KETERANGAN: Di harap kan untuk membaca novel "Wanita Taruhan Elvan" karena novel ini adalah anak nya🤭🤭
Ini adalah lanjutan kisah cinta anak-anak dari ke dua sahabat yang pernah berselisih paham di masa lalu. Dengan ketulusan hati, persahabatan mereka kembali seperti semula hingga mereka menjadi tua dan anak-anak mereka saling jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07.Mahasiswa Baru
Malam ini Kinara nampak cantik dengan balutan dress berwarna pink yang melekat di tubuh nya. Riasan tipis dengan rambut sedikit tergerai.Gadis itu datang bersama dengan ke dua orang tua dan kakak nya. Dengan menggandeng tangan Kean, seperti sepasang kekasih banyak membuat wanita lain merasa iri.
Mereka duduk di meja paling depan, Kinara yang sangat gatal tangan dan mulut nya langsung meminta izin pada ayah nya untuk menyumbang kan suara nya. Dengan memetik senar gitar, Kinara mulai memainkan alunan musik dengan sangat indah nya. Suara merdu nya menambah nilai tersendiri untuk Kinara.
Permainan selesai, tepuk tangan meriah tertuju untuk gadis itu. Sang pemilik acara langsung menghampiri Elvan dan mengucapkan terimakasih.
"Saya tidak menyangka jika anak gadis pak Elvan sangat berbakat." ujar Hendrawan.
"Iya pak, anak saya sangat hobby bernyanyi." balas Elvan.
Dari jarak yang tak terlalu jauh, seorang pria terus menatap kagum pada Kinara. Siapa dia? mana aku tahu aku kan kaktus.
Kean merangkul pundak adik nya dengan penuh rasa bangga.
"Kakak akan memberi mu hadiah besok." bisik Kean.
"Wah benarkah? hadiah apa kak?" tanya Kinara senang.
"Kakak akan membelikan mu seruling." ucap Kean membuat pria itu terkekeh geli. Kinara mencubit lengan kakak nya geram.
Elvan dan Zura yang mendengar candaan anak-anak nya hanya bisa ikut tertawa.
Acara selesai, mereka langsung pulang kerumah.
Keesokan pagi nya, Kinara langsung berangkat ke kampus karena hari ini ia ada mata kuliah pagi. Hanya memakan sepotong roti dan segelas susu gadis itu langsung pamit.
Di parkiran, secara tak sengaja Kinara di sapa oleh orang yang tak ia kenali. "Hei...apa kau masih ingat aku?" tanya pria itu.
Kinara mencoba mengingat namun usaha nya gagal, "Kau siapa?" tanta Kinara "Aku tidak mengenali mu."
"Aku yang tidak sengaja menabrak mu kemaren." ujar nya dan Khalisa langsung ingat.
"Eh..iya. Kau mahasiswa baru di sini? seperti aku baru melihat mu."
"Iya, aku pindahan dari luar negeri. Dan suara mu sangat bagus tadi malam." puji nya.
"Kau menyaksikan aku bernyanyi?" tanya Kinara penasaran.
"Ya, itu adalah pernikahan kakak ku." jawab nya. "Oh ya, kenalkan nama ku Agga, nama mu siapa?" tanya Agga sambil mengulurkan tangan nya.
"Nama ku Kinara." balas Kinara "Aku duluan ya. Telat nih!" ujar Kinara kemudian berlalu begitu saja.
Sesampai di kelas, Kinara geram saat mendapati Viana duduk di kursi nya.
"Minggir kau! ini kursi ku." usir Kinara.
"Mulai sekarang kau duduk di depan dan aku di sini." ujar Viana.
"Enak aja! pergi gak?" Kinara menarik tangan Viana namun di tepis oleh Arka.
"Ada apa ini Arka?" tanya Kinara bingung.
"Mulai sekarang Viana akan duduk di sini dan kau duduk di depan." ucap Arka hingga membuat mata gadis itu sedikit berkaca-kaca. Kinara mulai geram dan emosi, namun Saffa dengan cepat menarik Kinara agar tak ada keributan.
Dengan sorot mata tajam ia menatap ke arah Arka. Sedangkan Viana hanya duduk manis sambil tersenyum sinis. Dengan terpaksa Kinara duduk di kursi nomor dua dan berjarak tiga kursi dari Arka.
Hati Kinara panas, ingin rasa nya ia menjambak rambut Viana namun ia urungkan saat Dosen masuk dengan mahasiswa baru yang ia temui di parkiran.
Dosen memperkenalkan mahasiswa baru itu, wah tampan, bahkan tak kalah dengan Arka. Semua mata tertuju pada nya.Begitu juga dengan Kinara yang tak menyangka jika ia akan setu kelas dengan Agga.
"Baiklah Agga, kau boleh duduk di samping Kinar." ujar Dosen wanita itu sambil menujuk kursi kosong tepat di samping Kinara.
Agga berjalan menuju kursi nya lalu meyapa Kinara. "Hai Kinara, kita satu kelas sekarang." ujar nya.
"Hehe...iya..." balas Kinara. Sedangkan Arka menatap tidak suka pada Agga yang menyapa Kinara. Sepanjang kelas Kinara hanya diam, ia masih sakit hati atas kelakuan Arka dan Viana. Agga yang sejak tadi melirik ke arah Kinara dan semua itu dapat terlihat jelas oleh Arka.