NovelToon NovelToon
Bencana Sihir

Bencana Sihir

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Tentang Ulama, di benak Tumang ialah seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan. Tanpa sayu, parau dan Lelah memberikan nasehat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya. Seperti perkataan Malaikat Jibril, “Ulama adalah Pelita dunia dan akhirat.”
Selain berkelana mencari dambaan hati, Tumang juga selalu berusaha memperbaiki diri dan berusaha sabar, Ridha dengan apa yang di dapat dari karunia Allah serta selalu berbuat Kebajikan. InsyaAllah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumang dan Butet menyaksikan segalanya

Udin masih berusaha melawan gangguan makhluk astral. Namun semakin lama serangan tidak bisa lagi dia tahan. Seolah ada api yang membakar tubuhnya dari dalam. Tanpa di duga-duga, penyakit lamanya kambuh. Batuk dalam tidak henti sampai sepanjang malam. Nyawa Udin melayang tepat di malam jumat Kliwon. Tepat pukul tiga, teman-teman sekamarnya baru mengetahui kematiannya.

“Astagfirullah al’adzim Udin…!”

Tanah merah Boy masih basah, kini ada tempat peristirahatan terakhir Udin. Suasana duka ini sangat terasa bersambung di saung dua. Wali yang merasa sangat bersalah itu tidak henti memukul-mukul dadanya. Sangat keras, dia tidak memperdulikan teman-temannya menahan. Hentakan terhenti setelah Paijo menamparnya.

“Bukan hanya kau saja yang di bisikkan Mati oleh si Balung, Konan juga dan yang paling mengerikan adalah bisikan Mati ke Udin yang di kaitkan dari bangku kosong Boy!” pekikan Paijo membungkam seisi ruangan.

Perkumpulan saung tiga dan dua.

Mereka menyimak dan mengingat kilasan balik sisi lain yang belum terungkap. Penampakan Boy yang seolah masih ada di sekitar mereka. Pertama sosok tersebut berdiri di depan kantor Kliwon. Kedua saat mereka seperti melupakan kejadian kematian Boy.

“Aku sangat merasakannya kejanggalan makhluk yang berwujud Boy. Apa kalian tak ingat peristiwa almarhum yang retak tulangnya? Kita semua masih tidak menyangka kalau dia telah tiada..”

“Cukup Brewok, jangan di teruskan lagi. Gigi ku ini bertambah ngilu!”

Melanjutkan kegiatan kebersihan pondok, mereka membuat rencana pertemuan di saat jam istirahat. Rahasia yang terungkap, beberapa pria berpakaian hitam menggeledah Gudang dan menemukan mereka. Biang keladi yang belum di temukan, saling bertatapan hingga para santriwan itu di seret memasuki wilayah hutan.

“Tolong! Tolong kami!” teriakan mereka dengan menahan sakit.

Tubuh di seret paksa sampai terluka, darah tersapu tanah, ranting pepohonan, bebatuan, duri dan benda keras. Rintihan kesakitan, Sebagian tidak sadarkan diri. Sementara Joko berlari bersembunyi melihat kejadian itu dari balik bilik.

“Jok! Kemana semua santri?”

“Tu_tu_tumang! Mereka__”

......................

Joko sangat jelas melihat mereka di bawa pergi, tapi yang anehnya di pagi hari terlihat para santriwan itu berada di tempatnya masing-masing. Dia mengendap-endap keluar dari kamar, berlari menemui Tumang. Cuaca hari ini tidak memperlihatkan sang Mentari yang bersinar terang benderang. Banyak keanehan Ketika Joko dan Tumang melihat keluar tampak sekitar di selimuti kabut pekat.

“Loh si Joko kok ada di situ sih? Jelas-jelas dia tadi ada di samping ku” gumam Tumang.

Namun, Joko yang lain memanggilnya dari belakang. Kaki Tumang sulit di gerakkan, dia tidak tau yang mana Joko yang asli. Lemparan biji mangga mengenai kepalanya. Dia mendongak berkeliling mencari dari mana asalnya.

