Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
"Maksud kamu apa, Kak?" Tanya Alora panik. Entah apa yang akan ia lakukan andai dugaan Arsenio itu benar.
Ditambah lagi sikap Alundra belakangan yang sedikit berubah semakin menguatkan dugaan Arsenio.
"Tapi, kalau benar Alundra tahu sesuatu, dia tidak mungkin diam saja, kan? Apalagi pergi begitu saja."
Alundra memang lembut, bahkan sangat lembut, sampai tidak tega membunuh semut sekalipun. Namun, Alundra paling tidak suka dibohongi. Jika ada yang berani menyembunyikan hal kecil saja darinya, Alundra tidak akan pernah memaafkannya.
Alundra bukan orang yang akan diam saja, menurutnya kebohongan adalah sesuatu yang fatal yang tidak bisa dianggap remeh. Terlebih lagi Alora dan Arsenio bukan hanya membohonginya, tapi sudah menipunya selama bertahun-tahun.
Selama 4 tahun ini Alundra hidup dalam kemunafikan. Mereka bukan hanya mempermainkan hidupnya, perasaannya, tapi juga sudah menginjak-injak harga dirinya. Mungkinkah Alundra akan diam saja jika mengetahui sandiwara mereka?
"Kamu benar. Alundra tidak mungkin diam saja," ucap Arsenio.
Alundra pasti akan menghajar Arsenio habis-habisan. Terlebih lagi, pria itu sudah melukai harga dirinya.
Namun tetap saja bungkamnya Alundra tidak bisa menghilangkan kerisauan di hati Arsenio. Lebih baik menghadapi kemarahan Alundra daripada harus didiamkan, apalagi dianggap tak ada.
"Kak, kamu yakin tidak memiliki perasaan pada Alundra?" Tanya Alora. Tiba-tiba saja Alora merasa penasaran. Apalagi saat melihat gerak-gerik Arsenio yang tampak merisaukan kandasnya hubungannya dengan Alundra.
Arsenio terlihat linglung dan tidak seperti biasanya. Entah sadar atau tidak, perpisahannya dengan Alundra seolah merenggut sesuatu dalam diri Arsenio.
"Ti-tidak," jawab Arsenio sedikit gugup. "Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanyanya.
"Kamu yakin?" Tanya Alora. Wanita itu tampak memicingkan matanya, Alora sepertinya meragukan jawaban Arsenio.
Apalagi 4 tahun bukan waktu yang sebentar. Tidak menutup kemungkinan jika sebenarnya Arsenio memiliki perasaan pada Alundra, hanya saja Arsenio mungkin tidak menyadarinya.
Bagaimana tidak, Alundra adalah sosok wanita yang sempurna. Cantik, baik, kaya, dan juga pintar. Hanya pria bodoh saja yang tidak tertarik dengan Alundra. Sebagai sesama wanita, Alora saja kadang merasa iri dengan apa yang dimiliki Alundra.
Sementara Arsenio, satu-satunya pria yang Alundra cintai selama bertahun-tahun, justru tidak bisa membalas perasaan Alundra. Bahkan di saat semua pria berlomba ingin mendapatkan Alundra, Arsenio malah menyia-nyiakannya.
"Apa kamu meragukanku, Alora?" Tanya Arsenio.
"Bukan begitu, Kak. Aku hanya---"
"Aku hanya mencintaimu, Alora. Sampai kapanpun, kamu adalah satu-satunya wanita yang aku cintai."
"Apa maksud ucapanmu, Arsen? Bukankah kamu kekasih Alundra?"
Deg
...----------------...
Sementara itu, Leon dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri. Pria itu mengalami luka di beberapa bagian akibat dari benturan yang cukup keras menghantamnya.
Untung saja orang-orang yang menyaksikan kecelakaan pada saat itu segera menelpon ambulan. Jika terlambat sedikit saja, nyawa Leon tidak akan tertolong.
"Bagaimana keadaan Leon, Dok?" Tanya Qireia. Wanita itu menghampiri dokter yang baru saja melakukan pemeriksaan pada Leon.
Qireia juga memiliki banyak luka, hanya saja tidak separah Leon. Hanya luka ringan saja di bagian tangan, kaki dan juga dahinya.
"Pasien harus segera melakukan operasi. Karena ada gumpalan darah di bagian kepalanya," ucap dokter.
