NovelToon NovelToon
Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafi'

Jangan lewatkan juga "DITAKDIRKAN MENCINTAIMU" dan "NGUMBARA CINTA"



Mengandung adegan dewasa 21+ jadi bijaklah dalam membaca.

Seorang dokter cantik bernama Ziya Almahiyra yang harus membayar hutang ayahnya dengan menjadi pembantu dirumah Aditya Dewa Bagaskoro tanpa gaji sedikitpun selama satu tahun.

Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin mendirikan klinik sendiri,untuk menolong sesama, meringankan rasa sakit yang diderita pasien?

Ayahnya yang bangkrut karna hutang menggunung.Membuat sang ayah mengidap sakit jantung.Sang kakak bernama Nabila Sahara yang selalu pergi ke klub bersama teman temannya seperti tidak mau tau akan keadaan yang menimpa keluarga, adalah persoalan rumit bagaikan benang kusut yang tak mampu Ziya uraikan.

Aditya Dewa Bagaskoro menikahi Ziya. Kebahagiaan pun menghampiri keduanya. Namun apa jadinya jika ternyata ibunya tidak menyetujui pernikahan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7.

Ziya kini sudah rapi dan selesai mandi, memakai seragam ART yang diberikan oleh Rizal. Ziya menatap wajahnya di cermin.

Seharusnya seragam yang aku pakai bukan ini.

Ziya memegangi bajunya dengan masih melamun. Dia menata hatinya untuk lebih tegar, mencoba tersenyum walau sedih dengan nasib yang tak berpihak padanya. Teringat pakaian kebesarannya berwarna putih.

"Ya Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban utang serta tekanan orang-orang jahat." Ziya mengusapkan kedua tangannya.

Ziya keluar dari kamar, sampai depan pintu ada beberapa pelayan lain yang juga baru keluar pintu.

"Hai!, kamu ART baru ya!" Salah satu dari mereka menyapa. Yang lain nampak memperhatikan menunggu jawaban.

"Owh ya perkenalkan namaku Lisa, dan ini Laksmi, Sari, Hani, Rindi." Lisa bersemangat memperkenalkan teman temannya.

"Ayo kita cepat apel pagi siapa tau ada pengumuman penting." Sari mulai panik, lalu menghambur ke halaman untuk apel pagi sebelum mulai kerja. Ziya hanya mengikuti teman temannya.

Dan benar saja Rizal sudah berdiri tegak dilapangan. Disampingnya ada pria paruh baya yang biasa dipanggil Cak Ali. Dari bangunan samping yang terpisah sekitar 10m dari kamar ART wanita nampak beberapa pria keluar dari sana dengan seragam yang berbeda. Ziya menghitung sepertinya ada 20 orang. Sedangkan dibarisannya, perempuan hanya ada 6 orang.

Selisih yang lumayan jauh.

"Selamat pagi semuanya!" Rizal mulai bicara.

"Pagi pak"

"Baiklah saya langsung pada intinya saja. Besok tuan besar akan pergi ke Singapura bersama nyonya untuk empat hari kedepan. Jadi, mulai besok aktivitas di rumah utama akan berkurang. Cak Ali yang akan mengaturnya. Tapi, ada sedikit masalah untuk hari ini.

Karna koki dirumah utama tidak ada yang memasak. Ceff Rio izin tadi malam karna istrinya melahirkan. Sedangkan ceff Rani juga belum kembali. Sebelum menemukan ceff yang baru, saya ingin diantara kalian ada yang bisa membuat sarapan untuk pagi ini.

Owh satu lagi, kalian ada teman baru(Rizal menunjuk Ziya dengan tangan)kalian silahkan saling berkenalan nanti dan bantu dia jika ada yang tidak dimengerti. Tugas akan dibagikan oleh Cak Ali.Terima kasih."

Semua nampak menarik nafas pelan. Cak Ali sudah membagikan tugas sesuai jadwal biasanya. Hanya saja jadwal buat sarapan tidak ada yang mau. Bahkan mereka serentak menolak, dengan berbagai macam alasan.

Semua pun tertuju pada Ziya "Ziya, apakah kau bisa memasak?" Lisa bertanya.

"Bisa, tapi ha...!

"Cak Ali, Ziya pandai memasak!" Lisa memotong ucapan Ziya belum selesai.

