Karya asli!!!
on-Going
Salah satu Sovereign tertinggi di Alam Semesta yang Tak Terbatas ini, ia segera menjalani Jalan menuju Dao tertinggi di alamnya, mereka mengetahui dari catatan kuno, jika seseorang bisa melewati batas Penguasa Tertinggi, ia bisa menjadi God King.
Namun siapa sangka, Wanita yang ia anggap mencintainya, dikhianati olehnya. Saat itu ia hendak menerobos melewati batas itu, namun saat menerobos ia sempat terdampak oleh Tribulasi Hukum. Saat itulah kesempatan wanita itu menusuknya dengan Kabut beracun yang asalnya tidak diketahui, bahkan melukai Primordialnya.
Jadi, sisa jiwanya ia bereinkarnasi menjadi pangeran muda dengan nama yang sama "Huang Di", namun jalan takdir yang ia jalankan sangat bertengtangan dengan sifat Ke Angkuhannya sebagai Absolute. Bagaimana perjalanannya menjalankan takdir ini?
Di kebaradaan Dimensional yang lebih tinggi bahkan God King itu hanya seperti Dewa biasa!
"Jika Takdir mempermainkanku! aku akan memandang rendah Semuanya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arceusssxara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 07 Pangeran kekaisaran
Sudah lima hari sejak kedatangan pangeran-pangeran dari keluarga kerajaan lainnya. Mereka datang satu per satu, masing-masing dengan segala kebanggaan dan keberanian mereka, namun Huang Di tidak terlalu peduli. Selama lima hari terakhir, ia telah memilih untuk mengunci diri di kediamannya, berlatih dengan tekun tanpa gangguan.
Keduanya, pelayan muda yang selalu menyajikan teh dan beberapa pelayan lainnya, semuanya tidak berani mengganggunya. Meskipun mereka melihat peningkatan yang luar biasa dalam aura Huang Di, mereka tidak berani bertanya. Mereka hanya mengetahui bahwa ada sesuatu yang berbeda pada pangeran ke-18 ini, sesuatu yang tak terlihat pada diri pangeran lainnya.
Setiap hari, Huang Di berlatih dengan penuh dedikasi. Di pagi hari, ia memfokuskan diri pada teknik meditasi yang dalam, mencoba untuk lebih menyatu dengan api kekacauan mutlak yang ada di dalam dirinya. Semakin lama, ia merasakan kekuatan itu mengalir lebih lancar, lebih bebas, membentuk arus yang lebih stabil di dalam tubuhnya. Tubuhnya juga semakin terbiasa dengan peningkatan aura yang datang, membuatnya lebih tangguh dalam menghadapi kekuatan eksternal.
Pada malam hari, setelah berlatih seharian penuh, ia mulai fokus pada teknik-teknik bertarung yang lebih berat. Huang Di memukul batu besar di halaman kediamannya, batu-batu yang dulunya bahkan bisa bertahan dari pukulan pangeran lainnya, kini hancur seketika, seperti butiran debu yang berterbangan ke udara.
Tuan muda kekuatan anda mungkin telah melampui pangeran lainnya. Tak ada yang bisa menahan seranganmu lagi,” kata pelayan muda yang menyaksikan dari jauh, berbisik dengan kagum. Namun, Huang Di hanya tersenyum tipis, fokus pada pemurnian auranya yang semakin pekat.
Pada hari kelima, setelah beberapa kali melatih teknik baru dan memperkuat fondasi yang lebih stabil, Huang Di merasa bahwa kekuatannya hampir mencapai puncak. Dengan menggunakan batu spiritual tingkat tinggi yang didapat dari lelang beberapa waktu lalu, ia berhasil mempercepat proses kultivasi. Batu spiritual ini adalah bahan yang sangat berharga, dan penggunaan yang tepat dari batu-batu tersebut telah membantu Huang Di melonjakkan tingkat kultivasinya.
Huang Di akhirnya mencapai Foundation Establishment tingkat 9, awal. Dari sekedar tampak, ia mungkin terlihat seperti pangeran biasa yang sedang berlatih seperti pangeran lainnya, tetapi aura yang terpancar dari tubuhnya jauh lebih kuat dan berbahaya daripada siapapun yang ada di sekitar istana kekaisaran.
"Setara dengan Core Formation tingkat 5-7." Huang Di membatin dengan senyum tipis, merasakan betapa luar biasanya kekuatan yang telah ia bangun dalam waktu singkat. Dengan aura yang semakin pekat, Huang Di bisa merasakan setiap serat kekuatan yang terkumpul di dalam tubuhnya. Seandainya dia bertarung habis-habisan, ia tahu, dengan kemampuan serangannya yang sudah terasah, ia bisa melukai bahkan orang-orang dengan kekuatan Nascent Soul tingkat awal.
