NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Persiapan Alam Rahasia

​Asap ungu yang tersisa dari serangan kilat Hei Ming perlahan memudar tertiup angin Puncak Bintang Jatuh. Tidak ada jejak darah, tidak ada potongan tubuh. Dua tetua tangguh dari Sekte Iblis Darah benar-benar terhapus dari eksistensi.

​Jiang Chen mengelus kepala Hei Ming yang berwujud anjing hitam bersisik. Naga Petir Neraka itu memejamkan mata dengan nyaman, menikmati usapan tuannya.

​Di dalam benak Jiang Chen, suara mekanis sistem kembali berbunyi.

​[DING!]

[Ancaman Sekte Iblis Darah (Fase 1) berhasil dilenyapkan!]

[Mendapatkan Hadiah: 500 Poin Sekte, 3 Jimat Pemindah Ruang (Tingkat Bumi), dan Jubah Penyamar Aura (Otomatis Diaktifkan).]

[Catatan Sistem: Jubah Penyamar Aura akan menekan fluktuasi Qi Tuan Rumah agar terlihat berada di puncak Ranah Pembentukan Fondasi. Sangat berguna untuk memasuki Alam Rahasia yang memiliki batasan tingkat kultivasi.]

​Sudut bibir Jiang Chen melengkung naik. Sistem ini benar-benar tahu apa yang aku butuhkan.

​"Guru," suara Lin Mo memecah keheningan. Remaja itu menatap langit yang kosong dengan sedikit penyesalan. "Murid bahkan belum sempat mencabut pedang, lalat-lalat itu sudah hangus. Hei Ming terlalu cepat."

​Su Yue yang berdiri di sampingnya memutar bola matanya. Adik seperguruannya ini benar-benar seorang gila bertarung sejak membangkitkan Tubuh Pedang Kuno-nya.

​Jiang Chen terkekeh pelan. "Jangan khawatir, Lin Mo. Pisau dagingmu tidak akan berkarat. Di Alam Rahasia Bulan Berdarah besok, kau akan memiliki lebih banyak target daripada yang bisa kau hitung."

​Jiang Chen bangkit dari kursi malasnya, raut wajahnya kembali serius. Dia berjalan menaiki tangga Aula Leluhur dan berbalik menatap kedua muridnya.

​"Dengarkan baik-baik. Alam Rahasia Bulan Berdarah adalah sisa dimensi kuno yang hanya terbuka lima puluh tahun sekali. Tempat itu dipenuhi oleh monster buas, jebakan mematikan, dan yang paling berbahaya dari semuanya... kultivator dari sekte lain."

​Jiang Chen mengayunkan tangannya, dan dua lembar jimat berwarna emas melayang ke arah Su Yue dan Lin Mo.

​"Ini adalah Jimat Pemindah Ruang Tingkat Bumi. Jika kalian terjebak dalam formasi mematikan atau menghadapi musuh yang mustahil dikalahkan secara logis, hancurkan jimat ini. Ia akan memindahkan kalian sejauh seratus mil secara acak," jelas Jiang Chen. Nada suaranya kemudian menjadi dingin dan tegas. "Namun, aku tidak membesarkan murid yang lari pada rintangan pertama. Gunakan ini hanya sebagai pilihan terakhir. Jika musuh memprovokasi kalian... bunuh. Mengerti?"

​"Mengerti, Guru!" jawab Lin Mo dan Su Yue serempak. Darah mereka mendidih mendengar instruksi yang mendominasi itu.

​"Satu hal lagi," tambah Jiang Chen. "Tujuan utama kita di sana adalah mengamankan Teratai Darah Seribu Tahun untuk Manajer Su Ya. Sisanya, entah itu herbal roh, senjata kuno, atau warisan... semua yang terlihat oleh mata kita adalah milik Sekte Pedang Bintang. Siapa pun yang berani merebutnya dari tangan kalian, potong tangannya."

​Malam itu, Puncak Bintang Jatuh dipenuhi dengan aura persiapan. Lin Mo mengasah Pedang Meteor Darah-nya hingga beresonansi dengan detak jantungnya, sementara Su Yue bermeditasi untuk menstabilkan qi es dari Tebasan Teratai Es miliknya.

​Keesokan Paginya...

​Seekor burung merpati spiritual kiriman Paviliun Bulan Perak tiba membawa sebuah kantung sutra. Di dalamnya terdapat tiga buah token giok berwarna merah darah yang memancarkan aura spasial yang aneh. Itu adalah kunci untuk memasuki Alam Rahasia.

​Jiang Chen, yang kini auranya telah ditekan sempurna ke tingkat puncak Pembentukan Fondasi oleh Sistem, memimpin kedua muridnya naik ke atas Perahu Terbang. Hei Ming, dalam wujud anjing hitam kecilnya, melompat naik dan meringkuk di sudut geladak. Jiang Chen memutuskan untuk membawa naga itu bersamanya sebagai kartu as tersembunyi.

​"Tujuan kita, Hutan Kabut Hitam. Berangkat!"

