Warning! (18+)
Berawal dari Pertengkaran hingga pada akhirnya tumbuh benih-benih cinta diantara mereka,tetapi ketika cinta mulai tumbuh muncul seorang wanita dimasa lalu.
Belum lagi bocah kecil yang bernama Rio yang selalu buat ulah.
"Sekarang aku memiliki Bunda"
"What"
Gimanakah kisah cinta mereka,akankah mereka bersatu selamanya? ketika Lily berpaling dengan pria lain.
Sakit...?
Itulah yang dirasakan Varrel.
Yuk mampir gaes kekaryaku,jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😄
Follow ig.yutriatel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
Yuk mampir gaes kekaryaku jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😅
Tekan tanda ❤️,beri tanda jempol 👍🏻,jangan lupa di Koment dan Votenya🤗.
Selamat membaca...
Varrel yang melihat dan mendengar perkataan kekasih tersenyum ingin rasanya memeluk Lily dan mencium pipi chaby itu.
"Honey cepat pulang aku merindukanmu"
"Baiklah tapi tunggu seminggu lagi" goda Lily
"Hey kenapa lama sekali" gerutu Varrel,bahkan ia sudah menyiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua di saat Lily pulang nanti dan membeli perhiasan termahal untuk kekasihnya.
"Hahaha...Canda ganteng"
"Kau ya suka sekali mengoda" mereka pun larut dalam pembicaraan.
Kedua karyawan sudah pergi dari ruangan Tuan nya tentu saja mereka bernafas lega untung Nona manis pacar tuan nya menelpon kalau tidak bisa dipecat mereka,begitu juga dengan Kevin setelah dia menyuruh kedua karyawan keluar dia juga ikut keluar tak ingin dia mendengar pembicaraan tuan nya dan bernafas lega juga.
Lama berbincang mereka pun mengakhirinya bahkan Varrel tak sabar menunggu kepulangan kekasihnya dari Paris,ia tersenyum dan kembali mengerjakan berkas yang ada dimeja nya.
🍀🍀🍀
Dua hari sudah Lily diparis bahkan dia berbohong pada Varrel kalau dia disana tiga hari tentu saja dia akan kasih seprais nantinya untuk Varrel secara tiba-tiba.
Seorang perempuan cantik dan seksi berjalan dengan berlengak lengok menuju perusahaan Varrel siapa lagi kalau bukan Sherly teman masa lalu Varrel di one night stand,Karena dia lagi hamil dan orang tua nya menghusir dia sampai mengakui siapa pria yang menghamili anaknya karena Sherly ingin Varrel menjadi miliknya maka dia berpura pura akan menuntun Varrel minta tanggung jawab.Ia pun menuju Resepsionis dengan angkuhnya dan segera naik lantai atas tanpa mendengar ucapan resepsionis serta tatapan benci dan heran dari karyawan lain.
Varrel sedang berkutat didepan laptopnya dan fokus.Pintu diketuk dari luar dan masuk lah Sherly.
"Babe"
Varrel menoleh dan menautkan kedua alisnya. karna tiba-tiba saja ada perempuan yang memangil dia.
"Babe apakah kamu lupa denganku.." ucap Sherly mendekati meja Varrel.
"Kau siapa...?" tanya Varrel heran
"Babe aku Sherly masa kamu lupa Babe"
"Lalu" kata Varrel sambil mengingat nama tersebut.
"Tentu saja bertemu denganmu lama kita tak berjumpa..." kata Sherly mengelus bahu Varrel dengan centil nya jangan lupa bajunya yang seksi hingga dua gundukan sudah menyembul dan memperlihatkan belahan dadanya.
Varrel hanya dia mencoba mengingat ingat nama Sherly kembali karena dulu dia selalu gonta ganti pasangan dan tak tahu perempuan mana saja yang ia tiduri.
Sedangkan Lily datang tak lupa membawa paperbag ditanganya ia sangat antusias turun dari mobil dan menyuruh supir nya pulang ia segera masuk dan menyapa resepsionis.
Resepsionis gugup lantaran tadi ada perempuan lain yang bertamu dengan tuanya.
Lily pun menuju lantai atas menekan pintu lift.
Ting...
