NovelToon NovelToon
Supir Ketos Nona Manja

Supir Ketos Nona Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Action
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Kenalkan, namaku Arkan Jaya. Aku bekerja sebagai supir di salah satu rumah orang kaya yang ada di daerahku.

Kebetulan, putri dari orang kaya tempat saya bekerja adalah orang yang sering saya hukum di sekolah dulu karena suka membuat onar.

Awalnya aku ragu untuk bekerja di rumah anak ini. Namun, karena aku terlahir miskin, mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus menerimanya.

Orang tuanya bernama Pak Frans Sanjaya dan Bu Sofia.
Pria itu adalah Pak Frans Sanjaya. Di sampingnya, pintu mobil lain terbuka dan muncul sosok wanita anggun yang tak lain adalah Bu Sofia, ibunya. Hari itu adalah kali pertama aku melihat langsung kedua orang tua Clara secara jarak dekat. Aku yang saat itu hanya seorang Ketua OSIS dari keluarga biasa, tentu tidak pernah membayangkan bahwa bertahun-tahun kemudian, Pak Frans Sanjaya dan Bu Sofia-lah yang akan membayar gajiku sebagai supir pribadi putri manja mereka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Penantian Tiga Jam dan Makanan Penutup

Teng... teng... teng...

Lonceng panjang tanda berakhirnya kegiatan belajar mengajar akhirnya berbunyi nyaring. Seluruh siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing.

Untuk para siswa yang tadi pagi kedapatan membawa barang-barang tajam, minuman beralkohol, hingga alat kontrasepsi, orang tua mereka langsung dipanggil oleh pihak sekolah sore itu juga untuk dimintai keterangan. Suasana di ruang Bimbingan Konseling (BK) sempat tegang.

Sementara itu, tugas penyitaan barang kosmetik milik dua putri kaya raya—Clara dan Diana—masih tertahan di tanganku. Sesuai kesepakatan, barang-barang tersebut baru boleh diambil sendiri oleh pemiliknya di ruang OSIS setelah bel pulang sekolah.

Namun, hingga jam menunjukkan pukul empat sore, dua wanita cantik tapi bodoh itu belum juga menampakkan batang hidungnya. Ruang OSIS sudah makin sepi, hanya tersisa aku yang duduk sendirian sambil bolak-balik menatap jam dinding.

Karena sudah lelah menunggu dan memang sudah waktunya untuk pulang, aku memutuskan untuk membereskan barang-banku. Tas kuusung di bahu, dan kantong berisi kosmetik milik mereka siap kutaruh di atas meja piket untuk diambil besok.

Tepat saat aku melangkah keluar dari pintu ruang OSIS, dua sosok yang kutunggu-tunggu akhirnya muncul dari belokan koridor. Clara dan Diana berjalan santai tanpa beban, tangan mereka berdua dipenuhi kantong belanjaan berisi makanan cepat saji serta minuman es boba kekinian.

Melihat ekspresi polos tanpa rasa bersalah dari mereka setelah membuatku menunggu berjam-jam, dadaku mendadak sesak menahan emosi.

"Kalian dari mana saja?!" bentakku dengan wajah serius dan nada bicara yang dipenuhi ketegangan. "Apa kalian tidak tahu saya menunggui kalian di sini sudah hampir tiga jam?! Lalu kalian datang dengan santainya cuma buat menunjukkan kalau kalian baru habis jalan-jalan dan jajan? Dasar wanita manja, bodoh, dan sombong!"

Bukannya takut atau merasa bersalah, Clara justru menghentikan langkahnya, menyeruput es bobanya santai, lalu menatapku dengan wajah polos tanpa dosa.

"Kak Arkan, kami kan enggak pernah menyuruh Kakak untuk nungguin kami di sini," jawab Clara santai, bibirnya sedikit menyunggingkan senyum tipis yang memancing emosi. "Jadi enggak boleh menyalahkan kami dong?"

"Iya, Kak!" timpal Diana membela sahabatnya seraya mengangguk cepat. "Emang kita ada suruh Kakak buat nungguin? Enggak, kan? Kakak sendiri yang kebalasan nungguin barang-barang kita."

Mendengar jawaban super santai dan logis khas anak-anak tanpa beban itu, aku mendadak kehabisan kata-kata. Rasanya tensi darahku langsung naik ke ubun-ubun.

Mendengar jawaban yang benar-benar memancing emosi itu, aku hanya bisa mengelus dada. Tanpa membuang kata-kata lagi, aku melangkah lebar melewati mereka berdua, berniat langsung pergi meninggalkan lokasi. Di belakangku, aku bisa merasakan Clara dan Diana sedang tersenyum puas, merasa menang karena berhasil mengerjaiku dan membuat aku kehabisan kata-kata.

"Kak Arkan! Barang kosmetik kita mana?" panggil Clara santai, seolah tak ada beban rasa bersalah sedikit pun setelah membuatku menunggu hampir tiga jam.

Aku menghentikan langkahku sebentar tanpa membalikkan badan. "Besok saja kalian ambil. Aku sudah mau pulang," balasku datar.

"Enggak bisa gitu dong, Kak!" potong Diana tak terima, melangkah cepat menyamai posisiku. "Kan Kakak sendiri yang bilang barangnya boleh diambil pas bel pulang sekolah!"

Aku memutar tubuhku sepenuhnya. Kuatur tatapan mataku tajam-tajam, melangkah satu langkah maju mengikis jarak, lalu menatap mereka berdua dengan raut wajah sangat serius dan penuh gertakan.

"Kenapa enggak bisa?" tanyaku dengan nada rendah namun penuh penekanan yang menakutkan.

Suasana koridor yang makin sepi mendadak terasa makin dingin. Gertakan dan aura ketegasanku sebagai Ketua OSIS akhirnya berhasil membuat senyum puas di wajah Clara dan Diana luntur seketika. Keduanya saling pandang dengan tatapan sedikit panik, tak menyangka respons serius yang kuberikan.

"Sa-sore ini kami ada acara keluarga, Kak..." gumam Clara pelan, keberaniannya yang tadi berapi-api mendadak ciut di hadapan wajah galakku. "Masa kami datang enggak dandan sama sekali?"

"Itu konsekuensi dari tindakan kalian," tegasku tanpa kompromi. "Kalian yang menunda-nunda waktu dan membiarkan saya menunggu tiga jam. Sekolah ada aturannya, dan ruang OSIS sudah tutup sejak jam empat. Ambil barang kalian besok pagi tepat waktu, atau saya musnahkan semuanya!"

Setelah menancapkan gertakan itu, aku berbalik dan berjalan mantap meninggalkan mereka yang berdiri kaku di koridor. Kali ini, tidak ada lagi senyum kemenangan atau ejekan dari dua gadis manja itu.

1
Alissia
hai thor🤭🤭🤭🤭
Markario Putra: malas nih,kok cerita aku nggak ada yang mau baca sih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!