NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Badai kedatangan sang Ibu dan sang Mantan

Keesokan paginya, atmosfer manis semalam langsung menguap begitu Nala tiba di kubikal kerjanya.

Belum sempat dia menyalakan komputer, sebuah bayangan tinggi sudah berdiri di depan mejanya.

"Selamat pagi. Nala! tebak aku bawa apa?" kevin, pria tampan dan paling populer dari divisi pemasaran. tersenyum lebar sambil mengangkat sebuah kotak bekal premium. "Aku sengaja beli menu baru di restoran seberang kantor. Makan siang bareng di ruang istirahat nanti, yuk?"

Nala mendongak, merasa agak sungkan. kevin memang terkenal baik, ramah, dan di gilai banyak karyawati, dan orang pertama yang ia kenal selama di kantor tempat ia bekerja.

Tetapi entah kenapa akhir-akhir ini pria itu selalu mencari alasan untuk mendekatinya. "Terima kasih banyak, mas kevin. Tapi aku sudah membawa bekal dari rumah buat makan siang nanti. Mubazir kalau tidak dimakan."

"yah, di tolak lagi?" kevin terkekeh, sengaja memajukan tubuhnya bersandar di meja Nala. menatap gadis itu dengan pandangan menggoda. "padahal aku sudah menolak ajakan makan siang dari anak-anak divisi lain demi kamu, lho."

Di dalam ruangan kerja CEO, Adrian berdiri kaku di balik kaca transparan.

Rahangnya mengeras seketika. Menyaksikan Bagaimana Kevin begitu agresif mendekati Nala membuat darahnya mendidih, rasa posesif yang kuat membanjiri dadanya.

Brak!

Pintu ruangan Adrian terbuka dengan sentakan kasar.

Adrian berjalan keluar dengan Langkah tegap, memancarkan Aura intimidasi yang pekat. "

Kevin," suara Adrian memotong udara, dingin dan menusuk. " jam istirahat masih dua jam lagi. kurasa divisi pemasaran tidak memiliki urgensi untuk berkeliaran di lantai eksekutif ini."

Kevin terkejut!... "segera menegakkan tubuhnya dan tersenyum canggung. "maaf, pak Adrian. saya permisi kembali ke ruangan.

Setelah Kevin pergi, Adrian beralih menatap Nala dengan tatapan posesif yang tak disembunyikan.

"Nala, bawa seluruh dokumen audit Jepang sekarang. ada detail yang harus kita periksa kembali. berdua saja."

'Namun, ketegangan antara Adrian dan Kevin belum ada apa-apanya dibanding badai yang datang satu jam kemudian'.

ketegangan ruang kerja itu mendadak pecah satu jam kemudian. saat pintu lift Eksekutif terbuka, langkah kaki dengan sepatu hak tinggi yang tegas menggema di koridor.

Nyonya Victoria. Ibu Adrian yang terkenal angkuh, dan glamor, jalan masuk dengan dagu terangkat di sampingnya, berjalan Marisa dengan wajah yang sengaja dibuat layu dan sedih.

Seluruh kantor langsung berbisik tegang. mereka semua tahu Marisa di depak karena bersekongkol dengan mantan sekretaris senior, viona.

Untuk menjebak Nala dalam kasus manipulasi dokumen Jepang kemarin.

Kehadirannya kembali tentu memicu alarm bahaya!.

Ketika Asisten Han, dari luar yang baru datang menemui klien yang ditugaskan oleh sang CEO Adrian.

Karena tidak bisa menghadiri pertemuan. "asisten Han, merasa aneh karena banyak karyawan yang berbisik dan heboh di saat jam kerja". Dengan Langkah tegap dan berwibawa asisten Han, berjalan mendekati mendengar suara kegaduhan dan kehebohan di kantor! seketika matanya melebar tidak percaya saat ini.

"Sang Ibu CEO nyonya victoria, bersama denga marisa mantan kekasih sang bos yang matre".

Yang sudah menyabotase perusahaan dan ingin menjebak Nala" ternyata sekarang kembali menginjakkan kakinya di kantor ini bersama Nyonya Victoria.

Untuk menindas Nala asisten Han mengepalkan tangannya kuat. karena kesal melihat wanita itu yang sudah jelas diusir oleh sang bos.