"Baiklah Ziya ikut saya, dan kamu juga kamu,bantu dia menyiapkan sarapan." Cak Ali melirik jam menunjukkan pukul 05:30.Masih ada waktu satu setengah jam.

Kini Lisa dan Laksmi di dapur membantu Ziya menyiapkan sarapan. Sesuai request tuan besar ingin makan makanan nusantara sebelum pergi keluar Negeri.

Satu yang Ziya ketahui ternyata bergosip tentang majikan adalah pelanggaran tingkat tinggi. Jika sepak bola akan langsung mendapatkan kartu merah. Makannya tidak begitu banyak pelayan perempuan disini karna tak tahan bergosip. Begitulah celoteh Lusi sebelum masuk ke dapur.

Ziya nampak serius memasak. Laksmi hanya termangu melihat masakan Ziya yang hampir jadi.

"Lisa, apa kau yakin tuan muda tidak murka?" Bisik bisik saat Ziya lengah.

"Entahlah, aku juga tidak bisa masak jadi ya ikut saja. Apa kau bisa masak?"

Laksmi menggeleng cepat." Kalaupun tuan besar atau tuan muda marah, kita bilang saja Ziya yang punya ide"

"Kamu jahat banget seh Lisa." Laksmi masih berbisik.

"Kalian kenapa? adakah yang kêliru mbak, mohon dibantu kalau kêliru atau salah. Soalnya saya juga nggak pandai masak."

*Aku juga tidak bisa masak Ziya!" Tapi karna kamu anak baru setidaknya tuan tuan akan memaklumi* batin Lisa.

"Tidak ada kok!" Laksmi yang menjawab.

" Baiklah saatnya kita plating, mudah mudahan nyonya dan tuan besar suka dengan masakan ku." Ziya nampak senang.

Laksmi dan Lisa masih saja kode kode an. Tapi mereka juga ikut menyiapkan semuanya. Setelah itu membersihkan dapur.

Datanglah Cak Ali ke meja makan. Wajahnya nampak sedikit berubah." Ziya kamu masak sayur pecel?" Nadanya seperti kurang suka.

"Sayur pecel di pagi hari" Terdengar suara dari arah tangga. Tetnyata Denny dan Maya.

"Wahh...kayaknya enak nih." Maya dan Denny langsung duduk dengan antusias.

"Mari saya ambilkan tuan dan nyonya pasti rasanya akan lebih enak. Mau pedas apa sedang saja!" Ziya menawarkan diri.

"Oke aku mau yang pedas" Denny antusias. Maya tersenyum melihat tingkah suaminya.

"Aku yang sedang saja, tapi banyakin dikit sayur dan taugenya,aku nggak suka kacang". Maya yang biasanya melayani suaminya juga ikut memesan.

"Kita seperti di warung aja ya ma"

"Pagi tuan besar, pagi nyonya" Rizal datang langsung bergabung.

"Owhh ayo Rizal cepet sarapan. Pagi ini kita makan pecel Madiun haha" Denny langsung promo.

Rasanya kok sama persis dengan buatan mbak Mila ya.Batin Maya

Syita dan Aditya pun turun bersamaan saat Ziya mengambilkan sarapan untuk Rizal. Syita memperhatikan dengan seksama wajah Ziya.

"Kak Ziya, Betulkan kak Ziya!" mendekati Ziya memastikan.

"Kenapa kakak ada disini?" penasaran akan kehadiran Ziya dirumahnya.

"Kalian saling kenal?" Maya bertanya.

"Iyalah, kak Ziya yang nolongin kita pas kecelakaan".

"Terima kasih ya Ziya sudah menolong Adit dan Syita!" Maya berterima kasih.

"Sama sama nyonya!"

"Kenapa kakak ada disini? bukankah kakak seorang dokter." Satu hal yang Aditya lupakan, bahwa adiknya tau perihal Ziya. Aditya menendang kaki Rizal kode untuk mencari solusi.

"Owh dia butuh pekerjaan sampingan" Rizal masih dengan terus makan. Aditya melotot tapi Rizal tak peduli masih trus saja makan seperti kena virus busung lapar.

"Buat apa kerja sampingan?Jadi dokter bukannya punya gaji yang lumayan ya" Syita kepo. Aditya gelagapan.

