Kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya tidak membuat Kirania terpuruk dia terus melanjutkan hidupnya seperti sebelumnya.
Hingga saat dia tahu kalau dia hamil dan di usir oleh keluarga angkatnya membuatnya hampir mengakhiri hidupnya. Tapi saat dia mencoba bunuh diri ada seseorang yang menghentikannya dan membuat dia kembali menjalani hidupnya dengan penuh semangat.
Hingga beberapa tahun kemudian dia membuat kesalahan pada atasan di tempat kerjanya dan untuk menebus kesalahannya itu dia dipaksa untuk menikah dengan atasannya itu! bagaimana kelanjutan hidupnya setelah menikah dengan atasannya tersebut apakah bahagia atau menderita?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Perjodohan.
...🍀Happy Reading🍀...
...................
Malam ini Kirania pulang dari tempat kerjanya lebih awal karena kondisinya semakin tidak memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan nya dia pun meminta ijin untuk pulang lebih awal.
Karena kepalanya sangat pusing Kirania pun memutuskan untuk memesan taksi online daripada di paksakan membawa motor malah celaka lebih baik dia pulang naik taksi online.
"Pak saya titip motor saya di sini ya saya tidak bisa bawa motor karena kurang enak badan," Kata Kirania kepada satpam yang jaga di sana.
"Iya mbak tenang saja motornya akan aman di sini," Kata satpam.
"Terima kasih pak. kalau begitu saya permisi dulu ya Pak," Pamit Kirania pada satpam.
"Iya mbak hati-hati ya mbak," Kata satpam Kirania menganggukkan kepalanya.
Kirania naik ke taksi yang di pesannya dia menyandarkan tubuhnya sambil memijat secara perlahan keningnya untuk mengurangi rasa pusingnya.
Saat mobil yang di tumpangi Kirania pergi mobil Radit datang dia akan menunggu Kirania pulang bekerja seperti biasanya dia tidak tahu kalau Kirania sudah pulang.
"Sudah sampai mbak," Kata supir taksi kepada Kirania yang saat itu sedang memejamkan matanya.
"Oh iya makasih ya pak," Kata Kirania sambil membuka pintu mobil.
"Sama-sama mbak," Jawab supir setelah Kirania turun dan menutup pintu mobilnya supir itu mulai menjalankan kembali mobilnya.
Kirania masuk ke dalam rumahnya dia melihat ayah dan ibu angkatnya sedang mengobrol di ruang keluarga dan obrolan mereka terhenti saat melihat kedatangan Kirania.
"Kiran kamu sudah pulang?" Tanya Ardi dengan nada yang bersahabat tidak seperti biasanya hal itu membuat Kirania mengerutkan keningnya.
"Sini duduk dulu Kiran ayah dan ibu mau membicarakan sesuatu yang penting denganmu," Kata Linda dengan nada yang bersahabat juga.
"Ada apa dengan mereka,, apa mereka salah makan sehingga bicaranya berubah jadi bersahabat seperti itu padaku," Gumam Kirania dalam hati.
"Ada apa ayah, ibu apa yang ingin kalian bicarakan pada kiran sampai kalian menunggu kiran pulang seperti ini?" Tanya Kirania.
"Kiran kamu kan sudah pas untuk menikah umur kamu sudah 22 tahun dan sudah pas untuk menikah," Kata Linda basa-basi.
"Maksudnya," Tanya Kirania tidak mengerti maksud Linda.
"Ayah sudah menjodohkan kamu dengan rekan bisnis ayah dia sudah membantu ayah untuk mengatasi masalah yang terjadi pada usaha ayah,, jadi sebagai ucapan terimakasih, ayah menjodohkan mu dengannya walaupun jadi istri ketiga tapi dia akan memanjakan mu karena dia adalah orang yang kaya dan dia langsung menyukaimu saat ayah menunjukkan photo mu padanya," Perkataan Ardi membuat Kirania kecewa dan sedih bagaimana bisa mereka memutuskan hal sebesar itu tanpa berbicara terlebih dahulu kepadanya.
"Jadi ini alasan mereka berbicara dengan nada bersahabat kepada ku tadi mereka hanya ingin mengatakan kalau mereka sudah menjual ku," Gumam Kirania dalam hatinya.
"Tapi ayah, ibu, Kiran belum mau menikah kiran masih ingin sendiri dulu," Kata Kirania menatap ayah dan ibu angkatnya.
"Kamu pikir kamu bisa menolak nya hah!,, anggap saja ini sebagai balas budi mu kepada kami karena sudah menampung mu disini selama ini," Kata Linda dengan suara yang sudah kembali seperti biasanya.
"Kiran akan lakukan apapun untuk balas budi kepada kalian tapi tidak dengan menikahkan kiran seperti ini kiran tidak ingin menikah dengan lelaki yang tidak kiran cintai bahkan kiran juga tidak mengenalnya," Kata Kirania mengiba kepada Ardi dan Linda.
"Kamu tidak bisa menolaknya karena saya sudah menyetujuinya dan pernikahanmu akan di adakan minggu depan besok dia akan kesini untuk melamar mu secara langsung dan kamu tidak boleh menolak," Kata Ardi dengan tegas.