"Aku harus segera ke ruangan Bos sekarang juga. untuk melaporkan kejadian ini ,wanita licik ular itu ingin menindas dan mempermalukan Nona Nala."

Aku yakin bos belum tahu soal kejadian ini. lihat saja marisa kamu belum tahu siapa CEO arogan, dan kejam, kali ini kamu pasti akan mendekam di penjara!

Ucap asisten Han, sambil berjalan dengan cepat menuju ruangan Sang CEO.

Brak!

'Tanpa menunggu lama pintu langsung terbuka lebar dengan keras. Adrian yang sedang duduk di meja kebesarannya sedang memeriksa berkas laporan dia menghentikan ketikan nya di atas keyboard meja komputernya'.

"Kedua mata Adrian terbelalak. dan merasa kesal masuk keruang kerja tanpa mengetuk pintu terlebih dulu".

Hey!....Asisten Han.

Saya sudah mengingatkan kamu!

Jika kamu masuk ke ruangan saya. Ketuk pintu dulu! 'jangan kamu karena merasa teman saya?

Masuk ke dalam ruangan saya menyelonong begitu saja, tanpa permisi!

'Di mana letak sopan santun kamu sebagai asisten! ...Jawab Adrian dengan kesal dan arogan!

Oke bos. ..maaf saya bos! ' ucap Asisten Han, menjawab sambil ngos-ngosan karena dia panik.

Tapi bos harus dengar penjelasan saya dulu! Ucap asisten Han.

Ini gawat bos tentang Nala , gadis itu!...

Mendengar kata Nala, Adrian langsung berdiri. Mendekati asisten Han,

Ada apa dengan Nala? jawabnya dengan suara yang agak sedikit panik, dan posesif!

Itu ibunya bos datang ke kantor.

Bersama wanita ular itu marisa. Jawab asisten Han.

Apa! mau apalagi wanita itu menginjak kakinya di kantor ku?

Sebaiknya tuan ayo sekarang kita ke ruangan meja kerja Nala. karena nyonya Victoria dan wanita ular itu sekarang berada di ruangan kerja sekertaris anda tuan.

"Dengan Langkah tegap, mata dengan pancaran aura yang menyeramkan, seperti atmosfer yang akan membunuh mangsa nya. "Adrian berjalan dengan langkah cepat dan diikuti dari belakang asisten Han menuju ruang kerja Nala.

Nyonya Victoria berhenti tepat di depan meja Nala. Matanya memicing, menatap Nala dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan merendahkan.

Jadi...ini perempuan kampung yang sudah lancang mengacaukan kantor anakku?...

Dan membuat Marisa- ku difitnah hingga di usir?! Suaranya melengking tinggi, sengaja agar didengar semua orang. "

"Penampilan murahan seperti ini...benar-benar merusak pemandangan di perusahaan internasional!"

Marisa bersembunyi di balik bahu Victoria, memajang wajah memelas.

"Tante, sudahlah....Nala memang sangat pintar mengambil hati Adrian sejak Hari pertama kerja."

Dia memutar balikan fakta, hingga Adrian Menutup mata dan malah memenjarakan viona.

Mendengar hinaan itu, Nala tidak gemetar. Ia berdiri dengan anggun, menatap langsung ke mata Nyonya Victoria dengan sorot mata wajahnya memerah.

Nala beralih menatap Marisa, matanya menajam. "dan untuk anda Nona Marisa...seluruh tim legal, Kepolisian, dan staf di sini sudah melihat bukti digital sabotase anda.

Membawa orang tua yang tidak tahu apa-apa kesini. untuk mencuci nama anda yang sudah kotor...Bukankah itu tindakan yang sangat memalukan?.

"Cukup"

suara menggelegar Adrian menghentikan perdebatan. ia keluar dari ruangannya, langsung berdiri di depan Nala. menjadi perisai Kokoh bagi gadis itu. "ibu, apa-apaan ini? Mengapa ibu membawa wanita kriminal ini ke kantorku?!"

Adrian! Jaga bicaramu!

Marisa ini gadis baik-baik dari keluarga terpandang!

