Bahtera rumah tangga Seorang Presdir yang bernama Daniel diambang kehancuran, Setelah kehadiran seseorang dari masa lalu nya.
Disitulah kesetiaan seorang istri sedang diuji.
Akanlah Istri nya bertahan dengan pernikahan nya atau malah mengubur janji suci mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 07
Daniel dan qanita segera bangkit dari tempat duduk nya karna tak terasa waktu sudah malam.
Mereka berjalan kembali kekantor daniel untuk mengambil mobil mereka yang terparkir disana.
"Daniel, lain kali kita pergi ngopi lagi ya! aku sedikit lega setelah mencurahkan segala isi hatiku padamu." ujar qanita sambil membuka pintu mobil nya dan duduk dibangku kemudi nya.
"Baiklah, aku siap menjadi pendengar mu." ujar daniel lalu menutup pintu mobil qanita.
Qanita melajukan mobil nya dan berlalu dari hadapan daniel.
Daniel melihat ke arah jam tangan nya, ia sudah melewatkan jam makan malam keluarga nya. ia segera berlari menuju mobil nya dan segera pulang kerumah nya.
***
Alya dan rendi kecil sedang menunggu kepulangan daniel. mereka masih menunggu nya dan menunda makan malam bersama mereka.
Karna aturan dikeluarga daniel memang seperti itu, meja makan adalah tempat keluarga berkumpul jadi sesibuk apapun mereka selalu menyempatkan untuk makan malam bersama.
"Mommy, rendi sudah lapar, tidak bisakah kita memulai makan malam nya sekarang?" tanya rendi kecil yang sudah merasa lapar.
Alya tidak tega melihat putra nya yang sudah kelaparan, ia pun memanggil pengasuh nya.
"Bik,,bik narti, beri dia makan sekarang ya, aku rasa ia tak perlu menunggu ayah nya." ujar alya.
Bik narti pun segera menghampiri rendi kecil dan menyuapi nya.
Alya tampak gelisah karna daniel tak biasa nya jam segini belum pulang. kalaupun ada keperluan lain, pastilah ia memberi kabar kepada istri nya.
Alya berdiri dari tempat duduk nya. ia berjalan kepintu keluar rumah nya dan menunggu daniel disana.
Alya duduk di anak tangga diteras rumah nya. matanya memandang ke arah jalan menuju gerbang besar perumahan green hills estate.
Dan sesekali memandang ponsel nya berharap daniel memberi nya kabar.
Setengah jam lama nya alya menunggu disana tetapi daniel tak kunjung tiba. Alya segera bangkit dan berdiri. ia ingin menunggu suami nya didalam rumah saja. ketika alya sampai didepan pintu rumah nya, alya menoleh dan melihat cahaya lampu mobil yang melewati pintu gerbang perumahan nya.
Alya kembali berdiri didepan teras rumah nya, tampak mobil daniel masuk dan memarkirkab mobil nya dihalaman depan rumah nya.
Alya berjalan menghampiri mobil suami nya dan daniel segera turun dari mobil nya.
Alya memeluk suami nya dengan satu tangan nya dan mereka berjalan masuk kedalam rumah nya.
"Kenapa lama sekali pulang nya?" tanya alya.
"Hari ini qanita mengunjungiku dikantor." jawab daniel.
Alya menatap wajah daniel dengan tatapan cemburu.
"Dia hanya mengunjungi teman lama nya alya, kamu tidak perlu menatapku seperti itu." ujar daniel yang senang melihat tatapan cemburu istri nya.
Daniel segera mengecup bibir istri nya dan berjalan menghampiri putra nya.
"Anak daddy, lagi makan apa kamu?" daniel mengusap rambut anak nya yang sedang makan.
Alya menghampiri anak dan suami nya dan ia segera mengambilkan nasi kedalam piring suami nya. Daniel memulai makan malam nya tanpa membersihkan badan nya dahulu karna ia juga merasa sangat lapar.
"Ngomong-ngomong kenapa qanita balik keindonesia?" tanya alya yang memang tidak pernah membaca berita.
"Dia akan menggantikan posisi ayah nya memegang bisnis perhotelan nya." jawab daniel sambil menyuap makanan nya.
"Sebaik nya memang begitu, pak sardi juga sudah tua dan sakit-sakitan." timpal daniel.
Alya hanya mengangguk-anggukkan kepala nya.
Setelah menyelesaikan makan malam nya, daniel segera naik kelantai atas menuju kamar nya. ia merasa gerah karna memang belum mandi sedangkan Alya dan rendi kecil sedang bersantai diruang tv sambil mengajari putra nya bernyanyi lagu anak-anak.
Daniel membuka seluruh pakaian nya dan masuk kedalam bath up, ia menghidupkan kran shower nya dan mulai membersihkan badan nya.
Daniel seperti melihat bayangan seseorang dari balik kaca es kamar mandi nya. ia berpikir bahwa itu adalah istri nya. daniel memanggil istri nya memastikan bahwa itu memang alya.
"Alya,,alya,,!!" daniel menghentikan mandi nya dan ia menutup kran shower nya.
Bayangan itu berjalan keluar dari pintu kamar nya.
"Kenapa alya tidak menjawab ku?" batin daniel.
Ia menyalakan kembali kran shower nya dan melanjutkan mandi nya.
Daniel merinding ngeri mengingat bayangan manusia yang sedang berada dikamar nya. "kalau memang itu alya, kenapa ia tidak menjawabku? apa itu sipembantu gila itu? tapi apa yang ia lakukan didalam kamar kami? ini kan sudah malam, bukan jadwal nya ia membersihkan kamar." daniel terus berbicara dan bertanya dalam hati nya.
Daniel semakin tidak nyaman berada dirumah nya, pikiran nya menjadi selalu berburuk sangka kepada semua pembantu nya.
Daniel segera memakai baju nya dan kembali turun kebawah menghampiri istri dan anak nya.
"Alya, waktu aku mandi, kamu ada masuk kekamar nggak?" daniel bertanya sambil berbisik.
"kekamar??" tanya alya dengan suara nya yang keras.
Daniel segera menutup mulut istri nya.
"Pelan-pelan aja ngomong nya." ujar daniel yang masih berbisik.
"Aku daritadi disini sama rendi, ngapain juga kekamar jam segini?" ujar alya yang bingung melihat wajah suami nya yang ketakutan.
"Seperti nya aku melihat si ika didalam kamar kita." ujar daniel.
"Sayang, kamu itu lagi berhalusinasi." ujar alya yang tak percaya kalau ika takkan mungkin selancang itu.
"Makanya jangan suka berpikiran kotor sama anak gadis." ujar alya sambil memukul kening daniel.
Daniel merasa kesal karna alya tak percaya dengan ucapan nya.
Rendi kecil duduk dipangkuan ayah nya
"Daddy, ayo kita bermain piano lagi." ujar rendi kecil.
Daniel segera bangkit dari tempat duduk nya dan kembali mengajari putra nya bermain piano.
berarti si rafly trouble maker nya
sudah sampai di bab ini terasa sudah seperti alur cerita sinetron.
meskipun tetap membuat penasaran akhir kisahnya.
feelnya dapat sekali sampai dibuat kesal sendiri. tata bahasanya tidak lebay dan bertele tele.
semangat terus dalam berkarya 😊