NovelToon NovelToon
Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:528.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ely LM

BUKAN CERITA DENGAN KONFLIK BERAT!!!!

-----------------------------------------------------------

Merry Batari adalah seorang wanita cuek, tegas, dan dingin. Di saat temannya banyak yang menikah atau bahkan masih hura-hura. Dia lebih memilih merintis karir dan menjadi seorang bodyguard desainer ternama. Mengabdikan diri, menjaga sepenuh hati, dan memastikan desainer tersebut aman adalah tugas terbesarnya. Menikah tentu belum menjadi tujuannya.

Namun, cerita kehidupannya berubah 180 derajat sejak pertemuan pertamanya dengan pria kecil yang bernama Emir. Takdir seolah membawanya dalam permainan hidup yang tak pernah ia inginkan dan bayangkan sebelumnya. Takdir yang membuatnya terjerat pada kehidupan empat pria posesif yang mengklaim dirinya adalah milik mereka. Tiga pria kecil memanggilnya bunda dan seorang pria dewasa yang memanggilnya istri.

Takdir membawanya tidak hanya untuk berbicara soal cinta. Namun, juga menuntutnya untuk belajar bagaimana menjadi ibu yang baik bagi ketiga pria kecil posesifnya.

Lalu, bagaimana Merry Batari menjalani kehidupannya itu?

Mari, kita ikuti alur kehidupan bodyguard cantik Merry Batari!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ely LM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Welcome Chan

Happy Reading

-----------------------

Seminggu sudah Merry menjalankan aktivitas seperti biasanya. Tapi selama seminggu juga ia terus berpikir bagaimana cara bertemu dengan Emir lagi. Sebenarnya bisa saja Merry datang ke rumahnya, tapi gengsi lah. Bapaknya aja nggak ada usaha buat ngabari Merry, nanti kalau Merry ke sana dikira caper ke bapaknya, ogah banget.

Namun, di samping semua itu hari ini juga hari yang membahagiakan bagi Merry. Hari ini Merry telah bersekongkol dengan Amar untuk memberi kejutan Mommy Tyas.

Amar sudah dua bulan pergi ke Amerika untuk perjalanan bisnis dan rencananya akan kembali ke Indonesia kemarin. Tapi, namanya juga kejutan, jadi Amar pura-pura mengundur waktu kepulangannya sebulan lagi beralasan masih sibuk untuk memberi kejutan pada Mommy nya.

Mommy Tyas yang sudah terlampau rindu dengan putranya dari kemarin sangat bersedih dan Merry pun terus berusaha menghibur.

Malam hari di kamar Mommy Tyas. "Ayo makan Mommy!" pinta Merry sedari tadi.

"Biasanya juga nggak pernah selama ini Amar Mer!" Mommy Tyas terus-terusan menggerutu sambil sesekali menyeka air matanya. Merry jadi serba salah, kasihan juga lihat sedih begini.

"Nggak akan Mom, Kak Amar nggak akan lama!" jawab Merry yang memang tahu kalau sebenarnya semua hanya tipu-tipu.

"Nggak lama gimana, kurang sebulan lagi loh!! Kesel deh Mommy! Serumit apa sih masalahnya di sana!" protes Mommy Tyas.

"Mana Chan dibawa juga, Mommy kan juga rindu sama Chan!" lanjutnya.

Ceklek. Pintu kamar terbuka dan munculah seorang pria dewasa.

"Emang nggak lama kok Mom, ini Amar di sini!" seru Amar sembari tersenyum lebar dan berdiri di tengah pintu.

Merry yang melihatnya langsung mengusap dada syukurlah drama sudah selesai. Enak Amar tinggal nyuruh Merry nenangin Mommy katanya, dipikir nggak sulit apa dari tadi ngademin hatinya Mommy Tyas. Jadi pengen njitak Amar seratus kali.

"Nah lihat Mer, Mommy sampe halu ada Amar di sini!" Bukannya menyambut kehadiran putranya, Mommy Tyas malah menganggap dirinya halu.

Amar ternganga seketika, padahal barusan ia berharap Sang Mommy langsung memeluk sambil berteriak anakku, lah ini dirinya hanya dianggap khayalan. Merry jadi terkikik.

"Ini Amar nyata Mom, Amar di sini!" Amar tak terima hanya dianggap khayalan. Mommy Tyas malah memejamkan matanya sambil memijit pelipisnya.

"Omaaa!" teriak bocah kecil yang langsung membuat Mommy Tyas terbelalak.

"Omaa Omaa!" teriaknya lagi sambil berlari ke arah Mommy Tyas.

"Chaan!" Mommy Tyas langsung bangun dari ranjang dan menggendong cucunya. "Uuh cucu Oma udah besar, udah cowok!" sambil terus menciumi Chan. Sedangkan Chan tertawa terbahak-bahak karena geli diciumi Omanya.

"Amar nggak dipeluk Mom?" Amar ikut merapat dan langsung dipeluk juga oleh Mommyanya.