Justru sekretaris kampungmu ini yang ular. dia memfitnah Marisa karena ingin menguasai hartamu! bela Victoria dengan napas memburu.

Adrian tertawa hambar, sebuah tawa yang sarat akan rasa sakit dan kemarahan. gadis baik-baik? Ibu benar-benar sudah dibutakan oleh topeng wanita ini. "Adrian melangkah maju, menatap Marisa yang mulai pucat Pasi. "Ibu tahu kenapa dulu Marisa meninggalkanku saat aku masih merintis karir sebagai karyawan biasa?

Dia mencampakkanku demi pria kaya lain karena dia hanya mencintai harta!

Nyonya Victoria tertegun, matanya membelalak."Apa....Apa maksudmu, Adrian?"

"Marisa kembali ke kehidupanku sekarang bukan karena cinta, Bu.

Tapi karena dia tahu aku sudah sukses menjadi CEO di perusahaan Raksasa ini!" lanjut Adrian dengan nada tinggi. "dan yang paling parah, demi ambisinya, dia bekerja sama dengan viona untuk menyabotase proyek kekaisaran Jepang kemarin.

Jika rencana busuknya berhasil, Perusahaan kita akan mengalami kerugian triliunan rupiah dan terancam bangkrut total!

Ibu mau kita kehilangan semua aset kita?... yang sudah, aku berjuang dari nol hingga aku menjadi sukses dan menjadi CEO di perusaahan raksasa internasional ini!

Hanya karena membela wanita pemeras ini?!

Mendengarkan kata bangkrut. dan ' kerugian triliunan' jantung Victoria serasa berhenti berdetak.

Ia menoleh ke arah Marisa dengan tetapan tidak percaya.

"Marisa...apa yang dikatakan Adrian dan itu benar? kamu menghasutku dan hampir menghancurkan perusahaan Putraku?!"

Marisa gemetar hebat, lidahnya mendadak kelu.." Ta- tante itu....Aku bisa jelaskan..."

"cukup, Marisa! Jangan pernah sebut namaku lagi!" bentak victoria, suaranya bergetar karena sok dan malu.

Rasa sombongnya runtuh seketika saat menyadari, dia telah dijadikan alat oleh wanita manipulatif yang hampir memiskinkan keluarganya.

"Adrian tidak membuang waktu. ia langsung menghubungi tim keamanan kantor." serahkan Marisa ke pihak kepolisian sekarang juga.

Lengkapi dengan bukti rekaman CCTV hari ini atas tindakan tidak menyenangkan dan pelanggaran hukum yang dilakukan kemarin!.

Marisa hanya bisa menangis histeris saat petugas keamanan menyeretnya keluar dari lantai eksekutif.

Suasana koridor mendadak hening. Nyonya Victoria berdiri mematung dengan sisa rasa sok nya. pandangannya perlahan beralih kepada Nala.

'Gadis yatim yang sedari tadi dihina karena penampilannya yang sederhana itu kini sedang merapikan kembali berkas-berkas di mejanya dengan tenang. 'Tidak ada raut dendam atau kemenangan yang sombong di wajah Nala.

Wajahnya yang cantik alami memancarkan ketulusan dan ketegasan seorang wanita yang cerdas dan mandiri.

Victoria menelan ludah. ada pergolakan batin yang hebat di dalam dirinya. wanita tua yang kaku itu menyadari satu hal: Nala, si gadis desa tanpa harta melimpah ini. justru adalah orang yang mengandalkan kecerdasan dan kejujuran untuk melindungi perusahaan Adrian dari kehancuran, berbanding terbalik dengan Marisa yang bergelimang kemewahan tapi busuk di dalam.

"Meskipun dalam hatinya Victoria mulai mengakui kebaikan Nala dan berpikir ulang tentang prasangkanya, gengsinya sebagai minta maaf secara langsung. Ia hanya menatap Nala dengan pandangan yang rumit, lalu berbalik pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun".

Adrian mendekati meja Nala.

Menatapnya dengan rasa bersalah sekaligus kagum yang semakin mendalam. "Nala...maapkan atas kegaduhan yang dibuat ibuku."

Nala mendongak, melemparkan senyum tipis yang menenangkan.

