua amplop yang ada di depannya, hanya tersenyum tanpa menyentuhnya sama sekali sedangkan Ardan harap-harap cemas, karena sudah lebih dari tiga menit Asyifa hanya melihat ke arah kedua amplop tersebut, Ardan pun memilih untuk bersabar menunggu Asyifa memilih.

Akhirnya setelah menit ke sepuluh Asyifa pun memilih salah satu amplop dan membukanya tapi saat itu terjadi Ardan tidak melihatnya, karena Ardan memejamkan matanya dan rasanya tidak sanggup, kalau sampai Asyifa memilih amplop yang isinya surat perceraian.

"Ar apa maksud uang yang ada di dalam amplop ini?" tanya Asyifa.

Ardan pun membuka mata saat mendengar suara Asyifa yang memanggilnya dan Ardan pun langsung tersenyum, karena melihat Asyifa sedang pegang amplop isinya uang.

"Hmm tidak ada maksud kok, itu uang gajiku dalam sebulan dan sekarang untuk kamu sebagai nafkah dariku dan maaf jika yang bisa ku kasih hanya segitu setiap bulannya." jawab Ardan.

"Apaan sih Ar!! bukan maksudku untuk merendahkan kamu, tadi aku hanya bingung saja kenapa isinya uang." ucap Asyifa.

"Jadi dengan kamu memilih amplop yang itu, berarti kamu sudah memiliki perasaan yang sama dengan yang aku rasakan." sahut Ardan.

Asyifa menjawab dengan senyuman di sertai menganggukan kepalanya saja, ardan pun tanpa bicara apapun lagi langsung mengangkat tubuh Asyifa istrinya untuk membawanya ke kamar dan Asyifa pun reflek melingkarkan tangannya ke leher Ardan suaminya.

Ketika sudah berada di dalam kamar Ardan pun merebahkan tubuh Asyifa dengan cara sangat perlahan ke ranjang tempat tidur sedangkan Ardan berjongkok di bawah ranjang sambil melihat Asyifa dengan intens.

"Eh Ar!!! kenapa kamu melihatku sampai seperti itu awww."

Ucap Asyifa sambil mengeluh kesakitan karena keningnya di sentil oleh Suaminya sendiri.

"Sekali lagi kamu hanya panggil nama sama Suamimu ini, maka kamu harus siap-siap menerima hukuman dariku Sayang." ancam Ardan.

"Iya tidak akan pernah terjadi lagi, tapi aku harus panggil kamu apa dong?" tanya Asyifa.

"Hmm panggil saja Hubby." jawab Ardan.

"Baiklah Ar...eh maksudku Hubby."

Sahut Asyifa sambil langsung menutup kening dengan tangannya serta merubah panggilannya seketika, karena melihat tangan Suaminya itu sudah bersiap untuk menyentil keningnya kembali, di saat Asyifa melihat Suaminya yang semakin mendekatkan ke arah bibirnya, Asyifa langsung menghentikan dengan jarinya.

"Hubby!! kita Sholat berjamaah dulu yuk, kan selama pernikahan ini Hubby belum sekali pun menjadi Imam Sholat ku." pinta Asyifa.

"Hmm baiklah hayoo." sahut Ardan.

Keduanya pun melangkah menuju ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu secara bergantian di dalam kamar mandi.

Kini keduanya sedang menjalankan Sholat Isya berjamaah berdua di dalam kamar, Asyifa sempat dalam sesaat tersentak di saat mendengar suara merdu dari Suaminya.

Setelah selesai dengan Sholatnya Ardan pun memutar tubuhnya menghadap ke Asyifa Istrinya yang ada di belakangnya sambil menyodorkan tangan kanannya, Asyifa sang Istri yang paham pun langsung menyambut serta mencium punggung tangan Suaminya sedangkan Ardan mencium kening Istrinya.

Tanpa terasa air mata Asyifa pun keluar dengan sendirinya tanpa di sadari oleh Asyifa sendiri, tapi Ardan yang melihat itu jadi panik dan khawatir dengan Istrinya.

"Ay kenapa kamu malah menangis?" tanya Ardan.

"Tidak ada apa-apa kok hubby...

Bersambung

          ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!