Follow medsos author 👇
FB Susinyasigit
IG Susin59
Biar tau jadwal updatenya
Pengkhianatan yang dilakukan Raka padanya. Menjadi berkah tersendiri untuk Aira. Dari situlah, ia benar-benar menemukan cinta sejatinya. Suraj, yang selama ini dia anggap perusuh, ternyata pria itulah yang mampu memberikan kebahagiaan untuknya.
Raka mengkhianatinya dengan ibu yang selama ini, ia anggap sebagai pahlawan. Ternyata mereka berdua adalah sepasang kekasih yang memanfaatkan dirinya sebagai tameng belaka.
Ungkapan cinta yang keluar dari mulut Raka. Ternyata hanya palsu, sebuah akting untuk menutupi perbuatan busuknya bersama Citra. Wanita yang merawatnya sejak kecil.
Setelah tahu, perselingkuhan mereka. Aira masih berbesar hati untuk bisa menerima Raka dengan syarat. Pria itu harus meninggalkan Citra. Dan pergi bersamanya dari rumah itu. Alih-alih mau menyelamatkan rumah tangganya. Aira justru dipermalukan di depan mereka berdua. Di saat itulah Suraj datang menawarkan kebahagiaan. Yang langsung disambut hangat oleh Aira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Nya Sigit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dinginnya udara puncak
Area berbahaya. hanya untuk dibaca orang dewasa. Bocil di larang mampir.
Bijaklah dalam memilih bacaan
Udara dingin puncak di Bogor, menjadikan tempat ternyaman untuk kedua pasangan mesum yang sekarang masih terbaring di ranjang. Selimut tebal tak cukup menghangat tubuh mereka yang sudah sama-sama polos.
Begitu sampai di tempat itu. Citra langsung mengajak bercinta berondong kesayangannya. Mereka melakukannya beberapa ronde.
"Kamu memang luar biasa sayang. Aku sampai kualahan ngimbangin kamu," puji Citra, mengecup sekilas bibir Raka.
"Iya, dong sayang. Kalau aku nggak hebat. Mana mungkin kamu tergila-gila padaku." Raka menggoda Citra. pria itu menekuk tubuh Citra dengan sangat erat.
"Aku nggak mau, kalau kamu sampai berpaling dariku." Citra memainkan tangannya di bidang dada pria itu. "Aku nggak akan bisa memaafkan kamu. Dan akan aku pastikan, kamu menyesal telah mengenalku." Citra bicara dengan nada mengancam.
"Mana mungkin, aku menyia-nyiakan tambang emas yang ada di depan mata." Raka bergumam dalam hati. Pria itu sama liciknya dengan lelaki yang lebih dulu mengenal Citra.
"Aku mencintaimu," ucap Citra mengecup sekilas bibir Raka.
"Jangan memancingku, sayang." Tak tinggal diam, Raka langsung menyambar bibir Citra dengan rakusnya mel**at, me***sap bibir itu hingga, ke dalam rongga mulutnya. Menciptakan rengkuhan nikmat dari wanita itu.
"Stop, sayang." Aira mendorong tubuh Raka. "Simpan tenagamu untuk nanti, malam."Citra menolaknya kali ini. Dia sudah tak punya tenaga, untuk melayani berondonya. Entah sudah berapa kali, mereka sampai ke pelepasan.
"Kamu yakin, sayang?" Raka masih menggodanya. Dengan tangan yang masih gentayangan di gunung kembar milik wanita itu. Berharap, Citra berubah pikiran.
"Plis, sayang. Aku lelah. Lebih baik, kamu mandi duluan. Setelah itu, kita cari makan."
Menurut, apa yang diinginkan oleh Citra. Raka beranjak dari ranjang. Menuju ke kamar mandi. Tak lama, ia mendengar gemercik air dari luar, menandakan hujan turun dari langit.
Tak ingin membuang kesempatan, Citra pun beranjak. Menyusul Raka di kamar mandi. Meminta pria itu untuk secepatnya menyelesaikan urusannya di sana.
"Sayang, cepetan. Aku mau ajak kamu ke suatu tempat." Citra, melirik sekilas tubuh Raka yang nampak polos.
"Mau kemana?" Raka bertanya.
"Aku pesen sama penjaga villa ini untuk membuatkan wedang jahe. Nanti sekalian kita, menemui temen mami yang kebetulan ada di tempat ini."
Citra menyambar piyama mandinya. Wanita itu hanya membersihkan di beberapa bagian tubuhnya. Setelah itu memakai pakaian itu, menunggu Raka di luar.
"Apa kamu sudah siap, sayang?" tanya Raka memperhatikan tubuh Citra dari atas hingga ke bawah.
"ya," jawabnya singkat. "Ayo! Kita sudah di tunggu sama teman mami."
Raka menggandeng tangan Citra, layaknya sepasang kekasih menuju ke teras belakang. Tepat, di sana sudah ada beberapa orang wanita yang seumuran dengan Citra nampak bersenda gurau.
"Hai, apa kabar?" sapa Citra pada semuanya.
"Hai, Cit. Wah, tambah seger aja nih. Doyannya yang berondong sih!!" balas salah satu dari mereka, sambil mengejek Citra.
"Iya, dong. Emangnya kalian, doyan sama aki-aki." Citra mencibir wanita itu. Mengundang gelak dari semua. "Kenalin, ini Raka. Dia adalah berondong kesayangan aku." Citra mengenalkan Raka pada keempat temannya.
"Hai," sapa mereka genit. Mengedipkan matanya nakal.
"Ersa, Jangan macam-macam ya? Dia hanya milikku. Milikku." Citra menekankan kalimatnya. Mengklaim, bahwa Raka hanya miliknya seorang.
Hahaha.
Tanpa sepengetahuan Citra, salah satu dari temannya menyisipkan kartu nama di saku kemeja Raka. Setelah itu memberi kode, untuk segera menghubunginya.
ngk ad ending ny
jd gelandangn kn kamu
nth kpn sh surasd jmp ma Aira...
dteng kn mama ny sh aira
macem ngk ad brondong laen ja..