Kehilangan semua nya membuat dia menjadi orang yang berbeda, setelah kehilangan harga dirinya karena sebuah kesalahan, dia pun kehilangan orang tua nya disaat yang bersamaan, setelah itu pun dia harus kehilangan semua harta bendanya termasuk orang yang sangat ia cintai.
Kehilangan orang-orang tersayang membuat ia bertekad untuk membalas semua orang yang menyakiti dan mengambil semua yang berarti bagi dirinya.
Akan kah ia menuntaskan balas dendam nya?
Simak terus yah novel ini, author berharap para reader semua menyukai cerita ini. ya meskipun masih belajar dan jauh dari kata sempurna untuk menulis. ditunggu like, koment sama vote juga share nya yang cayang-cayang ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anet59, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CERITA NARA
“kamu itu, kayak orang susah aja,,, tanah kamu di Garut hektaran, perkebunan teh juga kamu punya,, kenapa di Jakarta kamu kaya orang melarat sih Nita?” ucap Nara yang mengubah panggilannya ketika mereka diluar profesinya.
Nita yang mendengar ocehan sahabatnya hanya menanggapinya dengan senyuman. Mereka pun pergi meninggalkan ruang prakteknya untuk segera pulang. Mereka menuju ketempat parkir.
“Aisha, aku masih penasaran sama orang yang kamu tunggu, siapa sih dia?” Tanya Nita.
“Ketika waktu aku kecil, aku liburan bersama bunda ke villa daerah bogor, aku bertemu seseorang dan aku gak tahu nama lengkapnya siapa, yang aku tau nama nya ken, Disaat kami harus berpisah dulu dia memberikan sesuatu padaku, dan aku memberikan hadiah kecil juga buatnya. Dia berjanji akan mencari ku ketika dia kembali ke Jakarta,,, namun setelah sekian lama sampai sekarang pun kami belum pernah bertemu lagi, malahan mungkin kita akan asing jika melihat wajah kita sekarang, mungkin wajah kita akan ada sedikit perubahan ketika menjelang dewasa.” Jelas Nara yang menceritakan masa kecilnya pada sahabatnya ini.
“wah ternyata cinta monyet nih ceritanya.” Ucap Nita.
“bukan cinta monyet kali nit, lagian mungkin saja sekarang dia udah berkeluarga, hanya saja aku cuma menunggu janji nya aja yang akan mencari ku setelah dia kembali ke Jakarta. Itu yang membuat aku menunggunya.” Ucap Nara.
“menunggu sih boleh-boleh aja sha, tapi kamu juga jangan sampai lupa umurmu sudah tambah banyak, apa kamu mau jomblo terus nunggu pangeran kecil kamu? Buka lah hati untuk orang lain? Pa Atha juga boleh tuh, apalagi mommy nya udah kasih lampu hejo tuh..” ucap Nita.
“ah kamu ini Nit,,,Nit,, bisa aja. Oh iya Nit, besok saya ambil cuti 2 hari saya sudah bilang sama pak dirut dan kamu juga dapat libur 2 hari, saya mau liburan dulu sama bunda dan ayah,,, dan ini kesempatan kamu juga buat nyari pacar pengganti asisten dokter bayu” Balas nara.
“Beneran sha,,, asyiiik nih sehari kita bisa morongkol aja di kasur,,, dan sehari lagi kita bisa hangout… makasih dokter cantikku,,,” ucap nita sambil memeluk sahabatnya itu.
“Kita…? Kamu aja kali….” Ucap nara.
Tak terasa mobil sudah sampai di apartemen nya Nita.
“ya udah selamat beristirahat sus nit,,, suster genit” ucap Nara.
“enak aja,,, ya udah deh selamat liburan dokter cantikku sayang,,,,” balas Nita sambil kiss bye.
Nara melajukan mobilnya untuk meneruskan perjalanan pulang ke rumahnya, sesampai nya di rumah Nara belum melihat mobil sang ayah, itu berarti ayahnya belum pulang dari bogor.
“Assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam,,, sudah pulang sayang..” balas bunda.
“iya bun, ayah belum pulang, bun? Bunda dari mana rapi amat? Tapi kenapa mata bunda sembab?” Tanya nara.
“oh,,, ini tadi bunda habis dari mall, jalan-jalan aja,,, sepi di rumah,,, terus bunda nonton film india deh, film nya sedih banget eh kebawa sampai rumah,,”jawab bunda bohong.
