NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Tamat
Popularitas:107.6k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

alam bawa sadar?

​Lorong rumah sakit terasa begitu dingin dan sunyi. Aroma antiseptik yang tajam menusuk indra penciuman, namun Arland, Evan, dan Kiel hanya bisa terpaku di kursi tunggu depan ruang IGD. Arland menunduk dalam, menumpukan wajahnya pada kedua telapak tangan. Rasa bersalah menghujam jantungnya tiap kali ia teringat bagaimana ia menyeret Anna ke tepi maut.

​Tak lama kemudian, Evan datang dengan langkah tergesa, napasnya memburu. Wajahnya pucat pasi sambil menggenggam ponselnya erat-getar.

​"Land... Kiel..." suara Evan tercekat.

​Arland mendongak perlahan. "Apa?"

​"Gue nggak tahu ini bakal bikin lo makin merasa bersalah atau nggak, tapi gue baru dapet rekaman CCTV di koridor arah gudang belakang," Evan menyodorkan ponselnya. "Yang nampar Zela... itu bukan Anna. Tapi salah satu siswi dari fansclub lo, Land. Anna beneran nggak bohong, dia emang di UKS pas kejadian itu."

​Keheningan yang memekakkan telinga menyelimuti mereka. Arland merasa seolah dunianya runtuh. Ia telah menuduh dan menyiksa seorang gadis yang sama sekali tidak bersalah hingga gadis itu memilih untuk mengakhiri hidupnya.

​Kiel hanya diam. Wajahnya datar, namun matanya menatap tajam ke arah pintu IGD yang masih tertutup rapat. Tangannya yang masih lembap karena air danau mengepal kuat hingga buku-bukunya memutih.

​Cklek.

​Pintu terbuka. Seorang dokter keluar dengan wajah yang tampak letih. Sontak mereka bertiga berdiri, namun Arland yang paling pertama menghampiri.

​"Dokter, gimana kondisi Anna?!" tanya Arland panik.

​Dokter itu menghela napas panjang, menatap mereka satu per satu. "Pasien sempat mengalami gagal napas karena terlalu banyak air yang masuk ke paru-parunya. Selain itu, ada benturan cukup keras di kepalanya, mungkin saat dia terjun atau saat berada di dalam air."

​"Dia... selamat?" tanya Evan ragu.

​"Saat ini kami berhasil menstabilkan detak jantungnya. Namun," Dokter terdiam sejenak, "pasien saat ini dalam kondisi koma. Tubuhnya mengalami syok hebat, dan kami belum bisa memastikan kapan dia akan sadar. Kita hanya bisa menunggu masa kritisnya lewat dalam 24 jam ke depan."

​Arland terhuyung mundur, hampir terjatuh jika tidak tertahan dinding. "Koma..."

​Kiel melangkah maju, memotong suasana dramatis itu dengan suaranya yang rendah dan sedingin es. "Bisa dijenguk?" tanyanya singkat.

​"Untuk sekarang hanya satu orang secara bergantian, dan hanya sebentar," jawab Dokter.

​Kiel tidak menunggu persetujuan Arland atau Evan. Ia langsung melangkah masuk melewati pintu IGD. Ia ingin melihat sendiri gadis yang semalam menyelamatkannya, namun hari ini ia biarkan hancur di depan matanya sendiri.

Suasana rumah sakit yang mencekam semakin pecah saat sepasang suami istri berlari di sepanjang koridor dengan wajah penuh kecemasan. Mereka adalah orang tua Anna. Sang mama tampak sangat terpukul, langkahnya goyah hingga harus dirangkul erat oleh sang papa.

​Geng Demons—Kiel, Arland, dan Evan—berdiri kaku di depan ruang perawatan. Arland hanya bisa menunduk, tak sanggup menatap mata kedua orang tua yang dunianya baru saja hancur itu.