“Hei ucok! Aduh masih bengong aja! Kebiasaan kali kau kayak orang bodoh-bodoh. Cepat kau pigi dari situ!”

Butet lagi-lagi geram jika bertemu dengannya. Tidak tau mengapa Tumang berdiri tepat di bawah pohon mangga pembatas Santriwan dan santriwati. Dia kehilangan Joko, semua teman-temannya dan tubuhnya malah terpindah sendiri disana.

“Tunggu! Siapa nama mu?”

“Aku Butet. Udah ya jangan pernah muncul di kehidupan ku lagi! Dasar orang aneh”

“Sebentar Tet!” Brughhh___

Karena terlalu tergesa-gesa tanpa sengaja dia menarik jilbab si Butet. Tumang nyaris di buatnya babak belur, sebelum dia meminta maaf. Dia memukul sendiri wajah dan tubuhnya, dia tidak mau di hajar wanita.

“Huh sakit semua badan ku. Jangan sampai di dalam hidupku tersentuh tamparan atau pukulan wanita. Harga diri ku Dimana nantinya sebagai pria?” gumamnya.

“Ucok! Untuk menebus kesalahan mu. Kau harus membantu ku mencari teman ku.”

“Tidak! Tidak mungkin wanita secantik ini mau meminta bantuan ku! Hehehe, mimpi apa aku ya!” batinnya menambah detak jantungnya yang Berebar-debar.

“Uy! Dengar nggak? Kok bengong?”

“Astaghfirullah___” Tumang mengusap tiga kali wajahnya.

Dia mengangguk kepala, berjalan melewati pembatas. Sanggup melewati garis yang di haramkan, dia menyadari tergolong penghuni neraka. Akan tetapi, menimbang semua kekacauan di dalam pondok. Dia tidak mau hal itu memasuki masa gilirannya. Dari peristiwa kesurupan, kematian Boy dan Udin di tambah gangguan makhluk halus.

“Butet, nama saya Tumang. Kenapa engkau selalu memanggil ku dengan sebutan Ucok?”

“Sama aja lah itu. Arti Ucok kan laki-laki juga.

Cepat lah jalan mu, jangan kayak tante-tante pake high heel. Keburu malam nanti”

Mereka berjalan memasuki daerah hutan, sebelum mencapai bagian dua jalan. Tumang meminta Butet supaya menunggunya mengambil senter. Pandangan yang gelap, terlebih lagi sebelum memilih sisi jalan maka harus di beri tanda terlebih dahulu.

“Aku bukan si bolang Tet. Apa kau mau tersesat? Lagian, hanya kita berdua saja yang masuk hutan ini. Apa kau tidak khawatir?”

“Ya ampun, siapa bilang Cuma berdua? ada si Balung di depan saja.”

Gelagat Balung yang berjalan membungkuk, dia mengendus bergerak cepat menempelkan hidung ke tanah dan rerumputan. Butet menarik Tumang agar mengikuti, terpaksa mengurungkan niat mengambil senter. Jalan Balung yang sangat cepat untuk di ikuti, kaki Tumang tersandung batu. Menahan perih luka, darah percikan itu mengundang mata-mata makhluk halus melihat mereka.

“Loh si Balung kemana?”

“Jangan bersuara, cepat bersembunyi..”

Membuka nada suara O, Butet mencengkram kuat menariknya. Berlari secepat-cepatnya, Tumang lagi-lagi tersandung batu. Kakinya yang tidak sanggup lagi untuk berlari sehingga dia meminta Butet berhenti. Senja mulai tiba, suara ustadz Isra menyuruh mereka menjauh dari pemondokan. Wajah-wajah para ustadz di belakangnya tampak pucat.

Suara jeritan Butet keras, dia menyaksikan semuanya. Para ustadzah yang seolah-olah tubuhnya Bagai tembus pandang.

“Tumang! Ayo pergi! Cepat!”

