Novel ini sedang dalam editing typo ya guys.
icha adalah seorang pekerja yang gigih, dia melalui banyak hari yang sulit dalam hidup nya yang membuat dia tidak mau lagi dekat dengan lelaki. di lain sisi orang tua icha sangat lah kawatir dan meminta icha untuk segera menikah.
perjodohan pun terjadi antara icha dan adit. laki laki yang tidak pernah ia kenal. adit yang seorang dokter dengan kesibukan nya enggan mencari pasangan hidup hingga membuat orang tua nya juga kawatir.
tidak saling menatap saat pernikahan dan adit meninggalkan icha untuk tugas keluar jawa selama 3 bulan lamanya setelah prosesi akad nikah. apakah yang akan terjadi pada pernikahan mereka?? penasaran bukan bagaimana kisah pernikahan antara icha dan adit yang tidak saling mengenal hingga mereka akan bertemu kembali setelah 3 bulan. simak terus yaah gessss.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"Hai readers balik lagi ke novel ku. mkasih yah kalian yamg mau menyempatkan mampir di novel ini, agar author makin rajin upload boleh dong tekan like, beri komen dan rating yang baik buat author. Terimakasih yaaah"
"Kenapa bro wajah kok suram begitu" tanya bobi melihat sahabat nya terlihat begitu kesal.
"Biasa, karna anabel. Nggak tau lah pusing. Aku pulang dulu ya bro, kerja yang bener kamu jangan pacaran aja" kata adit sambil menepuk pundak rio dan berlalu pergi. Bobi merupakan makhluk yang suka ganti ganti wanita, 2 laki laki itu memiliki kepribadian yang berlawanan tentang wanita.
***
Hari kepulangan adit ke surabaya
Adit sudah sampai di juanda bersama rio dan bobi. Mereka menunggu icha yang menjemput adit dan teman teman nya. Sebenarnya icha sangat malas, namun ia merasa tidak enak dengan mertuanya kalau tidak menjemput adit dibandara.
"Istri mu sudah sampai dit?" Tanya rio
"Sudah katanya, eh kalian jangan kaget ya lihat anabel, dia jelek aku saja agak geli sebenarnya" kata adit menjelaskan seperti apa istrinya.
"Yaa disyukuri aja dit, kalau tidak mau buat aku tidak apa apa deh. Aku kan laki laki yang murah hati" bobi menyombongkan diri.
"Nah itu kayak nya anabel" kata adit lalu berjalan mendekati wanita itu diikuti rio dan bobi.
"Dari mana aja sih kamu" kata adit, gadis itu menoleh ke arah nya. Adit melihat gadis itu dengan wajah agak marah.
Rio dan bobi saling berbisik tentang icha.
"Bener ya kata adit, ini mah bukan seleraku yo" bobi berbisik kepada rio setelah melihat gadis itu, rio pun juga agak kaget dibuatnya.
"Maaf mas salah orang ya" kata gadis itu lalu meninggalkan adit dan 2 teman nya. Menurut adit gadis itu mirip wajah icha saat akad dulu. Namun ternyata itu bukan icha.
"Gimana sih kamu dit. Masak salah ngenalin wajah istri" seru rio sambil tertawa melihat ternyata teman nya salah. Adit mencoba menghubungi icha. Ia sibuk dengan ponsel nya.
"Maaf mas icha baru dari kamar mandi, binggung ya cari aku" kata icha yang tiba tiba muncul dibelakang adit. Lalu adit menoleh. Adit sangat kaget mendapati wanita cantik didepan nya, menggunakan blouse tunik bewarna pink perpaduan warna putih dengan jilbab bewarna senada. Icha nampak sangat cantik waktu itu, senyumnya manis sekali. Adit tidak berkedip memandang nya.
"Ini teman teman mas adit? Kenalin saya icha" icha menjabat tangan rio dan bobi. Yang disambut hangat oleh keduanya. Kedua teman adit terpana oleh icha.
"Sudah lama nunggu ya, maaf ya. langsung jalan Sekarang kah?" Icha memandang adit. Namun adit masih saja melamun.
"Mas adit" panggil icha sambil melambaikan tangan nya didepan wajah adit.
"Oh iya ayo langsung aja" kata adit sambil berjalan. Mereka mengikuti icha menuju mobil.
"Kamu tidak bawa supir cha?" Tanya rio
"Enggak. Aku sendiri. Yauda masuk yuk" kata icha sambil masuk ke kursi pengemudi.
"Dit masak istrimu kamu suruh nyetir" protes bobi saat icha masuk ke kursi pengemudi. adit sedari tadi banyak bengong karna masih tidak menyangka istrinya secantik itu. Lalu adit menghampiri icha dan menyuruh bergantian namun icha menolak.
"Aku saja tidak apa apa mas. Mas adit kan capek" kata icha. Lalu adit duduk di kursi penumpang disamping icha.
Di dalam mobil bobi dan rio saling berbisik dan tertawa kecil. Mereka tidak habis pikir kenapa adit bahkan tidak mengenali istrinya.
"Mas rio dan mas bobi turun dimana?" Tanya icha sopan, ia melirik kearah spion sehingga bisa melihat bobi dan rio.
"Perempatan depan itu cha, kontrakan ku sama bobi tidak jauh dari situ" kata rio
"Aku anter saja sampai depan kontrakan ya?" Pinta icha
"Wah tidak usah cha, pinggir jalan saja." Bobi dan rio ingin memberi ruang untuk adit dan icha. Icha menurunkan rio dan bobi sesuai dengan permintaan. Saat ini tinggal adit dan icha di dalam mobil itu.
"Aku sudah siapin makanan dirumah, jadi langsung pulang saja ya" adit hanya mengangguk.
"Tumben mas adit tidak ngomel ngomel. Apa dia sakit atau lelah" gumam icha dalam hati yang mendapati suaminya seperti patung.