NovelToon NovelToon
Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Pengantin Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

Semua masih terasa tak masuk akal bagi Ningsih. setahunya ia hanya menjadi pengiring pengantin di acara pernikahan Tania, sepupunya. Tapi bagaimana bisa, ia yang sedari tadi hanya dikurung di dalam kamar entah untuk apa, kini mendengar dengan jelas namanya yang disebut dengan lantang pada pengucapan Ijab Qabul?

Mohon komentar yang sopan yah😊
jangan nagih juga, karena walaupun nggak ditagih insyaa Allah aku up nya tiap hari😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh

"Kita istirahat dulu, rapiin pakainnya nanti aja!" ujar Juna saat melihat Ningsih bermaksud membuka koper yang berisi pakaiannya.

Ningsih tak mempedulikan perkataan Juna, gadis itu malah meneruskan apa yang sedang ia kerjakan.

"Dek, kamu nggak cape apa? sedari tadikan kamu udah ngemas barang kamu, terus barang aku juga kamu bantuin, masa mau langsung rapihin di lemari sekarang juga?" Juna masih saja mengoceh membuat Ningsih menoleh dengan tatapan kesalnya.

"lebih baik Kakak bantuin aku deh, daripada ngoceh kayak gitu. yang ada aku makin cape dengar ocehan Kakak!" kesal Ningsih. Juna menghela nafasnya kasar, Istrinya ini benar-benar keras kepala. Akhirnya, mau tak mau ia membantu Ningsih membereskan pakaian mereka untuk di rapikan ke dalam lemari.

"Udah, sekarang kamu istirahat dulu. Semuanya biar Kakak yang ngurus" suruh Juna.

Ningsih menatap Juna aneh, tapi ia tetap melakukan apa yang diperintahkan Juna. "Awas aja kalau sampai nggak rapi, aku akan tidur di kamar sebelah kalau sampai tatanannya nggak sesuai dengan selera rapi menurut aku" ancamnya. Juna hanya mengangguk sambil tersenyum, lagian dia sudah terbiasa kok hidup rapi. jadi masalah merapikan pakaian atau barang-barang sejenisnya, Juna masih bisa diandalkan.

"iya! udah sana, istirahat!" Ningsih menurut. Ia mendekat ke arah ranjang dan menjatuhkan tubuhnya di sana. perlahan, matanya terasa berat dan akhirnya ia tertidur.

Ningsih membuka matanya perlahan, hidungnya mencium bau harum masakan. apa Juna pesan makanan dari Restoran? ia bangun dari posisi tidurnya, alisnya berkerut heran. perasaan tadi ia langsung membaringkan tubuhnya asal, bahkan tanpa memakai bantal. Tapi kenapa sekarang saat ia bangun, ia sudah memakai bantal? Apa Juna yang merapikan tidurnya?

Ningsih menggelengkan kepalanya, kalau Juna yang melakukannya emangnya kenapa? Juna kan suaminya. Tapi.......ah, sudahlah! lagian, aroma masakan yang tercium itu lebih menggoda dibanding memikirkan posisi tidurnya tadi.

Ningsih menoleh ke seluruh penjuru kamar, namun tak menemukan sosok Juna. Apa dia mandi? mungkin saja! batinnya.

Ningsih menuruni anak tangga dengan rambut acak-acak. Rumah ini terbilang besar, dengan dua Kamar di lantai dua, dan tiga kamar di lantai satu. Kamar Ningsih dan Juna berada di lantai dua, jadi Ningsih harus menuruni anak tangga ini terlebih dahulu sebelum menuju dapur yang letaknya di lantai satu.

Matanya membulat sempurna, saat menemukan sosok Juna yang dengan telaten mengaduk nasi goreng, sambil sesekali tersenyum sendiri. Ningsih takjub sekaligus bergidik. takjub karena Juna ternyata bisa masak, dan bergidik karena Juna senyum-senyum sendiri seperti orang gila.

"eh, udah bangun dek?" Juna akhirnya menyadari kalau ada mata yang sedari tadi sedang memperhatikannya.

"belum!" ketus Ningsih. udah tau malah nanya, batinnya kesal.

"ooh, kirain.." Juna malah meladeni perkataan Ningsih dengan candaan membuat gadis itu semakin kesal.

"nggak nyangka aku, kalau Kakak bisa masak" komentar Ningsih, memilih mengabaikan candaan Juna tadi.

