"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."
"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."
Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Black
Ada masa ketenangan yang sudah kita yakinin malah menjadi masalah baru yang kita dapat karena ucapan kita sendiri.
“Lara siapa, Vin?” Kevin yang baru masuk resto bingung langsung ditodong dengan pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu jawabannya.
“Lara? Emang Lara apaan? Orang?”
“Coba lo tanya sendiri, dari tadi dia cuma bilang kalau Lara ini kesayangannya buna.”
Kevin beralih menatap Naren yang sekarang berada di gendongan Keysha. “Sayang, memangnya Lara itu siapa? Maksudnya dia orangkah? Teman kamu kah?”
“Lara itu sahabat Buna, dulu buna bilang kalau aku gak bisa ketemu buna aku boleh ketemu Lara dulu sambil menunggu Buna pulang.”
‘Jawaban yang tidak menjawab pertanyaan gue,’ batin Kevin sambil memutar otak mencari pertanyaan lain yang sekiranya bisa membuat Naren memberitahu Lara itu apa?
‘Mamam tuh Vin, gue dari tadi juga sudah mengajukan banyak pertanyaan yang belum bisa menjawab Lara ini sejenis apa?’ batin Keysha.
“Aku mau Lara, kak! Tolong carikan Lara kak, setelah Buna pergi Lara juga ikut pergi dan sekarang Buna kembali Lara gak ikut kembali, kakak sembunyikan Lara dimana?”
‘Jangankan disembunyikan, gue saja gak tahu Lara itu siapa,’ batin Keysha.
“Gini saja, kamu makan dulu nanti kalau sudah makan baru kita ketemu Lara, kalau kamu gak makan nanti kamu laper dan lemes pas ketemu Lara,” Bujuk Kevin mencoba mengalihkan perhatian Naren untuk sementara.
“Ya sudah aku mau.”
Kevin dan Keysha menghembuskan nafas lega, setidaknya untuk sementara dia bisa tenang karena Naren yang gak terus merengek meminta Lara.
“Key, si Kia mana?”
“Ada dibelakang kayaknya, oh iya gimana keadaan Black?”
“Dokter belum keluar, gue mau ambil perlengkapan Black dulu karena kemungkinan besar dia bakal dirawat.”
“Kasihan banget Black, semoga lekas ada kabar baik, sudah banyak rasa sakit yang dia terima.”
“Iya, lo do'ain dia terus ya. Titip resto sama anak itu ya, kalau ada apa-apa lo bisa telepon gue ataupun Sira.”
“Iya siap, Vin. Kalau ada kabar apapun tentang Black kabarin kita juga ya.”
“Iya siap.” Kevin jalan kebelakang mencari Kia untuk menemaninya ke kamar Black untuk mengambil kebutuhan Black dan setelah semua siap dia langsung pergi lagi ke rumah sakit.
Sementara Bintang sekarang sudah berada dirumah Andra dan sedang berada didepan Lara yang sedang mengamuk karena melihat Bintang, setelah dia dititipkan dirumah Andra memang setiap Bintang datang dia selalu disembunyikan tapi sekarang dia harus menemui orang yang sangat dia benci dan menimbulkan ketakutan pada dirinya.
Bintang memberikan makanan kesukaan Lara, tapi itu tak membuat Lara luluh dan mau mendekati Bintang.
“Lara, maaf dulu aku sering menyakiti kamu dan Rain, aku sekarang sudah berubah, aku tak akan menyakiti kamu lagi, aku kangen Rain, bolehkah aku memeluk kamu?”
“MEONG,” Lara mengeong dan menggeram sambil mulai maju untuk mencakar Bintang.
“Lara maafin aku.” Lara tetap marah dan terus berusaha mencakar tangan Bintang yang ingin menyentuhnya.
“Kayaknya kita harus pelan-pelan dan kayaknya bukan hari ini, kita coba lagi besok ya, Tang,” Ucap Jems yang sudah mendapat cakaran dari Lara.
“LARA, JANGAN NAKAL,” Satu teriakan yang membuat Lara mundur dan menyembunyikan kukunya.
seorang anak kecil berlari maju menghampiri Lara dengan sangat yakin dia langsung menggendong Lara. Dia adalah Lila adik dari Andra, selama Lara berada dirumah Andra, Lila adalah orang yang selalu merawat Lara dan Lara hanya akan tenang dengan Lila.
