“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Di restoran
Vivi sudah memesan makanan kesukaannya yang tak lain adalah rawon entah kenapa dia tidak ada bosen bosennya makan makanan yang satu ini . sedangkan Dicky memilih untuk memesan geprek ayam karna di tempat ini geprek ayamnya cukup terkenal .
“ kenapa bapak mau menerima perjodohan ini?” tanya vivi karena penasaran , bisa saja kan orang yang ada di hadapannya ini menolak perjodohan dengannya. Dan menikah dengan wanita yang dia cintai dari pada dengannya .
Dicky memalingkan wajah nya dari hp yang dia pegang menatap lekat wajah wanita yang ada dihadapannya ini “ lantas apa alasanmu menerima perjodohan ini” Dicky bertanya balik pada vivi ,
sontak membuat Vivi menautkan kedua alisnya “ terpaksa” sahutnya “ tapi seharusnya kan bapak menolaknya , bukannya menyetujui perjodohan ini” ujar Vivi kesal.
“ jangan bahas ini” ujar dicky kemudian kembali memperhatikan smartphone nya
“ menyebalkan” umpat vivi , kemudian meninggalkan dicky , dia berniat untuk ke kamar mandi .
Saat kembali dari kamar mandi vivi mendapati dicky sedang ditemani oleh wanita cantik , dari jauh vivi melihat kedekatan mereka dia juga melihat dicky tersenyum pada wanita itu “ dasar sialan bisa bisanya aku terjebak dengan situasi seperti ini ,kenapa nasibku malang sekali, sudah pasti wanita itu pacarnya ” gumam vivi dalam hati kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke dua insan yang sedang berbincang ria itu
“ kenapa lama sekali” tanya dicky saat melihat vivi duduk “ kenali dia elsa” ujar dicky memperkenalkan wanita cantik yang ada di sebelahnya ,
“Vivi” ujar vivi sambil memperkenalkan diri , dengan memasang senyum seramah mungkin pada wanita yang ada di hadapannya itu
“ tumben kamu mau makan sama orang asing , siapa wanita ini jangan bilang dia kekasihmu , aku akan sakit hati jika benar” ujar wanita itu sambil memperlihatkan wajah sedih
“ dia” ucap dicky terpotong oleh vivi
“ aku salah satu pegawai pak Dicky , tadi ada pertemuan dengan salah satu investor cukup lama sampai telat makan siang” ucap vivi , “ jika anda merasa tidak enak karna keberadaan saya , saya akan pindah kemeja sebelah” tanya vivi sopan , Dicky hanya menatap heran padanya ,
“ jika anda tidak,keberatan, karena aku ingin membicarakan hal pribadi dengan atasan anda , iya kan sayang” ujar elsa tanpa malu.
Vivi mengangguk i ucapan elsa , dia tetap memasang wajah ramah , walau sebenarnya dia ingin memaki sepasang kekasih yang ada dihadapkannya itu . kemudian dia beranjang dari duduknya dan memilih meja yang agak jauh dari mereka “ dasar brengsek menyetujui pernikahan ini hanya untuk menutupi hubungannya dengan kekasihnya , semua laki laki sama saja hanya mementingkan perasaannya saja ” umpat vivi dalam hati ,
Setelah pelayan mengantarkan pesanannya vivi hanya memakan beberapa sendok karna mood nya tidak baik. Dia melirik Dicky yang masih sibuk dengan wanitanya bahkan pria itu tidak akan menyadari jika dirinya pergi dari restoran .
vivi baru saja keluar dari mushola yang berada di mall , setelah memesan ojek online dia berjalan ke pintu keluar mall , dia tak berniat untuk mengganggu Dicky dengan kekasihnya itu .
disisi lain Dicky baru sadar jika vivi sudah tidak ada di dalam restoran , “ sial” umpatnya dalam hati , wajahnya terlihat bingung mencari sosok wanita yang akan menjadi istrinya itu
“ ada apa?” tanya elsa yang melihat dengan jelas kegelisahan dicky .
“ kamu lanjutkan makan sendirikan aku ada urusan” ujar dicky beranjak ke meja kasir sebelum pergi meninggalkan restoran , sedangkan elsa ada yang aneh dengan kedua orang itu , tapi dia pilih mengabaikan nya dan melanjutkan makan siangnya , yang lebih tepatnya makan sore.
Dicky sudah melihat vivi yang berjalan ke pintu keluar , kemudian dia mempercepat langkahnya, dia menarik tangan vivi dengan kasar sampai vivi jatuh pada pelukannya “ apa apa an kau” bentak vivi sambil mendorong tubuh dicky
“ kau yang apa apaan , bisa bisa pulang tanpa pamit , kau ingin buat nama aku jelek didepan mata kedua orang tua mu hah,” tuduh dicky kesal
“ terserah kau saja , toh aku tidak pernah benar dimata mu” sahut vivi dengan tatapan tak suka yang tergambar nyata dimatanya “ apa aku sudah selesai dengan wanitamu bahkan kau baru sadar jika aku sudah keluar dari restoran ?” sindir vivi yang cukup membuat Dicky diam “ sudah sana ambil mobilmu aku mau pulang” perintah vivi kemudian beranjak keluar dari dalam mall dan membatalkan pesanan ojek onlinnya
Bersambung