Cerita ini tentang kedua insan manusia yang harus menikah karena dijodohkan oleh orangtua.
Geovandra Gerald Dirgantara merupakan seorang siswa yang berpengaruh di Dirgantara High School ( DHS ), karena ia adalah anak pemilik sekolah dan juga anak yang terkenal badboy di sekolah.
Aletta Viorella Bachtera merupakan seorang siswi baru di DHS. Hiruk piruk kedatangannya ia sudah menjadi sorotan anak anak DHS.
Bagaimana jika mereka berdua disatukan dalam ikatan suci pernikahan?
Apakah mereka berdua akan setuju? atau malah sebaliknya?
Mau tau kelanjutan kisah mereka? Yuk langsung baca aja!!
Up: Hari Senin dan Kamis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amandawp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NMWB-05
...Budayakan pencet tombol like, vote dan comment sebelum membaca, karena satu like dan vote dari kalian sangat berharga buat autor 🙏...
...Selamat membaca 📚...
...••••...
Beberapa hari kemudian
Hari ini adalah hari yang sangat spesial dan ditunggu tunggu oleh kedua keluarga karena hari ini mereka akan menyatukan dan mempererat tali persahabatan menjadi besan lewat anak anak mereka.
Aletta tengah dirias oleh perias pilihan Mami dan Ibu mertuanya. Letta sangat anggun dengan balutan kebaya modern berwarna soft pink.
"Duhhh cantik banget si mantunya Andini, " ucap perias yang ternyata adalah saudara jauh dari Geo.
"Eh emm makasih tante," ucap Letta dengan canggung.
"Sama sama cantik" ucap sang perias dengan tersenyum.
Kriet….
Pintu dibuka dan tampaklah seorang wanita paruh baya yang mengenakan pakaian berwarna soft pink juga namun beda model.
"Mami…"
Arumi yang mendengar putrinya memanggil tersenyum lalu mendekat pada sang putri.
"kamu cantik banget sayang," ujar sang Mami Arumi sambil memperhatikan setiap inci wajah sang putri semata wayangnya.
"Sayang, sebentar lagi kau akan menjadi seorang istri. Jadi kamu ga boleh manja lagi ya," Letta merasakan matanya sedikit memanas kala mengingat bahwa kini ia akan segera menjadi milik orang lain dan bukan milik keluarganya lagi.
" Iya Mi. Tapi kalau Letta kangen sama Mami Letta boleh kan main kesini," ucap Letta dengan mata berkaca-kaca.
Arumi tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban dan menghapus sedikit jejak air mata di pelupuk mata putrinya.
"Ya sudah kalau begitu Mami mau ke bawah dulu karena Geo sudah datang," ucap Arumi kemudian mengecup puncak kepala Letta dan kembali turun ke bawah untuk menemui para tamu undangan.
Kedua belah pihak memutuskan untuk tidak terlalu banyak tamu yang diundang. Hanya sekedar kolega bisnis papa Geo dan papi Letta. Keduanya sepakat untuk tidak mempublikasikan hubungannya. Mereka lebih memilih untuk diam sampai Geo dan Letta lulus sekolah.
Dan untuk soal resepsi pun akan diadakan selepas mereka telah lulus sekolah.
Geo dan keluarganya telah tiba di kediaman Letta. Semuanya langsung saja turun dan kedua orang tuanya menggandeng Geo sementara sang adik digendong oleh sepupu Geo.
Begitu sampai di dalam, Geo langsung duduk di hadapan penghulu dan bersiap untuk mengucapkan ijab qobul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aletta Viorella Bachtera binti Irawan Bachtera dengan mas kawin uang sebesar 500 juta dan seperangkat alat sholat dibayar tunai. " ucap Geo dengan lantang dan sekali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi? "
"Sahh"
"Alhamdulillah " semuanya kemudian mengaminkan doa yang sedang di lantunkan oleh penghulu. Sementara di kamar, Letta meneteskan air mata setelah mendengar Geo mengucapkan ijab kabul.
Sekarang ia bukan lagi putri dari keluarga Bachtera melainkan menantu dari keluarga Dirgantara. Letta merasa memiliki tanggung jawab terhadap Geo yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Walaupun pernikahan ini bukan atas dasar cinta namun tetap saja Letta merasakan rasa haru seperti pengantin biasanya dan begitu juga dengan Geo.
"Ayo turun Let," ajak tante Letta.
