NovelToon NovelToon
(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Supernatural / Patahhati / Tamat
Popularitas:209.1k
Nilai: 5
Nama Author: dewi afrilianti

Seorang gadis bernama Dinda Astria, anak tunggal papa mamanya. Memiliki kekasih yang merupakan tetangganya sendiri. 5 tahun bersama ternyata tidak menjamin dirinya mengenal baik sikap sang kekasih. Lalu, apakah hubungan ini berlanjut ke tahap yang lebih serius?

🤔 kalian jangan lupa beri vote, like, dan komentarnya ya sebagai bentuk dukungan kalian untuk author yang sejak saat ini akan meluangkan waktu untuk selalu up agar tak membuat kalian kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi afrilianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Temenin Makan (2)

Setelah sampai ditempat makan nasi uduk yang mereka tuju, Ariel segera mengajak Dinda untuk turun.

"Yuk turun" kata Ariel saat hendak melepaskan sabuk pengaman atau seatbelt milik Dinda.

"I...iya" ucap Dinda yang kaget dengan perbuatan Ariel yang tiba-tiba ini.

Ariel sudah lebih dulu keluar dari mobil dan ia memutari mobilnya demi membukakan pintu untuk Dinda. Setelah Dinda turun dari mobil mereka langsung berjalan menuju tempat pemesanan nasi uduk yang tersedia di bagian paling depan warungnya. Dinda berjalan lebih dulu, sebab lebih mengerti bagaimana cara pesannya. Sedangkan Ariel hanya diam dan mengekori langkah Dinda.

"Mau makan disini atau bawa pulang?" tanya Dinda dengan memutar badan menatap Ariel saat hendak memesan nasi uduk pada pelayan.

"Makan disini aja, aku udah laper" jawab Ariel yang langsung menuju meja yang kosong yang berada di dekat sepasang kekasih yang masih belia kira-kira seumuran anak SMP.

Dinda yang sudah selesai memesan pun berjalan ke arah meja Ariel dan sempat melirik sekilas ke arah pasangan bocah SMP yang sepertinya sedang dimabuk asmara itu.

"Kamu yakin mau duduk disini?" Tanya Dinda setelah duduk tepat disamping Ariel dan posisinya menghadap langsung ke arah pasangan bocah tersebut.

"Emang kenapa?" tanya Ariel dengan memasang wajah yang keheranan terhadap pertanyaan Dinda.

"Kamu ga nyesek apa liat bocah kasmaran?" jawab Dinda dengan ekpresi datar sambil menggerakkan dagunya ke arah pasangan bocah tersebut. Untung saja mereka tidak sadar jika sedang dibicarakan, ya maklumlah... dunia terasa milik berdua, yang lain mah... Ngontrak.

"Hahaha, ngapain nyesek. Aku juga kan ada pasangannya" jawab Ariel sambil melirik-lirik Dinda dengan ekor matanya. Yang dilirik pun jadi salah tingkah dan langsung tertawa sambil mencubit-cubit pinggang Ariel.

"Ini mbak pesanannya" kata sang pelayan yang menyela perbincangan antara Dinda dan Ariel. Pelayan itu mengantarkan pesanan Dinda tadi. Ia membawa 1 gelas es teh manis, 1 gelas es jeruk, sepiring nasi serta lauk dan lalapan. Dan ia langsung menatanya di meja.

"Makasih, Mas" jawab Dinda sebelum pelayan itu pergi meninggalkan mejanya.

"Nih, dimakan. Katanya udah laper" ucap Dinda yang melihat Ariel justru asyik bermain handphone.

"Kok kamu cuma pesen 1 makanannya?"

"Aku udah makan tadi dirumah. Nih, buruan dimakan. Hp-nya taroh dulu" titah Dinda yang langsung disambut senyuman hangat dari Ariel.

"Iya iya, nih aku makan" jawab Ariel yang langsung meletakkan handphonenya di meja dan segera makan.

"Nih minumnya mau yang mana?" tawar Dinda.

"Aku es teh aja" jawab Ariel ditengah-tengah aktifitas makannya.

Dinda pun memindahkan gelas es teh yang ada dihadapannya ke sebelah piring Ariel dan dengan tenang menyeruput es jeruk miliknya. Karena tidak mau mengganggu Ariel yang sedang makan, Dinda pun mengeluarkan handphone dari sakunya dan hendak membuka whatsapp untuk sekedar melihat-lihat status whatsapp teman-temannya atau membalas chat yang belum sempat ia baca.

Ariel yang sedang makan sambil melihat ke arah pasangan bocah yang memang sedari tadi menarik perhatiannya lama-lama muak dengan kemesraan yang mereka pamerkan. Hati Ariel merasa dongkol, sebab ia benar-benar memperhatikan tingkah laku pasangan tersebut yang berbeda dari pasangan-pasangan lainnya yang juga sedang makan disana.

