Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08
"Kamu sudah pulang, Mas?" Tanya Melati.
Melati lalu meraih tangan Rayan, dia ingin mencium tangan sang suami. Tapi Rayan malah menepis tangan Melati dengan kasar, seolah - olah dia jijik di sentuh oleh Melati.
"Melati, cepat siapkan minuman dam cemilan untuk Andin. Dia sedang hamil, dan harus banyak makan!" Bu Arum memberi perintah pada Melati.
Melati melangkah kan kaki nya menuju ke dapur, hari ini dia mengetahui satu hal. Bahwa Rayan sudah lama menjalin hubungan bersama Andin di belakang nya, rasa sakit di hati Melati pun tumbuh menjadi sebuah dendam yang menuntut pembalasan.
Tapi ada satu hal yang membuat Melati tersenyum, Bu Arum mengatakan bahwa saat ini Andin hamil anak nya Rayan. Tapi Melati tahu pasti, bahwa Rayan tidak bisa mengjamili wanita mana pun. Itu arti nya saat ini Rayan dan keluarga nya sudah di tipu oleh Andin.
'Drama ini akan sangat menyenangkan nanti nya, biarlah mereka menganggap itu adalah anak nya mas Rayan. Saat waktu nya tiba, aku yakin mereka semua akan terkena serangan jantung ketika mengetahui fakta nya!' Melati membatin di dalam hati.
Melati bersikap polos dan lugu, dia menuruti semua perintah bu Arum. Melati ingin melihat sejauh apa mereka bisa memain kan drama ini. Setelah selesai membuat minuman dan menyiapkan cemilan nya, Melati pun membawa nya keluar.
"Silahkan!" Melati menyajikan nya di atas meja.
"Rayan beruntung bisa memiliki wanita seperti mu, wanita yang jelas- jelas berguna dan bisa memberi keturunan pada keluarga ini!" Bu Arum berkata pada Andin.
"Melati, ini adalah Andin. Aku dan Andin akan menikah, dia bisa memberi ku keturunan!" Rayan berkata pada Melati.
"Bagai mana kalau aku tidak setuju?" Tanya Melati.
"Aku tidak butuh persetujuan mu, kau mau setuju atau tidak. itu urusan mu, dan aku akan tetap menikahi Andin!" Rayan kembali menegaskan.
"Rayan benar Melati, dia akan tetap menikah dengan Andin dengan ataupun tanpa persetujuan mu. Kau harus melayani keluarga ini, jika kau tidak mau maka silahkan berpisah. Tapi jangan harap kau bisa lepas begitu saja dari keluarga ini!" Bu Arum berkata sambil tersenyum sinis.
Andin yang mendengar ucapan bu Arum, dia tersenyum pada Melati, senyuman yang penuh dengan ejekan dan hinaan.
"Maaf ya Melati, aku tidak berniat merebut Mas Rayan dari mu. Tapi saat ini aku sedang hamil anak nya mas Rayan, dan anak ini sangat di nantikan oleh keluarga ini!" Andin berkata dengan sombong nya.
"Andin ini wanita subur, dia bisa memberikan keturunan untuk Rayan. Sedangkan kau, lima tahun menikah tapi tidak kunjung hamil juga!" Umpat Bu Arum lagi.
"Lebih untung memelihara ayam dari pada memelihara diri mu yang mandul!" Pak Ilham ikut berkata.
"Iya jelas dong, jika kita pelihara ayam selam 5 tahun ini pasti tidak terhitung berapa jumlah anak nya. Tapi memelihara Melati, tidak dapat untung sama sekali, hanya buang tenaga, waktu dan uang saja!" Ucap Bu Arum lagi.
Melati mengepa kan tangan nya, jika saja dia tidak ingat bahwa Bu Arum adalah wanita yang telah melahirkan Rayan ke dunia ini. Sudah pasti Melati aka meremas mulut pedas wanita itu.
Andin tertawa mendengar hinaan yang di berikan oleh bu Arum pada Melati, seperti nya mereka sengaja memanfaatkan kebersamaan ini untuk terus menghina Melati.
