NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Malam hari.

Ice masih sibuk merapikan pajangan vas keramik di dalam toko sebelum tutup. Malam itu hanya dirinya yang masih berada di sana. Seluruh rekan kerjanya sudah pulang terlebih dahulu.

Tiba-tiba...

Brak!

Pintu toko terbuka dengan kasar.

“Ice Meng! Keluar!” teriak seorang pria.

Ice menoleh dan langsung terkejut.

“Kakak? Kenapa datang ke sini?” tanyanya.

Ric melangkah mendekat dengan wajah penuh amarah.

“Kau sudah hebat sekarang! Berani bekerja sama dengan orang lain untuk mengancam dan menindas Mama!”

“Tidak! Kak, jangan menuduhku,” bantah Ice.

“Menuduh?” Ric mendengus. “Mama ditampar dan diancam oleh tiga orang. Mereka bahkan menyebut namamu. Kalau bukan kau yang menyuruh mereka, bagaimana mungkin mereka tahu siapa dirimu?”

Ice menggeleng kuat.

“Aku benar-benar tidak mengenal mereka. Aku juga tidak pernah menyuruh siapa pun menyakiti Mama.”

“Masih berani berbohong?” bentak Ric sambil menunjuk wajah adiknya. “Sejak kau memakai kalung itu, semuanya berubah. Sekarang bahkan ada orang yang melindungimu!”

Ice tanpa sadar menyentuh kalung di lehernya.

“Aku sendiri tidak tahu kenapa mereka bereaksi seperti itu. Kalung ini juga bukan milikku.”

“Bukan milikmu?” Ric tertawa sinis. “Kalau begitu, milik siapa?”

Ice terdiam.

Ia memang tidak bisa menjelaskan asal-usul kalung itu.

“Kalung ini diberikan oleh seorang pria yang pernah kuantar ke rumah sakit. Tapi aku benar-benar tidak mengenal siapa dia,” jawab Ice.

Ric mendengus sinis.

“Masih saja berbohong.”

Tanpa peringatan, ia langsung menarik kalung di leher Ice.

Krek!

Tali kalung itu putus.

“Kakak!” teriak Ice terkejut.

Ric mengangkat liontin itu dan mengamatinya.

“Kalung ini kelihatannya mahal. Lumayan juga kalau dijual.”

“Kembalikan padaku! Itu bukan milikku!” ujar Ice sambil berusaha merebutnya.

Ric menghindar.

“Bukankah kau selalu bilang tidak punya uang? Kalau begitu, anggap saja kalung ini untuk membantu keluarga.”

“Kak, kita tidak boleh menjual barang milik orang lain. Tolong kembalikan!” pinta Ice sambil menahan lengan kakaknya.

Ric langsung menepis tangan Ice dengan kasar.

“Jangan menghalangiku!”

Dorongan itu membuat Ice kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terhuyung hingga membentur rak pajangan vas keramik.

Brak!

Rak itu berguncang hebat.

Salah satu vas keramik yang berada di bagian atas terlepas dan jatuh.

Praak!

Vas itu menghantam kepala Ice.

Ice memejamkan mata menahan sakit. Tubuhnya limbung, lalu perlahan ambruk ke lantai.

Sementara itu, Ric hanya melirik sekilas ke arah adiknya sebelum menggenggam erat kalung tersebut. Wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun rasa bersalah.

“Sepertinya ada pria yang melindungimu sekarang?” tanya Ric sambil menyeringai sinis. “Apa yang kau berikan padanya sampai dia mau ikut campur? Jangan-jangan... kau sudah menyerahkan tubuhmu?”

Mendengar ucapan itu, mata Ice langsung memerah.

Darah dari luka di kepalanya perlahan mengalir, membasahi pelipis hingga mengaburkan pandangannya.

“Kembalikan... kalung itu,” ucap Ice dengan suara lemah. “Kau tidak berhak mengambilnya.”

Ric hanya tertawa kecil.

“Ice, jangan lupa. Kau adalah anak perempuan keluarga Meng. Sudah menjadi tugasmu membiayai keluarga ini.”

Ia mengangkat kalung itu di depan wajahnya.

“Kalung ini akan kujual. Anggap saja sebagai biaya pernikahanku.”

“Tidak tahu malu!” bentak Ice sambil menahan rasa sakit. “Kalau kau ingin menikah, bekerjalah dan cari uangmu sendiri!”

Ric menatap adiknya dengan dingin.

“Kalau begitu, terus saja layani pria kaya yang melindungimu itu. Bukankah dia pasti sanggup memenuhi semua kebutuhanmu?” ejeknya. “Dan jangan lupa, setiap bulan tetap kirim uang untuk keluarga.”

Setelah berkata demikian, Ric berbalik dan meninggalkan toko sambil membawa kalung tersebut.

“I-i... kembali...”

Suara Ice semakin pelan.

Pandangan gadis itu mulai gelap. Tubuhnya yang sudah kehilangan banyak tenaga akhirnya roboh ke lantai dan tak sadarkan diri.

Di sisi lain.

Howard sedang duduk di ruang tamunya sambil membaca majalah bisnis. Ia mengenakan kacamata tipis dan sesekali menyesap kopi hangat dari cangkir keramik di tangannya.

Tak lama kemudian, ia melirik jam tangan.

Jarum jam menunjukkan pukul tujuh malam.

“Apakah dia sudah pulang?" gumam Howard yang kemudian beranjak dari sana

Howard melangkah menuju unit apartemen Ice.

Ting tong...

Ia menekan bel pintu beberapa kali.

Namun, tidak ada jawaban.

Howard kembali menekan bel, kali ini lebih lama. Tetap saja tidak ada yang membuka pintu.

Tatapannya perlahan berubah dingin.

“Belum pulang...” gumamnya pelan.

Ia mengeluarkan ponselnya, tetapi teringat bahwa dirinya bahkan tidak memiliki nomor telepon Ice.

Setelah terdiam beberapa saat, Howard berbalik dan melangkah meninggalkan gedung apartemen.

Di dalam mobil, Mark yang melihat raut wajah bosnya langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

“Bos, ada masalah?” tanyanya.

Howard menatap ke luar jendela.

“Cari tahu di mana dia sekarang.”

“Baik, Bos.”

Di sisi lain.

Ice perlahan membuka matanya.

Kepalanya berdenyut hebat.

Ia mengangkat tangan dan menyentuh dahinya. Saat menariknya kembali, telapak tangannya sudah dipenuhi darah.

“Ah...”

Ice berusaha bangkit sambil berpegangan pada rak keramik di sampingnya.

Pandangannya masih buram akibat benturan di kepala.

Ia menoleh ke sekeliling.

Toko sudah gelap dan sunyi.

“Kenapa... aku masih di sini?” gumamnya pelan.

Ingatannya perlahan kembali.

Ric...

Kalung...

Wajah Ice langsung berubah panik.

“Kalungnya!”

Ia segera meraba lehernya.

Kalung itu benar-benar telah hilang.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!