NovelToon NovelToon
Pesona Ibu Tiri BADASS

Pesona Ibu Tiri BADASS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Ibu Tiri
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.

Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.

Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.

Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:

"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."

↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PITB - 07.

...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...

Suara tembakan peringatan itu membuat beberapa anak buah Viktor yang baru saja bergabung itu terpaku, andai saja mereka tidak berhenti, mungkin nyawa mereka sudah melayang sekarang.

Viktor tersenyum miring, mata tajamnya menatap Regatta penuh kebencian dan sedikit ... rasa hormat yang terdistorsi.

Dibelakangnya terdapat empat anak pilihan, dan beberapa orang yang baru saja datang untuk membantu ketua 'Black Cobra' mereka yang bersenjata lengkap mulai menyebar.

Mereka membentuk formasi setengah lingkaran untuk mengepung Regatta, Kalista, dan Kaylin.

"Kamu pikir, dua bawahan terbaikmu itu cukup untuk menghentikan "Black Cobra', Queen Relia?" ujar Viktor dengan nada mengejek kepada Relia.

Senjata andalannya mengacung tepat ke arah da-da Regatta, wajah jeleknya terlihat sangat menyebalkan di mata wanita itu.

"Apakah kamu ingat enam tahun yang lalu, hah?! Kamu telah menghancurkan markas besarku begitu saja, sampai membakar separuh wajah tampanku ini! Malam ini ... malam ini aku akan mengambil nyawamu, dan nyawa pria bodoh bersama ketiga anaknya yang kamu lindungi itu! Hahahahaha!" lanjutnya sambil tertawa jahat.

Regatta mendengarkan semua ocehannya dengan sikap waspada, jemari lentiknya sudah melingkari pelatuk senjatanya. Otot-ototnya menegang, siap meledak dalam kecepatan kilat.

"Silahkan saja, itu juga kalau kamu sanggup melakukannya, Viktor ..." sahut Regatta dengan nada santai yang waspada.

Namun, sebelum Viktor sempat memberikan aba-aba untuk menyerang mereka, terdengar suara langkah kaki yang berat dari arah koridor luar Penthouse itu.

Tap ... Tap ... Tap ...

Langkah seseorang yang membawa aura membunuh pekat, jauh lebih dingin daripada aura Viktor.

Semua kepala menoleh ke arah suara itu ...

Di ambang pintu yang telah rusak, berdirilah seorang pria tinggi besar dengan rambut pirang pendek dan mata setajam elang.

Dia mengenakan mantel panjang warna hitam, namun ditangannya tergenggam sebuah 'Katana' bersarung hitam pekat.

Dia adalah Lodra ...

Tangan kanan andalan Regatta, yang langsung datang saat Regatta menekan tombol darurat di kalungnya, yang langsung terhubung ke jam tangannya.

Seorang pria yang dingin dan jarang bicara, namun setiap tindakannya selalu berujung pada kematian bagi musuh-musuh Regatta.

Pria itu langsung menundukkan kepalanya di depan Regatta.

"Maaf, saya datang terlambat, Queen. Lift service sempat macet, jadi saya naik tangga darurat. 40 lantai ... lumayan untuk pemanasan," ujar Lodra dengan suara berat, datar tanpa emosi di dalamnya.

Viktor mengertukan keningnya, ketika melihat seorang pria dengan aura membunuh yang pekat.

"Siapa lagi ini? Apakah dia teman 'bermain' barumu, Queen Relia?" tanya Viktor dengan nada meremehkan.

Sebelum Regatta sempat menjawabnya, terdengar suara dari arah dapur, yang terhubung ke ruang tamu.

Sebuah pintu kaca otomatis langsung terbuka.

Seeeerrrr!

Seorang pria keluar dari dalam sana dengan mengenakan kacamata tactical berwarna merah, kedua tangannya memegang dua buah taser listrik bertegangan tinggi, yang telah dimodifikasi oleh 'RS-Team' secara ilegal.

Dia adalah Xion, anak buah Regatta yang bertugas menjadi 'Asisten Pribadi' Raka.

"Kenapa kamu kesini? Bagaimana dengan keadaan Raka dan Triplets? Siapa yang menjaga mereka?" tanya Regatta dengan nada dingin.

"Tuan Raka sedang sibuk menghibur triplets dengan sebuah cerita dongeng yang keren, Queen. Dia menitipkan 'sampah-sampah' ini dan keselamatan Anda kepada saya, agar tidak mengganggu lagi ..." jawab Xion dengan nada datar, sambil memutar-mutar taser tersebut di jarinya.

Viktor tertawa ngakak melihat kedua orang yang baru datang itu, walau ada sedikit keraguan dimatanya.

