Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.
Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Selesai shalat maghrib, Rania turun ke ruang makan untuk menemani bunda makan malam terlebih dahulu sebelum bertemu dengan sohibnya. Rania membantu bunda menyiapkan makan malam. Rania membantu menggoreng ayam sedangkan bunda yang menyiapkan sayurannya.
Sesekali mereka bercanda dan tertawa di sela kegiatan memasak. Setelah selesai memasak, Rania menata makanan di atas meja makan. Selesai menata mereka mulai menyantap makan malam nya dengan tenang.
Rania sangat menyukai masakan bunda nya. Bagi Rania, masakan bunda adalah masakan ter enak. Karena itu, Rania selalu menyempatkan diri untuk makan di rumah. Selain karena masakan bunda enak, dia juga tidak mau masakan bunda nya terbuang karena tidak ada yang makan. Mubazir menurut Rania.
Rania makan dengan lahap. Bunda tersenyum senang melihat Rania makan seperti itu. Baginya melihat Rania senang adalah kebahagian nya. Dia sangat menyayangi Rania. Dan bunda selalu senang melihat Rania menyukai makanan yang dimasak nya.
"Bun, Ran rencananya mau jumpa Miska dan Leha setelah makan boleh?" tanya Rania di sela makannya.
"Mau kemana kalian nak udah malam gini? Emangnya besok kalian tidak sekolah hmm?" tanya bunda dengan suara yang sangat lembut.
"Cuma mau nongkrong aja kok bun di kafe kak Ryan. Sekolah bun, lagian cuma sebentar aja kok nongkrongnya. Boleh ya buun? Cuma sebentar aja kok bunda. Janji." jawab Rania sambil mengedip ngedipkan matanya dan mengangkat jari tangannya membentuk huruf V.
"Ya sudah, tapi kamu harus janji pulangnya jangan terlalu malam ya nak. Karena besok kamu kan sekolah" jawab Bunda mengingatkan.
"Yeeaayy terima kasih bunda. Sayang bunda" Rania menjawab dengan semangat dan nada yang manja.
Bunda tersenyum melihat tingkah laku anak kesayangannya.
Selesai makan malam dan membantu bunda membereskan piring kotor, Rania segera masuk ke kamar untuk bersiap siap. Rania menggunakan celana panjang warna hitam dan baju kemeja tangan warna hitam dengan corak kotak kotak garis putih dan juga tas selempang warna coklat. Rambutnya dibiarkan tergerai panjang. Tak lupa ia oleskan liptint warna soft pink untuk membuat wajahnya tampak segar dan manis.
Setelah dirasa sempurna Rania keluar untuk pamitan dengan bunda. Rania memilih menaiki ojek online karena Rania tidak bisa mengendarai mobil.
Perjalanan ke kafe dari rumah Rania hanya memakan waktu 30 menit. Sampai di kafe kak Ryan, ternyata sahabatnya belum ada yang datang. Sembari menunggu Rania memainkan ponselnya. Tiba tiba dia didatangi oleh kak Ryan.
"Hai Ran udah lama?" tanya kak ryan sambil menarik kursi di depan Rania.
"Baruu aja nyampe kak, belum pesan juga" jawab Rania sambil senyum.
"Untung aja kamu datang ke sini. Kakak rencana nya mau ngabarin kamu. Ini hasil penjualan perdana kamu hari ini, habis ludes semua bolu kamu" jawab Kak Ryan sambil menyerahkan amplop berisi uang dan tersenyum.
"Oh ya, tadi siang ada customer kakak yang nanyain nomer hp kamu. Katanya mau ajak kamu jadi rekannya, dia ada hubungi kamu gak? " sambung kak Ryan.
"Alhamdulillah" Rania menerima amplop dengan senyum mengembang.
"Oh ya? siapa kak?" tanya nya. "Eh tunggu tunggu, emang sih tadi siang ada yang chat aku, tapi belum aku bales kak karena lagi fokus cari ruko hehe" jawab Rania sambil nyengir.
"Yaudah nanti coba kamu hubungi lagi ya, lumayan kan buat nambah uang masuk. Dan kalo kakak liat sih tadi kayaknya bukan orang sembarangan deh Ran. Karena pakaiannya rapi banget " ucap kak Ryan memberi saran.