Masih berputar-putar di tempat itu, Tumang dan Butet melanjutkan Langkah menyusuri hutan. Tidak tau apa yang terjadi. Bangunan pesantren dalam sedetik berubah dan di dalamnya Bagai tempat yang telah lama di tinggal.

“Arghhh!” Tumang terjatuh ke dalam jurang.

“Sudah bangun? Bagamana keadaannya?”

“Tum, untung kaki kamu nggak di amputasi. Ngapain main-main sama santriwati Tomboy?”

“Ahahaha!”

Suara teman-teman satu saungnya membuka mata dan telinganya lebar-lebar. Dia melihat kedua kakinya di perban. Mengamati wajah Wali dan Joko yang sangat pucat.

“Apa yang ku alami tadi tidak main-main. Tapi kenapa aku ada disini lagi?” gumam Tumang.

“Bagaimana keadaan si Butet?”

“Butet? Santriwati itu ya di asrama putri. Eitss, jangan-jangan kamu suka dia ya? Cuit-cuit”

“Bukan gitu Brewok!”

Tepukan mereka yang sedikit keras. Keanehan berlanjut, Aktivitas yang seperti biasa di berselang suara-suara lain terdengar. Tumang membuka jendela, tidak jarang para pekerja yang memakai baju hitam menyeret cangkul, memundak mendekati lingkungan asrama dengan membawa bungkusan besar. Dia kesulitan meraih bagian jendela sisi lainnya.

“Dueer!”

“Boy? Boy?” ucap Tumang sangat terkejut.

