NovelToon NovelToon
PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Tamat
Popularitas:9.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: chiccacaaa

Xuan Lan adalah seorang gadis tomboy, judes dan cerdas ditambah parasnya yang elok membuat ia terkenal di sekolahnya. Meskipun tomboy ia tetap menjaga kecantikan dan penampilannya agar enak dipandang saja. Dia ahli dalam beladiri dan memanipulasi orang lain sehingga semua orang tunduk padanya.

Pada suatu hari ia meninggal karena diracuni kakaknya yang sangat iri atas semua kemampuan yang dimiliki Xuan Lan.
"Akhirnya kau berhasil membunuhku, kak. Jika ada kehidupan selanjutnya aku akan membalasmu." ia akhirnya menutup matanya dengan senyum evilnya.
~
Sementara itu disebuah gubuk terdapat seseorang yang sangat lemah, dan tubuhnya memucat ia sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi saat ini.
~
Xuan Lan membuka matanya, ia merasa sangat lemah "Ugh, ini di surga atau di neraka kenapa jelek sekali?!" ternyata ia bertransmigrasi ke tubuh seorang yang lemah tadi.


cover and pict by pinterest

~~~
follow ig: @chiccacaaa
~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiccacaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUJUH

"....kau selalu dikirim makanan yang enak dari permaisuri brengsek itu kan?" bentak Xiao Lan tepat di wajah tabib Bao dan sedikit mengeluarkan aura menekan yang hanya ditunjukan untuk tabib Bao. Tabib Bao merasa sangat sesak dan tertekan atas ucapan Xiao Lan.

"K-kau..."

••••

"K-kau benar, aku memang disuruh permaisuri untuk m-membunuhmu secara perlahan menggunakan racun" ucapnya tertunduk,

Xiao Lan sangat puas dengan apa yang dikatakan oleh tabib Bao berbeda dengan orang-orang di belakang mereka yang sangat terkejut dan marah atas pengakuan tabib Bao. Penjaga Tao dan penjaga Tae maju ke depan ingin memisahkan kepala tabib Bao dari tubuhnya tapi mereka ditahan Xiao Lan agar kembali mundur ke belakang.

"Wah, wah, wah kau melanggar janjimu saat menjadi tabib. Bukankah saat pengangkatan menjadi tabib kau mengucapkan janji?" tanya Xiao Lan mengangkat salah satu alisnya serta kedua tangan yang disilangkan ke dadanya.

Tabib Bao tertegun, ia teringat masa-masa dimana ia belajar mati-matian agar bisa menjadi tabib yang hebat yang dikenal oleh seluruh daratan. Ia kemudian teringat janji yang diucapkannya saat masuk menjadi tabib termuda di kekaisaran Xiao.

"Menyembuhkan orang sakit dan tidak berdaya dan kau" tabib Bao menatap Xiao Lan yang mengatakan janji tabib sambil menunjuknya, ia malu ia merasa sangat malu,

"Kau meracuniku bahkan kau ingin membunuhku" prok prok prok Xiao Lan bertepuk tangan sambil memandang tabib Bao remeh,

"Apakah kau tau, kau tidak pantas disebut tabib kau lebih pantas disebut penjahat. Kau melakukan hal ini karena iming-iming permaisuri itu jika kau berhasil membunuhku kau akan diangkat menjadi tabib tertinggi di kekaisaran Xiao bukan? Caramu sungguh menjijikkan tabib emm salah maksudku penjahat Bao" Xiao Lan tersenyum sinis melihat tabib Bao yang mematung ketika ia mengetahui perjanjian yang dilakukan tabib Bao dengan permaisuri,

"Kau memiliki adik yang umurnya sama denganku bukan? Bagaimana rasanya jika adikmu itu diracuni oleh orang yang berada di sekitarnya sedangkan kondisinya sangat lemah, ada orang yang bisa mengobatinya tapi ia malah menambah racun pada tubuh adikmu itu? BAGAIMANA RASANYA BODOH?"

Tabib Bao terdiam, ia menangis mengingat jahatnya ia kepada putri Xiao Lan padahal ia bisa menyembuhkannya tetapi ia malah menambah penderitaan putri Xiao Lan. Ia sangat malu, kecewa dan marah atas apa yang ia lakukan hanya untuk mencapai ambisinya itu, ia bahkan rela mengingkari janji suci saat menjadi tabib.

"Apa hukuman yang pantas untuk penjahat berkedok tabib sepertimu?" Xiao Lan mengetik-ngetukan jari telunjuknya di dagu sembari menatap tabib Bao,

