NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 07 - Aku Lawanmu

"Apa terlalu frontal langsung bertanya begitu? Seharus_ ck, sudah dibaca ternyata."

Di balik Haura yang mungkin merasa terganggu bahkan risih dengan pesan itu, di sisi lain pengirimnya tengah dilema. Padahal sudah tiga puluh menit dia dibuat bimbang tatkala mempertimbangkan hendak bertanya apa, tapi begitu pesannya terkirim dan dibaca dilema itu tetap saja ada.

Ingin dia edit, tapi sudah terlambat dan tidak memungkinkan juga. Sekarang, satu-satunya yang bisa Ervano lakukan hanya menunggu balasan penerima pesannya.

Sembari mengetukkan jemari ke atas meja, mata Ervano terus terpaku menatap layar ponselnya. Tak pernah dia berharap sebesar ini agar pesannya dibalas segera.

Satu menit, dua menit hingga lima menit berlalu Ervano tak kunjung mendapat balasan sementara status pesannya sudah centang biru, pertanda memang benar sudah terbaca.

"Ayolah ... minimal balas, Haura," gumam Ervano sembari menggigit bibirnya.

Setelah berhasil menunggu dengan tenang beberapa saat, pada akhirnya gusar juga. Dia resah dan mulai berpikir untuk mengirimkan satu pesan lagi sebagai pancingan, mana tahu Haura lupa untuk membalas.

|| Perlukah kita ke rumah sakit?

Ervano sampai memejamkan mata tatkala mengirim pesan untuk kedua kalinya. Sudah tentu dia berharap setelah membuka mata akan mendapat balasan Haura.

Namun, yang dia dapati justru sebaliknya. Alih-alih mendapat balasan, Ervano justru menyaksikan status pesannya berbeda dari yang sebelum ini.

"Centang satu? Foto profil hilang? Dia ...." Mulut Ervano menganga seakan tak percaya.

Entah kapan Haura memblokir nomor ponselnya, tapi yang pasti saat ini dia tidak lagi bisa mengirimkan pesan lagi.

Tak putus asa, Ervano nekat menghubunginya via telepon dan hasilnya sama saja, nihil. Nomor Haura tak lagi bisa dihubungi, berkali-kali Ervano coba dan masih gagal juga hingga pria itu murka dan sontak melempar ponselnya sembarang arah.

Alhasil, lemari kaca yang berada tak jauh di depannya pecah. Beberapa piala penghargaan yang tertata di sana jatuh tak beraturan karena memang dia melemparnya sekuat tenaga.

Merasa diabaikan, Ervano sampai semarah itu. Dadanya naik turun, napasnya tidak stabil dan mulai kehilangan kendali.

Namun, kekesalannya sejenak terhenti tatkala mendengar suara bel. Tanpa memastikan lebih dulu siapa orangnya, Ervano berlari kecil dan membuka pintu dengan segera.

"Siap_"

Bugh

Baru juga terbuka sedikit, satu bogem mentah mendarat tepat di wajahnya hingga Ervano mundur beberapa langkah.

Tak selesai di sana, belum sempat Ervano mengelak sebuah tendangan juga dia rasakan tepat di bagian perut dan berakhir membuatnya terpental ke atas lantai.

Saat itulah, Ervano kembali diserang dengan pukulan bertubi-tubi, tanpa henti. Tak hanya pukulan, tetapi makian juga dia terima.

"Badjingan!!"

"Anjink!!"

"Berani-beraninya kau menodai adikku, settan!!"

Dapat Ervano rasakan semarah apa pria yang kini menyerangnya tanpa henti. Dan, sepanjang mendapatkan serangan tak terbesit keinginan Ervano untuk membalas, sedikit saja.

Sampai akhirnya, dia sadar pria itu mengeluarkan pisau lipat dan siap untuk menikam dadanya. Saat itulah, Ervano menahan pergelangan tangan lawannya sembari berucap dingin.

"Kau yang rugi jika sampai membu-nuhku, Abimanyu."

Abimanyu yang mendengar ucapan Ervano sontak tertawa pelan. "Apa katamu? Rugi? Mimpi!!"

"Pikirkan sekali lagi ... saat ini adikmu pasti tengah hancur, apa tidak semakin hancur andai nanti kakaknya masuk bui karena menghilangkan nyawa ayah dari anaknya? Hem?"

Sembari melayangkan pertanyaan itu, Ervano tersenyum licik yang membuat kemarahan Abimanyu semakin menjadi-jadi dan bertekad untuk menghabisi nyawa Ervano sekalian.

Sialnya, kali ini Ervano tidak bersedia mengalah dan menahan serangan Abimanyu meski sama sekali tidak membalas.