"Kenapa tidak Nindy saja yang kalian nikahkan kenapa harus aku," Kata Kirania memberanikan diri.
PLAK.. Satu tamparan dilayangkan oleh Linda dengan sangat keras ke pipi kanan Kirania hingga terlihat bekas kemerahan di pipinya.
"Enak saja kamu ingin anakku menikah dengan laki-laki yang sudah berumur dan menjadi istri ketiga,, anakku masa depan nya masih panjang sedang kan kamu,, kamu apa hah,, bahkan asal usul kamu saja tidak jelas, mana ada lelaki yang mau menikahi wanita dengan asal usul yang tidak jelas seperti mu," Bentak Linda sambil menarik rambut panjang Kirania.
"Dengar ya!,, aku tidak mau denger lagi penolakan yang keluar dari mulut mu," Kata Linda sambil menghempaskan tubuh Kirania ke lantai.
"Pergi ke kamar sekarang dan ingat besok sore kamu harus sudah pulang karena sehabis maghrib calon suami kamu akan datang kesini," Kata Ardi sambil melangkahkan kakinya menaiki tangga.
"Jadilah manusia yang lebih berguna dengan membalas budi kepada kami." Kata Linda sambil mengikuti langkah Ardi menuju kamarnya.
Setelah Ardi dan Linda tidak terlihat datang lah Bi Minah Art di sana dengan tergopoh dia merangkul bahu Kirania membantunya berjalan untuk ke kamar Kirania.
"Bi Kiran tidak mau menikah dan menjadi istri ketiga Kiran tidak mau bi kenapa mereka setega itu kepada Kiran apa salah Kiran bi," Kirania menangis di pelukan Bi minah.
"Kalau mereka tidak menginginkan Kiran kenapa dulu mereka harus membawa Kiran dari jalanan bi,, kenapa mereka tidak membiarkan kiran di jalanan saja," Tangisan Kirania pecah di pelukan bi minah.
"Non yang sabar ya non,, bagaimana kalau non Kiran kabur saja biar tidak perlu menikah dengan pria tua itu," Kata Bi minah.
"Meskipun Kiran pergi dari sini mereka pasti akan mencari Kiran dan menemukan kiran lagi bi," Kata Kirania.
"Yang sabar saja ya non semoga saja nanti ada jalan keluar nya," Kata Bi minah.
"Non Kiran sakit ya pucat banget," Kata Bi Minah.
"Kiran hanya kecapean saja bi," Kata Kirania.
"Biar bibi kompres dulu pipinya ya non," Kata Bi minah sambil mengambil es untuk mengompres pipinya Kirania.
Setelah beberapa saat bi Minah datang dengan es batu dan kain bi minah mengompres pipi Kirania yang merah dan bengkak.
"Terima kasih ya bi selama ini bibi selalu ada untuk Kiran dan selalu membantu Kiran," Kata Kirania.
"Sama-sama non bibi selalu berdoa agar suatu saat non kiran mendapatkan kebahagiaan," Kata Bi minah.
"Aamiin bi,, sekarang bibi istirahat saja ini sudah malam,"Kata Kirania.
"Baiklah bibi ke kamar dulu ya non, non Kiran juga istirahat ya," Kata bi minah.
"Iya bi makasih ya sudah ngompresin pipi Kiran," Kata Kirania.
"Iya sama-sama non." Bi minah pun keluar dari kamar Kirania.
Kirania mandi dan berganti baju terlebih dahulu setelah itu dia merebahkan tubuhnya di kasur lapuknya dan mulai terlelap untuk sesaat dia melupakan masalah yang sedang di hadapinya.
...................
...Sementara itu ditempat lain.....
TOK.. TOK.. TOK..
Radit terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ketukan itu dia melihat sekelilingnya dan ternyata dia tertidur di dalam mobil saat menunggu Kirania di parkiran restoran tempat kerja Kirania.
"Maaf Pak dari semalam bapak disini terus apa ada masalah," Tanya satpam.
"Tidak pak saya hanya ketiduran saat menunggu teman saya yang bekerja di restoran ini,, Apa yang punya motor itu tidak pulang pak?" Tanya Radit menunjuk motor Kirania yang masih terparkir di sana.
"Mbak Kiran semalam pulang sekitar jam sepuluh Pak," Kata satpam itu.
"Kenapa dia pulang awal pak,, apa dia baik-baik saja?" Tanya Radit khawatir.
"Mbak Kiran bilang kalau dia kurang enak badan jadi dia ijin pulang lebih awal wajahnya juga terlihat pucat," Jawab satpam.
"Oh baiklah kalau begitu saya permisi dulu pak," Kata Radit kepada satpam itu lalu menjalankan mobilnya.
"Pantesan aku nungguin dia gak ada juga ternyata dia sudah pulang kenapa sulit banget ya berjuang untuk mendapatkan cinta itu," Kata Radit sambil menyetir mobilnya dia pulang terlebih dahulu ke rumahnya untuk mandi sebelum ke restoran.
"Semoga dia baik-baik saja,, nanti akan aku paksa dia buat periksa ke dokter" Kata Radit.
.
.
.
.
.
.
.
...☘Bersambung☘...