​"Apa yang terjadi? Kenapa putri saya bisa begini?!" tanya Sang Papa dengan suara bergetar, mencoba menahan amarah dan kesedihan yang bercampur menjadi satu.

​Arland membuka mulut, namun suaranya tercekat di tenggorokan. "Om... maaf, tadi ada kesalahpahaman di sekolah..."

​"Kesalahpahaman sampai dia masuk rumah sakit dalam kondisi begini?!" Sang Papa membentak, membuat suasana semakin tegang.

​Sang Mama, yang sejak tadi terisak, perlahan mengangkat wajahnya yang sembap. Matanya tertuju pada sosok pemuda yang berdiri paling tegak dan dingin di sana. Pandangannya terpaku pada nametag yang tersemat di seragam pemuda itu: Kiel De Luca.

​Seketika, tangis Sang Mama pecah semakin kencang. Ia melangkah mendekati Kiel, membuat Arland dan Evan mundur selangkah.

​"Kamu... kamu Kiel?" tanya Sang Mama dengan suara serak.

​Kiel hanya mengangguk pelan, tetap mempertahankan wajah datarnya meski sorot matanya tampak goyah.

​"Padahal dia selalu bercerita tentang kamu di rumah..." ucap Sang Mama sambil menyentuh lengan seragam Kiel dengan tangan yang gemetar. "Anna itu dulu memang sangat keras kepala. Kalau dia sudah suka pada sesuatu atau seseorang, dia akan mengejarnya sampai dapat tanpa peduli apa pun."

​Sang Mama terisak lagi, mengingat semangat putrinya yang kini terbaring tak berdaya. "Dia selalu bilang Kiel begini, Kiel begitu... meskipun kamu sering bersikap dingin padanya, dia tidak pernah menyerah. Tapi kenapa sekarang jadi seperti ini? Kenapa Anna harus sampai melompat?"

​Kiel terdiam seribu bahasa. Nama belakangnya, De Luca, seolah terasa sangat berat saat ini. Penjelasan sang mama tentang bagaimana Anna selalu menceritakan dirinya menjadi tamparan keras bagi Kiel. Gadis yang ia anggap mengganggu itu ternyata menjadikannya pusat dunianya, sementara ia justru menjadi alasan gadis itu merasa dunia tidak lagi layak ditinggali.

​Arland yang mendengar itu semakin merasa seperti monster. Ia telah menyakiti gadis yang begitu tulus, bahkan di mata orang tuanya sendiri.

​"Maafkan kami, Tan..." bisik Evan lirih, namun Sang Mama hanya bisa terus menangis, meratapi putri kecilnya yang kini berjuang antara hidup dan mati di dalam sana.

Di tengah keheningan ruang perawatan yang dingin, jiwa Anna—atau sosok aslinya, Raisa—terjebak dalam kehampaan yang tak berujung. Ruangan itu begitu gelap, seolah cahaya tak pernah diizinkan masuk ke sana.

​"Ini... di mana?" tanya Raisa pelan. Suaranya bergema, namun tak ada pantulan dinding yang menyambutnya.

​Rasa takut mulai menjalar di hatinya. Keadaan ini jauh lebih mengerikan daripada diseret Arland ke tepi rooftop. Tiba-tiba, setitik cahaya muncul dari kejauhan, perlahan membentuk sosok perempuan dengan wajah yang sangat tenang dan anggun.

​Perempuan itu berjalan mendekat, menatap Raisa dengan binar mata yang penuh rahasia.

​"Jangan biarkan dirimu mati di dunia ini," ucap perempuan itu dengan suara lembut namun tegas.

​Raisa tersentak. "Maksudnya?"

​"Karena kalau kamu mati di sini, kamu tidak akan pernah bisa kembali ke duniamu yang asli," lanjut perempuan itu.

​Jantung Raisa serasa berhenti berdetak. Kabar itu seperti hantaman keras baginya. "Kenapa harus aku? Kenapa aku harus terjebak di sini?!" tanyanya dengan suara bergetar, menuntut jawaban atas nasib malang yang menimpanya.