1
Sipah
👍
Cika
pendukung setia Tumang
Orchid
menyala boss Que 🔥🔥🔥🔥/Angry//Angry//Angry//Angry/
Gofar
orang ganteng nggak takut hantuuu
Titian 🌹
⭐⭐⭐⭐⭐
Zero
terseret dalam aliran yang gelap dan mencekam, dihadapkan pada misteri dan ketegangan yang tak terduga. detail-detail yang menggigit, dan saya merasakan adrenalin memuncak saat mengikuti petualangan karakter-karakter yang menghadapi ancaman supranatural. Tidak hanya itu, tetapi juga terpesona oleh pengembangan karakter yang mendalam, yang membuat saya merasa terhubung dengan perjuangan dan ketakutan yang mereka alami. Bahkan setelah cerita berakhir, bayangan-bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang terus memikirkan apa yang benar-benar terjadi di balik setiap kejadian. Ini adalah pengalaman membaca yang lengkap dan memuaskan bagi penggemar cerita horor, dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang penulis akan ciptakan selanjutnya.
Senam santai klub 🍸👯🎶
Sungguh, tak ada kata-kata yang bisa cukup untuk menggambarkan betapa dramatis dan memikatnya cerita ini! Setiap halaman dipenuhi dengan emosi yang menggebu-gebu, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang penuh dengan intrik dan konflik yang mendalam. Ketegangan antara karakter-karakter utama begitu kuat, dan konfrontasi-konfrontasi yang mereka hadapi memompa adrenalin saya hingga mencapai puncaknya. Saya merasa seperti sedang menonton drama epik yang dipenuhi dengan kegembiraan, kesedihan, kebencian, dan cinta yang begitu kuat sehingga membuat saya terhanyut dalam lautan emosi yang tak terduga. Tidak hanya itu, tetapi penulis juga berhasil menghadirkan latar belakang yang begitu kaya dan mendalam, memperkuat konflik internal dan eksternal yang dihadapi oleh setiap karakter. Saya bisa merasakan intensitas dari setiap keputusan yang mereka buat dan konsekuensi yang harus mereka hadapi sebagai akibatnya. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus terpikat oleh cerita ini, memikirkan tentang nasib para karakter dan pertempuran-pertempuran yang mereka lalui. Ini adalah salah satu karya yang akan saya simpan dalam ingatan saya untuk waktu yang sangat lama, sebagai pengingat akan kekuatan cerita yang bisa merangkul dan memukul jiwa manusia. next up
crafmay💠
Saya tidak bisa menahan napas saat membaca cerita ini! Dari awal hingga akhir, ketegangan dan rasa takut terus menggigit saya, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang gelap dan mencekam. Setiap adegan diisi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Penulis berhasil menciptakan atmosfer yang begitu tebal sehingga saya bisa merasakan kehadiran kegelapan di sekeliling saya bahkan ketika saya hanya membaca kata-kata di atas kertas. Saya juga sangat terkesan dengan karakter-karakter yang begitu kompleks dan mendalam. Mereka tidak hanya menjadi korban dari cerita horor ini, tetapi juga memiliki lapisan-lapisan emosi dan kehidupan yang membuat saya merasa terhubung dengan mereka. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus memikirkan tentang dunia yang telah diciptakan oleh penulis, mencoba mencerna semua twist dan plot twist yang mengguncang ekspektasi saya. Ini adalah salah satu pengalaman membaca yang paling intens dan memuaskan bagi saya, dan saya tidak sabar untuk membaca karya-karya lain.
Pak popon
Setiap adegan dipenuhi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam alur cerita yang gelap dan tak terduga. Saya tidak bisa melepaskan diri dari teka-teki yang dihadirkan oleh penulis, dan setiap kali saya pikir saya sudah tahu apa yang akan terjadi, twist dan plot twist baru mengguncang ekspektasi saya. Hal ini membuat saya terus ingin membalik halaman dan menelanjangi rahasia yang tersembunyi di balik setiap kejadian. Bahkan ketika cerita sudah berakhir, saya masih terus memikirkan karakter-karakter dan latar belakang mereka, mencoba menyusun potongan-potongan puzzle untuk memahami sepenuhnya apa yang terjadi. Keseluruhan, pengalaman membaca ini tidak hanya menegangkan dan mencekam, tetapi juga sangat memuaskan dan membuat saya ingin kembali untuk menggali lebih dalam lagi. Penulisnya benar-benar memiliki kemampuan untuk menarik perhatian pembaca dan menjaga mereka terlibat dalam cerita hingga halaman terakhir.
Vensa 🍇grape
terus dihantui oleh ketegangan yang memikat dan atmosfer yang begitu gelap. Setiap adegan dipenuhi dengan ketegangan yang membuat bulu kuduk saya merinding, dan saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang mencekam dan menakutkan. Deskripsi tentang kejadian-kejadian supranatural dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketakutan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah menutup buku, bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, dan saya merasa sulit untuk tidur dengan tenang malam ini. Penulisnya benar-benar memiliki bakat dalam menciptakan kisah-kisah yang menggugah imajinasi dan merangkai detail-detail yang begitu mengerikan. Saya bisa merasakan getaran horor yang menggelora bahkan setelah cerita berakhir. Sungguh pengalaman membaca yang memuaskan, meskipun juga mencekam dan menegangkan!
Area zona
bulu kuduk saya merinding dari awal hingga akhir. Narasinya begitu menghantui dan atmosfernya begitu gelap, sehingga saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang gelap dan menakutkan. Setiap deskripsi tentang kejadian misterius dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketegangan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah selesai membaca, bayang-bayang cerita ini masih menghantui pikiran saya, membuat saya sulit untuk tidur dengan tenang malam ini.
Hanum Anindya
Tumang!
Balung seharusnya suruh dzikir saja biar nggak ketasukan setan atau apa gitu. jangan biarkan jiwa kita kosong apalagi saat kondisi kita dalam ketakutan seperti itu. Tukang dan teman teman seharusnya kalian baca surat pendek saja biar para setan nggak bisa mendekati kalian.
Hanum Anindya
Baca komentar semuanya maaf saya simpulakn sendiri, seharusnya Tumang dan teman teman yang masih hidup minta bantuan pak ustad supaya bencana sihir yang dilakukan oleh setan setan bisa dimusnahkan.
Hanum Anindya
Aku heran banget sama tulisan kakak😊🙏, kalau baca tulisan kakak hatiku meleleh banget, sempurna banget secara tulisan yang kakak buat. pantes lah kalau tulisan kakak bagus 👍, semangat terus ya kak. maaf jarang komen dan nonggol sibuk di dunia nyata dulu, sampai pekerjaaan di dunia maya terbengkelai. tapi jujur banget kadang kangen baca tulisan tulisan kakak yang penuh semangat.