Telapak tangan Ervano bahkan sampai terluka sewaktu melindungi diri dari serangan Abimanyu yang hendak menikamnya.

Sampai, pi-sau lipat yang menjadi senjata utama Abimanyu terpental cukup jauh barulah Ervano kembali pasrah dan membebaskan Abimanyu meluapkan kemarahannya.

Sampai puas, Ervano seolah tidak peduli seberapa banyak da-rah yang keluar dari hidung dan telapak tangannya.

Mungkin Abimanyu akan menganggapnya pengecut, penakut dan bodoh. Namun, Ervano memang sama sekali tidak memiliki keinginan untuk bertengkar dan menyerang balik Abimanyu.

"Kenapa kau diam? Balas pukulanku badjingan!!" tantang Abimanyu sembari mengangkat kerah kemeja pria itu.

Tanpa menjawab, Ervano bergeming dengan mata yang hanya menatap sendu Abimanyu.

"Berhenti menatapku seperti itu!! Lawan aku!! Perlihatkan kekuatanmu dan jangan hanya berani kepada adikku."

Berkali-kali Abimanyu memintanya membalas, tapi Ervano tetap diam hingga akhirnya pria itu muak juga.

Segera Abimanyu beranjak berdiri dan menatap hina Ervano yang tergeletak di lantai dengan luka dan memar di wajahnya.

"Urusan kita belum selesai, Pecundang, ingat itu!!"

.

.

Cukup lama waktu yang dibutuhkan Ervano untuk bisa bangkit selepas kepergian Abimanyu. Perlahan dia berdiri beranjak mengambil kotak P3K untuk mengobati luka-lukanya sendiri.

Tanpa ekspresi dia menuangkan alkohol ke atas luka yang disebabkan sen-jata tajam milik Abimanyu.

Hanya butuh beberapa saat untuk Ervano mengobati lukanya. Selesai dengan luka, dia beralih membersihkan lantai tepat dimana da-rahnya berceceran di sana.

Hingga bersih tanpa noda kemudian juga mencari keberadaan pis-au Abimanyu yang tadi sempat dia lemparkan sembarang arah.

Perlahan, dia memungutnya dan kembali tersenyum tipis seakan menganggap tindakan Abimanyu lucu. "Bagaimana bisa dia berniat menyerang lawan dengan senjata sekecil ini?"

Walau sudah diserang bahkan hampir meregang nyawa, Ervano terlihat santai saja. Usai mengamankan pi-sau yang digunakan Abimanyu untuk menyerangnya, pria itu berlalu ke kamar tidur dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.

Matanya menatap ke langit-langit kamar sembari berpikir. Kedatangan Abimanyu yang dia ketahui sebagai kakak Haura sudah cukup untuk menjadi bukti bahkan kemungkinan besar Haura tidak baik-baik saja.

Sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan yang tadi dia lontarkan pada Haura lewat pesan singkat dan tidak dihiraukan itu. Padahal, Ervano sampai nekat menghubungi Haura lewat nomor pribadi yang hanya dia gunakan untuk orang-orang tertentu saja.

Merasa masih ada cara lain untuk menghubungi Haura, Ervano meraih ponsel satunya dan menghubungi Haura lagi.

Dengan pertanyaan yang kurang lebih sama, intinya Ervano memastikan keadaan wanita itu.

Untuk kali ini, Ervano benar-benar berharap Haura bersedia membalas pesannya. Di luar dugaan, tidak hanya pesan, Haura justru balik menelponnya yang kemudian Ervano terima tanpa banyak bicara.

"Hall_"

"Lupakan yang terjadi ... saya tidak akan memperpanjang masalah jadi anggap tadi malam tidak terjadi apa-apa!! Jangan berlagak seolah mengenal saya dan satu lagi, jangan pernah menghubungi saya apapun alasannya!! Sampai Bapak masih mengusik saya, maka saya tidak akan segan-segan membuat Bapak membusuk di penjara, paham!!"

Ervano belum selesai menyapa, tapi Haura justru membalas dengan pernyataan sepanjang jalan kenangan. Sontak pria itu tersenyum tipis dan cukup terkejut mendengar suara Haura. "Ah, jadi kamu mengancam saya?"

.

.

- To Be Continued -

...Sejauh ini gimana? Apa penduduk bumi syuka? ...

1
Herlina Yus warkop
udah baca d tapi baca lagi kangen KK arya mbak Desh ,mau nyamperin di KBM mentok ah
Desy Puspita: Makasih banyak kak 🫶🏻🫶🏻🫶🏻
total 1 replies
SNN 💠
recommended 💫
nana mail
GOOD
Ra~~~~~
Novelnya bagus 😍
*k🎧ki€*
Ervano is Casper😱😱😱
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!