​Perempuan itu hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang sulit diartikan. "Nikmatilah hidup di sini," ucapnya pelan sambil perlahan memudar menjadi partikel cahaya. "Jadilah Anna sampai ceritanya selesai."

​"Tunggu! Jangan pergi!" teriak Raisa.

​Namun, cahaya itu meledak dengan sangat terang, membutakan penglihatannya. Detik berikutnya, rasa sakit yang luar biasa menghujam seluruh saraf tubuhnya. Oksigen seolah dipaksa masuk kembali ke paru-parunya yang sempat berhenti berfungsi.

​Deg.

​Di dalam ruang perawatan, monitor jantung yang tadinya menunjukkan garis lemah tiba-tiba berbunyi nyaring. Jari-jari pucat Anna bergerak sedikit, lalu kelopak matanya terbuka perlahan, menatap langit-langit putih rumah sakit yang buram.

​Anna telah bangun dari komanya, namun dengan satu misi baru yang harus ia selesaikan agar bisa pulang.

1
Suci Uci
ending terkecewaaa si 🤣Axel pemeran utama dan ana jadi tidak jodoh gara2 Naya sakit banget jadi pembacaa
safitriindahh
ini awalya bgus ko tiba tiba ganti pu?
Liza Chilra
yeyy ceritanya mau selesai, transmigrasi cmn mau nyatuin benang kusut axel dan nayara aja🗿, mnding ga ush transmigrasi 😭🗿
tapi senang nya anna (raisa) bisa pulang kedunia dia, walau msih bnyak yang blum di bahas🗿, reygan bagaimana keadaannya dan sahabat anna (raisa) pas SMA 😭🗿
Liza Chilra
singkat saja kk thor, kapan anna (raisa) pulang kedunia dia??
dari pada msih di transmigrasi, yang sinopsis siapa yang bahagia siapa??
sebenarnya kak author baca ga sih komenan kami?
tentang endingnya anna (raisa)?
tokoh tambahan diksih ending bahagia!
saya baca cerita ini dari awal cuman ngikutin perjalanan anna (raisa), malah di buat kek gni kisah anna.
singkat saja lhh, kapan anna (raisa) pulang ke dunia dia??
Satria Hadi pranata
ciiii yg iyanya Axel yg murahan abis Anna, di embat, sekarang Naya, cinta murahan, bilangnya cinta sejati
Liza Chilra
Udah cukup kak. Jangan makin ngancurin Anna. Dari awal ceritanya tentang Anna transmigrasi, kok endingnya malah Nayara yg jadi sorotan? Ga adil banget. Anna juga berhak bahagia dan pulang ke dunianya!
Liza Chilra
balikin aja lh kak author anna (Raisa) ke dunia asal dia, ceritanya ga sinkron , sinopsis tentang anna (raisa), yang malh dpat bahagia nayara, klo seandainya nayara yang di sinopsis dari awal mngkin aku akan berpihak ke nayara!
ini yang berjuang dari awal siapa, yang bahagia siapa, masih penasaran baca novel ini cmn mau baca dialog anna (raisa).
singkat saja, kapan anna (raisa) pulang ke dunia dia?
Satria Hadi pranata
abis itu Anna kyk mn balik ke asalnya atau tetap, sekarang ini menceritakan figuran siapa lah 🤷🤔🧐
Psyche 01
jujur aja awalnya aku suka banget sama cerita ini , karna di bab 90an alurnya udah mulai gak enak . jadi aku langsung ke part ini . dan ini agak mengecewakan sih kak
Satria Hadi pranata
🤭
Shela Pereira
aduuuh menurutku ceritanya lumqyqn ga bagus karna tookoh nya kan anna kenapa jadi naya harus nya nay itu gaada gaa menaariik
Liza Chilra: iya kak benar pendapat kakak, klo seandainya sinopsis ceritanya tentang naya itu bru pas dan cocok, ini yang transmigrasi raisa ke tokoh anna, malah dijadiin antagonis, sedangkan penambahan tokoh dijadiin tokoh utama / disebut protagonis.