"Tidak apa-apa Pak Adrian. yang terpenting kebenaran sudah terungkap."

Namun, di balik ketenangan itu, Nala tahu bahwa ini barulah awal. Perubahan pandangan Ibu Adrian dan sikap posesif Adrian yang semakin terang-terangan pasti akan memicu konflik baru yang jauh lebih besar mendatang, terutama dengan Kevin yang masih mengawasinya dari kejauhan dengan senyum misterius.

Sore itu, suasana taman di dekat area perkantoran tampak cukup Lenggang. kevin sengaja meminta Nala menemuinya sebentar

Sebelum mereka pulang kerja.

Jantung Kevin berdegup kencang, sebuah sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Sebagai staf pemasaran yang populer dan selalu dikejar-kejar wanita, ini pertama kalinya Kevin merasa begitu gugup di depan seorang gadis.

"Nala, panggil Kevin, suaranya terdengar lebih berat dan serius dan biasanya. "aku tahu kita belum lama kenal. Tapi sejak pertama kali melihatmu di kantor, caramu bekerja, kesederhanaanmu, dan ketegasanmu...membuatku tidak bisa mengalihkan pandangan darimu!

Aku menyukaimu, Nala. maukah kamu jadi kekasihku?

Nala tertegun , ia menatap Kevin dengan pandangan mata yang jernih namun penuh rasa bersalah.

Nala tahu Kevin adalah pria yang baik, tampan, banyak wanita di kantor. yang mengagumi kevin.

Namun hatinya tidak bisa berbohong. ada nama lain yang belakang ini selalu membuatnya dadanya berdebar-debar.

Adrian yang baru saja turun dari lift melihat pemandangan yang membuat dadanya serasa sesak.

Ketika melihat Nala dan Kevin sedang berbicara di taman berdua! Adrian menggenggam tangannya sampai kuku-kuku jarinya memutih'.

Asisten Han melihat di mana pandangan arah sang bos ke arah Taman, matanya terbelalak!...wah gawat bisa bahaya perang Dunia ke tiga nih ucap asisten Han, dalam hati.

Kemudian asisten Han, pun dengan inisiatif berjalan ke arah taman.

Berpura-pura sedang menelepon agar bisa mendekati sebuah kursi yang diduduki oleh Nala dan Kevin seoalah dia tidak melihat keberadaan Nala dan Kevin!

Tetapi mata tajamnya, dan telinganya mendengarkan apa yang akan dikatakan Nala dan Kevin.

'Adrian pun merasa aneh? kenapa sang asistennya berjalan ke arah taman!' akhirnya iya paham Apa yang sedang dilakukan oleh asisten Han'

"Nala tersenyum tipis. mencoba menjaga perasaan pria di depannya. "mas Kevin" terima kasih banyak atas perasaanmu.

Kamu pria yang sangat baik, tampan, dan luar biasa. Wanita manapun pasti beruntung memilikimu. Tapi maaf ...Aku hanya bisa menganggapmu sebagai kakak hatiku belum bisa menerima perasaanmu lebih dari itu.

Mendengar penolakan itu, ada kilat kekecewaan yang tak bisa disembunyikan dari mata Kevin.

Sebagai pria populer terusik.

Dari sekian banyak wanita, mengapa hanya si gadis desa ini yang menolaknya? namun, melihat ketulusan di mata Nala, rasa kecewa itu perlahan terkikis. Kevin bukan pria pendendam. ia tersenyum getir, menyadari satu hal yang selama ini ia curigai cara Nala menatap sang CEO.

"karena Pak Adrian, ya?" tebak Kevin pelan, mencoba mencairkan suasana dengan senyum tipis.

"Halo kesayangan Author! Gimana bab kali tentang marisa yang berusaha menghasut ibunya Adrian namun gagal karena kebohongannya sudah terbongkar.

' Lalu bagaimana dengan kevin setelah menyatakan cintanya pada Nala? Nyesek ga buat kevin? Jangan lupa tinggalkan jejak jempol dan komentarnya ya, agar Author semangat lanjutin konflik mereka!'

Salam hangat "Sevda Aryan"

1
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Ifana
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Ifana
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Ifana
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Ifana
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Ifana: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Ifana
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!