NovelToon NovelToon
Night Flower

Night Flower

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Namanya Bunga, gadis remaja yang hidup bergelimang harta dengan apa yang dia dapatkan. Jika kalian mengira Bunga salah satu anak dari orang kaya raya atau pesohor di tanah air, maka itu salah besar. Bunga gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA dengan segudang cerita malamnya.


Cantik dan sexy itu yang tersemat jika kalian melihat seorang Bunga. Gadis yang selalu menjadi incaran teman-teman sekolahnya. Namun tidak satupun yang bisa dekat dengannya, Bunga teralalu cuek dan penutup. Sampai pada akhirnya Bian datang dan membawa sejuta cerita untuknya, merubah Bunga secara perlahan, namun ditengah-tengah hubungan mereka masalah cukup serius datang dan membuat keduanya sama-sama saling membenci namun masih menyimpan rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Adanya

Pagi hari ini Bunga berangkat lebih awal. Semalam bersama dengan Om Praja membuatnya bisa merasakan tidur malam dengan nyenyak. Om Praja hanya butuh Bunga di sisinya, beliau memperbolehkan Bunga untuk tidur, tentunya setelah mendapat service sepesial dari Bunga. Meski begitu Bunga sangat senang untuk tadi malam.

Baru berapa langkah ia memasuki kelas. Sudah disuguhkan dengan suara berisik dari Jian dan kedua temannya, Jian seakan tidak bisa tenang tanpa mengusik Bunga sehari saja.

"Eh...ada yang datang, gue berani taruhan setelah ini pasti dia molor," sindiri Jian melirik ke arah Bunga yang bersikap acuh.

"Yaiyalah Ji, kayak nggak tahu aja si putri tidur," timpal Nida ikut mengompori.

"Gue heran, kenapa namanya Bunga ya..cocokan juga si putri tidur," kali ini Sani ikut berkomentar.

"Mungkin orang tuanya berharap dia layaknya sebiah bunga yang mekar dengan indah, tapi you know lah kerjaannya tidur mulu." Jian semakin semangat membuat Bunga panas.

Bunga tetap acuh. Tetapi setiap kali ada yang menyangkut pautkan dengan orang tua. Jelas Bunga tidak akan terima, Bunga selalu sensitif setiap kali disangkut pautkan dengan orang tua.

Bunga menatap Jian remeh. "Gue heran anak pejabat mulutnya kayak sampah! kasian banget ya bokap nyokap lo.. anaknya nggak berpendidikan," balas Bunga tersenyum penuh kemenangan. Lalu pergi meninggalkan Jian yang sedang menggeram kesal.

"Bunga...dasar putri tidur lo, tidur aja selamanya nggak usah bangun!" teriak Jian penuh kekesalan.

"Udha Ji, kita biarin aja tuh anak ngebac*t, nanti kita beri dia pelajaran." Sani mencoba menenangkan Jian, tetapi masih dalam mode memanasi juga.

Bunga berniat menemui Deni dan Rasel di kelasnya. Hari ini Rasel sudah kembali ke sekolah. Om yang menyewanya hanya pergi 2 hari saja kemarin.

Tepat di depan pintu. Langkah Bunga terhenti, antara ingin masuk atau memanggil kedua temannya, atau mengurungka niatnya. Bunga melihat Bian bersama dengan teman-temannya sedang bernyanyi diiringi sebuah gitar yang Bian petik sendiri senarnya.

Semua yang berada di kelas sana larut dalam alunan musik gitar yang Bian bawakan. Jangan lupakan suara merdu Bian yang mampu menyihir setiap siswa yang mendengarnya. Termasuk kedua teman Bunga yang kini sedang menatap Bian kagum. Bahkan Deni sedari tadi terus melongo memperlihatkan wajah bodohnya.

"Lumayan," komentar Bunga setelah Bian dan teman-temannya selesai membawakan lagu tersebut.

Seyna yang melihat adanya Bunga di depan kelasnya sempat menatap Bunga heran. Sebelum akhirnya dia tersenyum paham, kedua teman Bunga memang berada di kelasnya.

Gadis itu langsung duduk tidak jauh dari Bian. Senyumnya terus terukir mendengar suara merdu dari seorang Bian. Semua kembali bertepuk tangan saat Bian dan teman-temannya berhasil membawakan lagu dengan sangat baik.

"Gila udah kaya di konser aja lo!" Oki menepuk pundak Bian.

"Sukses buat nanti malam Ian!" Roni menyemangati Bian.

Baru saja Bian akan kembali memetikan senar gitarnya. Suara dari Deni berhasil menghentikannya.

"Una!" panggil Deni melihat Bunga yang berdiri di depan kelasnya.

Bian menoleh ke arah Bunga, begitu juga dengan teman-teman Bian yang mendadak rusuh.

"Si sexy woy," riuh Oki.

