NovelToon NovelToon
Brondong Tajir Mengejar Janda

Brondong Tajir Mengejar Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

IG. Suliani_Cucu

Seasen 1

Aksara Pramudiya adalah seorang pria muda yang kaya raya, dia menyukai seorang perempuan yang terlihat cantik dan sederhana.

Dilihat dari sisi manapun perempuan itu terlihat sangat cantik dan masih terlihat berusia dua puluh tahunan.

Sayangnya dia berbeda keyakinan dengan nya, bahkan ternyata dia sangat kaget jika perempuan yang dia sukai ternyata lebih tua lima tahun dari nya.

Lebih parah nya, perempuan itu ternyata adalah seorang janda beranak satu.

Season 2

Banyak anak membuat hidup Aksa dan juga Najma penuh warna, bahkan kisah anak-anak mereka pun begitu beragam.

Pastinya, diantara salah satu anak Aksa dqn Najma ada yang kecantol sama Janda.

Siapa ya?

Yuk kita kepoin kisah nya.

Mohon dukungan nya buat si aku penulis yang masih amatiran ini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyendiri

Wajah Najma terlihat di tekuk, dia masih merasa kesal karena Aksa menyebutnya seperti gadis berusia dua puluh tahunan.

Padahal, dia ingin sekali di sebut sebagai ibu yang baik buat anaknya, atau paling tidak disebut memiliki wajah keibuan. Tidak siapa dan tidak di mana, selalu saja banyak yang mengira jika dia masih gadis berusia dua puluh tahunan.

"Kamu kenapa cemberut seperti itu?" tanya Aksa.

"Aku hanya sedih, setiap orang selalu mengira kalau aku masih anak kuliahan. Wajahku katanya kalau orang bilang baby face, padahal aku pengen banget di bilang mempunyai wajah keibuan." Najma berbicara dengan sedih.

Aksa malah menghela napas dengan begitu berat, karena biasanya banyak orang yang ingin terlihat lebih muda dari usianya. Najma malah ingin terlihat keibuan, tidak ingin dibilang awet muda.

"Jangan sedih, harusnya kamu tuh merasa bangga. Karena kamu terlihat lebih awet muda, bahkan aku saja tidak percaya kalau kamu sudah punya anak." Aksa mencebikkan bibirnya melihat Najma yang sedih karena dibilang lebih muda dari usianya.

"Aih! Kamu ini, kalau aku belum punya anak lalu Icha anak siapa?" tanya Najma dengan bibir yang mengerucut.

Aksa hanya tersenyum seraya menggaruk tangguk lehernya yang tidak gatal, serba salah memang kalau menghadapi wanita. Namun, tidak lama kemudian Aksa teringat akan Najma yang berkata jika wanita itu baru menikah sehari tetapi sudah ditinggalkan.

"Tunggu bentar deh, tadi kamu bilang baru sehari menikah kamu langsung di tinggal tugas sama suami kamu?" tanya Aksa penuh selidik.

"Iya, bener. Bahkan, baru satu malam. Belum sehari, karena paginya dia sudah pergi tugas." Najma berucap sambil tertunduk sedih.

Aksa bukannya merasa iba kepada Najma yang kini sedang bersedih, justru dia malah tertawa dengan terbahak-bahak. Tidak lama kemudian, pria muda itu pun berkata.

"Waah! Ternyata nahkoda itu hebat banget, ya? Sekali nyelup langsung jadi anak, tokcer banget dah ah." Aksa kembali tertawa setelah mengatakan hal itu.

Najma langsung menatap Aksa dengan tatapan tajamnya, dia merasa tidak suka karena pria itu mengatakan hal yang begitu intim, menurutnya.

"Haish! Aku itu lagi sedih, kenapa kamu dari tadi bicaranya seperti orang meledek? Bahkan lebih cendrung melantur, messum lagi!" kesal Najma.

Jika saja boleh, rasanya Najma ingin sekali memukul pria yang ada di sampingnya dengan begitu kencang. Karena semakin lama pria itu dirasa semakin menyebalkan.

"Maaf, aku cuma ngebayangin aja. Betapa hebatnya suami kamu itu," ucap Aksa sambil tersenyum geli.

Najma benar-benar kesal saat melihat Aksa yang sedang tersenyum geli seraya memejamkan matanya, pria itu sungguh sangat menyebalkan, pikirnya.

"Hey! Jangan membayangkan hal yang aneh aneh !" kesal Najma.

"Apa sih? Kamu tuh yang aneh, jangan jangan efek kelamaan menjanda jadi--"

Belum juga Aksa menyelesaikan ucapannya, Najma sudah memelototkan matanya terlebih dahulu. Dia benar-benar merasa kesal karena Aksa semakin lama semakin menyebalkan.