kakak author nya ga mau bals komenan kita, bagi aku yang buat smngat bacanya karena tokoh anna (raisa), tapi malah dibuat kek gni jalan ceritanya, huftt!😮‍💨
total 1 replies
Satria Hadi pranata
axel sama Naya Anna sama siapa, sementara dia ud GK perawan, kasian Anna nya
Liza Chilra: anna nya sama aku aja kak, kita merenung nasib dia dipojokan😭
total 1 replies
olenlmie olen
sdh tidak minat...lari dri tajuk sdh... makin ke sini, makin lain alur critanya... katanya polos, aikkk ....makin pelik jadinya... sorry thor sdh ilang minat dgn alurnya
Din Din Dinda
ijin gak lanjut baca lagi thour am so sorry
dari awal aku udah berekspektasi kalo si ana yg bakal hidup bahagia orang mahkota berharganya juga udah di ambil eeh tbtb kok jari nayara tokoh utamannya 😭
Liza Chilra: kk ga sendiri pendapat kek gitu.
excited baca novel ini karena tokoh anna (raisa), tapi malah di buat seolah-olah antagonis, naya penambahan tokoh di jadiin protagonis / pu (pameran utama), kalau cerita ini awal tentang naya kenapa ga dari awal aja ceritain tentang naya?
ini yang transmigrasi siapa?
naya apa anna?
ga espek anna (raisa) tokoh favorit yang aku tunggu muncul kapan ceritanya dijadiin antagonis!
padahal yang buat smangat bacanya dan yang paling tunggu muncul adalah tokoh anna (raisa).
bagi aku ga adil buat tokoh anna, kalo emg cerita ini hanya untuk naya?
kenapa harus buat sinopsis tentang anna?
maaf yah kak author, ini aku cmn berpendapat aja yah, soalnya aku excited baca pas pertama kali cmn nngu scane anna (raisa) aja.
kirain pu nya anna, malah penambahan tokoh (nayara) yang jadi tokoh utamanya ga espek pas tau kek gitu dan ga smngt baca lagi:(
total 1 replies
Satria Hadi pranata
di sini Anna bisa mengorbankan cintanya untuk Naya sama Axel dan kembali ke dunianya sendiri
Liza Chilra
maaf kak, keknya ga baca lagi deh🙏
soalnya aku dari awal dukung anna sama axel dan sekarang malah naya yang jdi pu nya, dan alurnya ga sesuai yang di deskripsi dari awal novel ini.
soalnya aku lebih suka anna yang dulu, tapi malah dijadiin antagonis, malah naya yang protagonis
Liza Chilra
maaf yah kak, jdi greget bacanya! soalnya ceritanya menyimpang dari alur awal.
selama baca novel, novel ini yang buat greget dan ga sesuai ekspektasi dah dukung anna dari awal malah dibuat kek gni, terus raisa (anna) pulang ke dunia nyatanya kapan?
malah anna yang ppb, huftt 😮‍💨
Forta Wahyuni
apaan nich thor, koq jd menyimpang gini critanya n maaf ya thor jd males bacanya krn anna jd antagonisnya. 🙏🙏🙏🙏
Liza Chilra
kok bisa yah tiba" anna jdi antagonis kek gni, kan dia yang ajak naya ikut serta liburan meraka. makin kesini malah anna yang ppb, yang transmigrasi dari awal raisa ke tubuh anna makin kesini malah anna yang jdi antagonis. hufttt😭
Liza Chilra
anna dh diambil kesucian sama axel yang malah pu malah naya, dari awalkan tentang raisa yang transmigrasi didunia novel jadi (anna) ini malah yang jdi antagonis, pusing + greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!