“oh gitu yah bun, ya udah Nara ke kamar dulu mau mandi sebentar.” Ucapnya.
“ya udah kamu bersih-bersih dulu, abis itu kita makan.” Ucap bunda.
“Siap Bos” balas Nara.
Ketika Nara akan membersihkan diri, suara ponselnya berbunyi. Dan ketika nara melihat nama kontak yang
tertera di layar adalah sahabat lainya Syifa.
“Hallo assalamualaikum” ucap Nara.
“Wa’alaikumsalam,,,” balas Syifa.
“hay Syif apa kabar? Udah lumayan lama yah kita gak ketemu,,, gimana om Wijaya?” tanya Nara.
“Alhamdulillah sya sekarang sudah sehat seperti biasanya, kamu gimana kabarnya? Pangerannya udah datang belum?
Kok aku jadi penasaran yah, kepo banget ini, kamu nya sih main rahasia-rahasia an. Ucap Syifa.
“kamu itu yah,,,, kamu juga kan tahu cerita aku sama kenalan masa kecilku itu,,, yang aku tahu Cuma namanya aja Ken, udah itu aja,,, lagian yah belum tentu dia nyariin aku kali Syifa,,,Syifa… aku aja kali yah yang terlalu berharap.” Balas nara yang masih bergumam dalam hatinya dan bertanya Apa pa Atha menyebut dirinya ken tadi? Apa aku gak salah dengar? Ah yang nama nya Ken kan banyak? Sudahlah Nara,,,Nara kau ini mikirnya yang bukan-bukan aja, batin Nara dengan pikirannya sendiri.
“Lagian kamu masih aja menunggu orang yang gak pasti, jaman sekarang sih mendingan yang pasti-pasti aja deh…” ucap Syifa.
“Iklan kali ah,,,,” jawab nara.
“hahaha,,,, yang siap ngelamar kamu kan banyak,,,, termasuk kakak ku, masih aja kamu tolak,,,” ucap Syifa.
“aku gak tahu nih kenapa, nih hati gak mau kebuka buat orang lain.” Jawab Nara.
“Ya sudah lah cinta gak bisa dipaksakan,,,, kasian banget Abang ku yang tampan itu,,,, belum kepilih udah dieliminasi duluan,,,, nasib percintaan mu bang…. Bang…”ucap Syifa.
“Tolong sampaikan maaf ku Syif sama kak aldo, tapi hati ini sudah memilih kemana akan bersandar. Tapi itu pun kalau bertemu, kalau tidak aku ikuti arus air mengalir saja lah” Balas Nara.
“Ya sudah lah,,, lagian aku telepon itu Cuma mau bilang kalo ayah mengundangmu untuk makan malam di rumah hari sabtu nanti, sebagai ucapan terima kasihnya padamu.” Ucap syifa.
“iya terima kasih atas undangannya, insya alloh saya akan datang. Ya udah aku mau mandi dulu gerah juga nih baru pulang dari rumkit.” Ujar Nara.
“Ya sudah, salam sama bunda dan ayah ya sya… Assalamualaikum”ucap syifa.
“Wa’alaikumsalam”. Nara pun menutup teleponnya dan melemparkan ponselnya di atas kasur dan segera masuk ke kamar mandi, tempat favoritnya hanya untuk merileks kan tubuhnya di bath up, karena lelah seharian telah beraktifitas.
Setelah selesai mandi nara kembali ke ruang makan untuk makan malam bersama bunda nya yang sudah menunggu di meja.
“Gak, nunggu ayah dulu bun?” Tanya nara.
“Gak usah tadi ayah telepon katanya ayah akan pulang larut malam, nanti dianter sama supir. Katanya”ucap
bunda.
“oh,,, gitu bun, ya udah kita makan dulu.” Ucap Nara.
Setelah selesai makan nara duduk di ruang tengah sambil nonton acara dangdutan di salah satu stasiun televisi. Bunda pun menghampiri buah hatinya dan duduk disampingnya sambil membawa buah potong yang siap makan dan menyimpan nya di meja.
“Bun, besok kata ayah kita mau liburan, aku mau ke villa yang dulu bun.” Ucap nara yang menjatuhkan dirinya dipangkuan bunda nya.
“Kamu berharap ketemu sama ken ya sayang,, atau kamu hanya mengingat kenangan kalian saja?” Tanya bunda sambil mengusap kepala buah hatinya.