“Lila, Hati-hati nanti kamu dicakar,” Pinta Bintang.
“Tenang aja Tang, Lara tidak akan pernah menyakiti Lila, selayaknya dia yang gak pernah menyakiti Rain,” Ucap Andra.
“Belum saatnya kakak ketemu Lara, lain kali kalau Lara sudah mau biar Lila yang bawa Lara ketempat Kakak,” Ucap Lila lalu pergi menggendong Lara yang sudah tertidur di gendongan Lila.
“Sama Lila kok dia gak galak? Sama kita kok galak banget kaya mau makan orang aja?” tanya Resta bingung.
“Gimana gak nurut orang pawangnya,” Jawab Jems sambil mengobati lukanya setelah diambilkan kotak p3k sama Andra.
“Bahkan Lara yang hewan saja gak mau ketemu gue apa lagi Rain. Mungkin dia juga gak akan mau ketemu gue kalau misal dia masih hidup.
“Jangan ngomong gitu, lo deketi Lara pelan-pelan, nantinya dia akan luluh juga kok.” Ucap Andra sambil menepuk pundak Bintang.
Dirumah sakit dokter sudah keluar dari ruang tindakan dan sekarang sedang menemui Sira dan Alvin.
“Gimana keadaan teman saya, dok?” Tanya Sira dengan harap-harap cemas.
“Keadaan pasien sudah mulai stabil, anak yang ada di kandungannya juga semua selamat, lain kali mohon hati-hati soalnya bukan dua nyawa yang pasien bawa tapi 5 nyawa.”
“Bukannya kembar dua doang ya dok?”
“Bukan, dari pemeriksaan saya kembar 4.”
Sira dan Alvin sama kagetnya, sedari awal mereka hanya tahu kalau Black hamil kembar dan mereka kira hanya kembar dua bukan empat.
“Kalau kalian mau jenguk dia tunggu kita pindahkan ke ruang rawat ya.”
“Ba-baik dok,” Gagap Sira yang masih syok dengan jumlah anaknya Black. Dokter kembali masuk ruangan dan mulai mengurus segala sesuatu untuk pemindahan Black.
“Kakak gak tahu juga?”
“Kamu yang sahabat sekamar aja gak tahu apalagi kakak.”
“Kak, aku mau tanya? Kakak harusnya sudah tahu kejadian apa yang tadi terjadi direstokan?”
“Iya kakak tahu, tadi sempat cari tahu.”
“Apa benar Black itu istrinya Bintang?”
“Iya, Black memang istrinya Bintang dengan kata lain, Black adalah Rain, tapi untuk saat ini kamu jangan bilang apapun sama siapapun, kakak gak mau Black memaksakan dirinya untuk mengingat masa lalunya, sejauh yang kakak lihat tadi di resto juga Black gak akan mau menerima Bintang selayaknya Rain yang akan selalu menerima Bintang dan selalu memaafkan kesalahannya.”
“Apa Black sekarang dengan yang dulu berbeda?
“Sangat berbeda, Black menampilkan apa yang sebenarnya dia rasa tak lagi bermuka dua, dia yang dulu selalu dibungkam dan membungkam kan diri kini bisa menjadi dirinya sendiri. Jangan ganggu dia dengan ingatan tentang Bintang yang nantinya hanya akan menyakitinya, biarkan Black bahagia dengan caranya.”
“Kenapa Black bisa mengingat panggilannya sama kakak sedangkan sama orang lain gak ada yang dia ingat?”
“Karena kakak bukan hanya sahabat tapi kakak ini memang orang yang dia anggap kakaknya. Mungkin itu yang membuat dia bisa mengingat sedikit tentang kakak dibanding dengan orang lain.”
“Kakek Aras tahu tentang Black?”
“Tahu, kakek Aras dan nenek Ayu memang kakek dan neneknya Black dari ibunya, cuma dia memang dulu belum pernah ketemu sama mereka, dan mereka juga tahu tentang masa lalu Black sebagai Rain. Beliau sangat marah dan gak pernah akan mengijinkan Black kembali pada Bintang.”
“Apa Black sudah tahu kalau kakek dan nenek itu memang benar kekek nenek kandungnya?”
BERSAMBUNG.