Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 - Menuju sarang Karibia
Perjalanan perpindahan mesin pembuatan senjata Bruno dari pelabuhan timur ke markas utama Mafia Karibia memakan waktu 1 jam 30 menit.
Markas itu berada di perbatasan kota Drep Timur dengan kota Drep selatan, Truk besar yang membawa mesin tersebut terlihat memasuki gedung yang berdiri disana dan dijaga ketat oleh para penjaga yang merupakan anggota Mafia Karibia, sementara 2 mobil pengawal yang salah satu mobil nya ada anggota Blackbird sebagai supir nya juga masuk ke dalam gedung itu.
Lalu setelah itu di dalam gedung terlihat sebuah Forklift mendekati truk dan bersiap mengangkat mesin tersebut menuju ke salah satu ruangan khusus yang sudah di siapkan,para anggota Mafia Karibia yang mengawal turun dari mobil dan mulai mengatur supir forklift tersebut, sementara anggota Blackbird yang menyamar sebagai supir itu memberikan share location kepada Mario lalu dengan cepat keluar dan membaur dengan para anggota Mafia Karibia tersebut.
Jauh di Utara kota Drep tempat markas utama Blackbird berada.
Pesan dari anggota Blackbird yang menyamar itu sampai di ponsel Mario,dan dengan cepat Mario meneruskan pesan itu kepada Clev.
Di kediaman pribadi Clev, saat Clev sedang berbicara dengan Derina, suara ponsel nya berbunyi menandakan hadir nya sebuah pesan di ponsel nya.
Derina mendengar itu
"lihat pesan itu.. mungkin itu dari Merry atau Bella atau perempuan lain lagi.." canda Derina kepada kakak nya, Clev
Clev menoleh ke Derina
"kamu pikir aku ini pengoleksi perempuan?" balas Clev sambil mengambil ponsel nya dan melihat pesan dari Mario , terlihat sebuah share location.
Kemudian Clev melihat map itu lalu menyesuaikan layar
Lalu Clev tersenyum
"perbatasan timur dan selatan ya.." senyum Clev
Derina yang melihat Clev tersenyum seperti sudah mengetahui akan terjadi sesuatu
"lihat senyum CEO kita..senyum khas yang menandakan akan ada pergerakan dari seorang CEO D&D" ledek Derina
Clev tidak menoleh ,dia masih tersenyum sambil memperhatikan map dari share location itu
"kamu sudah mengetahui nya ya.." ujar Clev
Derina langsung mengarahkan tubuh nya ke Clev lalu menempelkan jarinya di lengannya
"Dengarlah wahai CEO..19 tahun sudah saya hidup bersama dengan anda, dan senyum itu adalah senyum yang selalu hadir ketika anda menemukan jawaban atau sesuatu yang menarik..dan terkadang terlihat menyebalkan untuk saya" cetus Derina dengan nada sedikit tinggi
Tak lama Mira datang dengan jus di tangan nya lalu duduk di seberang bangku dari Derina dan Clev
"jadi senyum kakak mu ini sebenarnya menyebalkan atau menyenangkan?" tanya Mira lalu meminum jus nya
Derina lalu menghadap Mira
"kedua nya.. menyebalkan ketika dia akhirnya bisa menang dengan membuatku terdiam dan menuruti nya" jawab Derina,
Lalu dia menoleh ke Clev
"menyenangkan ketika dia menemukan jalan keluar ketika kita semua bahkan tidak tahu apa yang harus kita lakukan" jelas Derina lalu tersenyum menatap Clev kakak nya
Mira melihat itu dan ikut tersenyum.
Besoknya.
Bruno dan Vega sudah ada di bandara di pusat kota Drep, mereka bersiap untuk terbang ke Meksiko, mereka menyewa jet pribadi untuk pergi ke Meksiko,
Di dalam jet pribadi itu,
"akhirnya rencana yang sudah lama direncanakan sebentar lagi tercapai" ujar Bruno yang duduk sambil tersenyum melihat 5 permata hitam di kotak miliknya.
Vega ikut tersenyum dan mengangguk
"benar ini akan membiarkan kita akan lebih di takuti, bukan hanya di Drep tapi juga mendapatkan perhatian di Meksiko" tambah Vega
Bruno tertawa
"ketika para Kartel atau Mafia Meksiko melihat kita sangat mudah memasukkan dan mengeluarkan barang dari Meksiko, itu akan membuat mereka mau bekerja sama dengan kita dan akan sangat menguntungkan kita dalam berbagai bisnis" jelas Bruno