"H-hamba pantas mati nona" lirih tabib Bao mengakui semua kesalahannya,

"Mati terlalu mudah untukmu, Bao. Bagaimana jika kita bermain-main dulu dengan adikmu, aku akan membunuh adikmu lebih dulu baru aku membunuhmu atau kau dulu yang ku bunuh baru adikmu. Bagaimana bukankah penawaranku sangat menarik?" Xiao Lan tersenyum menatap tabib Bao yang melebarkan matanya mendengar perkataan Xiao Lan yang terakhir,

"Jangan nona, jangan tolong jangan sakiti adik hamba. Disini hanya hamba yang bersalah, adik hamba tidak tau apa-apa nona" ucapnya menangis meraung-raung,

Xiao Lan berjongkok lalu mencengkram rahang tabib Bao dengan keras "Lihat mataku! Aku bilang lihat mataku!" tabib Bao melihat mata Xiao Lan dengan takut,

"Kau mengatakan adikmu tidak tau apapun dan adikmu tidak boleh aku sakiti sedikitpun, apa itu benar?" tabib Bao mengangguk-anggukan kepalanya sambil meringis karena cengkraman Xiao Lan ia rasa semakin kuat,

"Lalu apa bedanya adikmu dengan paman Tao, paman Tae dan bibi Fu? Kau juga meracuni mereka padahal targetmu hanya aku ingat hanya aku! Jika kau boleh menyakiti orang yang berada di sekitarku kenapa aku tidak boleh? Kenapa? Jawab aku cepat!" Xiao Lan melepaskan tangan yang digunakan untuk mencengkram tabib Bao tadi dengan kasar. Ia mulai mengeluarkan emosinya jika ada yang menyakiti tiga orang yang ia sebut tadi, walaupun baru beberapa hari bersama ia dapat merasakan besarnya kasih sayang mereka kepada Xiao Lan.

Tabib Bao menangis, ia tidak bisa menjawab perkataan Xiao Lan. Benar ia terlalu menjijikkan untuk disebut tabib, ia menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya bahkan ia mengorbankan adiknya secara tidak langsung. Ia hanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan Xiao Lan nantinya.

"Aku pinjam pedangmu paman" Xiao Lan menjulurkan tangannya kepada penjaga Tao,

"Tapi nona,"

"Sudahlah cepat mana pedangmu!" karena terlalu lama ia mengambil pedang itu sendiri dari tangan penjaga Tao.

Ia mengayunkan pedangnya ke arah leher tabib Bao. Kurang setengah senti pedang itu mengenai kulit tabib Bao ia menghentikan ayunan pedangnya. Ia berjongkok dan mencabut pisau kecil yang masih bersarang di dekat mata tabib Bao. Ia kemudian mengarahkan pisau kecil itu ke mata tabib Bao.

"Obatilah lukamu"

••••

JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE DAN RATE YAA, MAAF BILA ADA TYPO DAN CARA PENULISAN AUTHOR YANG KURANG TEPAT

chiccacaaa

1
Jumiati Jumiati
Luar biasa
Me Ta
tabibnya jangan mati dooong
tudehun
/Drool/
Arya Al-Qomari@AJK
betul kan dugaan ku. pinter kamu lan'er
Arya Al-Qomari@AJK
kebanyakan iklan
Arya Al-Qomari@AJK
Qing qong apaan sih thorrr??? q sampai browsing loh ini tapi ketemunya malah Qing gong
nunu
suka kaarakter xuan lan
Ibuk'e Denia
makasih thor, karyamu emang terbaik 👍👍👍
Ibuk'e Denia
terus kapan Xiolan balas dendam
Ibuk'e Denia
aq mampir thor ke karyamu
Salmah Buhari
terbaik..end season pertama sedih....but season 2 happy ending...terbaik author...
murniati cls
kalung dimensi anggrek mana,kok tak pernah dksih tau
murniati cls
masak xiao LAN bodoh
murniati cls
apa dia tak tau xiao berniat jht SM dia,sdgkn dia udah besar kekuatannya
Siti Norsham
Bab-bab ceritanya tidak meleret, ringkas, tidak bosan kerna satu isu cuma paling2 3 bab. Emosinya sesuai pada tokoh2, ada sedih ya nusuk hati, semangat berjuangnya ya berkobar2, tapi yang tidak tahannya ya sindiran2 tokoh utama wow pedas bangat tu. Tahniah thor...terus lah berkarya asah bakat anda 👍😘
desy meytha sumbayak
mantap
syh 03
bagus novelnya
Phepheng Why
jgn" kakek gayung🤔😒🤣🤭
shinta safira alvira
mantap x kak author ceritamu tak tertebak... mantes adik s tabibnya gk diceritain nasib nya. ternyata kakanya msih hidup... mantaaapp..
Yani Suharyani
sadis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!