"Kamu lama-lama nyebelin, dah ah aku pulang aja." Najma langsung berjalan menghampiri Callista yang sedang asik bermain, dia ingin segera pulang dan menghindari Aksa.

"Dasar cewek ambekan!" ucap Aksa pelan tapi penuh dengan penekanan.

Najma langsung menggendong Callista dan mengajaknya untuk pulang, awalnya dia tidak mau. Bilangnya masih kangen sama ayah, masih mau nemenin ayah.

Akan tetapi, setelah di rayu akan dibelikan eskrim, Callista pada akhirnya langsung mau diajak untuk pulang. Najma bisa bernapas dengan lega, tapi sebelum pulang Najma menghampiri Aksa terlebih dahulu.

"Aksa, aku pamit pulang. Terima kasih karena kamu sudah mau menjadi teman curhatku," pamit Najma. Walaupun kesal, tetapi tetap saja Najma berpamitan kepada pria itu.

Aksa hanya menganggukkan kepalanya, dia kembali menatap hamparan bunga yang begitu luas dan terlihat sangat indah.

Callista sempat menolehkan wajahnya ke arah Aksa, melihat Aksa yang murung dia meminta bundanya untuk menurunkan dirinya. Callista nampak berjalan ke arah Aksa, saat sudah dekat dengan Aksa anak itu langsung memeluk Aksa dengan erat.

"Eh, katanya mau pulang kok malah peluk peluk Om?" tanya Aksa dengan kaget.

Gadis kecil itu melepaskan pelukannya, dia menatap Aksa dengan intens. Aksa tersenyum mendapatkan tatapan seperti itu dari gadis kecil di hadapannya.

"Om kenapa terlihat sangat sedih? Apa bundanya Om tidak memberikan uang jajan?" tanya Callista dengan polosnya.

"Tidak, Sayang. Om tidak sedang sedih, kamu tidak usah khawatir. Om baik baik saja," jawab Aksa.

"Om tidak usah bohong pada Icha, raut wajah Om nampak sedih. Bahkan dari tatapan Om terlihat sekali ada sebuah kekecewaan," ucap Callista dengan serius.

Aksa terkekeh mendengar penuturan dari Callista, lalu Aksa menolehkan wajahnya ke arah Najma. Dia tersenyum kecut lalu berkata.

"Kamu melahirkan seorang anak atau melahirkan seorang paranormal?" tanya Aksa.

Najma merasa tersinggung dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Aksa, tetapi tidak lama kemudian dia tersenyum dan berkata.

"Tentu saja Icha adalah anak yang normal, sama seperti anak yang lainnya,hanya saja dia anaknya begitu peka dan tidak mudah dibujuk atau dibohongi," jawab Najma.

"Untung di rumah tidak ada yang seperti anak kamu, kalau ada aku bisa bahaya," ujar Aksa.

"Sudah, Om. Jangan banyak bicara. Mending Om pulang terus mandi biar lebih tenang, jangan lupa makan yang banyak," ujar Callista.

"Memangnya kenapa Om harus banyak makan?" tanya Aksa kebingungan.

"Biar Om kuat menghadapi kenyataan!" celetuk Callista.

Setelah mengatakan hal itu, Callista langsung mengatupkan mulutnya menahan tawa. Dia merasa lucu ketika melihat raut wajah Aksa.

Aksa terlihat kesal karena diledek oleh anak kecil, pandangan matanya langsung beralih pada Najma. Dia menatap wanita itu dengan tatapan tidak suka.

"Anak kamu umur berapa tahun sih? Kenapa dia sangat menyebalkan?" tanya Aksa.

"Empat tahun," jawab Najma.

"Ck!! Kenapa dunia seakan terbalik? Kamu yang sudah berumur malah nampak sangat imut, tapi anak kamu ini kenapa malah seperti orang yang sudah berumur?" ucap Aksa dengan bingung.

Callista terlihat kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Aksa, dia merasa tidak suka ketika pria yang ada di hadapannya mengatakan hal seperti itu.

"Ck! Om sangat menyebalkan!" keluh Callista.

Callista langsung berjalan ke arah Najma, dia merasa enggan harus berlama-lama tinggal di sana. Semakin lama Aksa terlihat menyebalkan di matanya.

"Pulang yu, Bun. Om-nya nyebelin! Lain kali kalau kita kesini harus lihat-lihat dulu, takutnya ada Om Aksa," kesal Callista.

Callista menatap Aksa dengan tatapan tidak suka, Najma tersenyum kecut lalu bertanya.