Ia berjalan dan heran melihat ruangan Varrel yang terbuka sedikit ia pun ingin masuk tapi dipintu langkah terhenti saat melihat perempuan cantik sedang mengoda Varrel yang sedang duduk pangkuan kekasihnya apalagi mendengar perkataan perempuan itu.Lily hanya mematung tentu saja ia terkejut dan shock.
"Honey aku kesini karena aku sedang hamil anakmu dan anak kita"
"Apa...? Apa maksudmu saya tidak pernah menghamili jalang sepertimu apalagi menabur benih ku sembarangan" kata Varrel marah.
Deg...
Lily yang mendengar itu bagai hantaman batu dan alhasil paperbag ditangannya jatuh begitu saja dengan wajah tak percaya.
Mereka pun menoleh bersamaan,Varrel tak kala terkejutnya mendapatkan kekasihnya berada didepan pintu.
"Honey" ucap Varrel terkejut dan segera berdiri membuat Sherly langsung terjatuh dilantai.
"Maaf aku mengganggu silahkan lanjutkan pembicaraan klian" kata Lily menahan sesak didadanya.
"Honey ini tidak seperti yang kau pikirkan percaya padaku" ucap Varrel mengambil tangan Lily tapi Lily menepisnya dengan kasar.
"Urus dulu urusanmu dengan wanita itu" ucap Lily segera berlari.
"Honey...Honey..."
"Akhh...Sialan ini semua gara-gara kau" kata Varrel menatap Sherly dengan tatapan tajam seakan ingin makan hidup-hidup.
Sherly bergidik ngeri nyalinya menciut tapi ia tetap berada diruangan Varrel.
"Mana buktinya kalau itu anak saya ha...!" ucap Varrel membentak Sherly.
"Ini anak mu apakah kamu lupa waktu itu kita tidur bersama dan kamu dalam keadaan mabuk" ucap Sherly sambil menangis.Kamu harus bertanggug jawab aku tidak mau tahu ia pun langsung pergi dengan senyum diwajahnya"
"Akh... Sialan" Varrel menghancurkan semua barang barang dimeja ruanganya yang dia pikirkan sekarang adalah Lily Varrel tahu Lily pasti kecewa lalu mengambil paperbag yang jatuh dan membuka ternyata isinya adalah hadiah dari Paris yang dibawa Lily.
Varrel menelpon asisten nya"Kevin cari tahu anak jalang itu bahwa itu bukan anak ku dan suruh anak buah mu memantai gerak gerik dia" kata Varrel segera mematikan sambungan telpon dan segera keluar dari ruangan.
Kevin yang tidak mengerti langsung meng iyakan saja.
"Baik Tuan" ucap nya tapi sambungan telpon telah dimatikan.
Varrel mencoba menelpon Lily tapi tak diangkat bahkan menelpon lagi tapi nomornya tidak aktif lagi sekarang Varrel berada dalam mobil menuju butik Lily tapi lagi lagi Lily tak ada di butik bahkan Varrel menelpon Valen tapi Valen mengatakan Lily pergi kebutik.
Varrel membanting stir mobil"Honey.." lirih Varrel.
Sedangkan Lily sedang berada di apartemen sahabatnya Megan menceritakan semuanya sambil menangis tentu saja dia kecewa sama Varrel.
"Kau tenang dulu itu hanya perempuan malam nya Varrel kan dan belum tentu itu anak Varrel bisa saja itu perempuan berbohong" ucap Megan memberi pengertian dan memeluk Lily.
Lily hanya mengangguk,"jadi sekarang kau tenang beri Varrel waktu untuk membuktikan kalau terbutik dia salah maka kau putuskan dia dan suruh dia bertanggung jawab" ucap Megan lagi.
Lily pun mengiyakan lalu mengambil handpone nya menghidupkan dan benar saja berapa kali Varrel menelpon bahkan mengirim pesan untuknya.
Satu notifikasi masuk di handpone Varrel yang ternyata dari Lily ia pun membacanya.
"Aku percaya antara tak percaya tapi satu hal yang aku katakan jujur aku kecewa,hubungan kita akan berakhir jika terbukti bahwa itu anakmu yang dikandung wanita itu jika benar anakmu maka bertanggung jawab lah,terimakasih".
Varre yang membaca pesan Lily frustasi ia percaya bahwa anak itu bukan anaknya apalagi sudah lama ia tidak melakukan hal itu lagi bahkan dulu ketika dia one night stand pada para j*lang dia akan selalu memakai pengaman.Ia akan membuktikan pada Lily bahwa itu bukan anaknya,Varrel pun menuju apartemenya.