Maaf ya kak🙏😊💕
Area zona
terbawa suasana dengan narasi yang mendalam tentang kegelapan yang mengancam seluruh desa. mau jerit tapi udah kolot. ntar liat orang q jadi terkesan lebay. tapi memang edisi horor versi level 3.
Kalender Merah
aliran gelap dan keputusasaan yang menghantui desa terpencil itu. Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan mencampur adukkan darah kebusukan si Kliwon dan Boncel!
namun juga menegaskan bahwa kegelapan itu tidak terkalahkan. Selain itu, interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah lapisan kompleksitas pada cerita, dengan pembaca dibawa pada perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian dan keberanian yang tersembunyi. Kesimpulannya, komentar tersebut berhasil menarik perhatian pembaca dan membangun suasana yang mencekam.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
penggambaran yang kuat tentang kegelapan yang mengancam dan perjuangan Butet untuk menemukan cahaya di tengah-tengahnya, pembaca dihadapkan pada konflik yang mendalam antara keberanian dan ketakutan. Interaksi antara Butet dan nek Sirih juga menambahkan dimensi baru pada cerita, mengundang spekulasi tentang rahasia yang tersembunyi di dalam rumah tua itu.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
gambaran yang horor tentang desa terpencil yang terkutuk, di mana kegelapan dan misteri menguasai setiap sudutnya. Dengan Butet menjadi korban terbaru dari kegelapan yang menghantui, suasana ketakutan semakin menyelimuti pembaca, membangkitkan rasa ingin tahu dan ketegangan yang mendalam.

Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan memberikan dorongan pada narasi, namun nasibnya yang tragis menegaskan bahwa kekuatan jahat itu tidak terbendung. Suara-suara mengerikan yang menggema dari rumah tua yang terkutuk menambah lapisan ketegangan yang mencekam, sementara ketidakberdayaan warga desa yang terperangkap dalam cengkeraman kegelapan menciptakan atmosfer yang memicu adrenalin.

Interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah kompleksitas pada cerita, dengan kehadiran tokoh tua tersebut memberikan nuansa yang lebih dalam terhadap rahasia yang tersembunyi di balik kegelapan itu. Ketegangan mencapai puncaknya ketika suara gemuruh yang menakutkan kembali menggema, memotong keheningan malam dengan kekerasan yang menakutkan, meningkatkan ketidakpastian dan kecemasan pembaca.

Dengan setiap langkah yang diambil Butet dalam usahanya untuk melawan kegelapan, pembaca merasakan ketegangan yang semakin memuncak, sementara suara tawa jahat Kliwon dan pengikutnya menggema di antara bayangan-bayangan gelap, menambah ketakutan yang menyelimuti pikiran.❤️
keke kenya
menggambarkan suasana misteri dan ketakutan yang menghantui desa terpencil. Cerita itu membangun ketegangan dengan baik dan menunjukkan perjuangan Butet dalam menghadapi kegelapan yang mengancam. Tersirat juga konflik internal Butet dalam memutuskan langkah selanjutnya, terutama ketika dia berinteraksi dengan nek Sirih.
keke kenya
Sungguh menegangkan! Saya merasa seperti ikut terseret ke dalam kegelapan yang menakutkan bersama Sirih. Bayangkan betapa mencekamnya situasi Sirih, dikejar oleh kegelapan dan ketidakpastian di setiap langkahnya.
Sirih harus benar-benar kuat untuk bertahan menghadapi semua ancaman yang muncul dari kegelapan. Di bab ini si Butet liat si nenek menapak di atas tanah nggak?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!