"Memangnya kenapa, Sayang?" tanya Najma.

"Males kalau harus ketemu sama Om yang nyebelin itu, Bun!" Tunjuk Callista pada Aksa.

"Baiklah! Ayo kita pulang," ajak Najma sambil menggendong Callista.

"Dadah Om galau!" pekik Callista sambil melambaikan tangannya ke arah Aksa.

Aksa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Callista nampak lucu saat mengatakan dirinya sebagai Om galau.

"Dasar anak sekarang! Selalu saja seperti itu," pikirnya.

Selepas kepergian Najma, Aksa terus saja memandang hamparan bunga. Dia ingin menenangkan pikirannya sejenak, rasanya pikirannya terasa rungsing.

Kalau benar Maria tega bermain di belakangnya, rasanya hatinya akan benar benar sangat hancur. Dia sangat tidak menyangka, jika wanita yang dua tahun menghiasi hatinya kini telah berkhianat.

"Aku harus menyelidiki Andrew, aku akan meminta bantuan ayah." Aksa berkata dengan sedih dan suara yang lirih.

Aksa menengadahkan wajahnya, lalu dia melihat awan yang begitu putih kini berubah warna menjadi sedikit jingga. Hal itu menandakan jika waktu sudah semakin sore, tapi Aksa masih betah untuk berlama lama di sana.

Dia masih ingin merenungkan nasibnya dengan Maria, jika terbukti Maria berselingkuh maka dia akan memberikan pelajaran pada keduanya.

Bukan hanya pada Andrew tapi juga kepada Maria, karena dia merasa tak ikhlas jika cintanya di balas dengan penghianatan.

"Kenapa kisah cintaku bisa menjadi seperti ini?Padahal Maria adalah cinta pertamaku, tapi aku bisa melihat dengan jelas dari tatapan matanya. Maria sangat menyukai lelaki itu, nampaknya mereka sangat dekat," ucap Aksa menduga-duga.

Lama berperang dengan hatinya, akhirnya Aksa memutuskan untuk pulang. Rasanya beban pikirannya terlalu berat hari ini.

Aksa melajukan motornya dengan cepat, walaupun terjadi kemacetan Aksa terlihat beberapa kali menyalip kendaraan yang lain.

Setengah jam menempuh perjalanan, kini sampailah dia di kediaman Pramudya. Dengan cepat dia melangkahkan kaki nya ke dalam rumah, nampak di ruang keluarga ada nenek Wina dan kedua orang tuanya yang sedang berkumpul.

"Anak nakal, kenapa baru pulang, hem ?" tanya Nenek Wina

"Aku habis dari taman, Nek. Kangen sama Kekek," jawab Aksa.

Aksa langsung menghampiri nenek Wina, lalu dia duduk tepat di samping neneknya tersebut. Dia tersenyum lalu memeluk wanita itu dengan penuh kasih.

"Oiya, Nek. Kenapa Nenek membiarkan orang lain masuk ke taman kita?" tanya Aksa masih tidak terima.

Nenek Wina mengerutkan dahinya, dia tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh cucunya. Dia menatap cucunya dengan tatapan penuh tanya.

1
untung untung
hebat Imajinasinya
FIRA_SHAFIRAH27
kok ngk ada si kak
Cucu Suliani: Oh, diganti judul jadi Hati Yang Kau Sakiti😊
total 3 replies
KIRANA
kok ngk ada ya
nuraeinieni
Luar biasa
falea sezi
lagian lu gatel amat itu kakak ipar lu mau jd pelakor yee dasar g sesuai ma nama lu yg bagus tp hati busuk
falea sezi
karma mu bas g inget anak istri meski amnesia biasa nya feeling nya kuat nah ini tergoda ama jalang kek Deby mampus deh hidup lu
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
sedang khusyuk baca ada yg garing "makaroni" 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
siapa Elsa 🙄
🌹🪴eiv🪴🌹
selalu
🌹🪴eiv🪴🌹
menoleh
🌹🪴eiv🪴🌹
menegur
🌹🪴eiv🪴🌹
merajut 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya semester 4
obrolan bunda sama ayah bilang kuliah 2 tahun udah belagak udah jadi dokter kalo ada yg sakit
🌹🪴eiv🪴🌹
mengurus
🌹🪴eiv🪴🌹
astoge,menggedor

menggoda 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
di biasain
🌹🪴eiv🪴🌹
humornya....?
🌹🪴eiv🪴🌹
wow
emezing kali 💃💃💃
🌹🪴eiv🪴🌹
tenang ayah Aksa ,bunda najma udah author jodohkan untukmu
he he he he
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!