"ckkkk, suami kamu ini serba bisa dek" ujar Juna bangga. Ningsih terlihat mengangguk-angguk mendengar kepercayaan diri Juna. Ia mendekat ke arah kompor, lalu melirik nasi goreng yang berada di wajan itu. "ini bisa dimakan nggak?" tanyanya dengan santai, membuat Juna yang tadinya percaya diri langsung merasa ditimpa batu seberat lima ton.

"jahat banget sih, sama suami sendiri. gini-gini masakan aku menang waktu lomba memasak di kampus dulu" elaknya.

Ningsih berdecak, "itukan dulu. Zaman Kakak kuliah, artinya sekarang udah nggak berlaku lagi karena udah lama".

"dulu? lama? maksud kamu Kakak udah tua, gitu?" Juna menatap Ningsih yang hanya menampilkan wajah datarnya.

"nggak sadar, yah?" Ningsih menatap Juna dengan tatapan seolah mengejek kalau Juna memang sudah tua.

"pleas yah, dek! umur Kakak baru dua empat, dan kamu bilang Kakak tua?"

"hinggap di jendela

nenek sudah tua

giginya tinggal dua"

Bukannya menjawab pertanyaan Juna, Ningsih malah menyambung kalimat Juna dengan lagu anak-anak itu. malah nyanyinya dengan ekspresi datar.

"Adeekkk, kamu mau buat Kakak kesal yah? sini kamu, sini!" Juna menatap Ningsih seperti ingin memakan gadis itu hidup-hidup. Akhirnya, melihat wajah memerah Juna karena kesal, Ningsih tertawa lalu berlari kembali ke kamar sebelum Juna melemparkan spatula yang berada di tangannya.

"Udah ya Kak, masak yang enak untuk aku. kan udah tua, jadi malu kalau masakannya nggak enak!" ejek Ningsih sambil berlari menaiki anak tangga. Juna menggeleng, bermaksud mengejar istrinya yang labil itu. Namun langkahnya terhenti karena mengingat saat ini ia sedang memasak nasi goreng. akhirnya, Juna kembali melanjutkan kegiatannya sambil sesekali tersenyum karena mengingat tingkah Ningsih.

1
timbuljaya
dah seh jujur aja juna...
timbuljaya
jujur aja napa seh juna...belibet dah. jd ningsih salah faham kan.
timbuljaya
cinta monyet juna niiy sptnya si ningsih. mknya senang nikah sm ningsih tp juna blm jujur sm ningsih. jgn" tania rela pergi krn tau juna cinta nya sm ningsih
Nurwana
dari awal mmang Juna sudah salah.....
Nurwana
nggak keberatan kok Thor.... lanjut saja.
Nurwana
silahkan berpusing ria Juna... kan kamu jga yg bkin.
Nurwana
ya salah kamu sendiri Juna... katanya cinta sama Ningsih tp masih pacaran jga sama Tania,... ya wajarlah kalau Ningsih akan benci sama kamu setelah tau semuanya. bisa bisa surat cerai langsung otw Juna.
Nurwana
makanya Juna,. klu dah punya istri jgn suka ditempelin cewek.... klu nda dilihat sis langsung, nda mungkin kan kamu akan jujur ditempelin cewek.
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
udah punya suami juga ternyata, tapi kenapa dengan santainya gelantungan di lengan suami orang 🙄🙄🙄😵
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
wajar kalo Sisi kesel lihat suami dikekepin sama orang lain 🙄🙄🙄 walaupun belum ada rasa apa-apa dihatinya
di rumah merayu dan meyakinkan Sisi dengan berbagai cara tapi diluar seenaknya digelayuti cewek bak lengketnya permen karet 🙄🙄😠😡😡
Ari Peny
sdh d ambil org baru mau berjuang hhh bodoh
Ari Peny
salah tania sendiri y
Ari Peny
juna udah suka ningsih dr dulu y
Dwi Estuning
flash back nya kok bbrp episode...
Nurul Afidah Oemari
ampun
sabar jak juna
zfsjjl🌈
gokil banget ternyata kisah cinta nya wita sama noval😂
zfsjjl🌈
berasa ardi yang jadi penulis alur nyaa😂
zfsjjl🌈
kirain wita mau dipasangin sama vino sekretaris nya juna
zfsjjl🌈
memperjuangkan istri orang maksudmu...😂
N13
pertanyaan yg aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!