"Bhuahahahaha! Seorang pria yang membawa pedang kuno dan seorang ... asisten pribadi???!!! Apakah kamu pikir, penyerangkan kita ini adalah sebuah lelucon, Queen Relia?!"

"Dimatamu mungin terlihat seperti sebuah lelucon, Viktor ..." sahut Regatta, dingin.

Matanya menatap ke arah rombongan Viktor dengan sinar yang terihat berbahaya.

"Namun untukku, ini adalah sebuah formasi ... EKSEKUSI!" lanjutnya dengan seringai menakutkan.

"BANGSHAT!"

SWIIING!

Tanpa aba-aba, salah satu anak buah Viktor menembakkan sebuah peluru ke arah Regatta.

Namun~

Trang!

Lodra langsung bergerak secepat kilat, menangkisnya dengan katana yang dia pegang, sehingga peluru tersebut tidak mengenai Regatta.

Dalam sekali gerakan, dia langsung mencabut katana dari dalam sarungnya, dan~

Crash!

Satu ayunan horizontal yang sempurna langsung bergerak ke arah leher dua anak buah Viktor yang berada di barisan paling depan.

Da-rah segar langsung menyembur brutal dari leher kedua orang itu, dan kepala mereka jatuh begitu saja ke atas karpet, tanpa mereka sempat berteriak.

Gluduk! ... Gluduk!

"Kerja bagus, Lodra! Keahlianmu itu semakin meningkat!" puji Regatta dengan wajah datar.

"Terima kasih, Queen!"

Sisa anak buah Viktor langsung merasa gentar, ketika mereka melihat lima 'Psikopat' di depan mereka, yang langsung membu-nuh begitu saja tanpa ekspresi.

Sementara Viktor, matanya terbeliak lebar ketika melihat kesadisan anak buah Regatta itu.

"SERAAAANG!!!!" seru Viktor dengan suara lantang.

"BU-NUH MEREKA!!! BU-NUH SEMUA!" lanjutnya dengan murka.

Regatta dan anak buahnya langsung bergerak dengan cepat, saat pihak Vktor sudah melesat maju.

Slab! Slab! Slab!

"Hiaaaat!!!"

Bugh! Bugh! Bugh!

Mereka bertarung menggunakan senjata dan pukulan yang mematikan, membuat para anak buah Viktor tumbang satu-persatu.

Ruang tamu megah itu berubah menjadi sebuah medan pertempuran yang sengit.

Xion dengan santai melemparkan salah satu tasernya ke arah anak buah utama Viktor, yang sedang membidik Lodra.

"Berani-beraninya membidik diam-diam! Dasar tuyul bogel! Rasakan sengatan senjataku itu!" seru Xion dengan wajah datar.

Zzzzzt!

Arus listrik sebesar 50.000 Volt itu langsung menyambar tubuh pria tersebut, membuatnya langsung kejang-kejang dan tersungkur dengan tubuh gosong sempurna.

Mayat-mayat bergelimpangan di dalam ruang tamu mewah itu, dan semuanya adalah anak buah Viktor.

"BADJINGAN! BANGSHAT! BU-NUH MEREKA SEMUA!" raung Viktor murka, ketika melihat anak buahnya sudah tewas.

Sisa dua anak buahnya dan Viktor sekarang, yang sedang menem-baki Regatta dengan liar.

Regatta tidak menghindar, dia justru melesat maju dengan gerakan akrobatik yang mustahil dilakukan oleh manusia biasa.

Melompat ke atas meja kopi, lalu menendang sebuah vas bunga kristal ke arah salah satu penembaknya, dan dia menembak tepat ke dahi pria itu, saat vas tersebut pecah.

Prang! Slab! Slab!

Semuanya telah tewas, tinggal Viktor yang berdiri dengan tatapan tidak percaya.

Bagaimana mungkin ...???!!!

Bagaimana mungkin mereka bisa kalah dengan sangat cepat, tanpa bisa melukai seorang 'Queen Relia', yang notabenenya hanyalah seorang wanita muda biasa?

Pria paruh baya dengan luka bakar di separuh wajahnya itu gemetar, bukan karena dia takut ... tapi karena amarah yang memuncak.

Dia langsung mengarahkan senjatanya ke arah kepala Regatta, yang baru saja mendarat di atas lantai.

"Kamu memang seorang 'Iblis' sia-lan, Relia ..." desis Viktor, geram.

"Anda benar ... Aku memang Iblis untuk para musuhku, Tuan Viktor ..." sahut Regatta sambil menyeringai.

Sebelum jari Viktor menekan pelatuk senjata itu, sebuah bayangan hitam berkelebat cepat ke sampingnya.

Lodra sudah berada di sana, dia langsung memukul pergelangan tangan Viktor dengan kencang, membuat senjata yang dipegangnya langsung terlepas begitu saja.

