Liburan yang harus nya bahagia, harus berakhir duka saat Renata Di jebak oleh sahabat dan calon suami nya. Renata tidak menyangka jika hari itu ia harus menikah dengan seorang pengangguran. Dengan mahar Seribu rupiah yang di miliki oleh pria asing itu, mereka pun akhirnya sah di mata para masyarakat.
Renata tidak pernah semalu itu. Ia di anggap berzina dan akhirnya di paksa menikahi pria asing.
Orang tua nya tidak tahu. Ia sendirian di sana. Mereka semua telah meninggal kan nya di desa terpencil itu.
Akan kah Renata bisa bangkit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama dan Papa Renataaa
Di kediaman keluarga Renata. Mama dan Papa nya tidak berhenti untuk mencari keberadaan sang anak semata wayang. Selama ini, Renata tidak pernah pergi tanpa mengabari mereka.
Apalagi saat mereka tahu Marisa sahabat anak nya dari kecil akan menggantikan Renata untuk menikahi Levaro. Orang tua mana yang tidak terkejut dengan hal itu.
Tuan Marles yang merupakan Papa nya Renata sangat tahu jika anak nya sangat mencintai Levaro. Banyak hal yang telah di korbankan Renata demi bisa menikah dengan pria tersebut.
"Ma, apaa sudah ada kabar dari Renata? Papa benar-benar sangat khawatir dengan nya. Anak itu tidak pernah mengabaikan kita dengan cara seperti ini."
"Belum, Pa. Mama curiga sama Marisa. Pasti dia telah melakukan sesuatu pada Renata. Kan sudah Mama bilang sejak dulu. Mama tidak suka dengan anak itu. Dari kecil dia paling suka merebut barang milik Rena."
"Sabar, Ma. Kita tidak boleh ceroboh. Jika memang Marisa yang membuat Renata hilang, maka kita harus mengikuti permainan nya. Buat seolah kita begitu mempercayai nya. Dengan cara itu kita bisa tahu dimana Renata saat ini."
"Tapi ini sudah beberapa bulan. Biasa nya setiap hari Rena akan mengirim foto nya. Lihat lah saat kita menghubungi ponsel nya. Anak itu sama sekali tidak mau bicara. Hanya mengirim pesan tidak jelas. Rena tidak seperti itu. Aku yang mengandung, melahirkan dan membesarkan nya."
"Iya. Iya. Papa tahu. Papa akan meminta tolong pada teman Papa secara diam-diam agar Marisa tidak tahu rencana kita."
Mama nya Renata Nyonya Raini masih saja menangis. Sudah beberapa bulan Renata tidak bisa di hubungi. Setiap kali mereka menghubungi Renata, pasti akan ada suara-suara aneh dan menjijikan.
Marisa membuat nama baik Renata jatuh terpuruk di depan orang tua nya. Untung saja Mama dan Papa Rena sangat mengenal anak mereka.
Adapun kartu-kartu unlimited yang di miliki oleh Rena, terus di telusuri oleh mereka. Mereka sangat tahu barang dan makanan apa yang sangat di sukai anak nya.
Menurut penulusuran tim yang di perintahkan oleh Papa nya Renata, orang yang saat ini memakai kartu tersebut sedang berfoya-foya sehingga Papa nya Renata memblokir kartu tersebut.
Semoga saja ada titik terang dan Renata bisa dengan segera bertemu dengan Mama dan Papa nya dan membalas kan dendam nya pada para Pengkhianat.
******
Karena tidak tega, Renata pun membantu wanita yang pernah menampar nya. Ya begitu lah Renata. Ia tidak pernah tega membiarkan orang lain susah.
Dengan tanaman obat yang berhasil ia kembangkan di halaman rumah mertua nya, ia pun bisa membantu para warga yang sakit.
Sebenar nya tanaman obat itu ia dapatkan di hutan yang tidak jauh dari desa. Di dalam hutan yang masih alami itu, terdapat banyak sekali tanaman obat dan juga bahan makanan enak.
Bagi seorang wanita yang menyukai tanaman dan tumbuhan, hal itu adalah harta karun. Kadang, Renata sampai lupa diri ketika berada di dalam hutan. Ia akan membawa pulang banyak sayuran pakis dan juga bermacam jenis jamur.
"Terima kasih nak. Akhirnya anak saya sembuh juga. Renata, maafkan saya yang malam itu karena sudah menampar kamu. Saya benar-benar malu."