Mulai dari mereka yang suap-suapan, lalu saling icip-icip minuman, sampai ke lap-lap bibir.

Ih jadi pengen muntah, benak Ariel.

"Aku udah nih makannya, buruan pulang yok" titah Ariel yang membuat Dinda terperanjat.

"Kamu ga mau nurunin isi perut dulu?" tanya Dinda yang heran dengan sikap Ariel yang seperti sedang terburu-buru ingin pergi dari tempat itu.

"Duduknya dimobil aja. Kamu bayarin ya, ini dompet aku. Aku tunggu di mobil" ucap Ariel yang langsung bergegas menuju mobil.

Dinda yang diminta untuk membayar pun segera menemui sang penjual untuk membayar segala pesanannya dan setelah selesai membayar, Dinda segera menyusul Ariel di mobil.

"Kamu tuh kenapa sih? Aneh banget" sewot Dinda yang baru sampai ke mobil.

"Maaf yaa, aku tadi geli banget soalnya sama bocah tengil yang kita liatin tadi" ucap Ariel sambil membuka kaca mobil di sampingnya karena ingin menikmati udara malam yang dingin.

"Lagian kalo geli ya jangan diliatin" ketus Dinda sambil ikut membuka kaca mobil disampingnya.

Ariel memundurkan sedikit sandaran kursinya agar lebih nyaman duduk, karena kondisi perutnya yang penuh saat itu. Ariel berusaha tenang dan diam saja saat Dinda yang duduk disampingnya ikut juga memundurkan sandaran kursinya dan melihat ke arah luar mobil karena sepertinya masih kesal dengan tingkah Ariel yang aneh menurutnya.

15 menit mereka saling diam dengan pikiran masing-masing. Dinda memutar badannya hendak meletakkan dompet Ariel yang sedari tadi ia pegang ke arah kursi belakang. Namun gerakannya terhenti karena jarak wajahnya dan pipi kiri Ariel yang hanya 15 cm saja. Ariel melihat ke arah Dinda, Dinda pun tercekat. Mereka saling tatap beberapa saat lalu Dinda menyodorkan dompet ke dada Ariel tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

"Makasih ya udah nemenin aku malam ini" ucap Ariel memecah keheningan di antara mereka.

"Hm"

"Kok hm?" ucap Ariel

"Aku kapok nemenin kamu makan"

"Maaf yaa, aku serius deh geli banget kalo liat orang pacaran lebay gitu"

"Kamu juga pasti gitu kalo makan sama pacarnya" ketus Dinda

"Tau dari mana? Aku makan ya diam, ga kegatelan kaya pasangan cacing itu yeee" jawab Ariel dengan ekspresi yang menyebalkan di bagian "yee"nya.

"Ih tapi aku pengen punya pasangan yang kaya gitu" ucap Dinda dengan ekspresi imut, sengaja ia buat-buat agar memancing kejengkelan Ariel.

"Turun turun, cewek alay" ucap Ariel yang menggerakkan tangan seperti hendak mengusir Dinda disertai tawa renyahnya. Namun yang diusir justru ikut ngakak dan memukul-mukul bahu Ariel.

"Udah udah, rahang sama bahu sakit nih" ucap Ariel yang masih berusaha menghentikan tawanya perlahan-lahan.

"Ayo pulang, nanti Mama nyariin lho" ucap Dinda yang sadar bahwa mereka sudah cukup lama duduk-duduk di mobil.

"Kuylah" jawab Ariel cepat dan mulai menyalakan mesin serta Air Conditioner (AC) mobilnya. Tak lupa pula mereka memperbaiki posisi sandaran kursi mereka dan menutup kaca jendelanya.

Sesaat diperjalanan, Ariel kembali menggenggam tangan Dinda. Dinda yang senang akan hal itu, balik mengganggam tangan Ariel. Meski mereka tidak saling bicara, tapi sepertinya mereka saling tahu isi hati masing-masing.

Tak lama kemudian, mobil pun sampai di depan rumah Dinda. Dinda yang hendak membuka pintu mobil, namun dihentikan oleh Ariel yang tiba-tiba memegang bahunya.

"Din...da" ucap Ariel yang terdengar seperti gugup saat itu.

"Hm" ucap Dinda lembut dan menatap ke arah bola mata Ariel. Ia mendadak deg-degan. Karena terbayang adegan-adegan dalam film percintaan yang pernah ia tonton bersama teman-temannya. Bahwa biasanya di film-film, jika kondisinya hanya berdua seperti ini di dalam mobil lalu si pria akan bertutur kata manis merayu dan pasti ujungnya nanti sang pria akan berusaha mencium sang wanitanya.