“ya bisa dibilang seperti itu bun, Nara cuman kangen saja,,, Nara juga tahu sekarang sudah belasan tahun lamanya, mungkin Ken sudah melupakan janjinya dan kita mungkin gak akan saling kenal walaupun kita bertemu bun, atau mungkin saja ketika kita bertemu dia sudah berkeluarga. Siapa yang tahu bun.” Ucap Nara.
“Kalau begitu buka lah hati kamu untuk seseorang sayang” ucap bundanya.
“Nara mau cerita sama bunda, kalau tadi siang nara dilamar seorang pasien untuk menjadi menantunya didepan anaknya langsung bun, beliau ingin nara menikah dengan anaknya.” Cerita nara.
“Wah, anak bunda ternyata laku juga yah,,,,”jawab bunda sambil meledeknya.
“ih bunda kok gitu sih…” ucap nara sambil mengerucutkan bibirnya.
“Terus kamu terima gak sayang?” Tanya bunda.
“Gak lah bun, aku kan belum tahu, dia orang seperti apa dan bagaimana, meskipun kalau dilihat sekilas mereka keluarga yang sangat baik dan berada bun.” Jawab nara.
“terus kamu bilang apa untuk menolak beliau” Tanya bunda kembali.
“Nara bilang aja, nara sedang menunggu orang”jawabnya.
“kamu itu, gak ada salahnya nak mengenalnya, lain kali kalau beliau control lagi terima aja lamaran nya,,,” ucap bundanya sambil menaikturunkan alis nya.
“ah, bunda kok gitu sih,,,, bunda udah gak sayang lagi sama Nara yah..?” Tanya Nara sambil cemberut.
“bukan begitu sayang,, kamu kan sudah cukup umur untuk berkeluarga. Bunda kan gak tahu umur bunda sampai kapan” ucap bundanya.
Nara yang kaget akan ucapan bundanya langsung bangun dari pangkuan bundanya langsung memeluk bunda nya.
“Bunda kenapa berbicara seperti itu, nara gak mau dengar bunda bicara seperti itu lagi.” Ucapnya.
“sayang, umur siapa yang tahu, bisa besok, 1 tahun, 5 tahun, atau 10 yang akan datang? Bunda ingin melihat kamu berkeluarga dan ada yang menjagamu dan menyayangimu kelak.” Ucap bunda nya.
“Ayah dan bunda akan melihat Nara berkeluarga dan memiliki anak banyak, bahkan bunda akan melihat cicit bunda.” Ucapnya sambil meneteskan air mata nya.
“Udah ah peluk sama nangis-nangisnya, bunda mau sholat isya sekalian mau istirahat, kayaknya ayah jangan ditunggu aja, kamu tidur sama bunda aja,” ucap bunda nya.
“Asyik,,,, di kelonin lagi,,,, ayo bun kita sholat isya bareng,,, biarin ayah tidur di sofa ato dikamar tamu aja kalau dia pulang,,, salah siapa pulang nya malam banget”ucap nara yang kegirangan.
“kamu ini, udah pantas punya anak, malah manja nya ngalahin anak kecil.” Ucap bunda nya.
Setelah sholat isya nara dan bunda nya membereskan peralatan sholatnya dan merebahkan diri di ranjang king size nya. Dan mulai memejamkan matanya namun tidak lena juga. Nara yang sudah berada di alam mimpi pun terganggu karena sang bunda seperti tidak nyaman dan belum tidur sama sekali padahal itu sudah larut malam, sehingga membangunkan nara yang telah terlelap.
“Bunda, kenapa bunda belum tidur? Apa bunda sedang menunggu ayah?” Tanya nara.
“Gak sayang, bunda hanya sedang tidak enak badan aja.”jawab bunda.
“apa bunda sakit?” Nara memeriksa kening dan denyut nadi bunda nya.
“enggak sayang,, bunda Cuma gak bisa tidur aja,, ya udah kita tidur lagi”balas bunda.
Mereka pun merebahkan tubuhnya masing-masing. Nara yang heran dengan gelagat bundanya bertanya-tanya, apa yang sedang dipikirkannya? , apa yang sedang disembunyikan bunda? Batin Nara.
TBC
Vote, like dan komen nya say...
terima kasih
semoga author nya tetap semangat ya.
makin banyak reader yg ngasih like, hadiah dan vote buat author
ini jenis bawang apa yaaaaa
ada yang mau marah dan kesal juga gak ?
persis sifat tamak serakah nya
semangat menerbitkan karya hebat berikut nya ya Thor