Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6
"Ayo cepet-cepet....gercep yu hampir jam dua belas" teriak bu azwa si bawel pada semua pegawai
"Semangat bu" saut fifi sambil mengepalkan tangannya ke atas
"Pak agus sibuk gak?mau minta tolong" ucap ragil menghampiri pak agus
"Boleh dong, apa nih?" tanya pak agus dengan kebiasaan nya secara sopan dan santun
"Maaf banget nih pak ya, tolong minta tanda tangan pak dahlan di buku surat penerimaan ini. lupa saya" jawab ragil memberinya sebuah buku
"Tenang aja bang ragil, ini kan tugas saya" jawab pak agus dengan senyuman lebar
Intan berdiri dari duduknya dengan wajah malasnya "Mau kemana kamu, belum jam dua belas" ucap fifi dengan menoleh ke arah intan
"Ke ruangan pak rama" jawab intan santai
"Wah..wah...aku curiga nih sama kalian" tunjuk fifi pada intan yang dibalas judes oleh intan
"Kalau masuk , ketuk!" ketus rama sambil menatap layar laptopnya
"Permisi pak, maaf sebelumnya" jawab intan dengan ramah yang dipaksakan
"Bapak!!!" intan berkaca pinggang setelah melihat layar laptop rama bukan laporan kerja bulanan melainkan film kartun disebuah kapal
"Berisik suara mu, benar-benar ayam kate" gerutu rama sambil memegangi kedua kupingnya
"Bapak kenapa malah liat kartun?"
"Loh hak saya dong, ini kan laptop saya" jawab rama tanpa rasa bersalah
"Wah benar-benar manusia satu ini tak ada otaknya" gerutu intan dalam hatinya
"Saya tau ini ruangan kerja bapak, ini laptop bapak. tapi jam tiga kita meeting, setiap pegawai harus menyetorkan laporan kerja masing-masing, termasuk bapak kepala subtansi bagian yang terhormat yaitu bapak rama"
"Apa saya se hebat itu?" tanya rama dengan wajah yang di rasa sangat tampan itu
"Cepat kerjakan!!!!" seru intan dengan nada tingginya membuat rama terkejut dan kembali ke tempat file laporan
"Saya udah buat setengah nya, nanti setelah istirahat saya teruskan" ucap rama
"Apa? setengah nya, ini bahkan belum satu pertiga nya pun. laporan bulanan itu panjang pak, ayo dong!!" ucap intan dengan wajah malasnya
"Kau ini siapa sih?!! keluar sana syuh...syuh...jangan masuk lagi kesini" suruh rama dengan angkuhnya
"Saya intan, saya disuruh pak dahlan nge-cek kinerja bapak ya. walaupun saya disini bawahan" jawab intan dengan nada tingginya
"Iya saya tau, tapi saya bisa sendiri. kamu jangan sok pintar"
"Betapa diuji nya aku semenjak ada bos tengil satu ini" gumam intan sambil mengelus dada
"Yasudah saya keluar, tapi jangan salahkan saya kalau bapak dapat masalah. lihat disini ada cctv" intan menunjuk cctv
"Saya bisa saja mencopotnya mau apa kamu?!!!" teriak rama dengan mendangahkan wajahnya
"Mau kerja!!!! bukan liat kartun!!" jawab intan ketus
"Bruk" intan membanting pintu kerja rama dengan keras membuat para pegawai melihat ke arah intan
"Ada apa?" tanya ragil yang bangun dari kursinya
"Ada apa neng intan?" tanya pak agus yang baru datang
"Dasar bos gak tau diri, ngeselin" maki intan menuju kursinya tanpa menghiraukan para pegawai yang penasaran
"Ada apa?" tanya fifi dengan keheranan
"Gak ada" jawab intan masih dengan nada bicara tinggi nya dan kembali menyelesaikan laporan kerja nya
Setelah beberapa jam berlalu, datang lah jam 15.00 dimana para pegawai sudah berkumpul diruangan meeting, seperti meeting biasanya semua duduk diurutan ruang kerja kali ini pak gilang, rama, intan, fifi , Ragil dan lainnya diruang TU. duduk berdekatan
Sekitar dua puluh orang pegawai ada di ruang meeting, itupun tak semua. karena selain TU, Gudang perlengkapan dan penelitian berhak hanya perwakilan
Semua sudah siap dengan laporan kinerja serta beberapa map dan catatan jika memang nanti akan ada pengajuan pertanyaan oleh pimpinan yaitu pak dahlan wimarta.