Setelah prosesi peluk berpelukan usai.

"Nggak pengen meluk aku juga Mer?" tawar Amar sambil merentangkan kedua tangannya pada Merry. Dan langsung mendapat pelototan mata dari Merry.

*****

Di tempat duduk dekat kolam

"Tambah cantik deh kamu Mer!" goda Amar yang sedang duduk di samping Merry. Sedangkan Merry cuek saja sambil melihat Chan yang dengan lihainya berenang.

"Makin cantik deh kalau judes gitu!" goda Amar lagi yang langsung mendapat lirikan maut dari Merry.

"Basi banget sih jadi orang!" ketus Merry. Amar tertawa dibilang basi, "Emang udah basi, udah lima tahun nih ngeduda, nikah yuk Mer biar aku nggak basi!" Sumpah Merry males banget deket-deket sama Amar, ini orang kerjaannya mapan jadi CEO tapi otak somplak banget, yang cool dikit kek jadi orang.

Karena tak mendapat jawaban dari Merry akhirnya Amar terus saja ngoceh, "Kok diem, lagi mikir ya? Mempertimbangkan?"

Merry menghela nafasnya panjang, nggak usah ditanggepin Amar emang gitu orangnya.

"Nggak usah lama-lama lah mikirnya, kerjaan aku udah bagus, tampang udah kece banget, penyayang, apa lagi yang perlu dipertimbangin?" ucap Amar dengan pedenya.

"Tapi sayang nggak laku ya!" Jleebb, ucapan Merry menusuk hati Amar, tapi malah membuat Amar tertawa kencang.

"Ntar aku nikah, kamu nangis-nangis mau bunuh diri!" canda Amar yang memang seperti ini jika kepada Merry.

"Sorry, gue bukan wanita bodoh!" sahut Merry singkat. "Buruan nikah biar tuh otak waras!" lanjut Merry.

"Nunggu kamu bilang iyes, langsung aku bawa ke penghulu!" Amar terus saja menggoda Merry.

"Papii!" Chan datang ke tempat Merry dan Amar duduk. Anak kicik ini minta tolong badannya untuk dilap dengan handuk oleh Papinya.

"Minta bantuan Auntie Merry gih!" perintah Amar.

"NO," Si Chan langsung menolak dengan cepat.

"Ayolah Papi, ini dingin!" keluh Chan sambil merengek.

Akhirnya Amar mengelap tubuh putranya dengan handuk. Chan sangat cuek pada Merry, seolah-olah keberadaan Merry tidak dianggap di situ.

"Setelah ini dimandiin Auntie ya?" tawar Amar yang membuat Merry langsung melotot, apaan disuruh mandiin Chan. "No Papi, Chan tidak suka dengan Auntie Merry!" tolak Chan yang jujurnya kebangetan. "Sama Oma saja!" lanjut Chan.

"Ya udah sana lari ke kamar Oma minta mandiin!" perintah Amar yang langsung dilaksanakan oleh Chan.

"Emang Chan yang terbaik, tahu aja kalau bapaknya lagi pdkt usaha nyariin mami baru buat dia hahaha!" ceplos Amar seraya tertawa menggoda Merry.

Sedangkan Merry yang mulai beranjak dari duduknya ingin masuk ke dalam, langsung diikuti oleh Amar yang ngekor di belakangnya.

*****

"Auntiee!" teriak Chan sambil menggedor-gedor kamar Merry.

"Auntieee!" teriaknya lagi karena tidak mendapat respon dari Merry.

"Auntie kata papi kalau ada yang manggil harus dijawab, Auntiee!" lanjutnya lagi karena masih tetap tak mendapat respon.

Dor dor dor, Chan lebih keras menggedor pintu kamar Merry.

"Ada apa Chan?" Chan langsung membalikkan badannya ke belakang melihat arah suara itu. Seketika Chan langsung menghentak-hentakkan kakinya kesal. "Ada apa?"

Chan mengerucutkan bibirnya, "Kenapa Auntie tidak di dalam kamar?"

Merry menahan tawa, ternyata si anak ini salah ngira kalau Merry ada di dalam kamar. "Auntie dari Pak Njan!"

"Tidak bisa, Auntie harus dari dalam kamar!" ucap Chan dengan tegas.

"Tapi Auntie kan dari luar!" ujar Merry yang merasa apa-apaan nih anak, aneh.

"Nggak mau tahu, harus dari dalam!" kekeuh Chan sambil berteriak. Wah, minta ruqyah nih

anak.

"Ya udah sekarang Auntie masuk, nanti Chan panggil dari luar ya?" tawar Merry. Katanya yang tua kan harus ngalah sama yang muda, apalagi mudanya bocah tujuh tahun yang kecil sekali.

Si Chan malah diam mematung sambil bibirnya tetap mengerucut. "Ya udah kalau nggak mau Auntie mau pergi nih!"