Qireia menutup mulutnya, tak percaya. Tubuhnya gemetar, wanita itu mulai diliputi ketakutan, dan pikiran-pikiran buruk semakin menghantuinya.
Yaa Tuhan... selamatkan Leon! Batinnya.
Qireia tidak bisa hidup tanpa Leon. Jika Leon meninggalkannya, hidupnya akan benar-benar hancur. Ayahnya juga pasti akan memaksanya bertunangan dengan Sabiru.
"Dokter, tolong selamatkan Leon. Lakukan apa pun untuk bisa menyelamatkannya," ucap Qireia dengan suara yang bergetar.
"Kalau begitu, Anda harus meminta walinya untuk segera menandatangani formulir persetujuan tindakan medis," ucap dokter.
"Bagaimana kalau saya saja yang menandatanganinya, Dokter? Orang tua Leon sedang berada di luar negeri. Saya takut Leon kenapa-kenapa kalau harus menunggu orang tuanya."
Dokter pun akhirnya setuju dan meminta perawat untuk memindahkan Leon ke ruang operasi. Walau bagaimanapun, keselamatan pasien harus tetap diutamakan.
Terlepas dari prosedur apa pun, pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Qireia lah yang nantinya akan bertanggung jawab karena sudah menandatangani berkas persyaratan sebelum operasi.
...----------------...
Sementara itu, di rumah sakit yang sama, Alundra tampak terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Wanita cantik itu tampak meringis sambil memegang kepalanya yang dibalut perban.
"Kamu gak apa-apa kan, Lun? Maafkan aku, karena aku, kamu harus seperti ini," ucap Allano. Pria itu menggenggam tangan Alundra yang baru saja membuka mata. Allano benar-benar merasa bersalah.
Saat di perjalanan menuju Bandara, tiba-tiba saja ada sebuah truk kontainer yang melaju cepat di samping mobilnya dan ingin menyalip. Truk itu tampak oleng, entah keberatan muatan atau pengemudinya yang mengantuk. Truk itu nyaris berguling menimpa mobil yang dikendarai Allano.
Allano terpaksa membanting setirnya untuk menghindar, namun nahasnya, mobilnya justru harus menabrak mobil Leon.
"Aku gak apa-apa, Lan," lirih Alundra.
Allano membantu Alundra yang tampak kesusahan ingin duduk.
"Kenapa lukamu belum diobati? Apa di rumah sakit ini kehabisan dokter?"
Alundra sangat terkejut saat menyadari keadaan Allano yang masih berlumuran darah.
"Aku gak apa-apa, jangan khawatir!"
Dokter sebenarnya sudah meminta Allano untuk melakukan pemeriksaan. Hanya saja, pria itu bersikukuh tidak ingin meninggalkan Alundra sendirian.
Luka di sekujur tubuhnya tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit melihat Alundra yang terbaring penuh luka.
"Gak apa-apa apanya, kamu luka-luka begini, Lan?"
Alundra sampai menangis melihat keadaan Allano. Ia bisa membayangkan Allano pasti sangat kesakitan.
Tapi Allano justru tampak biasa saja. Pria itu malah tersenyum dan mengusap air mata di pipi Alundra.
"Aku baik-baik saja. Aku lega karena kamu akhirnya sadar."
Allano tidak bisa memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu pada Alundra. Karena itu ia bersikukuh tidak akan mengobati lukanya sebelum melihat Alundra sadar.
"Kalau begitu---"
Brakkk
Tiba-tiba saja pintu ruang rawat Alundra terbuka lebar, seorang wanita masuk ke dalam ruangan Alundra dengan wajah penuh kebencian. Aura permusuhan tergambar sangat jelas di guratan wajah wanita itu.
"Kenapa kalian masih hidup? Sementara kekasihku sedang sekarat gara-gara kalian!" Teriak wanita yang ternyata adalah Qireia.
Wanita itu menatap nyalang Allano dan Alundra bergantian. Ia baru saja diberi tahu, jika orang yang menabraknya justru selamat dari kecelakaan itu. Qireia benar-benar murka. Ia tidak akan membiarkan orang yang sudah membuat Leon sekarat itu lolos begitu saja.
"Aku tidak terima, aku akan melaporkan kalian ke polisi, dan membuat kalian membusuk di penjara."
To be continued
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