"Dan sekarang ada yang nanyain kamu lagi, tuh orangnya, katanya mau tau siapa yang bikin bolu seenak ini" gelak Ryan sambil menunjuk seorang ibu yang sangat manis.
tak tak tak tak
Terdengar suara heels menuju kearah Rania
"Selamat malam" sapanya sambil tersenyum manis.
"Mmm tante, ini dia ni si pembuat bolu terenak yang tadi tante makan, namanya Rania" Ryan memperkenalkan Rania.
"Hai cantik apa kabar?" tanya ibu itu.
"Baik tante, makasi ya tante udah suka sama bolu buatan Ran" jawab Rania sambil tersenyum.
"Iyaa sayang, tante suka sekali sama bolu kamu rasanya pas tidak bikin eneg." jawab ibu manis itu. "Dan maksudnya tadi tante mau borong untuk dibawa pulang, eh taunya udah habis..haha" tante tertawa dengan menutup mulutnya. Sangat elegan.
"Hehehe iya tante Alhamdulillah dagangan aku laris. Tapi kalau tante mau nyobain dan beli lagi besok Ran antar kesini lagi kok" .
"Pasti sayang, malahan tante udah gak sabar nunggu besok" jawab tante antusias.
"Tante gak nyangka deh. Tante pikir yang buat bolunya ibu ibu kayak tante. Eh ternyata yang buat masih muda, cantik lagi. Jarang jarang lho jaman sekarang ada gadis yang mau seperti ini, apalagi cantik seperti kamu. Kebanyakan gadis sekarang sibuk sama dunia mereka yang menurut tante tidak bermanfaat. Tante bangga deh sama kamu. " jelas ibu itu panjang lebar sambil memuji Rania.
Tiba-tiba
"Raaaaan maaf ya. Gak lama kan menunggu kita?" tanya Leha.
"Sorry ya Ran, nih si wak Leha ni lamaa banget siap siapnya, sampe jamuran aku nunggu dia siap" sambung Miskah memberengut dan melirik ke arah Leha.
"Hehe ya maaf namanya juga biar cantik biar dilirik sama cowok cowok kece, ya kan Ran?" jawab Leha sambil nyengir dan menaik turunkan alisnya.
"Eh maap tante kita bising yaa? kita ganggu ya tante? Btw tante siapa ya kok rasanya kita gak pernah ketemu, ya kan Ran?" tanya Miskah beruntun yang menyadari ada orang lain selain mereka
"Hadeh makanya begitu datang jangan langsung nglengking gitu tu suara. Kalem gitu sekali kali Mis" Rania menggerutu. Pasalnya Miskah memang selalu mengeluarkan suara kalengnya tanpa melihat tempat.
"Ini tu pelanggannya kak Ryan yang suka sama bolu buatan aku dan sampe ketagihan kata tantenya, ya kan tante hehe" sambung Rania sambil nyengir.
"Hehe iya, malahan besok tante mau datang kesini buat borong bolunya. Teman kamu cantik cantik ya Ran, seru deh kayaknya ya kalian semua, tante seneng liatnya" jawab tante sambil tersenyum dan menatap mereka satu persatu.
"Hehe iya tante. Ran juga senang punya teman kayak mereka" .
"Tante punya anak cowok gak? Kali aja dia mau temenan ama kita. Atau mungkin tertarik sama salah satu dari kita. Ya gak girls?" Leha bertanya dengan pede nya sampai mendapat hadiah keplakan dari sahabatnya.
"Dasar wak Leha. Kalo ngomong suka ngasal deh, bikin malu aja." sinis Miskah. "Tapi boleh juga sih tan kalo memang ada, kali aja jodoh, hehe" sambungnya.
"Dasar kalian ya, bikin malu aja deh. Maafin kelakuan teman Ran ya tante. Mereka memang suka ngasal kalo ngomong." Rania menengahi sebelum ucapan temannya makin ngawur.
"Hahaha gak apa sayang. Tante senang kok ngeliat kalian. Ya sudah kalo begitu tante pulang dulu ya. Tante harap bisa ketemu sama kamu lagi dan ngobrol lama dengan kamu. Boleh tante minta nomer hp kamu? mana tau tante mau bikin arisan jadi bisa pesan kuenya sama kamu aja". tante menyodorkan hpnya yang disambut oleh Rania.