"Iya iya mau!" jawabnya sambil menghentak-hentakkan kaki. Pada akhirnya, Merry masuk ke dalam kamar dan menunggu Chan memanggilnya.

Dor dor dor, nah benar kan Chan langsung menggedor.

"Auntie!" benar saja suara kecilnya memanggil, tapi bedanya kali ini tidak berteriak. Merry langsung membuka pintu supaya semua segera berakhir. "Iya Chan, ada apa?" tanya Merry. Jadi ceritanya kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu.

"Gorengkan Chan sosis!" pinta Chan tapi dengan wajah yang sepet banget. "Kan ada Mbok Nah?" tanya Merry.

"Mbok Nah tidak enak kalau menggoreng sosis!" Padahal sosisnya juga instan tinggal goreng aja, apa bedanya?

"Ya udah ayo!" ajak Merry dan langsung menggandeng tangan Chan menuju dapur. Anak ini harus segera dituruti maunya.

"Sepuluh ya!" pinta Chan.

"Sosisnya besar, nanti tidak habis!"

"No, Chan mau sepuluh Auntie!"

"Iya udah iya sepuluh!" Sampai dapur Merry langsung mengambil lima sosis dari kulkas, dia aka memotong tiap sosis menjadi dua bagian supaya jadi sepuluh.

"Auntiee Auntiee!" panggil Chan sambil mengacungkan kedua tangannya. Merry yang paham langsung mengangkat tubuh Chan dan mendudukkannya di meja dapur suapaya anak ini bisa leluasa melihat Merry memotong sosis.

"One, two, three, four, five!" Chan menghitung jumlah sosisnya. "Kenapa hanya five Auntie? Chan maunya sepuluh!" protes Chan.

"Terlalu banyak nanti Chan nggak habis, nanti deh kalau kurang Auntie gorengkan lagi!"

"Chan mau sepuluh!" rengek Chan. Dan pada akhirnya Merry mengalah dan mengambilkan lima sosis lagi.

Setelah semua proses goreng menggoreng selesai, "Ayo ke meja makan sekarang!" Merry menurunkan Chan.

"Ke taman Auntie!" Jadi Chan mau makan sosis sambil duduk-duduk di taman.

"Iya Ayo!"

Baiklah, hari ini jadi baby sitter dulu. Semangat Merry.

Setelah sampai taman dan Chan sudah menghabiskan empat sosis, benar saja, "Chan kenyang Auntie!"

Merry tergelak, benar kan, "Masih sisa enam, ayo dihabiskan!"

"Kenyang Auntie, perut Chan penuh!" ucapnya sambil memegang perutnya yang kecil.

"Auntie bilang apa tadi, lima saja udah cukup! Ya udah sisanya Auntie simpan di meja makan ya!"

"Dimakan Auntie saja!"perintah Chan. "Auntie udah kenyang!" tolak Merry.

1
Merryatti
Luar biasa
Erlinda
kok cerita nya jadi begini bertele tele ga jelas sorry Thor aq stop sampai disini
Erlinda
jujur aq suka klo di novel ada anak kecil nya apalagi dgn bahasa cadel nya bikin terhibur dan ketawa sendiri. lucu .ayo Emir ngomong terus dong 😀😀😀😀
D3W
😍
Nanik Lestari
Tidak tegas banget jadi Pria, Hanya karena ketemu orang pake kerudung
Ita Xiaomi
Ngakak. Ada-ada aja si Mommy 🤣🤣🤣
Iin Karmini
merry dan emir
Ie Cakra
tinggalin aja suami gitumah biar tau rasa
Ie Cakra
kayanya kakaknya juga suka 🤔🤔🤔🤔
Lie Ching
bagus
Suga Wifey
Merry, Aku jadi fans garis keras kamu seperti tante Raya.. aku ngefans banget karakter Merry.
beybi T.Halim
sepertinya menarik
Mita Karolina
Ceritanya bagus,natural dan konfliknya umum kecuali ya masalah si teman cewek yg pakai hijab itu
Mita Karolina
Karo aq wae bang amar 🤣🤣
Mita Karolina
Itu pak duda cerai karena apa thor?kok hak wali anak di bapak?
Ryantie A
Sukses terus buat karya nya kk, maaf jika berkenan mampir yuks ke Novel aku. IDENTITAS RAHASIA.
terimakasih 🙏🏼 like buat kk juga.
Putri Atan
aku suka
EL MA: Terima kasih Kak🤗
total 1 replies
Rika Kurniawati
👍👍👍👍thanks thor
EL MA: Terima kasih kembali Kak🤗
total 1 replies
Nuri Nurianti Nurianti Nurianti
kok sudah tamat thorr...jngan lupa extra part nya dong di tunggu
EL MA: Siap Kak, terima kasih🤗
total 1 replies
Tanti Sunarti
yaahhh eng🥺🥺,,
bkal kangen Emir 😭
Tanti Sunarti: semoga cepat gede Emir wkwkwk
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!