Aaa jangan Tuhan. Jangan sekarang, aku belum siap. Lagian sama Ariel kan ga punya hubungan.

"Aku nyaman sama kamu" ucap Ariel yang kini posisi tubuhnya benar-benar sudah menghadap Dinda.

Dinda yang merasa bahwa akan terjadi sesuatu seperti dugaannya, ia hanya terdiam. Menunggu pergerakan-pergerakan Ariel selanjutnya. Dinda lupa, bahwa laki-laki yang saat ini bersamanya adalah laki-laki yang sulit di baca arah pikirannya.

"Besok mau berangkat bareng lagi ga?" tanya Ariel yang langsung mengubah arah pembicaraannya dan memutar tubuhnya kembali menghadap depan karena Dinda hanya diam terpaku tak merespon ungkapan perasaannya. Ia merasa sudah seperti ditolak perasaannya oleh Dinda.

"Maaf Riel, kamu berangkat duluan aja. Soalnya aku besok jadwal kuliahnya siang" ucap Dinda yang berusaha kembali menguasai dirinya.

"Kamu bukan lagi ngindarin aku kan?" tanya Ariel to the point untuk memastikan bahwa Dinda tidak sedang berusaha menghindarinya.

"Ngga, aku serius. Ga bohong kok. Buat apa juga aku ngindarin kamu. Toh minum dibayarin, hemat bensin pula kalo aku bareng kamu terus hehe" ucap Dinda untuk menjaga perasaan Ariel.

"Aku seneng dengernya. Tapi lain kali kalo kamu kuliah pagi, bareng aku aja ya" tawar Ariel setengah merayu agar Dinda tak sungkan menerima tawarannya.

"Iya iya. Nih kalo mau ngobrol lebih panjang mending kamu sekalian mampir aja kerumah aku" sindir Dinda yang menandakan ia sudah dalam mode "Dinda seperti biasanya".

"Mau, tapi ada yang ketinggalan" ucap Ariel panik.

"Apa?" tanya Dinda cepat-cepat.

"Rombongan keluarga" sahut Ariel sambil senyum-senyum ga jelas ke arah Dinda.

"Cie cie" ucap Dinda sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri.

Padahal seharusnya gak ada yang perlu di cie-cie-in. Kan yang cie-cie-in tuh biasanya orang lain, diluar dari yang menggombal dan di gombalin. Ah gimana sih ini.

Lalu mereka saling menertawakan tingkah konyol mereka masing-masing.

...-...

...-...

...-...

Kalian pernah dapet pacar yang aneh bin ajaib juga gak? Komen di bawah⬇⬇⬇🙄

1
Jhon Kuni Wong
/Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
nobita
begitu tulusnya Ariel mencintai Dinda
nobita
duhhh mereka yg pacaran kok aku yg mesem mesem sendiri sihh...
nobita
yang pastinya like per bab... like like like
nobita
aku mampir kak
Lala Al Fadholi
org awam aja klo sdh berurusan dgn kriminal pakai hukum...lah ini org hukum malah....
Lala Al Fadholi
ga masuk akal penculik kok d kasih imbalan
Lala Al Fadholi
org d culik kok jd berteman apalg mpe keguguran...ini yg culikmalaikat kali ya
Irda farahdiba
smangat menulis thor, kagum sm author yg menulis sampai 200 bab👍
Mamak_A
Semangat Thorr
keren bgt bisa nulis sampe 200an bab
aq mentok² 100an
itupun sekarang², 40bab rasanya mau ditamatin aja 🤣
Mamak_A
MaasyaaAllah 🥰
Mamak_A
Baru tau yg ini
Soalnya aq jg biasa promosi di kolom komentar novel orang 🙈
Fitri Mawaddah: la sama, dia komen katanya cuma cerita ini yg bagus terakhir dia baca😅
total 1 replies
Anna Nurhasanah
eh,typo..maksudnya nenek2..
Anna Nurhasanah
oke..siap lanjut baca kak othor. makasih udh menghibur nempel2 ini DG bacaan bagus yg gratis.. baarokallaahu fiik
Anna Nurhasanah
novelnya bagus kok,gak cm cinta2an mulu. Ditunggu karya selanjutnya ya..
Anna Nurhasanah
sy suka ceritanya,alurnya ngalir ky kejadian nyata...bahasanya mudah difahami
Oh Dewi
makasih...
Tri Wulandari
seru bnget ...
Oh Dewi
next aku bikin yaa😉
Tri Wulandari
ceritanya Ariel dnk gmna kabarnya sekarang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!