Bugh! Prak!

"Arrrgh! Sia-lan!" jerit Viktor kesakitan.

Dalam hitungan detik, Lodra sudah mencengkeram leher Viktor dan mengangkatnya ke udara, layaknya sebuah boneka 'Ragdoll'.

Mata Viktor membelalak, napasnya tersengal, dan kakinya menendang-nendang udara tanpa daya.

Tap ... Tap ... Tap ...

Regatta berjalan mendekati Viktor yang sedang tersiksa di genggaman Lodra. Langkahnya perlahan, namun pasti ... wajah dinginnya kini terlihat sangat menakutkan di mata Viktor.

"Apakah Anda ingat pasan yang saya bawa untuk 'Bos' lama Anda, enam tahun lalu, Tuan Viktor?" tanya Regatta dengan nada lembut, namun terkesan sedingin antartika.

"Khuuk! ... Khuuk!"

Viktor terbatuk dan terengah, saat mencoba untuk berbicara.

"K-kau ... tidak akan ... bisa lari ... selamanya ... Queen ... Relia ..."

Regatta hanya menyunggingkan senyuman tipis, ketika mendengar ucapan Viktor.

Sebuah senyuman yang bahkan tidak mencapai matanya.

"Saya tidak akan lari kemanapun, Tuan Viktor. Saya akan terus menunggu kedatangan musuh-musuh lama saya, namun sekarang ... permainan antara kita sudah selesai!" sahut Regatta sambil menganggukkan kepalanya ke arah Lodra.

Lodra, yang memahami isyarat itu langsung menggerakan tangannya dengan cepat dan efisien, mematahkan batang leher Viktor dalam sekali gerakan.

Krek!

Tubuh Viktor langsung lunglai tak bernyawa di tangan Lodra, membuat suasana menjadi hening dalam sekejap.

Ruangan itu sekarang hanya terdengar suara napas berat Kalista dan Kaylin yang masih siaga, serta dengungan halus dari taser Xion yang masih aktif.

Xion berjalan mendekati tumpukan mayat-mayat itu, lalu memeriksa satu-persatu dengan cermat secara profesional.

"Clear! Tidak ada yang selamat. Tuan Raka tidak perlu mengetahui detailnya, yang penting saat ini hidupnya sudah aman untuk sementara," ujar Xion sambil berkeliling.

Lodra melemparkan tubuh tak bernyawa Viktor, lalu dia membersihkan sisa da-rah diatas bilah katana miliknya dengan sapu tangan.

Sambil menyarungkan kembali senjatanya, dia menoleh ke arah Regatta.

"Apakah ada perintah lain, Queen?"

Regatta menghela napas panjang, bahu tegangnya sedikit menurun.

Topeng dinginnya perlahan retak, menampilkan raut kelelahan yang teramat sangat.

"Bersihkan semuanya, Lodra! Gunakan protokol 'Shadow Clean'. Jangan sampai meninggalkan jejak DNA, sidik jari, atau rekaman CCTV disekitar gedung ini!" perintahnya dengan nada tegas.

"Dan Xion, hack sistem keamanan gedung, hapuskan 'footage' 10 menit terakhir," lanjutnya kepada asisten suaminya.

"Siap laksanakan, Queen!" jawab mereka serempak.

Xion langsung mengetikkan sebuah kode di jam tangannya, yang ternyata itu adalah sebuah komputer mini.

Regatta menoleh ke arah sebuah kamar, dimana Raka dan ketiga anak sambungnya berada.

Jantungnya berdegup sangat kencang, karena rahasia besarnya telah terbongkar separuh, saat gelarnya di dunia gelap sebagai 'Queen Relia' disebut di depan Raka Adinata.

Bagaimanakah reaksi Raka nanti, saat dia menjelaskan identitas keduanya?

Apakah rasa yang telah tumbuh sedikit di antara mereka akan hancur, saat rahasia kelam seorang Regatta Aulia sebagai seorang ratu mafia terbongkar?

Regatta merapikan rambutnya, menarik napas dalam-dalam, dan memakai kembali 'topeng' seorang Istri yang tenang.

Lalu dia berbisik kepada dirinya sendiri ...

"Ayo, kita masuk! Karena pertunjukkan yang sebenarnya baru saja di mulai ..."

...🍃☀†๏ вэ ¢๏и†เиµэ∂☀🍃...

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas hadir dan dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di cerita KA uthor,semoga ceritanya tidak Hiatus ditengah dan smgtt ya
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
beybi T.Halim
kita ngelapak dimari.,mudah2an seruuu ceritanya👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Beybi ... Semoga suka dengan ceritanya, ya ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Asra
Keren kak! semangat selalu, di tunggu up-nya.
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Asra ... 🤗🙏🏻😊💚💚💚💚💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!