"Untuk apa kau berada di sini? Cepat siap kan makan malam!" Perintah bu Arum dengan kasar.
Melati pun tidak mau membantah lagi, dia segera pergi ke dapur. Melati menyiapkan makan malam untuk mereka semua, kali ini tidak ada lagi air mata yang mengalir. Melati sudah menyiapkan rencana untuk membalas semua ini.
Melati punya alasan yang kuat untuk berpisah dari Rayan, dan akan ada waktu nya bagi Melati memberi kejutan untuk mereka. Melati tahu pasti anak yang ada di kandungan Andin, bukan lah darah daging nya Rayan.
'Mas Rayan, silahkan kalian berbahagia untuk sementara ini. Setelah kalian semua mengetahui bahwa anak itu bukan lah darah daging mu, akan ku pastikan kalian akan menyesal. Dan saat waktu itu tiba, aku sudah bukan lagi bagian dari keluarga ini!' Batin Melati di dalam hati.
Mereka semua melangkah ke meja makan, setelah Melati menyiapkan makan malam. Andin bersikap seolah - olah dia adalah nyonya di rumah ini.
"Melati, layani Andin dengan baik!" Perintah bu Arum.
"Aku bukan babu nya!" Jawab Melati dengan berani nya.
"Melati, jangan kurang ajar kau. Andin ini sedang mengandung anak nya Rayan, kau wajib melayani nya!" Bu Arum berkata dengan geram.
"Andin hamil, tidak ada hubungan nya dengan ku!" jawab Melati.
"Melati, berani nya kau!" Bentak Rayan.
Melati pun bergegas pergi dari sana, dia tidak sudi melayani keluarga itu. Melati bergegas berjalan menuju ke kamar nya di lantai atas.
"Melati, kembali kau,,,!" Rayan bergegas bangun dari kursi nya dan dia ingin mengejar Melati.
"Udah mas, biarkan saja. Aku ada di sini, aku juga tidak nyaman berdekatan dengan wanita mandul itu!" Andin berkata sambil menahan tangan Rayan.
"Benar itu Rayan, ayo kita makan!" Ajak bu Arum.
Mereka makan malam bersama, mereka bicara banyak hal seperti layaknya keluarga bahagia.
"Mas, malam ini aku menginap di sini ya!" Pinta Melati.
"Boleh sayang, ibu senang banget kalau kamu mau menginap di rumah ini!" Bu Arum menyambut nya dengan sangat antusias.
"Beneran bu?" Tanya Andin memastikan.
"Bener sayang!" Jawab Bu Arum lagi.
"Tapi bu,,,,!" Andin menghentikan ucapan nya.
"Ada apa Andin?" Tanya bu Arum menghentikan suapan nya.
"Andin mau nya tidur di kamar mas Rayan, ini permintaan anak ini loh!" Jawab Andin sambil menunjuk perut nya.
"Boleh nak, kamu boleh tidur di mana saka yang kau mau, asalkan kamu bahagia!" Bu Arum berkata lagi.
"Tapi bagai mana dengan Melati, bu? Dia tidak mungkin membiarkan aku tidur di kamar nya!" Andin berkata dengan wajah yang di buat menyedihkan.
"Urusan Melati biarlah menjadi urusan ibu, dia bisa tidur di kamar tamu!" Jawab Bu Arum lagi.
"Makasih banyak bu!" Jawab Andin sambil tersenyum.
"Iya sayang, asal kamu nyaman di sini. Ini semua demi kebaikan cucu ibu!" Ucap bu Arum lagi.
Andin tersenyum puas, dan dia tidak merasa ada yang salah dengan perbuatan nya. Akhir - akhir ini dia dan Rayan sering menghabiskan waktu berdua di apartemen nya, dan malam ini dia menginginkan sesuatu yang bukan lah hak nya.
'Melati, ini adalah kali pertama aku datang ke rumah ini. Aku sudah mengambil kamar mu, setelah ini aku akan mengambil posisi mu!" Batin Andin sambil tersenyum bahagia.
terus sehat dan semangat 😍💪