Namun, Huang Di tahu bahwa dirinya masih jauh dari mencapai puncak sejati. Ia perlu memperdalam penguasaannya, lebih banyak mengasah teknik dan kemampuan bertarungnya. Masih banyak musuh yang jauh lebih kuat dari dirinya, dan kompetisi kekaisaran hanya akan menjadi batu loncatan untuk membuktikan bahwa ia bukanlah pangeran yang lemah seperti dulu.
Beberapa pelayan dan penjaga mulai merasakan perubahan ini, terutama ketika mereka melihat Huang Di berlatih di halaman. Mereka merasa aura kuat yang datang dari tubuhnya bisa menghancurkan apapun yang ada di hadapannya. Namun, mereka tahu bahwa ini hanyalah awal dari perjalanan panjang sang pangeran.
Pada pagi hari, setelah berlatih keras di luar, Huang Di duduk di dalam ruangan, memandang keluar melalui jendela yang menghadap ke taman luas. Hembusan angin membawa bau harum dari bunga-bunga yang tumbuh di sekitar kediamannya. Saat itu, pelayan muda yang selalu menemaninya datang membawa teh panas.
“Tuan muda, apakah anda merasa sudah siap untuk kompetisi kekaisaran nanti?” tanya pelayan muda itu sambil menunduk.
Huang Di memandangnya, tak ada emosi di wajahnya. “Aku sudah siap.” jawabnya tegas, namun dalam hatinya, ada rasa percaya diri yang semakin menguat. “Tetapi mereka belum siap untuk yang akan datang.”
Pelayan muda itu hanya bisa mengangguk tanpa berkata apa-apa. Ia tahu bahwa perubahan pada diri Huang Di bukanlah hal biasa. Pangeran ini telah berubah, dan aura yang mengelilinginya sekarang menandakan bahwa ia bukan lagi sekadar pangeran yang dianggap sampah oleh banyak orang.
Namun, di luar sana, di kota kekaisaran, keramaian mulai meningkat. Setiap keluarga kerajaan telah mengumpulkan kekuatan mereka untuk menghadapi kompetisi kekaisaran yang akan datang. Para pangeran, bangsawan, dan pendekar terbaik di seluruh kerajaan akan berlomba untuk menunjukkan siapa yang paling kuat, siapa yang paling pantas menjadi pemimpin di masa depan.
Di istana, pangeran-pangeran lain mempersiapkan diri mereka dengan penuh kesombongan. Pangeran ke-4 yang sudah mencapai Foundation Establishment tingkat 5 merasa dirinya tak tertandingi. Dia adalah salah satu yang paling percaya diri akan menang. Pangeran ke-6 juga sudah mencapai Foundation Establishment tingkat 4, dan tak ada keraguan bahwa ia akan menjadi saingan kuat di kompetisi nanti.
Namun, Huang Di tahu bahwa dirinya harus lebih berhati-hati. Dia tak bisa sembarangan memperlihatkan kemampuannya, karena dia tahu bahwa jika ada yang melihat kekuatan sejatinya, mereka akan segera merencanakan sesuatu untuk menghancurkannya. Sejak dulu, kehidupan Huang Di penuh dengan pengkhianatan, dan ia tahu betul bagaimana dunia ini bisa begitu kejam.
“Aku harus berhati-hati, tetapi juga harus tampil kuat. Jika aku tidak menunjukkan kekuatan, aku akan menjadi sasaran berikutnya.” pikirnya sambil memandang cangkir teh di tangannya.
Waktu terus berjalan, dan Huang Di tahu, hari-hari menuju kompetisi semakin dekat. Semua pangeran akan bertemu dalam pertandingan yang akan menentukan siapa yang paling layak menguasai kerajaan. Dan Huang Di, yang sekarang berada di Foundation Establishment tingkat 9, bertekad untuk menunjukkan bahwa tak ada yang bisa menghentikan jalannya menuju puncak.
Dia akan menumbangkan semua yang ada di hadapannya. Tidak ada penghalang yang terlalu kuat. Karena, pada akhirnya, Huang Di adalah Sang Penguasa Absolut, dan tidak ada yang bisa meragukan takdirnya.
Disisi lain setiap wajah pangeran dengan rasa percaya diri muncul
Pangeran Ke-1 yang sedang duduk bersama dua wanita
Pangeran ke-2 yang berlatih.
Pangeran ke-3 yang sedang jalan-jalan dikota
Pangeran ke-4 yang sedang membersihkan Pedangnya
Pangeran ke-6 yang dengan sombongnya menatap gambar Huang di
dan setiap siluet Pangeran kekaisaran dimunculkan dengan wajah bersiap diri.
Huang Di yang sedang bermeditasi dengan pancaran aura mata menajam seperti siap memburu mangsanya di turnamen kelak. "Semua pangeran bersiaplah" dengan tegasnya.
gaassss....