"Sial, gue nggak tahu doi dari tadi di situ!" Andre langsung beranjak dari duduknya.

Dia paling gercep dalam hal ini.

"Halo Bunga," sapa Andre memperlihatkan senyum tampannya. Jurus jitu yang menurutnya akan meluluhkan hati si sexy yang terkenal cuek itu.

Dan benar saja... Kecuekan Bunga tidak membuat jurus yang ditujukan oleh Andre berhasil. Bunga hanya tersenyum menanggapi sapaan Andre tadi.

"Minggir deh yee," usir Deni membuat Andre mencebik. Mau tidak mau akhirnya dia mundur dar tempatnya.

"Bunga cantik deh," goda Andre sebelum benar-benar pergi.

"Ye juga ganteng," jawab Deni menoel dagu Andre.

Jelas saja Andre yang seratus persen normal langsung kabur dari hadapan Bunga. Dia tidak tahan digoda oleh mahluk setengah cewek setengah cowok itu. Jika itu jawaban dari Bunga, mungkin Andre akan syukuran untuk itu.

Gelak tawa terdengar dari seisi kelas. Teman-temannya mulai mengoloknya.

"Lo beraksi di waktu yang tidak tepat," komentar Oki.

"Dapetin Bunga itu harus pakai ilmu yang tinggi bro!" saran Roni.

"Bener...doi kan sepesial," ujar Oki membuat Andre mangangguk mengerti.

"Bosen gue di kelas," adu Bunga membuat Rasel dan Deni mengangguk.

"Pasti si hantu Jian nih bikin ulah," tebak Rasel yang hanya dijawab Bunga dengan mengangkat kedua bahunya.

"Ye kok tumben nggak tidur Na?" tanya Deni melihat Bunga tampak lebih segar.

"Panjang ceritanya," jawab Bunga, Rasel dan Deni kembali mengangguk. Mereka akhirnya memilih untuk ke kantin saja.

"Lo pulang kapan Sel?" tanya Bunga membuat Rasel tersenyum.

"Tadi malam, tahu nggak gue dapat apa dari si Om?" Rasel menampilkan wajah sumringahnya.

Sementara Bunga dan Deni menggeleng dengan wajah bodoh mereka.

"Apa sih? ye kok nggak cerita sama eike?" Deni mulai penasaran.

"Tada... iphon* 12 guys!" girang Rasel seraya memarkan ponsel baru miliknya.

Dapat ponsel mahal tentu saja dia merasa sangat senang.

"Waaahh.... sumpah demi apa ye? eike juga pengen, kesel deh sama Om-om yang udah b*longin eike nggak pada royal gitu!" keluh Deni membuat Bunga dan Rasel tertawa.

"Makanya..cepet oprasi lo biar si Om nggak setengah-setengah ngasihnya," ucap Bunga yang diangguki setuju oleh Rasel.

"Ini juga lagi ngumpulin duit, eike udah pengen tahu di ****ongin lewat depan," jelas Deni membuat Bunga dan Rasel kembali tertawa.

Istirahat pertama Bunga habiskan di taman belakang. Tadinya dia ingin tidur di kelas. Tetapi malas mendengar ocehan Jian dan teman-temannya yang selalu berusaha mencari keributan dengannya.

Bunga duduk di kursi bawah pohon yang beberapa waktu lalu dia gunakan untuk tidur. Keadaan di sana selalu sepi, membuat Bunga suka berada di tempat itu.

Niatnya mau tidur, tetapi hari ini Bunga sama sekali tidak mengantuk seperti biasanya. Om Praja benar-benar baik sampai membuat Bunga bisa bersikap layaknya siswi normal hari ini.

"Rekor sih," gumam Bunga beranjak dari duduknya.

Dia tidak berminat lagi untuk tidur. Bunga memilih untuk berdiri dan melihat ke sekeliling taman itu.

Pandangan matanya jatuh pada sosok cowok yang sedang duduk membelakanginya. Tadi dia tidak melihat adanya orang di sana.

"Lo orang kan?" tanya Bunga menghampiri cowok tersebut.

Cowok itu menoleh. Membuat Bunga menghela napas melihat cowok yang selalu muncul di hadapannya. Tetapi kali ini Bunga sendiri yang menghampirinya.

"Lo lagi ternyata." Bunga duduk di sebelah Bian.

Paha mulusnya dibiarkan terlihat begitu saja dengan posisi duduk Bunga saat ini. Bian yang melihat lewat ekor matanya menghela napas.

Antara kesal dan beruntung mungkin. Tapi lebih kesal karena Bunga itu seperti tidak ada jaim nya sama sekali meski dihadapan cowok.

Bian menoleh ke arah Bunga. Menatap gadis cantik itu dari arah samping, Bunga sedang menatap lurus ke depan.

"Seragam lo kekecilan," beritahu Bian.

Bunga menoleh, lalu memperhatikan seragam yang melekat pada tubuhnya.