"Saya disini untuk membayar..!"

"Dia butuh kerja sampingan untuk membayar hutang ayahnya." Aditya menjawab cepat.

"Sudahlah Syita cepet kamu sarapan,keburu telat nanti!" Denny mengusap bibirnya dengan tisu. Terdengar sendawa dari mulutnya dan dia hanya nyengir.

"Enak banget sarapannya jadi nambah tadi, lama nggak makan pecel yang seenak ini" Setelah berucap, Denny pergi dari meja makan diikuti oleh Maya.

"Makanan apaan ini?" Aditya memicingkan matanya saat mendapati pecel didepannya. Ziya malah makin heran dengan manusia didepannya.

"Pecel tuan" Cak Ali yang semula diam saja kini bersuara.

"Apa kau kekurangan bahan pangan Cak Ali. Sampai sampai kau memberiku makan seperti kambing begini" Dengan suara meledak dan mata melotot.

"Tuan saya..!"

"Ambilkan aku makanan yang lain, aku tidak mau makanan sampah seperti ini" Setengah membanting piring dimeja.

"Tapi ini enak kok kak!" Syita memasukkan makanan ke mulutnya.

"A...ku memmhh!" Aditya berhenti bicara karna dengan kilat Ziya sudah memasukkan satu sendok pecel, dan menutup mulut Aditya dengan tangannya.

Semua orang pun melongo melihat apa yang Ziya lakukan terhadap Aditya.

**Bersambung....

Selamat membaca.Semoga suka dengan cerita yang aku buat.Mohon like,Komen dan votenya terima kasih love you all**

1
Ita Mei Lestari
Marina thoorr
Ran Tea
Luar biasa
Les Tary
zea adalah ziya yg lupa ingatan ya thor
Les Tary
sepertinya mama Maya hrs dikasih pelajaran biar kapok
Putri: Hai Kak, mampir yu ke karya ku "Dia Rain" seru kok walau baru terbit/Drool/
total 1 replies
Thasiroh Dita
luar biasa
Thasiroh Dita
luar biasa
Indh Fitrya
aditya lemot udh tau gitu kenapa g langsung menegahi malah udh di tabrak baru datang
Indh Fitrya
sebenarnya kembar gak sih,,,kog kayaknya malah marina yg tau rahasia tisya dan syita.harusnya kalo kembarkan aditya udh curiga.
Indh Fitrya
apakah syita kembar?????
rosalia rosalia
hadehhjjj....crtnya membuat q bingung.....hmmmmmmm
Elwi Chloe: Hai, ka. Baca novelku juga yuk! "Benih Tuan Leon"

Suatu hal yang harus dia pertaruhkan untuk mendapatkan uang, yakni tubuhnya sendiri. Jecy berakhir menghabiskan satu malam bersama seorang milyarder muda bernama Leon, pria yang terkenal dengan tempramen buruk. Hidupnya kacau ketika sang nenek meninggal dan dia mengetahui bahwa dia hamil.
total 1 replies
Dyon Ayaskelana
😅😅😅
ending yang membanggongkan
suti markonah
masa iya ada novel pemeran utama ny mati smua,aneh
Li5naJait
ngak jelas, berliku2 hanya utk mematikan zeya aza, untung diskip
Li5naJait
trlalu berbelit2 dan makin pusing ngak ada ujung, mana pemerannya banyak bgt, bingung dgn semua hubungan yg ada
Li5naJait
Nabila sgt egois, saat dia sndiri tahu dr awal bahwa kedua org tua Zafran masih hidup
Li5naJait
kenapa aku merasa bahwa Maya sgt hebat dgn semua kejahatannya, hingga saat ini dia masih baik2 aza, padahal semua org tahu perbuatan jahatnya trhadap ziya trmasuk Aditya
Lina Tobing
kasih senyum buat ceritanya ...ok di lanjut thor..semanggat💪
Nafi' thook: terima kasih
total 1 replies
Lina Tobing
Bismillah semoga ceritanya seru yaa
Betty Nurbaini
ujung2nya jatuh cinta... blum perna nemu cerita cewek yg pada akhirnya gak menikah sama penganiaya...
Mercy Sondakh Watti
haaaaa!!!
Nafi' thook: kenapa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!