​Jiang Chen menyuntikkan qi-nya ke dalam inti formasi perahu. Layar spiritual membentang, dan perahu itu melesat membelah awan dengan kecepatan kilat, meninggalkan Puncak Bintang Jatuh yang kini dilindungi secara pasif oleh formasi Tirai Bintang Pembantai.

​Pinggiran Hutan Kabut Hitam.

​Hutan Kabut Hitam terletak ratusan mil di utara Kota Awan Mengambang. Seperti namanya, tempat ini diselimuti oleh kabut beracun yang tebal sepanjang tahun. Namun, setiap lima puluh tahun sekali, energi dari Alam Rahasia Bulan Berdarah akan menyapu bersih kabut racun tersebut, menciptakan sebuah pusaran ruang raksasa di tengah lembah.

​Saat Perahu Terbang Jiang Chen tiba di langit di atas lembah, tempat itu sudah dipenuhi lautan manusia.

​Berbagai kemah didirikan di atas tanah. Bendera-bendera dari puluhan sekte, klan keluarga, dan faksi pedagang berkibar ditiup angin. Ribuan kultivator, mulai dari jenius muda di Ranah Pemadatan Qi hingga tetua pelindung di Ranah Pembentukan Fondasi, berkumpul dengan mata penuh keserakahan dan antisipasi.

​WUUUSH!

​Penurunan Perahu Terbang milik Sekte Pedang Bintang langsung menarik perhatian banyak pihak. Perahu Terbang kelas menengah adalah barang mewah; biasanya hanya sekte kelas atas yang memilikinya.

​"Sekte mana itu? Berani sekali terbang langsung ke area utama tanpa mengantre!"

​"Lihat benderanya... Sekte Pedang Bintang? Bukankah sekte rongsokan itu sudah lama bangkrut?"

​"Kau baru keluar dari gua? Berita terbaru di Kota Awan Mengambang mengatakan bahwa Ketua Sekte baru mereka telah menghancurkan Keluarga Wang! Dia adalah iblis yang haus darah!"

​Bisik-bisik dan tatapan waspada langsung diarahkan pada kelompok Jiang Chen saat mereka turun dari perahu yang kemudian menyusut dan masuk kembali ke cincin spasial Jiang Chen.

​Namun, dari arah perkemahan terbesar yang memancarkan aura merah pekat, sekelompok kultivator berjalan menghampiri dengan niat bermusuhan yang tidak ditutupi sama sekali. Bendera di kemah mereka bergambar tengkorak yang menangis darah.

​Itu adalah Sekte Iblis Darah pusat!

​Seorang pria paruh baya berjubah merah tua, dengan aura Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 8, memimpin belasan murid elit yang memancarkan bau anyir. Dia adalah Penatua Mo, salah satu tetua otoritas di sekte tersebut.

​"Jadi, kau adalah Jiang Chen dari Sekte Pedang Bintang?" Penatua Mo berhenti beberapa langkah dari kelompok Jiang Chen, matanya menyipit seperti ular berbisa. "Tadi malam, pusaran qi spasial dari jimat pelacak Tetua Xue dan Tetua Gui menghilang di sekitar arah Puncak Bintang Jatuh. Katakan padaku, bocah... apakah kau melihat sesuatu?"

​Penatua Mo sengaja melepaskan tekanan spiritual Tingkat 8 miliknya, mencoba menindas Jiang Chen dan dua murid di belakangnya di depan umum. Dia ingin melihat kelompok kecil ini gemetar ketakutan.

​Namun, alih-alih berlutut, Lin Mo hanya mendengus dingin dan melangkah maju, meletakkan tangannya di gagang Pedang Meteor Darah. Su Yue juga tidak terpengaruh; qi esnya langsung menetralisir hawa anyir dari Penatua Mo.

​Jiang Chen menguap pelan, bahkan tidak repot-repot menatap Penatua Mo. Dia justru membungkuk sedikit untuk mengelus leher Hei Ming yang sedang mengendus tanah.

​"Aku melihat banyak hal tadi malam," jawab Jiang Chen dengan nada bosan. "Aku melihat bulan bersinar, aku melihat nyamuk terbang, dan aku melihat dua ekor anjing tua berbaju merah hangus menjadi abu karena terlalu banyak menyalak. Kau kenal mereka?"

​Hening.

​Seluruh lembah seketika jatuh dalam keheningan yang mematikan. Ribuan pasang mata menatap Jiang Chen dengan ngeri. Dia baru saja secara terbuka mengaku membunuh dua tetua Sekte Iblis Darah di depan hidung Penatua Mo?!

​Wajah Penatua Mo memerah karena murka. Urat-urat menonjol di pelipisnya.

​"BOCAH KEPARAT! BERANINYA KAU!!" Penatua Mo meraung, memanggil pedang bergerigi besar dari cincinnya. "Hari ini, bahkan dewa pun tidak bisa menyelamatkanmu sebelum pintu Alam Rahasia terbuka!"

​BZZZZZT!

​Tepat sebelum Penatua Mo sempat melancarkan serangan, pusaran raksasa di tengah lembah tiba-tiba bergetar hebat. Pilar cahaya berwarna merah darah melesat menembus awan, dan suara robekan ruang yang memekakkan telinga terdengar.

​Pintu Alam Rahasia Bulan Berdarah... telah terbuka!

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!