Aletta kemudian turun bersama sang tante. Semua mata kini tertuju padanya melihatnya bak seorang ratu kayangan yang baru saja memunculkan diri dihadapan semua orang.
Geo terus saja melihat ke arah Letta hingga ia tak menyadari Letta yang kini sudah duduk di sampingnya.
Letta kemudian menyikut Geo dengan sedikit keras.
"Biasa aja kali," ucap Letta.
Geo pun akhirnya tersadar dan kembali duduk tegak menghadap ke penghulu lagi.
"Silahkan pasangkan cincinnya," ucap sang penghulu.
Kemudian Geo pun memasangkan cincin pilihannya yang waktu itu.
Flashback on.
Saat ini Geo dan Letta sedang berada disebuah toko perhiasan di salah satu mall terkenal di daerah Jakarta.
"Gue udah pilih cincinya" ucap Geo.
"Tapi gue maunya yang simpel ya ge"
"Iya tenang aja, gue yakin lo pasti suka. "
Letta pun akhirnya menunggu cincin yang sudah dipesan oleh Geo sebelumnya.
"Saya mau ambil cincin atas nama Geovandra Gerald Dirgantara" ucap Geo kepada salah satu pegawai disana yang langsung menuruti perintah Geo.
Tak lama pegawai tersebut kembali dengan membawa satu kotak beludru dengan warna merah hati dan kemudian memberikannya kepada Geo.
"Ini pak,"
Geo pun mengambil kotak tersebut lalu berbalik badan menghadap Letta.
"Nih buka," ujar Geo sambil menyerahkan kotak tersebut.
Letta pun menerima dan membuka kotak tersebut dan Letta terkejut dengan isinya. Terdapat dua cincin emas putih berbentuk setengah love di kedua cincin tersebut bertabur berlian.
"Ge ini lo," ucap Letta dengan terpesona dan sedikit terbata bata.
"Liat dalamnya deh," Letta pun melihat melihat di dalam cincin tersebut yang ternyata terdapat nama mereka berdua di masing masing cincin.
Kemudian Letta memeluk Geo. Geo merasa bersyukur karena ternyata Letta menyukai cincin pilihannya.
Flashback off.
"Sekarang pengantin perempuan mencium tangan pengantin laki laki"
Letta pun menyalami tangan Geo.
"Sekarang giliran pengantin laki-laki mencium kening pengantin perempuan "
Sontak wajah Letta memerah seketika. Letta sangat malu jika harus dicium oleh Geo dan itu membuatnya sangat malu.
Namun Geo tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung saja ia mencium dahi Letta dengan lembut.
Letta yang merasakan ciuman lembut yang menenangkan yang mungkin sekarang akan segera menjadi candunya
Saat semua acara kecil kecilan yang diadakan telah selesai, Geo dan Letta masuk ke dalam kamar milik Letta dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 18.00.
Geo duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan gerak geriknya Letta yang terlihat sedikit canggung.
"Kenapa lo Let? " tanya Geo sembari membuka jas yang ia kenakan tadi.
Letta melirik Geo. "Ini nih nyangkut, bantuin dong Ge" ucap Letta.
"Ga ah males"
Pletak..
Sebuah lemparan kotak mendarat dengan pas diwajah tampan Geo.
"Aws sakit Let, " ujar Geo dengan rengekkan dan sembari meraba wajah tampannya.
"Ini makanya bantuin," ucap Letta dan akhirnya Geo mengalah. Ia mulai bangun dan membantu Letta untuk membuka resleting gaun yang dikenakan Letta.
Kemudian selesai dengan gaunnya, kini Letta hanya mengenakan hotpans abu-abu dan kaus hitam polos yang kebesaran dan membuat Geo menahan nafas melihatnya.
'Gila bodynya wow, gue kira dia datar ternyata amazing. ' ucap Geo dalam hati.
Aletta mengamati Geo yang sedari tadi terus saja memandangi dirinya dengan tatapan lapar dan tentu saja Letta merasa risih.
"Heh lo liatin apaan lo," ucap Letta dengan ketus sambil memukul pelan kepala Geo.
"Apaan sih lo, awas gue mau mandi." ucap Geo lalu pergi meninggalkan Letta menuju kamar mandi. Sedangkan Letta geleng geleng kepala melihat tingkah Geo yang sangat aneh menurutnya.
Letta menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang dan ia mulai meraih handphone nya dan mulai membuka aplikasi chat di handphonenya.