"Enggak kok, pas di badan gue," jawab Bunga enteng.

Bian tampak menghela napas. "Lo nggak tahu pikiran mereka yang ngelihat lo gimana," jelas Bian membuat Bunga mengangguk.

"Mereka pengen," lagi-lagi Bunga menjawab dengan begitu enteng, membuat Bian kembali menoleh ke arah Bunga. Tidak habis pikir dengan jalan pikiran cewek di depannya ini.

"Termasuk lo," lanjut Bunga seketika membuat raut di wajah Bian berubah.

"Hahaha..becanda gue, lo baperan ya? suka komentari penampilan orang juga," jelas Bunga beranjak dari duduknya.

Bian tidak menanggapi. Dia sendiri bingung kenapa suka sekali berkomentar, tetapi itu hanya pada Bunga seorang, jika gadis lain, Bian tidak mempermasalahkan apa yang mereka kenakan. Termasuk Jian yang memakai rok pendek, tetapi karena tubuh Jian tidak se sexy Bunga jelas tidak menimbulkan pikiran nakal pada yang melihatnya. Berbeda dengan Bunga, apa yang dia kenakan akan terlihat sexy di tubuhnya.

"Gue kayak gini cuma sama lo!" ucap Bian membuat langkah Bunga terhenti.

1
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah..Waah udah SAH aja. Semoga Bian dan Bunga bahagia till jannah ya..🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku malah ini lebih bagus..
Qaisaa Nazarudin
BEGITU LAH EGOIS NYA ORANG2 YG BERDUIT,SETELAH ITU MENGANCAM..SEAKAN MEREKA YG TERSAKITI DAN YG MENJADI KORBAN NYA.. HUJUNG2 NYA DI MAAFIN DAN HIDUP BAHAGIA,Selalu begitu Alurnya di mana2 novel,udah biasa aku baca..
Qaisaa Nazarudin
Nunggu lulus katanya?? Kalo keburu Bunga Hamil gimana kek?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya yg kita baca perselingkuhan antara sahabat,sodara tiri atau sodara angkat,atau sodara kandung sendiri kan,Nah ini anak dengan bapak e..😂
Qaisaa Nazarudin
Biarkan mereka BAHAGIA,Kamu juga gak seriuskan dengan Bunga,Hanya utk bersenang2 doang,Sampai kapan Bunga akan bergumul dengan lembah dosa..Sebelum hadirnya Bian,Bunga hanya menyebut nama mu om,kamu lah pahlawan bagi Bunga,Tapi kamu hanya menganggap Bunga hanya sebagai wanita penghibur mu doang..Jadi tindakan Bian itu udah paling benar menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
TAPI MENURUT KU KALO OM PRAJA EMANG SUKA DAN CINTA AMA BUNGA,KENAPA BELIAU MEMBIARKAN BUNGA MASIH BEKERJA DISITU,DAN MASIH MEMBIARKAN HUBUNGAN DOSA MEREKA BERLANJUT..HARUSNYA OM PRAJA BISA KAN NIKAHIN BUNGA,DAN MEMBUAT BUNGA BERHENTI DARI DUNIA MALAMNYA..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, Selesai kan masalah sekarang juga,Apapun keputusannya Bian,Bunga,om Praja harus ikhlas..Dan menerima takdir masing-masing..
Qaisaa Nazarudin
BIAN..OMG GIMANA CARANYA DIA MASUK??
Qaisaa Nazarudin
Astaga Sel..gitu amat lo🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Betul Bunga,Masalah itu di hadapi bukan nya melarikan diri dari masalah..
Qaisaa Nazarudin
Ku bilang juga apa,Nyesel kan kamu.Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Aku juga tdk berharap,Bunga sudah biasa merasakan hidup yg pahit,penuh pancaroba ,Bunga udah gede juga,Udah tsk memerlukan perhatian lagi,Kalo emang Naura ibu yg baik,Harusnya dia tdk meninggalkan anaknya,atau dia akan mencari anaknya,Tapi ini malah milih anak tiri dari anak kandungnya..
Qaisaa Nazarudin
Kalo ibu nya masih hidup,Kenapa gak mencari Bunga??
Qaisaa Nazarudin
OMG kok bisa?
Qaisaa Nazarudin
Nah itu kamu tau kalo ayah mu kek gitu,Terus kenapa nyalahin Bunga..
Qaisaa Nazarudin
Tapi cara kamu itu salah Bodoh..Yang ada Bunga tambah membenci kamu..
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor..😭😭
Qaisaa Nazarudin
Bagus Bunga,Biarkan Bian hidup dgn penyesalannya,Dan biarkan dia Mulai Berjuang lagi dari awal,untuk mendapatkan maaf dari mu..
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja hidup mu penuh dengan penyesalan Bian..Harusnya kamu tanyakan ke ayah kamu,Pasti ada alasan nya dia berselingkuh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!