Katanya kisah cinta masa SMA itu paling sulit dilupakan, apakah mitos itu berlaku untuk Raina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NRH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku absen...
Keesokan harinya karena ada surat dari dokter, aku mengambil izin sakit. Aku cuman kirim chat ke Rayka dan di grup regenbogen kalau hari ini aku gak masuk karena sakit, mereka cuma bales "Gws rainaa sayaaang nanti pulangnya kita jenguk kerumah ya"....
Aku menghabiskan waktu untuk istirahat tidur dan bermalas-malasan di kamar sampe akhirnya Robi menelponku "Na na na sakit apa? Kenapa bisa gamasuk tumben? Parah yah?" tanyanya. "Ya asam lambung gitu Bi terus aku kurang darah juga jadi mending bedrest duludeh tiga harian mah" jawabku. Yogo sesekali ikut berbicara dalam telpon dan Rayka juga bilang "cepet sembuh sayang jangan lama-lama sakitnya yaa" tapi Lian tidak terdengar sama sekali. Aku mana mungkin berani nanya duluan sama mereka apa Lian masuk atau ngga. Aku gengsilah...
Sepertinya jam istirahatnya sudah selesai karena tiba-tiba telpon terputus....
Aku sedikit memikirkan Lian saat itu karena ya takutnya Lian gak dianggap sama Rayka dan kawan-kawan. Lian itu cuma terbuka sama aku dan kalo gak ditanya duluan ya dia gak akan mau nanya duluan juga. Lian itu mirip tong kalau dipukul baru bunyi....
Regenbogen datang kerumah dan langsung masuk ke kamarku. Mereka bergantian mengecek suhu badanku dengan meletakan tangan mereka diatas jidatku. "Hmm kasian anak cantik kuat sakit jugaa" kata Pia. "Na kamu mending gausah ikut deh Persami bilang aja sakit gak diizinin" kata Nesty. "Mana bisa aku kan ketua pelaksana?" jawabku. Berkali-kali kita cuma gosipin temen-temen baru kita di kelas masing-masing dan ada yang udah dapet kecengan baru juga. Aku ngerasa kami semua mulai tumbuh dewasa dan saling terbuka satu sama lain. Lalu gimana sama aku?? Gak usah ditanya aku sih selalu ceritain semuanya tapi cuma Reksa yang tahu detailnya.
Malam harinya.....
Lian : Ping!
Aku : Hey
Lian : Aku kerumah yah ganggu gak?
Aku : Gak ko sok aja..
Lian : Yaudah aku otw okeee...
10 menit kemudian .....
Lian sudah ada di depan gerbang kecil rumahku dan aku keluar membukakan gerbangnya. Motor Lian untuk pertama kalinya masuk ke halaman depan rumahku. Aku cuma bisa menyadarinya dengan senyum. "Maafin ya baru nengok!"katanya. "Hah? Aku baru sakit sehari doang ko santay kali!" jawabku. Tiba-tiba secepat kilat Lian menyentuh jidatku "Lah panas gini kamu minum obat gak sih?" tanyanya. "minumlah" jawabku ketus. Aku cuma ngasih segelas teh anget ke Lian tapi Lian keliatan seneng banget dan minum dengan semangat. Lian ceritain semua kejadian di sekolah hari ini dan katanya rasanya aneh kalo dikelas gak ada aku.... Aku ko seneng yah dengernya iyaaa seneng aja Lian yang bilang gitu.
"Kamu gak bawa apa-apa buat aku? Aku sakit beneran loh" tanyaku sambil tertawa kecil. "Kamu jangan porsir kegiatan kamu lagi lah Na sedikit aja kamu biarin diri kamu idup jadi remaja seusia kamu dan biarin diri kamu bebas sebentar aja" kata Lian dengan wajah serius. Aku melihat raut wajah Lian yang berubah dan belum pernah aku lihat sebelumnya. Mata Lian terbuka begitu lebar dan tanpa kedip melihat kearahku. "Ah lebay aku ini cuma kecapean aja ko Yan" jawabku sambil mengalihkan pandangan. Lian pamit sama Ibu dan kedua adikku kata Lian nanti dia akan mampir lagi buat makan seblak buatan Ibu yang selalu aku ceritain padanya. Ibu cuma senyum-senyum aja liat aku sama Lian. Ibu malah bisikin aku "kalian mirip sama Ibu dan Ayah dulu sama sama gengsi" katanya.
Obrolan aku dan Ibu berlanjut hingga larut malam karena aku agak susah tidur setelah Lian datang kerumah. Perasaannya beda aja gak tau kenapa. Aku sih ngerasanya Lian ini bisa naikkin mood orang didekatnya secara langsung gitu.
Tiga hari setelah aku tidak masuk.....
Aku ikut rapat akhir untuk pelaksanaan Persami lusa ini yang sebelumnya dipimpin sementara sama Pandu. "aaaah untunglah Pandu bisa diandalkan dalam segala hal" syukurku.
"Duu du du lu ikut Persami gak?" tanya Lian.
"Ikutlah gue kan wakilnya yan!" jawab Pandu
"Gua titip Raina ya, dia masih sakit soalnya ya jangan sampe sendiri lah kalo bisa jangan jalan-jalan jauh juga" kata Lian
''Wey mabro ada angin apa Lian perhatian sama cewek begini?" tanya Pandu.
"Iya dia kan sahabat gue!" jawab Lian
Begitu Pandu nyeritain kalo Lian minta dia jagain aku tiba-tiba aja aku semangat 45 dan kaya ada kupu-kupu terbang di perut aku. "Gak karuan begini ya" gumamku.
Selesai rapat aku langsung masuk ke kelas untuk ngelanjutin pelajaran, beberapa guru sempet nanya "Raina sakit apa? Udah sembuh belum?" ya gitu-gitulah. Aku kan lumayan diinget sama guru-guru ya karena aku sebangku sama si cerdas "Rayka".
lanjuutttt
ditunggu feedbacknya 😍
ditunggu kunjungannya di :
CAHAYA YANG HILANG
TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN SEMU