•••
keesokana harinya Tuan Wiyono sangat marah saat mendengar bahwa anaknya menghamili perempuan lain begitu juga dengan Mama Mita tapi istrinya mencoba tenang dia tidak mau berfiling buruk akan anaknya dulu.
"Pa sabar,tenang nanti Papa darah tinggi"
"Ma,gimana tidak marah sudah berapa kali Papa dan Mama melarang dia cukup dan hentikan main pada wanita malam,Papa malu Ma.ucap Tuan Wiyono emosi.
Varrel yang sedang duduk disofa hanya menunduk iya akui dia salah tapi menyesal pun tak ada gunannya.
"Pa kan Varrel sudah bilang bahwa itu bukan anaknya dan dia akan membuktikan" ucap Mama Mita.
"Baiklah silahkan buktikan secepatnya jika itu anakmu maka Papa kecewa samamu dan silahkan pergi dari Mansion ini" ucap Tuan Wiyono tegas dan berlalu.
Mama Mita hanya menangis dia tahu suaminya tak main main dalam berkata.
"Ma,Varrel akan membuktikan sama Mama dan Papa berhenti menangis"ucap Varrel menghapus air mata Mamanya.
"Baiklah, Mama akan tunggu jangan buat Mama kecewa,bagaimana dengan Lily apakah dia tahu...?"
Varrel pun mengangguk "Mama harap kamu bisa menyelesaikan masalahmu nak kau tahu kan Papamu tidak main-main dalam berbicara"
"Iya Ma"
Varrel pun menuju kamarnya Rio yang mendengar itu merasa kecewa pada Paman nya bahkan saat Varrel melihat keponakannya ia tersenyum tapi Rio malah enggan menyapa bahkan biasanya Rio melihat Paman nya akan berbinar dan langsung memeluk tapi kali ini tidak,Varrel hanya mendengus menghela nafas dan kembali berjalan menuju kekamarnya.
Rio teringat dengan Kak Lily ia pun meminjam handpone pengasuhnya dan menelpon Lily,pangilan terhubung.
"Hallo kak Lily,are you okey apakah kakak sedih?"
"Sedih kenapa Boy hm"
"Tentu saja sedih mendengar hoaks itu"
Lily tertawa terbahak bahak"Hey anak kecil tidak usah ikut campur".
"kakak tak usah pura-pura Rio sudah tahu,kakak yang sabar itu adalah hukuman buat Paman" ucap Rio dengan polos.
"Hahaha Rio kamu pintar bangat,benar yang kau bilang,kakak jadi rindu"
Mereka pun berbincang bincang bersama dan setelah itu mengakhirinya,bahkan selama Lily pergi ke Paris Rio selalu datang kemansion Alexsander menemani Momi nya yang lagi mengandung adeknya.
•••
Hari hari pun berlalu Sherly selalu datang keperusahaan Varrel untuk mengambil hati Varrel bahkan kemarin ia menyerahkan hasil USG kepada Varrel tapi Varrel cuman acuh saja,bahkan yang ada dipikirannya hanya Lily karena selama beberapa hari ini mereka tak berkomunikasi bahkan ketemuan karena Lily tidak mau.
"Babe kapan kamu memperkenalkan aku sama Mama dan Papamu" kata Sherly berbinar kerena tak sabar jadi menantu keluarga Wiyono .
"Kita akan melakukan tes DNA jika itu anakku maka aku bertanggung jawab dan jika tidak makan kau akan mendapatkan konsekuensinya ingat itu" ucap Varrel tegas.
Sherly menelan saliva ia pun tersenyum "baiklah tak masalah" ucap nyapura pura dan menyusun rencana.
Lily yang berada di butik sedang mendesain diatas meja kerjanya mendapatkan notifikasi masuk di handpone nya yang ternyata sahabatnya.
"Ly kita ketemuan direstoran yuk,semalam Nathan tiba dan dia ajak makan bye ditunggu"
Lily pun membalasnya setelah selesai mendesain beberapa model baju ia pun keluar dari ruangan saat mis Tina memanggil buk bosnya ada klien yang ingin ketemu langsung.Lily pun menyapa dengan ramah. bahkan memperkenalkan hasil rancangannya tentu saja seorang designer ternama ada banyak para artis,model papan atas dan pengusaha yang berbelanja dibutiknya mulai dari harga yang bawah sampai harga selangit.