Letta terkejut melihat banyak sekali pesan dari kedua sahabatnya dan tak berapa lama ia segera membuka pesan tersebut.
Kemudian Letta membalas satu persatu pesan dari grup chat sahabtnya lalu ia mulai meletakkan kembali ponselnya dan melirik Geo yang lagi sibuk dengan rambutnya.
"Ge ini kita beneran tidur seranjang? " tanya Letta yang mulai memecah keheningan.
"Seperti yang lo lihat," jawab Geo.
"Lo jangan minta hak lo dulu ya Ge, gue belum siap soalnya. " ucap Letta dengan sedikit canggung yang membuat Geo memiliki ide jahil.
Geo meletakkan handuk yang tadi ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya lalu berjalan mendekati Letta dengan perlahan. Ia mulai tersenyum menggoda yang pastinya membuat para wanita meleleh melihatnya.
"Lo mau ngapain Ge?" tanya Letta yang mulai gugup.
Kini jarak keduanya sangat dekat dan bahkan keduanya dapat merasakan hembusan nafas masing masing.
Geo yang melihat wajah Letta yang mulai panik terlihat dari matanya yang tak mau melihat Geo serta tak berhenti merengek meminta Geo menjauh.
Geo berusaha menahan mati matian tawanya. Geo sangat menyukai ketika melihat Letta yang menderita.
"Bwahahaha," lepas sudah tawa Geo yang berusaha mati matian ia tahan namun tidak bisa dan ia berguling guling di kasur yang membuat Letta naik darah.
"Lo ya udah bikin gue panik tau gak," jerit Letta sembari memukul mukul badan Geo menggunakan bantal guling.
Setelah dari itu tak lama kemudian mereka mulai tidur untuk beristirahat karena telah lelah dengan acara hari ini.
Keesokan harinya
Sinar mentari pagi mulai masuk ke dalam kamar sepasang pengantin baru. Letta terbangun lalu mengucek matanya yang sedikit gatal. Letta sedikit kaget saat ada sebuah tangan yang melingkar diperutnya.
"Aaaaaa Mami! " teriak Letta yang membuat Geo terbangun dan duduk tegak saking terkejutnya.
"Apaansi Let berisik tau," ucap Geo.
"Lo kenapa bisa tidur dikamar gue? " tanya Letta kepada Geo yang membuat Geo bingung. Tak lama..
Pletak
Geo menyentil kening Letta dengan sedikit keras.
"Awss.. lo apa apaan sih Ge, kok malah nyentil gue. " ucap Letta sedikit kesal.
"Lo lupa kalau kemarin kita udah nikah," ucap Geo yang membuat Letta menepuk dahinya yang menandakan bahwa ia lupa akan itu.
"Hehehe gue lupa Ge," ucap Letta dengan terkekeh.
"Ya udah gih sana lo mandi. Nanti ada yang mau gue bicarain," ucap Geo kemudian merebahkan dirinya lagi di kasur dan melanjutkan tidurnya yang terganggu tadi.
Sedangkan Letta menuruti perintah Geo dan mulai melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Saat ini Geo dan Letta sedang duduk berhadapan untuk membahas yang tadi ingin Geo bahas.
"Letta sekarang kan kita udah menikah dan gue mau kita membangun rumah tangga secara mandiri. Jadi gue memutuskan untuk kita tinggal di apartemen milik gue ya, " ucap Geo yang membuat Letta membulatkan matanya.
"Lo serius Ge? " tanya Letta.
"Iya Let dan gue berharap lo juga setuju sama ucapan gue ini, " jawab Geo.
Letta kemudian berpikir sejenak. Ia sekarang sadar kalau ia sudah menjadi seorang istri dan itu berarti ia wajib mengikuti kemanapun perginya sang suami yaitu Geo.
"Iya gue setuju. Gue akan ikut lo tinggal diapartemen, " ucap Letta yang membuat Geo lega mendengarnya.
"Ya dah kalau gitu mending sekarang kita turun udah ditunggu soalnya, " lanjut ucapan Letta. Setelah itu mereka turun untuk makan pagi bersama dengan keluarga Letta.
...Tbc...
...Jangan lupa pencet tombol like dan coment yah, supaya aku lebih semangat lagi buat melanjutkan ke episode berikutnya. ...
...Tungguin kelanjutan ceritanya yah!! 😊...
kami sudah menunggu 😭😭