Setelah para pegawai menunggu cukup lama datang lah pak dahlan dengan seorang sekertaris pribadi nya masih muda dan cantik, sebagai penghormatan semua pegawai berdiri menunggu pak dahlan ke kursi nya
"Laporan kau selesai kan?" bisik pak gilang pada rama yang dijawab ibu jari oleh rama
"Apa dia benar-benar menyelesaikan nya? hebat juga!" gumam intan yang mendengar pembicaraan anak pimpinan perusahaan itu
"Silahkan duduk semuanya"suruh pak dahlan yang usai duduk dikursi kebesarannya
"Selamat sore semuanya, semoga tetap dalam keadaan sehat dan berkeluarga diperusahaan wimarta yang kita cintai ini, hari ini selasa tanggal 20 Januari akan dilaksanakan rapat atau meeting tentang perusahaan kita yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga nuklir akan mengadakan kerja sama dengan pihak luar negeri. maka dari itu laporan pegawai pun dipercepat harus di setorkan pada tanggal sekarang karena sudah harus di ajukan, mohon pengertiannya" pembukaan dibuka oleh asisten pribadi pak dahlan yang memang setiap rapat hanya berdiri disamping pak dahlan
Sekarang, semua laporan pegawai diserahkan ke depan sekertaris itu dan dia mengecek nya satu-satu di kursi yang jaraknya agak jauh sedangkan pak dahlan mengecek laporan kegiatan perkinerja seperti laporan kegiatan ruang penelitian bagian bahan kimia atau laporan surat masuk dan surat keluar instansi bulanan
"Brukkk" sebuah laporan terbang ke wajah rama. membuat semua mata tertuju padanya
"Aww...ayahhh" rama meringis memegang pipinya yang kena hantaman laporan tebal dari ayahnya
"Ayah ada apa ini?" tanya pak gilang pada pak dahlan yang kini berdiri
"Kenapa laporan kamu ngawur kaya begitu, ketikan nya gak selesai. banyak kalimat yang salah!!! bosan kerja kamu!!!!" teriak pada dahlan pada putra bungsunya itu
Rama bangun dan berjalan ke arah ayahnya dan berusaha memeluk nya namun pak dahlan mendorong nya hingga tersungkur ke lantai membuat para pegawai menjerit dan mundur karena pertengkaran mulai memanas
"Ada apa pak, sabar" ucap sekertaris itu menenangkan
"Kamu cuma bikin laporan itu kan?" tunjuk pak dahlan pada laporan yang tadi ia lempar pada wajah rama
Rama pun bangun dibantu pak gilang dengan sebuah anggukan
"Kamu ini kepala kasubbag rama!!! bukan cleaning servis, kamu harus buat laporan!!!"
"Tapi rama sudah berusaha yah, setidaknya hargai" jawab rama dengan manjanya
"Sudah lah yah, tak enak diliat para pegawai lain" saut pak gilang mengelus punggung ayahnya
"Intan!!!!" teriak pak dahlan menatap intan yang berada dipojok bersama pegawai lain
"Deg"
"Mati aku kenapa aku tadi tidak mengecek nya saja si" maki intan pada dirinya sendiri sambil berjalan pelan mendekati Rama
"Kenapa kamu gak nge-cek dia?" tanya pak dahlan dengan nada tingginya
"Maaf pak sebelumnya, saya sudah mengecek ke ruangan nya tapi pak rama ini sedang menonton film dan saya diusir bahkan dia melarang saya untuk mengecek nya lagi, menurutnya ia bisa menyelesaikan laporan bulanannya dengan baik, makanya saya tidak ke ruangan nya lagi" jawab intan membungkukkan badan
"Benar rama?" tanya pak dahlan menatap tajam rama
"Begitulah, lagian dia mengganggu ku saja" jawab rama dengan santainya
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.