"Terimakasih anda sudah datang semoga suka" ucap Lily tersenyum manis.
"Tentu saja Nona saya suka apalagi pemilknya manis bangat".
Jam makan siang pun tiba Lily segera menuju restoran ketemuan dengan sahabatnya serta teman lamanya.Setibanya ia segera masuk kedalam.
"Maaf aku terlambat" ucap Lily dari belakang.
"Princes...?"
"Hay Nathan apa kabar"
"Kabar baik,kamu makin cantik saja Ly."
"Masa sih" Kata Lily dan membalas pelukkan Nathan.Mereka pun berbincang bincang bertiga sambil makan bersama dan menanyakan kabar satu sama lain begitu juga dengan Megan.
"Kapan-kapan aku mau main kerumah Om dan Tante"
"Boleh"
"Ly Nathan akan menetap disini dan akan jadi Dosen di universitas Alexsander" ucap Megan disela kunyahan nya.
"Benarkah...?"
"Iya semoga Om menerimaku"
"Tentu saja kau akan diterima"
🍀🍀🍀
Nathan pergi Menuju mansion Alexsander tak ia lupa membawa buah tangan dia masuk yang disambut kepala pelayan,dan mempersilahkan ia masuk dan melihat Orang Tua Lily sedang duduk disofa.
"Om...Tante,apa kabar...?"
"Nathan,kamu Nathan kan?" kata Nyonya Maria
"Iya Tan"
"Aduh nak kapan datang" ayo duduk
sambil bersalamam dan menyapa mereka duduk bersama tentu saja mereka tahu Nathan adalah anak teman Nyonya Maria waktu SMP.
"Semalam tan dan Nathan akan menetap disini dan mencari pekerjaan"
"Kau akan kerja dimana Nathan...?" ucap Tuan Lucas.
"Nathan ingin kerja jadi dosen Om."
"Datanglah ke universitas Alexsander besok dan mulai sekarang kau kan kerja disana".
"Saya sudah mengirim lamaran juga tapi belum ada panggilan".
"Tidak usah tunggu panggilan kapan kau mau datang silahkan".
"Terimakasih banyak Om, tante"
"Sama-sama nak lama tak bertemu apa kabar keluargamu"
"Mereka baik- baik saja bahkan menititip salam juga".
"Iya,lama tak bertemu dengan Ibu nak"
Mereka pun berbincang bersama dan Nathan ijin mengajak Lily jalan-jalan, orang tua Lily pun mengangguk.
Dan disinilah mereka sedang jalan-jalan bahkan mengajak Megan ikut juga lalu ditengah jalan Megan ijin pulang karena ada urusan pekerjaan.
"Terimakasih princes atas waktunya"
"Sama-sama tapi tidak gratis" kata Lily dengan mengedipkan matanya.
"Kau ini ya selalu saja tak berubah dari dulu"
Mereka pun makan bersama serta melanjutkan jalan-jalan mereka.Varrel yang baru saja selesai rapat tak sengaja melihat Lily sedang berjalan dengan pria lain,ia cemburu melihat itu apalagi saat pria itu mengandeng tangan Lily tentu saja sakit itulah yang dirasakan Varrel.Dia pun segera berjalan dengan cepat sebelum Lily dan pria itu masuk dalam mobil.Ia tidak mau Lily berpaling darinya.
"Honey"
Lily dan Nathan menoleh,Lily terkejut melihat Varrel yang sudah amat berubah dengan penampilannya dan badan tirus,ia pun mencoba biasa saja.
"Princes dia siapa...?"
"Aku pacarnya dan kau siapa nya Lily!" ucap Varrel datar.
"Hmm,Nat kamu masuk dulu ya"
"Baiklah princes" kata Nathah mengacak acak rambut Lily.
Varrel yang melihat itu di buat kesal ingin rasanya ia menghajar pria itu bahkan ia menghapus jejak tangan pria itu dirambut Lily tapi Lily menepisnya.
Tinggalkan jejak gais,bersambung...
Lanjut❤️semangat up ya kak💪🥰😊
semangat 💪🥰💪
sdah dfavorit..
mampir jg ktmpatq y
slaam kenal yaa