"Sudah lah Bu. Saya ingin melupakan kejadian memalukan itu. Saya juga di jebak oleh sahabat dan calon suami. Saat ini, malah mereka yang akan menikah dan mengkhianati saya."
"Sungguh jahat sekali mereka itu. Saya doakan kamu bertemu dengan pria yang baik setelah ini."
"Hmmm, ya. Doakan saja Fuad bisa berubah menjadi pria yang baik." Ucap Renata tersenyum kecut.
Setelah mengobati anak ibu tersebut yang keracunan, akhirnya Renata pun pulang. Ia sudah terbiasa berjalan kaki sambil menikmati suasana yang ada di desa itu.
Tidak terasa sudah beberapa bulan ia berada di sana. Dan warga desa juga sudah tahu kejadian yang sebenarnya malam itu. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat banyak dan membantu Renata untuk pulang.
Dari kecil sampai dewasa, mereka telah hidup lama di desa itu. Kecuali jika keluarga mereka adalah pedagang. Baru lah mereka bisa keluar dan pergi ke kota untuk menukar barang.
Adapun yang paling berkuasa di desa itu adalah Tuan Baskoro. Beliau adalah seorang tuan tanah yang termasuk berada. Anak-anak nya pun sudah biasa keluar masuk desa.
Adapun para warga desa banyak yang bekerja di ladang dan kebun milik beliau. Karena sejak dulu, keluarga beliau yang pertama kali datang dan membuka lahan sehingga menjadi desa seperti saat itu.
"Eh ada istri nya Fuad. Kayak nya sekarang udah banyak berubah, ya. Dari anak kota jadi anak desa yang kumuh."
Seorang pria tiba-tiba saja muncul di depan Renata. Renata ingat malam itu pria tersebut yang mengompori para warga desa.
"Ada apa, Beni? Aku sering terburu-buru."
"Eits, kok buru-buru sih? Gimana? Kamu sudah malam pertama dengan si Fuad bo-doh itu? Gimana kalau malam nanti, aku jemput kamu ke pasar malam."
"Dasar gila!"
"Hey Renata! Jangan belagu gitu dong. Kamu itu cuma cewek yang di buang sama calon suami mu itu. Maka nya jangan sok jual mahal."
Renata berbalik dan tidak jadi melanjutkan perjalanan nya. Ia pun menghampiri Beni yang masih duduk di atas sepeda motor nya.
"Jadi, kamu adalah kaki tangan mereka yang menyebabkan aku tidak bisa keluar dari desa ini?"
Hahahhahahahahha
"Akhirnya kamu sadar juga. Sudah berbulan-bulan lama nya dan aku heran kenapa ada perempuan bodoh seperti kamu. Pantas saja kamu cocok dengan si Fuad. Kalian itu sama-sama bodoh."
Hahahahha
"Oh ya?"
Karena kesal, Renata menyentil sesuatu dan masuk ke dalam mulut Beni yang masih tertawa. Pria itu sama sekali tidak tahu apa yang masuk ke dalam mulut nya.
Setelah itu, Renata pun pergi sambil tersenyum licik. Beni tidak tahu jika ia baru saja memakan buah aneh yang di dapat Renata dari hutan.
Buah itu kecil dan bisa membuat seseorang berhalusinasi. Satu buah saja bisa membuat orang tidak berdaya. Dan Renata begitu puas bisa melakukan hal itu pada pria yang telah bersekongkol dengan para pengkhianat.
Saat Renata berjalan dan hampir tiba di rumah, para warga beramai-ramai pergi ke suatu tempat dengan tergesa-gesa. Renata sudah menduga nya. Pasti terjadi sesuatu dengan Beni.
"Pak, ada apa terburu-buru?"
"Saya juga tidak tahu. Tadi ada yang bilang kata nya Tuan Beni mau memperko-sa kerbau yang sedang membajak sawah. Saya permisi dulu, nak Rena."
"Baik, Pak. Silahkan."
Renata pun masuk ke dalam rumah sambil tertawa terbahak-bahak....
kasih racun saja tuh 🤣🤣🤣🤣
aduh kan ya gmn masa iya krn uang bnyk trus bnyk istri kan ya kasihan istri sah pertamnya kan
tinggal ngu aja kapan itu datang
weeekkk
ahahaha soookorrrrr
ben kapok
perlu di tiadakan itu
jangan2 fuad anak jenius tp krn kecelakaan jd kek gtu
pasti trauma yg buat dya sprti anak kecil stop di memori di situ juga
ringan dan bisa belajar dari ketulusan berteman it seperti apa